Resor khusus dewasa ini merangkai arsitektur, seni, tradisi, wellness, dan cita rasa Nusantara dalam pengalaman menginap yang intim sekaligus kontemporer.
Di Uluwatu, kemewahan tidak selalu datang dengan suara lantang. Terkadang ia hadir melalui selembar batik yang dibuat dengan tangan, tekstur tenun dari Flores, aroma terapi tradisional, atau taman tropis yang memberi ruang untuk berhenti sejenak.
Pendekatan itulah yang ditawarkan Nuju Uluwatu, destinasi khusus dewasa yang kini resmi menyambut tamu di kawasan selatan Bali. Namanya diambil dari kata nuju, yang berarti “menuju”—sebuah gagasan sederhana tentang perjalanan, baik menuju suatu tempat maupun kembali kepada diri sendiri.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine
Nuju Uluwatu juga bergabung dengan Preferred Hotels & Resorts, jaringan hotel independen global yang menaungi berbagai properti dengan karakter khas dan standar pelayanan premium. Namun, daya tarik utama Nuju bukan sekadar afiliasi internasional tersebut. Identitasnya justru berakar kuat pada Indonesia.
“Nuju diciptakan dengan visi sederhana: merayakan Indonesia melalui hospitality yang penuh perhatian,” ujar Yohanes Barlianto, General Manager Nuju Uluwatu. “Setiap detail dirancang agar tamu dapat mengapresiasi keindahan kerajinan, budaya, dan tradisi Indonesia dalam suasana yang kontemporer, hangat, dan autentik.”



Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto
Indonesia, Tanpa Menjadi Klise
Alih-alih mengambil inspirasi dari satu daerah, Nuju merangkum keberagaman kepulauan Indonesia. Hasilnya bukan semacam museum kebudayaan yang kebetulan menyediakan tempat tidur, melainkan interpretasi modern terhadap arsitektur, material, dan keterampilan para perajin Nusantara.
Bentuk rumah tradisional Indonesia diterjemahkan melalui atap bertingkat, penggunaan material alami, taman yang luas, serta ruang-ruang terbuka yang menjaga hubungan dengan lanskap tropis. Semuanya terasa bersahaja, tetapi tidak kehilangan presisi desain.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

