Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan memperkuat posisi AYANA Bali sebagai destinasi terpadu untuk konferensi, pernikahan, dan perjalanan insentif.

Di atas tebing Jimbaran yang menghadap Samudra Hindia, AYANA Bali memperluas ambisinya sebagai destinasi perhelatan berskala besar. Mulai 1 September 2026, resor terpadu ini mengoperasikan Grand Ballroom terbarunya, sekaligus memperkenalkan rangkaian fasilitas pertemuan dan acara yang telah dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan konferensi internasional, perjalanan insentif, peluncuran merek, hingga pernikahan dalam skala besar.

Permintaan informasi dan reservasi telah dibuka, dengan minat awal terutama mengarah pada penyelenggaraan acara sepanjang kuartal terakhir 2026 dan tahun 2027.

Pengembangan tersebut berlangsung di dalam kawasan resor seluas 90 hektare di Jimbaran. Berjarak sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, AYANA Bali menawarkan suasana yang relatif terpisah dari keramaian pusat pariwisata Bali, tetapi tetap mudah dijangkau oleh tamu domestik maupun internasional.

Satu Destinasi, Beragam Pengalaman

Lebih dari sekadar menambah ruang konferensi, AYANA Bali merancang pengalaman acara dalam satu ekosistem resor. Penyelenggara dapat menghubungkan agenda pertemuan dengan jamuan makan, kegiatan kebugaran, pengalaman budaya, atau resepsi menghadap laut tanpa perlu memindahkan tamu ke lokasi berbeda.

Secara keseluruhan, kawasan ini memiliki 993 kamar yang tersebar di empat hotel. Kapasitas tersebut menjadikan AYANA Bali salah satu destinasi MICE terintegrasi dengan inventori akomodasi terbesar di Bali.

Di luar kamar dan ruang pertemuan, tersedia 31 pilihan tempat bersantap, 14 kolam renang, serta AYANA Spa dengan 47 ruang perawatan. Beragam fasilitas rekreasi, kebugaran, dan hiburan melengkapi kawasan, sementara sistem trem internal memudahkan mobilitas tamu di dalam resor yang luas.

Konsep seperti ini memberi keleluasaan bagi penyelenggara untuk menyusun agenda beberapa hari dengan karakter berbeda—dari pertemuan formal dan sesi kelompok, hingga makan malam, aktivitas kebugaran, serta perayaan selepas matahari terbenam.

Grand Ballroom untuk 2.300 Tamu

Menjadi pusat dari ekspansi terbaru ini adalah Grand Ballroom seluas 1.850 meter persegi yang dirancang oleh firma arsitektur dan desain global Gensler. Ruang tanpa pilar tersebut memiliki langit-langit setinggi sembilan meter dan mampu menampung hingga 2.300 tamu dalam konfigurasi duduk.

Skala serta fleksibilitas ruangnya memungkinkan Grand Ballroom digunakan untuk berbagai format, mulai dari konvensi internasional, konferensi korporasi, program perjalanan insentif, gala dinner, pernikahan, sampai peluncuran produk dan acara merek.

Infrastruktur audiovisual telah terintegrasi ke dalam ruangan, termasuk tiga layar LED berukuran besar yang ditempatkan pada dua sisinya. Fasilitas ini dirancang untuk menyederhanakan proses produksi sekaligus mengurangi kebutuhan pemasangan teknis tambahan sebelum acara.

Grand Ballroom turut didukung oleh foyer berukuran luas untuk registrasi, pameran, atau sesi networking. Di dekatnya, Veranda menawarkan panorama laut hingga 270 derajat, menghadirkan jeda visual dari suasana ruang konferensi.

Sebanyak 20 breakout room dalam berbagai ukuran tersedia untuk sesi yang lebih kecil. Sejumlah ruangan memperoleh pencahayaan alami dan dilengkapi area tunggu VIP yang berada tidak jauh dari ballroom.

Dari Konferensi Menuju Koktail Saat Senja

Salah satu keunggulan fasilitas terbaru ini terletak pada hubungan antara ruang dalam dan luar. Grand Ballroom memiliki akses langsung menuju area outdoor yang menghadap laut—fitur yang memungkinkan agenda formal beralih menuju sesi koktail saat matahari terbenam, jamuan makan malam, atau resepsi terbuka.

Transisi tersebut menjadi penting dalam penyelenggaraan acara di Bali. Sebuah konferensi, misalnya, dapat ditutup dengan makan malam di bawah langit terbuka tanpa perjalanan tambahan yang kerap menghabiskan waktu dan menambah rumit urusan logistik.

Arsitektur kompleks acara ini mengambil inspirasi dari filosofi Sanga Mandala, tata ruang tradisional Bali yang menekankan keselarasan hubungan antara manusia, tempat, dan lingkungan. Sentuhan tersebut membuat fasilitas berskala besar ini tetap terhubung dengan konteks lokalnya.

Pertimbangan Keberlanjutan

Keberlanjutan turut menjadi bagian dari pengembangan fasilitas tersebut. AYANA Bali telah mengantongi sertifikasi EarthCheck Gold, sementara model resor terintegrasi membantu mengurangi kebutuhan perjalanan antarlokasi selama penyelenggaraan acara.

Bagi perusahaan dan organisasi yang memasukkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG ke dalam perencanaan acara, kemampuan menghadirkan akomodasi, konferensi, restoran, serta aktivitas dalam satu kawasan dapat membantu menekan kebutuhan transportasi dan emisi terkait. Pendekatan itu juga berkelindan dengan Tri Hita Karana, filosofi Bali mengenai keharmonisan antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Bersama fasilitas acara yang telah lebih dahulu beroperasi di seluruh kawasan—termasuk di RIMBA by AYANA Bali—Grand Ballroom terbaru memperluas pilihan bagi penyelenggara yang membutuhkan kapasitas besar tanpa kehilangan akses pada lanskap dan pengalaman khas Bali.

Dengan kombinasi hampir seribu kamar, ruang konferensi berteknologi modern, venue terbuka menghadap samudra, serta fasilitas gaya hidup yang lengkap, AYANA Bali kini bukan hanya menawarkan tempat untuk berkumpul. Resor ini mencoba menghadirkan seluruh perjalanan sebuah acara dalam satu destinasi—dari sesi pembukaan hingga perayaan terakhir di tepi laut.

Informasi dan reservasi tersedia melalui AYANA.com.

Previous article

Related Stories

spot_img

Discover

Threads of Asia

Ketika Api Ubud Bertemu Presisi Seoul di Meja Makan Kolaborasi Api Jiwa dan SU MA...

Ketika Para Chef Berbintang Michelin Menguasai Canggu

Regent Bali Canggu mendatangkan sejumlah nama berpengaruh dari London, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura....

Hilton Padalarang, Alasan Baru untuk Berhenti di Bandung

Terhubung lebih cepat dengan Jakarta lewat Whoosh, Hilton Padalarang Bandung menawarkan 218 kamar, empat...

The Life of the Tree

Di Oliverra, Umana Bali, sembilan koktail membawa perjalanan dari benih hingga kelahiran kembali—dengan rempah,...

Nuju Uluwatu: Menjelajahi Indonesia dari Selatan Bali

Resor khusus dewasa ini merangkai arsitektur, seni, tradisi, wellness, dan cita rasa Nusantara dalam...

Dinner at 100: Akira Back Is Back in Jakarta

Ada banyak cara menikmati Jakarta. Namun, jika Anda sudah sampai di lantai 100, turun...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here