Home Blog Page 9

Ekonomi RI 2025 Masih Tangguh, Tapi Alarm Sudah Bunyi

0

CORE Indonesia Ingatkan Risiko Domestik dan Global di Paruh Kedua

Di tengah gejolak global dan ancaman inflasi yang terus mengintai, ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Laporan Midyear Economic Review 2025 dari CORE Indonesia (Center of Reform on Economics) memberikan sinyal optimisme, namun tak lupa membunyikan bel alarm pada beberapa sektor krusial yang patut diwaspadai.

Tumbuh, Tapi Tak Sekencang Dulu

CORE memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini akan berada di kisaran 5,05% hingga 5,15%. Ini angka yang cukup sehat, meskipun sedikit melambat dibandingkan proyeksi awal. Konsumsi rumah tangga masih menjadi mesin utama pertumbuhan, namun tekanan pada daya beli makin nyata. “Inflasi bahan pangan dan energi membuat masyarakat kelas menengah bawah mulai berhati-hati dalam belanja,” ujar Direktur Eksekutif CORE, Mohammad Faisal.

Main Threads? Baca rahasianya: Modal Jempol, Panen Rupiah

Sinyal dari sektor investasi juga tidak terlalu menggembirakan. Sementara investasi asing langsung (FDI) stabil, investasi domestik masih tertahan oleh ketidakpastian global dan kebijakan yang belum sepenuhnya ramah pelaku usaha.

Daya Beli vs Inflasi: Babak Baru Dimulai

Inflasi Indonesia memang relatif terjaga di angka sekitar 2,7% hingga 3,1%, tetapi bukan tanpa tekanan. Harga beras, energi, dan logistik naik perlahan namun pasti. Ini menciptakan friksi antara kenaikan nominal pendapatan masyarakat dengan pengeluaran riil mereka. “Jangan tertipu angka inflasi agregat,” ujar Faisal. “Inflasi yang dirasakan rakyat kecil bisa jauh lebih tinggi.”

Ditambah lagi, adanya risiko kenaikan harga BBM bersubsidi (terutama Pertalite) di semester dua tahun ini menjadi perhatian khusus. Jika ini terjadi, maka tekanan inflasi bisa melonjak, dan konsumsi rumah tangga—yang menjadi tumpuan pertumbuhan—terancam melambat signifikan.

Kurs Rupiah & Suku Bunga: Di Tengah Ombak Global

Nilai tukar rupiah juga menjadi titik rawan. Dengan potensi penurunan suku bunga oleh The Fed yang mungkin baru terjadi di akhir 2025, rupiah berada dalam tekanan terhadap dolar AS. CORE memperkirakan kurs bisa bergerak di rentang Rp15.800 hingga Rp16.300 per USD. Sementara itu, suku bunga acuan Bank Indonesia kemungkinan tetap bertahan di 6,25% hingga akhir tahun untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Pemilu dan Politik Anggaran

Tahun ini menjadi tahun transisi politik. CORE menyoroti bahwa postur APBN 2025 yang ekspansif masih mengandalkan belanja pemerintah sebagai penyangga pertumbuhan. Namun di tengah masa transisi pemerintahan dan tekanan fiskal yang makin ketat, efektivitas belanja menjadi isu sentral. “Belanja pemerintah harus lebih tepat sasaran dan efisien. Kalau tidak, defisit bisa melebar tanpa menghasilkan dampak riil yang signifikan,” kata Faisal.

Bacaan Wajib di Era AI: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

Risiko Global dan Rantai Pasok

CORE juga mencatat beberapa risiko eksternal seperti perang dagang AS-Tiongkok yang kembali memanas, serta konflik geopolitik di Timur Tengah yang bisa memicu lonjakan harga minyak. Ketegangan ini bukan hanya berdampak pada ekspor, tetapi juga pada rantai pasok global yang belum pulih sepenuhnya pasca-pandemi.

ChatGPT dan Ekonomi Kreatif Digital

0

Panduan Praktis, Mengubah AI Menjadi Mesin Uang

Di tengah transformasi digital yang masif, satu pertanyaan besar muncul: Apakah AI akan menggantikan pekerjaan manusia—atau justru membuka peluang baru yang lebih inklusif?

Burhan Abe, seorang jurnalis senior dan konsultan komunikasi yang tak asing di lanskap bisnis dan lifestyle Indonesia, menjawab pertanyaan ini lewat buku terbarunya yang berjudul Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now. Buku ini bukan hanya membedah bagaimana kecerdasan buatan seperti ChatGPT bekerja, tetapi lebih jauh: bagaimana AI bisa menjadi alat monetisasi baru bagi siapa saja — tanpa perlu latar belakang IT atau modal besar.

Dari Kecanggihan Teknologi ke Potensi Ekonomi

Buku ini berangkat dari realitas bahwa AI generatif kini tak lagi eksklusif. Dengan ChatGPT dan sejenisnya tersedia secara gratis atau berbiaya rendah, siapa pun — dari pelaku UMKM, pekerja kreatif, ibu rumah tangga, sampai mahasiswa — memiliki peluang yang sama untuk masuk ke dalam ekonomi digital.

Burhan Abe menyusun narasi yang lugas namun inspiratif, membahas hal-hal seperti:

  • Bagaimana prompt engineering dapat mempercepat produksi konten
  • Cara menggunakan AI untuk membuat e-book, artikel SEO, voice-over, hingga script iklan
  • Peluang monetisasi dari platform seperti Shopee, TikTok, hingga affiliate e-commerce
  • Studi kasus nyata — seperti CR Cook, kreator kuliner yang mengoptimalkan YouTube dan AI untuk mendulang pendapatan dari rumah

Bisa diunduh di SINI ya.

Yang membedakan buku ini dari literatur sejenis adalah fokus pada penerapan praktis. Alih-alih membahas AI dari sisi teknis atau teoritis, Burhan menempatkan teknologi ini dalam konteks keseharian: bagaimana AI bisa membantu seseorang menambah penghasilan, mempercepat kerja kreatif, bahkan membangun merek personal.

AI dan Demokratisasi Inovasi

Salah satu pesan utama dari buku ini adalah bahwa AI adalah equalizer. Ia tidak memihak pada yang paling pintar secara teknis, tapi kepada yang paling cepat belajar, beradaptasi, dan kreatif.

Dengan gaya bahasa yang komunikatif namun tetap strategis, Burhan Abe mengajak pembaca untuk tidak takut dengan perubahan, tapi justru mengendalikannya. AI tidak harus dilihat sebagai disrupsi semata, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan.

Di tangan yang tepat, AI bisa mengangkat sektor informal, memperkuat usaha mikro, dan menciptakan gelombang baru ekonomi mandiri berbasis digital.

Siapa yang Perlu Membaca Buku Ini?

  • Profesional yang ingin mengeksplorasi side income berbasis AI
  • Pelaku UMKM yang ingin menghemat waktu dalam pembuatan materi promosi
  • Generasi muda yang aktif di media sosial dan ingin memonetisasi kreativitas mereka
  • Pekerja lepas dan freelancer yang ingin meningkatkan efisiensi kerja
  • Institusi pendidikan yang ingin mengenalkan literasi AI secara aplikatif

Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

0

The Playbook: Indonesia Edition

Apa kesamaan antara Djarum Group, Salim, Astra, CT Corp, hingga Sinar Mas? Mereka bukan hanya konglomerat besar. Mereka adalah pemain elite dalam dunia bisnis Indonesia—dan mereka semua punya playbook sendiri.

Buku “The Playbook: Indonesia Edition – Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal” mengupas tuntas strategi para taipan Indonesia membangun dan menjaga kerajaan bisnisnya. Ditulis dengan gaya tajam, padat, dan dramatis, buku ini menyajikan peta strategi nyata—bukan teori kampus, bukan motivasi klise, melainkan hasil pengamatan di lapangan dan analisis gaya Fortune yang disajikan seperti serial Netflix.

Kenapa Buku Ini Penting?

Dalam era di mana anak muda berlomba membangun startup dan UMKM, ada pelajaran penting yang bisa dipetik dari para konglomerat—termasuk taktik yang tak banyak dibicarakan di ruang kelas.

Mulai dari strategi integrasi vertikal Djarum, jaringan distribusi Salim, diversifikasi CT Corp, hingga cara Astra bermitra dengan pemain global—semuanya diuraikan secara sistematis namun ringan dibaca. Termasuk bagaimana para raksasa ini menghadapi krisis, regulasi, bahkan opini publik.

Bisa diunduh di SINI ya.

Untuk Siapa Buku Ini?

Buku ini ditulis untuk:

  • Founder startup, UMKM, atau profesional muda yang ingin naik level.
  • Mahasiswa bisnis yang ingin belajar dari realitas, bukan sekadar textbook.
  • Siapa pun yang ingin memahami cara kerja kekuatan ekonomi Indonesia.
  • Dan ya, juga untuk para Gen Z yang ingin “main catur,” bukan cuma jadi pion.

Ada juga infografik playbook, glosarium strategi konglomerat, serta template roadmap yang bisa langsung diaplikasikan untuk generasi baru.

📥 Unduh bukunya di sini: 👉 The Playbook: Indonesia Edition

Sebagai jurnalis dan konsultan yang telah mengikuti denyut bisnis Indonesia selama lebih dari dua dekade, saya merasa perlu menyusun buku ini sebagai panduan alternatif—bukan hanya untuk mempelajari siapa yang sukses, tapi bagaimana mereka bermain.

Semoga buku ini bisa menjadi titik berangkat bagi lebih banyak anak muda untuk berpikir strategis, bermain cerdas, dan tidak takut membangun impian besar. (*)

Merayakan Mid-Autumn dengan Sentuhan Elegan dari JW Marriott Hotel Jakarta

0
Mooncake Artisanals untuk Momen Kebersamaan yang Sarat Makna

Di dunia kuliner kelas atas, rasa bukan sekadar rasa. Ia adalah bahasa. Dan dalam semangat Mid-Autumn Festival 2025, JW Marriott Hotel Jakarta merayakan bahasa kebersamaan itu lewat sebuah mahakarya mungil berbentuk bulat: mooncake.

Tahun ini, sang ikon festival Tiongkok itu diinterpretasikan ulang oleh tangan-tangan piawai di Pearl Chinese Restaurant di bawah kepemimpinan Director of Culinary yang baru, Chef Gyula Harangi. Sebuah perkenalan yang tidak datang lewat kata-kata, tapi lewat gigitan pertama—dan setiap lapis rasa setelahnya.

Sebuah Koleksi, Sebuah Cerita

Koleksi mooncake JW Marriott 2025 bukan hanya hidangan penutup, melainkan ode terhadap warisan budaya dan ketelitian craftsmanship. Setiap mooncake dipanggang dengan presisi, menggunakan resep klasik yang diracik ulang dengan bahan-bahan premium, menghasilkan harmoni antara tekstur lembut dan rasa yang kaya.

Wine Not? Cerita, Rasa, dan Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Empat rasa klasik ditawarkan tahun ini—Lotus, Kacang Merah, Pandan, dan Wijen Hitam—dengan opsi kuning telur satu atau dua (karena siapa bilang personalisasi tidak bisa selezat ini?). Bahkan disediakan versi rendah gula, sebagai penghormatan terhadap gaya hidup sadar kesehatan.

Estetika Eksklusif: Dari Tangan ke Hati

JW Marriott Hotel Jakarta tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga pengalaman estetika yang memikat. Tiga desain kemasan dirancang untuk menjadi hadiah yang berbicara, tanpa perlu kata-kata:

  • Sapphire Box
    Biru pastel dan pink lembut, dihiasi motif kelinci dan aksen emas. Dua tingkat kemewahan dalam satu kotak.
    IDR 888.000 net / 4 pcs
  • Ruby Box
    Versi yang lebih maskulin—merah menyala dengan bukaan ganda elegan, simbol sukacita dan kemakmuran.
    IDR 888.000 net / 4 pcs
  • Jade Hamper
    Sebuah karya visual: hijau zamrud, langit malam, kelinci miniatur, dan cahaya bulan. Untuk mereka yang menginginkan lebih dari sekadar mooncake—ini adalah perayaan.
    IDR 2.888.000 net / 8 pcs

Chef Gyula Harangi: Tanda Tangan Baru, Rasa yang Abadi

Chef Gyula, sosok baru di dapur JW Marriott Jakarta, membawa serta pengalaman internasional dan dedikasi terhadap culinary storytelling yang otentik. “Koleksi ini bukan hanya soal rasa,” tuturnya saat peluncuran media di Pearl Chinese Restaurant, 25 Juli lalu. “Ini tentang merayakan hubungan yang bermakna, dan tentang menghormati tradisi sambil menatap ke depan.”

Must Read Book: Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Banyan Group Menuju Hotel ke-100: Dari Shangri-La ke Safari, Inilah Definisi Baru Kemewahan Berkelanjutan

0

Banyan Group Siap Cetak Sejarah dengan Ekspansi Global, Debut Safari di Afrika, dan Perayaan Warisan di Tiongkok dan Maladewa

Jika ada satu nama yang sedang jadi pembicaraan hangat di dunia hospitality internasional, itu adalah Banyan Group. Brand asal Singapura ini bukan cuma memperluas portofolionya secara strategis—dari puncak pegunungan Tibet hingga padang savana Afrika—tetapi juga membuktikan bahwa pariwisata mewah bisa (dan seharusnya) berkelanjutan, penuh makna, dan tetap penuh gaya.

Memasuki paruh kedua 2025, Banyan Group bersiap membuka hotel ke-100 mereka, Mandai Rainforest Resort di Singapura, sekaligus merayakan pencapaian dua dekade di Tiongkok dan tiga dekade di Maladewa. Dengan peluncuran Ubuyu, A Banyan Tree Escape—resor safari pertama mereka di Tanzania—grup ini tak hanya berpindah benua, tapi juga menembus batas baru dalam dunia hospitality.

🐘 Safari Pertama Banyan Tree: ‘Ubuyu’ di Jantung Ruaha, Tanzania

Kalau biasanya Banyan Tree dikenal lewat pantai tropis dan vila terapung, kali ini mereka menggebrak dunia dengan resor safari pertamanya: Ubuyu, A Banyan Tree Escape. Terletak di Ruaha National Park, taman nasional terbesar di Tanzania, Ubuyu menyuguhkan kemewahan dengan sentuhan lokal—villa artisan bergaya arsitektur Maasai, kolam pribadi, dan pemandangan savana yang tak ada duanya.

Wine Not? Cerita, Rasa, dan Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Rencananya buka akhir 2025, Ubuyu hanya akan memiliki 6 vila eksklusif di fase awal—menawarkan pengalaman privat dan imersif, ditemani pemandu lokal dan ‘Escape Hosts’ khusus. Ruaha terkenal dengan populasi gajahnya yang besar, kepadatan singa tertinggi di Afrika, serta lebih dari 570 spesies burung—jadi, kalau kamu suka wildlife dengan sentuhan luxury, Ubuyu adalah jawaban dari bucket list impianmu.

🇨🇳 20 Tahun di Tiongkok: Dari Shangri-La ke Skyscraper

Dua dekade lalu, Banyan Tree membuka hotel pertamanya di Tiongkok: Banyan Tree Ringha, di kawasan tinggi Shangri-La, dengan merevitalisasi rumah pertanian Tibet menjadi retret mewah. Hari ini? Grup ini punya 33 hotel di Tiongkok, tersebar dari kota metropolitan hingga destinasi tersembunyi.

Dari Kampus Amerika ke Panggung Indonesia

0

Pulang dengan Bekal Dunia, Membentuk Wajah Baru Indonesia

Oleh: Burhan Abe

Ketika Nadiem Makarim menjejakkan kaki di Brown University, Amerika Serikat, ia membawa mimpi anak muda Indonesia pada umumnya: belajar, sukses, lalu kembali memberi arti. Tapi Nadiem tak sekadar sukses—ia mengubah arah sejarah transportasi digital lewat Gojek, lalu mengobrak-abrik sistem pendidikan formal sebagai menteri. Sebagian mengkritik kebijakannya terlalu cepat, terlalu disruptif. Tapi di situlah justru semangat baru yang ia bawa: gesit, digital, dan tak terikat pola lama.

Cerita serupa kita temukan dalam jejak Ferry Unardi, lulusan Purdue yang memilih mundur dari Harvard demi membangun Traveloka. Atau Belva Devara, yang menyandang dua gelar master dari Harvard dan Stanford, dan kini mengelola Ruangguru bersama Iman Usman, alumnus Columbia. Di tangan mereka, pendidikan menjadi platform terbuka dan berjangkauan luas—sesuatu yang dulu hanya bisa diakses segelintir orang.

Yang menarik, transformasi ini tidak hanya terjadi di ranah startup. Para alumni kampus Amerika kini juga menjabat di posisi strategis: Erick Thohir (USC) mengelola Kementerian BUMN dengan pendekatan manajerial; Anindya Bakrie (Northwestern & Stanford) memimpin ekosistem energi baru dan kendaraan listrik; sementara Arsjad Rasjid (Pepperdine) membangun jembatan diplomasi ekonomi melalui KADIN.

Startup 101: Membangun Fondasi Bisnis dari Nol

Pengalaman hidup di Amerika—baik sebagai mahasiswa maupun profesional—mengajarkan mereka satu hal penting: berpikir sistemik, bertindak adaptif. Dari ruang kuliah di Boston dan Chicago hingga ruang rapat di Jakarta dan Bandung, cara berpikir mereka telah terbentuk dalam sistem yang menuntut kecepatan, akurasi, dan solusi berbasis data.

Mereka adalah bagian dari generasi “diaspora agen perubahan”—pengusaha dan profesional yang membawa semangat meritokrasi, ide disruptif, dan jaringan global ke panggung Indonesia.

Namun, bagaimana caranya agar lompatan dari modul kampus AS bisa beresonansi di tengah tantangan lokal seperti birokrasi, infrastruktur, dan budaya?

Jawabannya ada pada kesadaran antara ilmu dan tanggung jawab. Seperti yang ditegaskan oleh sebuah gerakan mahasiswa Indonesia di luar negeri yang mengusung semangat “pulang bawa manfaat”: “Apalah artinya kita menempuh pendidikan tinggi di luar negeri ini, apabila tidak membawa manfaat buat Indonesia… Keterdidikan bukan semata-mata membuat seseorang meraih cita-cita individual, tetapi keterdidikan haruslah menjadi instrumen untuk menggerakan, untuk menginspirasi dan untuk memberi gagasan.”

Mencetak Dolar dari Laptop: Realita Baru Bisnis Global Era Digital

0

Mesin Uang AliExpress – Panduan Dropshipping Global untuk Entrepreneur Modern

Di era digital, peluang bukan lagi soal lokasi, tapi soal strategi. Lewat buku terbarunya, Mesin Uang AliExpress: Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping Global, Burhan Abe merangkum dengan lugas dan sistematis bagaimana siapa pun — bahkan tanpa stok barang dan pengalaman teknis — bisa ikut dalam arus ekonomi digital global.

Buku ini bukan sekadar teori e-commerce. Ini adalah panduan operasional:

  • Bagaimana membuat toko dropshipping sendiri
  • Menghubungkannya dengan AliExpress
  • Mengelola iklan berbayar (dengan bijak)
  • Menentukan margin, memilih produk, dan membidik pasar luar negeri
  • Hingga mengelola bisnis tanpa harus berinteraksi langsung dengan customer atau supplier

Yang menarik, buku ini juga membongkar mitos dan asumsi keliru tentang dropshipping — termasuk anggapan bahwa model ini hanya cocok untuk pasar lokal atau membutuhkan modal besar. Sebaliknya, Burhan menunjukkan bagaimana dengan website sederhana dan alat bantu digital yang tepat, siapa pun bisa ikut bermain di pasar global.

Bisa diunduh di SINI ya.

AliExpress sendiri adalah platform raksasa asal China dengan jutaan produk dan penjual yang terbiasa melayani pasar internasional. Di sinilah mesin uang itu bekerja — bukan dari jualan barang sendiri, tapi dari kecerdikan membaca peluang dan mengatur alur transaksi.

📘 Untuk siapa buku ini ditulis?

  • Entrepreneur digital
  • Pelaku UMKM yang ingin ekspansi global
  • Freelancer & kreator konten yang ingin diversifikasi income
  • Profesional yang tertarik membangun passive income dengan aset digital

📥 Unduh bukunya di sini: 👉 Mesin Uang AliExpress

Lewat narasi yang jernih dan insight yang aplikatif, Mesin Uang AliExpress membuktikan bahwa kini, mencetak uang dari rumah — dengan sistem global dan modal minimal — bukan lagi mimpi. Ini adalah kenyataan baru.

Dan seperti biasa, Burhan Abe tahu persis bagaimana menjelaskannya. (Ayen G. Manus)

Regent Bali Canggu: Pelarian yang Disusun dengan Presisi

0

Di dunia yang terus bergerak, kadang yang kita butuhkan bukanlah pelarian, tapi ruang. Sebuah tempat yang tidak hanya memberi jarak dari rutinitas, tapi juga mendekatkan kita pada esensi. Di sinilah Regent Bali Canggu hadir — bukan sebagai resort, tapi sebagai panggung untuk pengalaman yang dirancang dengan kesadaran.

Keindahan yang Bersuara Pelan, Tapi Menancap Tajam

Terletak di garis pantai Canggu yang terkenal dengan pantulan cahaya senja dan deru ombak yang tidak pernah selesai, Regent Bali Canggu bukan sekadar tempat menginap. Ia adalah deklarasi rasa — kemewahan yang tidak berisik, estetika yang tidak memohon perhatian.

Bacaan Menarik: Wine Not? Cerita, Rasa, dan Gaya Hidup di Balik Segelas Anggur

Dari suite berdesain kontemporer hingga kuliner yang berbicara bahasa rasa dan warisan, setiap sudut adalah hasil kolaborasi antara arsitektur global, jiwa lokal, dan dedikasi terhadap detail.

Menikah di Tepi Samudra: Bukan Sekadar Janji, Tapi Cerita yang Dirayakan

Untuk mereka yang ingin menandai awal dengan sesuatu yang tak biasa, Regent menyajikan rangkaian paket pernikahan yang tak hanya indah, tapi juga emosional secara personal.

  • Oceanfront Vows – intimate dan elegan, untuk sepuluh tamu, IDR 95 juta++
  • Beyond Vows Celebration – perpaduan alam dan arsitektur untuk 50 tamu, IDR 398 juta++
  • 100-pax Package – pernikahan berskala besar tanpa kehilangan sentuhan personal, IDR 535 juta++

Setiap detail ditata dengan cermat: dari upacara matahari terbenam hingga resepsi di bawah bintang. Tahun 2026, kehadiran Regent Ballroom akan memperluas kemungkinan — untuk mereka yang ingin momen sakral dengan nuansa lebih formal, tanpa kehilangan jiwa.

The Regent Club: Ritual Keseharian yang Tidak Semua Bisa Nikmati

Tersembunyi di dalam resort, Regent Club adalah ruang bagi mereka yang menghargai keintiman dan pelayanan tak terlihat tapi terasa. Dari check-in pribadi, infinity pool eksklusif, hingga Afternoon Tea yang lebih mirip pengalaman seni kuliner, semuanya menyatu dalam tempo yang tenang tapi mengikat.

Aperol Sunset Festival 2025

0

Karena Bali nggak pernah setengah-setengah soal sunset — begitu juga koktailmu.

Aperol balik lagi ke Bali, kali ini nggak cuma ngejar summer, tapi langsung ngegas ke sunset. Festival yang dulu dikenal sebagai Aperol Summer Festival sekarang lahir lagi jadi Aperol Sunset Festival, siap bikin enam minggu penuh Bali glowing dari 18 Juli sampai 31 Agustus 2025. Anggap aja ini 42 hari alasan sah buat nikmatin koktail oranye paling seksi sambil nonton matahari pamer.

Setelah dua tahun sukses bikin summer party yang penuh spritz dan senyum, Aperol mutusin fokus ke yang Bali paling jago: sunset yang bisa bikin turis veteran pun diam terpukau. Warga lokal ngatur jadwal sore demi ini. Wisatawan booking tempat dari jauh-jauh hari. Sekarang, Aperol bungkus semuanya jadi festival di mana tiap sore pantas dirayain dengan cheers.

Bacaan Menarik: Wine Not? Cerita, Rasa, dan Gaya Hidup di Balik Segelas Anggur

The Signature Glow

Bintang utamanya jelas: Aperol Spritz — sering disebut sunset dalam gelas. Dibikin dari 3 part Prosecco, 2 part Aperol, 1 part soda, plus seiris jeruk segar. Rasanya ringan, sedikit pahit-manis, cukup alkohol buat ngingetin hidup ini nikmat.

Tahun ini, festivalnya tersebar di 25 venue terpilih, mulai dari beach lounge tempat kaki tenggelam di pasir sampai bar tebing yang nyajiin view laut bikin lupa mantan. Setiap spot bawa suasana, musik, makanan, dan pastinya segelas Aperol Spritz yang glowing.

The Lineup — Musik, Senja, Party

Selain daily vibes, ada enam pesta utama yang siap ngangkat mood. Dimulai 18 Juli di Alila Seminyak, lengkap dengan DJ, instalasi ikonik Aperol (Vespa & kombi van tetap jadi magnet), dan menu spesial buat sesi spritz. Setelah itu lanjut ke:

  • Finns Beach Club (1-7 Agustus)
  • W Seminyak (10 Agustus)
  • Café del Mar (15 Agustus)
  • Ku De Ta (22 Agustus)
  • Sundays Beach Club (31 Agustus) — penutup dengan sunset farewell party.

Here Gene Gak Punya Website?

0

Kenapa Kamu Harus Mulai Bangun dari Sekarang

Punya bisnis di era digital itu ibarat berdiri di panggung runway — semua mata bisa tertuju padamu dalam hitungan detik, tapi juga bisa lupa secepat itu kalau kamu nggak punya fondasi yang kuat. Lewat eBook terbarunya, Burhan Abe dengan ringan tapi tajam mengajak kita berpikir ulang: apakah kita sudah benar-benar mempersiapkan panggung digital sendiri, atau cuma nebeng di panggung orang lain?

Buku ini terasa personal karena Burhan menulisnya bukan dari menara gading. Dia bicara dengan bahasa sehari-hari, membedah realitas sederhana: kita semua sibuk di IG dan TikTok, ngejar likes dan views, tapi lupa satu hal — kita nggak pernah punya platform itu. Medsos bisa hilang kapan saja, sementara website adalah rumah digital kita sendiri. Tempat orang bisa datang kapan saja, tempat brand kita tampil utuh, tanpa takut aturan algoritma yang berubah tiap Senin.

Bisa diunduh di SINI ya.

Yang paling menarik, eBook ini nggak cuma menakut-nakuti. Ada banyak insight praktis: mulai dari berapa sih sebenarnya biaya punya website (yang ternyata sering lebih murah dari ngopi cantik dua kali), sampai tips bikin websitemu terus hidup dan jadi magnet leads — bukan sekadar brosur online yang sepi.

Buat kamu yang lagi serius menata brand, UMKM yang ingin naik kelas, atau bahkan freelancer yang ingin personal branding lebih kredibel, buku ini bisa jadi wake up call yang elegan tapi menggelitik. (Reyhan Fabiano)

👉 Unduh dan baca lengkapnya di sini: Website Bukan Lagi Opsi, Tapi Kebutuhan