Home Blog Page 8

Bawa Semangat Juara Dunia, Indonesia AeroPress Championship 2025 Kembali Digelar

0

Di balik denting sendok dan aroma kopi yang baru digiling, ada sebuah panggung kecil di mana para juara masa depan ditempa. AeroPress—alat sederhana yang lahir dari inovasi seorang insinyur mainan di Amerika—hari ini menjelma menjadi simbol ketekunan, kreativitas, dan persaingan sehat. Dan di Indonesia, semangat itu menemukan rumahnya.

Tahun 2025, Indonesia AeroPress Championship (IAC) kembali digelar. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini adalah panggung di mana barista-barista muda membuktikan bahwa kopi Indonesia tidak hanya kuat di ladang, tetapi juga elegan di meja kompetisi dunia.

Dari Medan, Bandung, Hingga Jakarta

Perjalanan menuju puncak dimulai dari Medan, ketika Gilang Pramudian menundukkan lawan-lawannya pada 28 Mei 2025. Bandung menyusul, dengan Yohannes Junarto melangkah gagah sebagai pemenang regional pada 2 Juli 2025. Kini, Jakarta bersiap menjadi saksi terakhir sebelum mahkota nasional ditentukan: pada 3 September di Kopi Fest Indonesia, dilanjutkan dengan final sehari setelahnya.

Coffee Break! Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup dalam Secangkir Kopi

Dari sekian banyak tangan yang menekan plunger AeroPress, hanya satu yang akan berhak mewakili Indonesia di World AeroPress Championship (WAC) 2025 di Seoul, 5–6 Desember mendatang.

Membawa Api dari Lisbon

Setahun lalu, Sophan Nugraha berdiri di Lisbon, Portugal. Dengan tangan yang tenang dan hati yang berapi-api, ia berhasil membawa Indonesia ke posisi kedua dunia—prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya. Itu bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan api yang kini diwariskan kepada generasi berikutnya.

Otten Coffee, yang sejak awal konsisten mendukung perjalanan ini, memastikan api itu tidak padam. Dukungan yang mereka berikan bukan hanya tiket dan akomodasi, melainkan juga ekosistem pengetahuan, dari sesi mentoring hingga akses resep juara yang terdokumentasi dengan rapi dalam aplikasi mereka. Resep-resep itu bukan sekadar formula, melainkan catatan perjalanan: kisah para barista yang berani bereksperimen dan menantang standar.

Kompetisi AeroPress selalu menghadirkan paradoks indah. Di satu sisi, ini tentang presisi: suhu air, gramasi kopi, waktu seduh, tekanan plunger. Namun di sisi lain, ini tentang intuisi: bagaimana seorang barista membaca karakter biji, memahami keunikan origin, lalu menerjemahkannya menjadi rasa yang berbicara.

Main Threads? Baca Rahasianya: Modal Jempol, Panen Rupiah

Retorika Gagah, Realita Masih Tertatih

0

Pidato Prabowo pada 15 Agustus 2025 memancarkan semangat “tak gentar pada yang besar dan kaya.” Retorikanya rapi, mengutip Pasal 33 UUD 1945,membangkitkan warisan Bung Karno, Bung Hatta, dan Sjahrir. Ia menampar istilah serakahnomics ke wajah oligarki, seolah ingin mengukir citra presiden yang memihak rakyat kecil.

Namun, jika kita menurunkannya ke lantai realitas, pemandangannya tak setegas kata-kata itu. Memang, Kejaksaan Agung menunjukkan gigi—menggebuk perkara ekspor CPO, timah, hingga kredit Sritex. Penyitaan triliunan rupiah dari korporasi raksasa memberi kesan bahwa “yang besar” bisa disentuh hukum.

Tetapi pada saat yang sama, KPK seperti kehilangan nafas panjangnya—hanya dua OTT dalam setengah tahun, legislasi penting seperti RUU Perampasan Aset dan Pembatasan Uang Kartal terombang-ambing di Prolegnas, bahkan tak masuk prioritas. Dan di titik ini, kelemahan Prabowo makin terlihat: ia tidak punya nyali untuk menegur atau merombak KPK yang masih diisi figur pilihan era Jokowi, membiarkan lembaga itu terus tumpul.

Bacaan Wajib tentang PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Lebih jauh, keberaniannya juga dipertanyakan dalam eksekusi hukum yang sudah inkrah. Hingga kini, Jaksa Agung tidak kunjung mengeksekusi Silvester, relawan Jokowi yang divonis bersalah, dan Prabowo tidak terlihat memberi perintah tegas. Sementara itu, upaya membawa pulang MRC, mafia migas buronan yang menjadi simbol busuknya tata niaga energi, nyaris tak terdengar progresnya—menunjukkan lemahnya diplomasi hukum dan koordinasi lintas negara.

Ada pula kebijakan yang tergesa dan kontroversial, seperti pemblokiran massal rekening dormant oleh PPATK. Tujuannya mungkin mulia, tapi eksekusi dan komunikasinya menimbulkan erosi kepercayaan.

Komitmen antikorupsi sejatinya bukan sekadar pidato dan operasi besar yang dramatis, melainkan konsistensi sistematis—memperkuat lembaga, merapikan hukum, dan memastikan tak ada “jendela belakang” untuk kompromi. Selama empat prasyarat ini belum terpenuhi—UU perampasan aset, KPK yang tajam, kebijakan AML yang presisi, keberanian menyentuh semua lapisan kekuasaan, dan ketegasan mengeksekusi putusan, retorika “tak ada yang kebal” akan tetap berada di ranah janji, belum menjadi napas pemerintahan.

Singkatnya, era Prabowo memang menunjukkan percikan gebrakan, tapi masih jauh dari api komitmen yang menyala penuh. Tanpa keberanian mengunci sistem, menindak kawan politik, dan menghapus celah kompromi, “serakahnomics” hanya akan berganti wajah, bukan hilang dari panggung. (Dari Group Diskusi dengan Babo)

UMKM Naik Kelas? Cara Sederhana Go Digital dan Cuan Maksimal

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital – 7 Pelajaran Kunci untuk Pemimpin dan Profesional

0

Di tengah ekonomi yang digerakkan oleh kecepatan informasi dan ekspektasi publik yang terus bergeser, PR 4.0 hadir sebagai panduan yang relevan bagi siapa saja yang ingin memenangkan perang persepsi. Buku karya Burhan Abe ini menggabungkan pengalaman jurnalistik, kepekaan komunikasi, dan strategi bisnis dalam satu kerangka berpikir yang tajam.

Berikut 7 pelajaran kunci dari buku ini yang patut dicatat oleh setiap eksekutif dan pengelola brand:

  1. Persepsi adalah Aset Strategis
    Di era digital, reputasi menjadi currency yang dapat mengangkat atau menjatuhkan nilai bisnis. PR bukan sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian inti strategi perusahaan.
  2. Data Bukan Sekadar Angka, Tapi Insight
    Mengelola komunikasi di era 4.0 berarti menggabungkan kreativitas dengan analitik. Data membantu memetakan sentimen publik, mengukur dampak, dan mengantisipasi krisis.
  3. Storytelling Membangun Kredibilitas
    Narasi yang otentik dan relevan mampu menciptakan koneksi emosional yang memperkuat loyalitas, baik di mata pelanggan, investor, maupun publik luas.
  4. Kecepatan + Transparansi = Kepercayaan
    Krisis komunikasi tidak bisa dihadapi dengan menunggu. Respons cepat yang disertai transparansi justru menjadi penguat reputasi.
  5. Sinergi Media Lama dan Baru
    Media tradisional masih punya pengaruh, tapi media sosial memberikan daya jangkau dan interaktivitas yang tak terbatas. Keduanya harus dikelola secara harmonis.
  6. PR Sebagai Navigator di Era Disrupsi
    Perubahan teknologi, tren sosial, dan geopolitik menuntut PR untuk menjadi early warning system dan kompas strategis bagi organisasi.
  7. Masa Depan PR Ada di Ekosistem Digital yang Terintegrasi
    Dari AI-powered sentiment analysis hingga komunikasi berbasis metaverse, masa depan PR akan ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap teknologi.

Buku ini bukan hanya memberi teori, tapi juga studi kasus nyata dari berbagai industri, yang menunjukkan bahwa pengelolaan persepsi adalah seni sekaligus sains. (Ayen G. Manus)

📖 Unduh dan baca di: https://lynk.id/burhanabe/jlxmoyxxe18j

Rayakan Kemerdekaan dengan Gaya di Byrd House Bali

0

Dua perayaan kuliner yang memadukan rasa, suasana, dan semangat kebangsaan.

Bulan Agustus ini, pantai Sanur bukan sekadar latar matahari terbit—ia akan menjadi panggung untuk merayakan 80 tahun kemerdekaan Indonesia dengan cara yang berkelas. Byrd House Bali, destinasi tepi pantai yang dikenal akan atmosfer santainya yang sophisticated, mengundang Anda untuk menikmati dua momen kuliner yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga menghidupkan kembali semangat kebersamaan.

Nusantara Degustation Dinner

Sabtu, 16 Agustus 2025 | 19:00 – 22:00 WITA

Bayangkan: 17 hidangan yang dirangkai layaknya perjalanan lintas pulau, tiap sajian sebuah bab cerita dari khazanah rasa Nusantara. Diiringi alunan keroncong Keroncong Bumi Pertiwi, makan malam ini adalah perpaduan nostalgia dan kemewahan yang jarang ditemukan. Harga IDR 490.000++ per orang (min. dua orang). Jumlah kursi terbatas, reservasi bukan pilihan—melainkan keharusan.

Bacaan Menarik: Slow Burn, Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Independence Day Brunch

Minggu, 17 Agustus 2025 | 11:30 – 15:00 WITA

Hari-H. Brunch santai, tapi tidak sembarangan. Lebih dari 45 pilihan hidangan: carving station premium, piza artisan, seafood segar, hingga penutup manis yang layak jadi foto. IDR 500.000 per orang, dengan opsi minuman sepuasnya (wine, bir, koktail) seharga tambahan IDR 450.000. Bonusnya? Akses kolam renang, makan gratis untuk anak di bawah 4 tahun, dan welcome cocktail khusus untuk tamu wanita. Pesan sebelum Rabu, 13 Agustus 2025 untuk Early Byrd Offer.

“Perayaan ini adalah penghormatan pada warisan Indonesia, lewat pengalaman kuliner yang mengikat orang,” ujar Verawati Pane, Marketing Communication Manager Byrd House Bali. “Tahun ini, kami ingin tamu merasa hangat, terlayani, dan berada di tengah suasana yang hidup.”

Wine Not? Cerita, Rasa, dan Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Reservasi via byrdhousebali.com, email [email protected], atau telepon (+62) 851 7966 7935. Bagikan momen Anda di Instagram @byrdhousebali dan Facebook Byrd House Bali.

Thrivers: Bukan Sekadar Pintar, Tapi Tahan Banting

0

Ada teman saya yang punya putri nyaris sempurna di atas kertas. Ranking teratas di sekolah, jago basket, aktif di organisasi. Guru-gurunya bangga. Tapi, ada satu pertanyaan yang bikin sang ayah gelisah: “Kalau dia jatuh, apakah dia bisa bangkit cepat? Atau justru hancur?”

Dalam dunia nyata, yang membuat kita bertahan bukan cuma otak encer. Mental baja lah yang menentukan siapa yang terus berdiri ketika orang lain sudah menyerah.

Startup 101: Membangun Fondasi Bisnis dari Nol

Pelajaran dari Kiasu Singapura

Singapura dulu terkenal dengan mentalitas kiasu—gigih, disiplin, dan pantang kalah. Hasilnya? Produktif, kompetitif, maju. Tapi ada efek samping: terlalu fokus pada diri sendiri, enggan berbagi, dan mudah terjebak dalam permainan ego. Pemerintah mereka sadar, yang dibutuhkan bukan cuma otot kompetisi, tapi juga otot kolaborasi, empati, dan keberanian untuk gagal.

Siapa Itu Thrivers?

Psikolog Michele Borba dalam bukunya Thrivers bilang, pemenang sejati bukan hanya yang bertahan dalam tekanan, tapi yang tumbuh lebih kuat karena tekanan itu. Mereka bukan strivers yang hidup untuk membuktikan diri ke orang lain, melainkan pejuang yang mengasah diri untuk punya arah, makna, dan kontrol penuh atas hidupnya.

Bayangkan dua anak:

  • Satu nilainya selalu sempurna, ikut semua lomba, tapi tiap malam gelisah dan stres.
  • Satunya lagi nilai pas-pasan, tapi tenang menghadapi masalah, bantu temannya tanpa pamrih, dan nggak goyah saat gagal.

Yang pertama hebat di atas kertas. Yang kedua—itulah thriver.

Growth Hack: Strategi Ampuh Mengembangkan Startup

Karakter yang Dibangun, Bukan Lahir Sendiri

Thrivers punya enam senjata: kepercayaan diri, empati, rasa ingin tahu, pengendalian diri, integritas, dan optimisme.
Semua ini bukan bawaan lahir. Mereka ditempa lewat lingkungan dan pembiasaan: Berani mencoba meski belum tentu menang. Tahu kapan harus mendengar dan kapan harus bicara. Bisa bilang “tidak” pada yang salah meski semua bilang “iya”. Tetap melihat peluang saat orang lain melihat bencana.

Pola Asuh ala Survival Training

Membentuk thrivers nggak butuh metode rumit. Mulai dari hal sederhana:

  • Dengarkan cerita anak sampai habis, tanpa memotong.
  • Hargai usaha, bukan cuma hasil.
  • Ajarkan bahwa gagal itu latihan, bukan akhir.
  • Dorong mereka untuk bertanya, meski terdengar “bodoh”.

Saat mereka jatuh, jangan buru-buru menyingkirkan batu di jalannya. Biarkan mereka belajar cara memanjatnya.

Banyan Group: Lompatan Mewah Menuju Perjalanan Penuh Makna

0

Merayakan Properti ke-100, Meluncurkan Gerakan Wellness Global, dan Membawa Keberlanjutan ke Level Seni Tinggi

Dalam lanskap hospitality kelas dunia, hanya segelintir nama yang menyiratkan kemewahan sekaligus nilai seperti Banyan Group. Di tahun 2025, grup visioner ini tidak hanya merayakan peluncuran properti ke-100, tetapi juga mengumumkan serangkaian inisiatif terobosan yang mempertegas masa depan perjalanan: sebuah masa depan yang menyatukan wellness, sustainability, dan regeneratif travel dalam destinasi-destinasi yang menginspirasi.

100 Properti, 1 Visi Besar: Sambut Mandai Rainforest Resort, Singapura

Dibuka pada bulan November mendatang, Mandai Rainforest Resort menandai tonggak bersejarah sebagai properti ke-100 Banyan Group di seluruh dunia. Berlokasi di jantung alam tropis Mandai, Singapura, properti ini bukan sekadar angka—tetapi simbol komitmen. Dirancang sebagai sanctuary hidup yang menyatu dengan ekosistem sekitar, resort ini menghadirkan pengalaman menginap di mana kemewahan berjalan selaras dengan konservasi.

Modal Gajet Jadi Cuan: 10 Cara Praktis Hasilkan Uang dari Internet

Peluncuran istimewa ini turut diramaikan oleh beberapa pembukaan kunci lainnya: Garrya Mu Cang Chai, resor pegunungan pertama di Vietnam yang memadukan keanggunan Asia dengan filosofi hidup sederhana; serta Ubuyu, A Banyan Tree Escape, debut Banyan di dunia safari di tengah keindahan liar Taman Nasional Ruaha, Tanzania.

#ThisRightNow: Undangan Global untuk Menyambung Kembali dengan Alam dan Diri Sendiri

Bertepatan dengan Global Wellness Day 2025, Banyan Tree meluncurkan gerakan wellness terbaru: #ThisRightNow. Ini bukan sekadar kampanye, melainkan revolusi diam-diam—mengajak para tamu di seluruh dunia untuk melambat, hadir, dan merasakan kembali irama alam. Dari ritual fajar di gurun AlUla hingga meditasi laut di Maladewa, setiap resort menjadi titik temu antara ketenangan dan keagungan semesta.

Gerakan ini diperkuat oleh debut Banyan Tree Connections Programme—perjalanan wellness privat untuk dua orang yang dirancang dengan pendekatan holistik: gerakan, mindfulness, dan ritual yang terinspirasi tradisi leluhur. Telah tersedia di Phuket dan Vabbinfaru, program ini akan diperluas ke Mayakoba dan Anji akhir tahun ini. Sebuah perjalanan untuk mereka yang mencari koneksi sejati, bukan sekadar pelarian.

Garrya Mu Cang Chai: Retret Pegunungan Penuh Makna di Vietnam

Salah satu pembukaan paling dinanti tahun ini, Garrya Mu Cang Chai hadir membawa filosofi “simplified luxury” Banyan ke lanskap dramatis sawah terasering Mu Cang Chai, Provinsi Yen Bai. Berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare, resor ini memiliki 110 kamar dengan pemandangan pegunungan, suite berfokus pada wellness, serta pengalaman spa yang terinspirasi kearifan lokal.

Para tamu dapat menikmati hidangan khas di Refresh dan Charcoal Grill, memanjakan diri di 8LEMENTS Spa, atau menyatu dengan alam melalui ritual wellness dan aktivitas budaya yang imersif. Hanya enam jam dari Hanoi, destinasi ini menjadi definisi baru dari mindful travel di dataran tinggi Vietnam.

Ngulik Cara Kerja IG dan FB: Algoritma Bukan Musuhmu

Keberlanjutan Sebagai Signature: One Banyan, One Sustainable Future

Di era di mana kemewahan tanpa kepedulian bukan lagi relevan, Banyan Group menunjukkan bahwa keberlanjutan adalah bagian inti dari brand-nya. Dalam Laporan Keberlanjutan 2024 yang dirilis di Hari Bumi 2025, grup ini memaparkan kemajuan nyata dalam misi Embracing the Environment, Empowering People, antara lain:

  • Pengurangan intensitas emisi sebesar 5,7%
  • Efisiensi penggunaan air meningkat 5,1%
  • 28% limbah berhasil dialihkan dari TPA

Lebih dari angka, Banyan memperkuat dampaknya melalui konservasi laut di Maladewa dan Tiongkok, mentorship pemuda melalui program Seedlings, serta kemitraan komunitas dan 30 proyek Greater Good Grants yang diprakarsai para staf di berbagai properti.

Masa Depan yang Memberi Rasa dan Arti

Dengan ekspansi strategis di Asia, Afrika, dan Eropa, serta berbagai program yang menjadikan wellness dan keberlanjutan sebagai inti hospitality, Banyan Group tidak sekadar membangun properti—mereka membentuk masa depan.

Di tengah dunia yang menuntut perjalanan lebih bermakna, Banyan hadir sebagai oase yang menyembuhkan, menginspirasi, dan bertahan lama. 100 properti telah dicapai. Tujuan mereka? Tetap satu—menghadirkan kemewahan yang berdampak.

Karena kemewahan sejati hari ini bukan sekadar tempat Anda menginap—tetapi apa yang Anda perjuangkan. (*)

Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Ibu Kota Paling Berisik se-Asia Tenggara

Merayakan Bayang-Bayang Berhikmat

0

Menyelami Tradisi Wayang Bersama Amanjiwo dan Amandari

Di negeri kepulauan yang sarat mitos dan legenda, bayangan masih menari di balik kelir. Wayang bukan sekadar seni pertunjukan—ia adalah cermin jiwa nusantara. Dengan sejarah lebih dari seribu tahun, wayang kulit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Indonesia. Diakui UNESCO sebagai Mahakarya Warisan Lisan dan Nonbendawi Manusia, seni ini menenun kisah moral, spiritualitas, dan filosofi lewat irama gamelan dan gerak lembut sang dalang.

Musim ini, dua resort ikonik dari Aman—Amanjiwo di Jawa Tengah dan Amandari di Ubud, Bali—mengajak para tamu untuk menyelami dunia wayang lewat serangkaian pengalaman yang intim, otentik, dan penuh makna.

Behind The Stage: Bisnis Gila Dunia Showbiz Musik Indonesia

JAWA DALAM SENANDUNG BAYANGAN

Wayang Kulit Dinner Experience di Amanjiwo

Berlatar kemegahan Candi Borobudur yang mistis, Amanjiwo menghadirkan pengalaman makan malam khas Jawa yang dipadukan dengan pertunjukan wayang kulit. Dua pilihan suasana ditawarkan, masing-masing dengan nuansa yang berbeda:

Wayang Dinner di Desa

Terletak di sebuah rumah limasan tradisional di desa terdekat, pengalaman ini menghadirkan suasana hangat, membumi, dan penuh kedekatan dengan kehidupan lokal.

Wayang Dinner di Pool Terrace

Dengan latar elegan khas Amanjiwo, pertunjukan ini menghadirkan interpretasi estetis dari warisan seni Jawa yang anggun dan megah.

Kisah wayang dibawakan oleh keluarga Bapak Bandel, seorang dalang legendaris yang telah menjadi bagian dari Amanjiwo sejak awal berdirinya. Istrinya, Ibu Wiwik, mengisi suara sebagai pasindhèn, sementara anak dan cucu mereka mengiringi dengan gamelan. Sebuah generasi yang menyatu dalam panggilan tradisi.

The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Grooming Bintang Lima: Saatnya Lo Tampil Tajam, Bro!

0

Black Fox X Swissôtel: Saat Barbershop Premium Nyatu Sama Layanan Hotel Mewah

Lo nggak perlu jadi James Bond buat dapetin treatment eksklusif. Black Fox Barbers—sister brand-nya Marco’s Chop Shop—resmi ngasih pengalaman grooming premium di Swissôtel Jakarta PIK Avenue. Yup, ini bukan barbershop biasa. Ini barbershop yang naik kelas: masuk ke dunia hotel bintang lima lewat kolaborasi cerdas bareng Pürovel Spa & Sport.

Dari razor shave yang halusnya nyaris dosa, sampai wax hidung (kalau lo cukup jantan buat ngelakuinnya), semua layanan dilakukan sama barber profesional yang ngerti banget soal detail dan standar kebersihan. Dan yang bikin makin keren, lo bisa sambung treatment rambut lo dengan spa session—karena cowok juga butuh relaksasi, bro, bukan cuma gym sama kopi hitam.

“Kami ingin memberikan sentuhan eksklusivitas dan kenyamanan ekstra bagi tamu hotel yang menghargai perawatan diri,” kata Amrit Harjani, sang otak di balik Black Fox dan Marco’s. Translation: biar lo tetap tajam, bahkan saat lagi staycation.

Behind The Stage: Bisnis Gila Dunia Showbiz Musik Indonesia

Layanan grooming ini cuma buat tamu hotel (atau yang tahu caranya booking), dan bisa lo akses dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Sementara itu, Pürovel Spa tetap buka dari jam 9 pagi sampai jam 11 malam, siap manjain badan dan pikiran lo abis dicukur rapi.

Black Fox: Old-School Look, New-School Vibes

Bayangin barbershop klasik era 1920-an, tapi dikasih sentuhan modern: kursi barber premium, suasana chill, dan produk grooming top dunia. Black Fox Barbers nawarin lebih dari sekadar potong rambut—ini tempat lo ngerasa dilayani kayak gentleman sejati. Lo mau potongan fade, cukur janggut a la mafia Italia, atau bahkan pedikur dan waxing? Semua bisa. Dan yang pasti, lo bakal balik lagi. Percaya deh.

Swissôtel Jakarta PIK Avenue: Staycation Naik Level

Hotel Swiss pertama di Indonesia ini udah jadi standar baru buat hotel urban: kamar kece, pemandangan Teluk Jakarta, pilihan makan enak, plus fasilitas wellness kelas dunia lewat Pürovel Spa & Sport. Dan sekarang, dengan Black Fox Barbers di dalamnya? Well, it’s the ultimate power combo: Wellness meets Handsome.

Bottom Line, Bro: Kalau lo nginep di Swissôtel Jakarta PIK Avenue dan masih nyisain waktu buat tampil lebih ganteng, langsung booking sesi lo di Black Fox Barbers. Karena tampil rapi dan maskulin itu bukan pilihan—itu lifestyle. (*)

Jakarta Unfiltered: Panduan Jitu Menaklukkan Ibu Kota Paling Berisik se-Asia Tenggara

Explora I X Formula 1® Monaco 2026: Ketika Laut dnLintasan Beradu Kemewahan

0

Monte Carlo tak pernah kekurangan drama—dari suara raungan mesin Formula 1® hingga denting kristal coupe champagne di dek kapal super mewah. Tapi pada Juni 2026 nanti, panggung spektakuler ini kembali kedatangan bintang laut: Explora I, sang tuan rumah terapung milik Explora Journeys, yang siap mendefinisikan ulang kemewahan race weekend di Riviera.

Setelah membuat debutnya yang nyaris teatrikal tahun 2025, merek pelayaran gaya hidup mewah dari MSC Group ini kembali ke Port Hercule dengan misi sederhana namun penuh ambisi: membuat pengalaman menonton Grand Prix Monaco terasa seperti milik Anda sendiri—pribadi, stylish, dan seriously elevated.

Kapal, Bukan Sekadar Kendaraan

Dengan posisi hanya 150 meter dari garis sirkuit, Explora I bukan sekadar tempat menginap—ia adalah grandstand terapung yang memadukan privasi ala yacht pribadi dan kemewahan hotel bintang delapan (kalau bintang tujuh sudah terlalu pasaran).

Hari Gini Belum Tau? Membangun Mesin Uang dengan AI

Dari suite yang menghadap laut hingga sesi meet & greet eksklusif dengan legenda F1, kapal ini menawarkan pengalaman race weekend yang tak bisa Anda pesan via OTA biasa. Tahun lalu, para tamu menjajal simulator balap VR, berdansa di soirée bertabur cahaya, dan menyaksikan Sir Jackie Stewart bersulang di atas dek. Tahun ini? Ekspektasi dinaikkan.

Explora Journeys tahu benar bahwa adrenalin balapan dan ketenangan samudra tak harus saling bertentangan. Justru, keduanya bisa berdansa bersama. Itulah filosofi “Ocean State of Mind” yang dibawa brand ini—sebuah konsep yang menggabungkan seni perjalanan, koneksi emosional, dan hidup penuh makna.

“EXPLORA I di Monaco bukan sekadar kapal yang berlabuh—ia adalah manifestasi dari gaya hidup yang anggun, tempat kemewahan tak lagi tentang harga, tapi tentang perasaan,” ujar Anna Nash, Presiden Explora Journeys, yang sepertinya lebih suka filosofi hidup ketimbang sekadar memasarkan kabin.

Wine Not? Cerita, Rasa, dan Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Fakta Singkat yang Tak Singkat-singkat Amat

  • Enam restoran kurasi dunia (karena satu saja terlalu biasa)
  • Spa bertema laut—karena kenapa tidak?
  • Minuman premium tanpa batas (tanpa batas, kawan)
  • Akses VIP ke acara F1® eksklusif, termasuk momen fangirling dengan pebalap legendaris
  • Wi-Fi gratis (untuk mengunggah semuanya ke Instagram dalam waktu nyata, tentu saja)

Dan bila Anda ingin benar-benar all-out, tersedia pula paket tiket VIP balapan—karena menyaksikan Grand Prix dari balkon suite pribadi jelas tidak cukup “extra” bagi sebagian orang.

FORMULA 1 Gran Premio de Mónaco Race 8 F1 Championship in Circuito de Montecarlo. saturday 24 mai 2025 FORMULA 1 Gran Premio de Mónaco Carrera 7 del Campeonato de F1 en el circuito de Montecarlo el domingo 25 de mayo de 2025

Jakarta Unfiltered: Panduan Nakal dan Jujur Jelajahi Ibu Kota

0

Oke, satu hal dulu: Jakarta bukan Bali. Jakarta itu lebih panas, lebih kacau, lebih penuh drama—dan justru karena itu, jauh lebih menarik.

Kalau kamu bosan dengan panduan wisata yang terlalu rapi dan penuh filter Instagram, maka Jakarta Unfiltered adalah kunci mainmu. Ditulis oleh Burhan Abe, jurnalis senior sekaligus urban hunter, buku ini bukan cuma soal “tempat mana yang harus dikunjungi”, tapi tentang bagaimana main di Jakarta kayak orang dalam.

Isinya Apa Aja?

Yang pasti, bukan tempat-tempat pasaran. Ini tentang ngopi di rooftop, ngemil di gang, dan nongkrong bareng skena kreatif yang nggak masuk di feed TikTok turis.

  • Surga Kuliner: Dari nasi uduk 15 ribuan sampai restoran fine dining di SCBD yang bisa bikin dompet kering.
  • Nightlife Realness: Dimana pesta beneran terjadi, dari bar tersembunyi di Senopati sampai live music under the radar di Kemang.
  • Kode Etik Gaya Jaksel: Mau tahu kapan pakai sneakers, kapan boleh pakai sendal, dan gimana outfit lo tetap ganteng meski keringetan di MRT? Ada di sini.
  • Suara Kota: Wawancara barista, seniman mural, sampe digital nomad yang udah pasrah sama macet tapi tetap cinta kota ini.
  • Life Hacks Jakarta: Arti “nanggung”, “gengsi”, sampe “ojol gesit”—lebih berguna dari Google Translate.

Buku Ini Buat Siapa?

Kalau kamu:

  • Digital nomad yang butuh WiFi stabil dan kopi kenceng
  • Anak Jakarta yang udah muak liat kotanya direduksi jadi “macet & banjir” doang
  • Orang asing yang pengen ngerti kode sosial sebelum ditinggal pas PDKT
  • Petualang urban yang suka makanan pedas, musik kencang, dan tempat-tempat anti mainstream

Jakarta Unfiltered wajib kamu simpen di tas.

Bisa diuduh di SINI ya.

Kesimpulan Gila:

Jakarta itu kayak mantan yang nggak bisa kamu lupain—berisik, ribet, tapi bikin kangen. Jakarta Unfiltered bukan buku wisata biasa. Ini peta jalan buat kamu yang mau ngerti, bukan cuma mampir.

Download sekarang juga: Jakarta Unfiltered Jakarta, tanpa sensor. (Ayen G. Manus)