Thursday, June 04, 2015

Macau, Pertunjukan yang tak Pernah Berakhir


Siapa yang tak kenal Macau. Kota heritage peninggalan Portugis ini memiliki berbagai macam peninggalan sejarah. Di balik tenarnya sebagai kota sejarah, Macau juga memiliki tempat-tempat ‘surga’ belanja yang patut dikunjungi dan pertunjukan-pertunjukan yang dapat memukau para penonton.

Kota yang tidak pernah tidur ini selalu menghadirkan hiburan-hiburan yang dapat menarik wisatawan untuk datang ke kota ini, seperti pertunjukan House of Dancing Water, The Dragon Treasure, Bungee Jumping di Macau Tower, festival budaya, Grand Prix hingga kemeriahan lampu-lampu gedung pada malam hari.

Macau merupakan daerah pemerintahan istimewa Negara Republik Rakyat Cina (SAR-Special Administrative Region) sejak 20 Desember 1999 yang menganut satu negara dengan dua sistem sama halnya seperti Hongkong, dan kota/negara ini memiliki luas 29,2 km2. Macau terdiri atas Semenanjung Macau seluas 9,3 km2, Pulau Taipa seluas 6,7 km2, dan Coloane seluas 7,6 km2 serta perluasan daerah Cotai sebesar 5,6 km2. Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Cina dan Portugis, namun umumnya mereka lebih sering menggunakan bahasa Cina Canton karena bahasa tersebut dipakai di kalangan pemerintahan untuk semua dokumen resmi dan komunikasi. Sedangkan bahasa Inggris dipakai hanya untuk perdagangan, pariwisata, dan perniagaan. Mata uang yang digunakan di Macau adalah Pataca, namun mata uang dolar Hongkong juga diterima di kota ini.

Macau mempunyai Museum of Macau yang memamerkan awal terjadinya kehidupan masyarakat Macau selama lebih dari empat abad. Di museum tersebut, juga menggambarkan gabungan dua kebudayaan yang berbeda yaitu Portugis dan Cina yang menekankan karakteristik dua kultur dari kota itu dengan masing-masing kepercayaan dan upacara keagamaan yang berbeda, kehidupan sosial, arsitektur, olahraga, seni, dan makanan. Dulunya, museum ini bernama Mount Fortress yang dibangun oleh kaum Jesuit sebagai markas besarnya pada 1617-1626 yang merupakan bagian terpenting dari pusat pertahanan kota karena dilengkapi meriam-meriam, barak-barak tentara, sumur-sumur dan gudang senjata untuk persediaan amunisi dan perbekalan selama dua tahun jika terjadi pengepungan. Mount Fortress merupakan pertahanan yang efektif dari serangan Belanda pada 1624, kemudian dijadikan sebagai kediaman gubernur.

Mount Fortress atau Museum of Macau yang memiliki area seluas 10.000 m2 dibangun bersamaan dengan pembangunan gereja St. Paul yang merupakan icon atau altar dari kota Macau. Reruntuhan St. Paul merupakan tampak depan asli dari gereja Mater Dei yang dibangun pada 1602-1640, bangunan ini hancur karena kebakaran yang terjadi pada 1835, bangunan ini juga bersebelahan dengan sekolah tinggi St. Paul yang juga habis terbakar. Secara garis besar Gereja Mater Dei,  Sekolah Tinggi St. Paul dan Mount Fortress merupakan bangunan Jesuit dan dapat diartikan sebagai Akropolis Macau.


Tempat Bersejarah
Macau mempunyai 25 tempat bersejarah yang patut dikunjungi, seperti A-Ma Temple yang telah berdiri sebelum kota Macau dibangun. Moorish Barracks dibangun pada 1874, digunakan untuk menampung tentara pemerintahan India yang ditugaskan untuk memperkuat kepolisian Macau. Selain itu, ada pula Lilau Square atau air tanah lilau yang merupakan sumber mata air utama di Macau. Jika meminum air ini, maka kita tidak bisa melupakan kota Macau.

Tempat lainnya, Mandarin’s House atau rumah bergaya Cina yang merupakan tempat pemukiman tradisional dari tokoh sastrawan Cina yang terkenal yakni Zheng Guanying. Ada juga, St. Lawrence’s Church merupakan salah satu dari tiga gereja tertua di Macau karena didirikan pada abad ke 16. Kemudian, St. Joseph’s Seminary and Church berdiri pada 1728 yang merupakan seminari tua beserta St. Paul’s College yang merupakan implementasi basis utama pekerjaan misionaris di Cina, Jepang dan sekitarnya. Juga ada, St. Augustine’s Square yang menyatukan beberapa gedung seperti Gereja St. Augustine, Teater Dom Pedro V, Seminari St. Joseph dan perpustakaan Sir Robert Ho Tung.

Selain itu, Macau juga memiliki tempat sejarah lainnya, seperti Dom Pedro V Theatre, Sir Robert Ho Tung Library, St. Augustine’s Church, Leal Senado Building, Senado Square, Sam Kai Vui Kun, Holy House of Mercy, Cathedral, Lou Kau Mansion, St. Dominic’s Chruch, Ruins of St. Paul’s yang berfungsi sebagai altar dari kota, Na Tcha Temple, Section of the Old City Walls, Mount Fortress, St. Anthony’s Church, Casa Garden, Protestant Cemetery dan Guia Fortress.

Macau Tower
Bangunan yang menduduki peringkat ke 10 gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 338 meter, Macau Tower dibuka pada 19 Desember 2001 dengan fasilitas berupa restoran berputar yang berada diketinggian 216 meter, empat lantai untuk pusat konferensi dan hiburan, bioskop yang terletak di lantai dua serta plaza terbuka. Jika berani memacu adrenalin, anda dapat melakukan Bungee Jumping dari tower ini.

City of Dreams
Ingin melihat Putri Duyung menari-nari didalam laut? Datanglah ke Hard Rock Hotel dikawasan City of Dreams, Anda akan disuguhkan gambar sesosok putri cantik yang bertubuh dan berekor ikan yang muncul dalam hitungan detik dilayar raksasa yang terdapat di lobi Hard Rock Hotel Macau. Menurut legenda, putri duyung merupakan makhluk air yang memiliki wajah menyerupai wanita cantik dengan tubuh dan ekor menyerupai ikan. Mitos mengenai Putri Duyung sudah melegenda seantero dunia.

Selain Putri Duyung, disini juga disuguhkan pertunjukan The Dragon Treasure disajikan dalam the bubble yang sangat spektakuler. Anda akan dibawa dalam lingkungan yang penuh inspirasi dan menawan dengan permainan animasi, multimedia, pertunjukan air mancur, cahaya yang canggih dan audio visual yang sangat memukau. Ruang teater berbentuk kubah ini dapat menampung hingga 500 orang berdiri, di sini Anda akan dibawa dalam negeri impian. The Dragon Treasure menceritakan tentang Naga Mutiara dan kekuatan misterius yang dimiliki oleh empat Raja Naga dalam kerajaan air es, tropis, gunung dan matahari. Penampilan The Dragon Treasure berlangsung selama 10 menit, pengunjung akan dibuat takjub bagaikan melihat pertunjukan magic dan supernatural.

City of Dreams dikenal juga dengan the place of dreams, merupakan salah satu resor di Macau yang menyatukan antara hiburan dengan resor.  Tiga hotel mewah berdiri di sini antara lain Hard Rock Hotel, The Crown Towers, dan Grand Hyatt. The Boulevard yang merupakan sebutan untuk daerah shopping terbesar di City of Dreams yang menghubungkan di antara tiga hotel mewah tersebut, juga dapat disambangi untuk sekadar jalan-jalan atau belanja keperluan pribadi. Berbagai jenis restoran dapat Anda temukan di sini.

Selain itu, ada juga pertunjukan House of Dancing Water yang diklaim sebagai pertunjukan air paling besar di dunia. Diciptakan dan diproduksi oleh Franco Dragone, master pertunjukan teater yang pernah bekerja sama dengan perusahaan hiburan asal Kanada.

Dancing Water Theater merupakan mahakarya tersendiri. Panggung bundar dengan sudut pandang 270 derajat itu dilengkapi dengan teknologi canggih. Ada 239 air mancur otomatis yang bisa menyemprotkan air setinggi 18 meter. Yang lebih hebat lagi adalah 11 elevator seberat 10 ton untuk mengubah panggung dari kolam sedalam hampir 9 meter menjadi lantai padat dalam waktu kurang dari 1 menit.

Biasanya jika mengunjungi suatu negara, kurang lengkap rasanya jika tidak ada buah tangan untuk keluarga, teman atau sahabat di rumah. Untuk itu, silahkan Anda berkunjung ke Senado Square. Di sini banyak yang menjajakan barang-barang atau suvenir khas Macau, mulai dari gantungan kunci, kaos, jaket, parfum, hingga tas koper dengan ukuran besar dan masih banyak jenis oleh-oleh lainnya yang bisa dibawa pulang. Sama halnya dengan di Indonesia, Macau yang terkenal ini pun banyak sekali barang-barang yang bisa ditawar, namun tidak sedikit juga yang sudah mempunyai bandrol harga.

Tunggu apa lagi? Let’s Experience Macau!

Informasi lebih lanjut, hubungi (62) 21 8305664, email: mgto@intrareps.com.

No comments:

Post a Comment