Musik dan Media Sosial

Berikut ini beberapa media sosial yang sering digunakan oleh pencinta musik untuk bersosialisasi di Internet. 

Facebook

Sebagai media sosial terbesar, tidak bisa dimungkiri banyak orang memilih Facebook untuk berinteraksi. Musikus/band biasanya memilih menggunakan fasilitas Fanpage untuk update segala jenis informasi yang akan disampaikan. Bahkan beberapa di antaranya menggunakan fasilitas ini untuk memperkenalkan karya hingga klip video terbarunya.  

Twitter

Keterbatasan 140 karakter yang disediakan oleh Twitter tidak membuat penggunanya menyerah menggunakan media sosial ini untuk berinteraksi. Banyak musikus atau penggemar musik bertukar informasi melalui Twitter. Bahkan beberapa di antaranya menggunakan Twitter sebagai ajang untuk memberitahukan jadwal manggung hingga penjualan merchandise. Twitter sebenarnya memiliki Twitmusic yang lebih spesifik lagi untuk bersosialisasi mengenai musik.  

MySpace

MySpace memiliki peran penting dalam pertumbuhan musik pada era Internet. Sempat vakum, tapi kemudian Justin Timberlake bersama Specific Media LLC menghidupkannya kembali. Artis seperti Lilly Allen dan Arctic Monkeys pernah sukses melalui media ini. So, tentu saja media sosial ini masih dilirik untuk digunakan berinteraksi dalam bidang yang berhubungan dengan musik.  

Last.fm

Jejaring sosial yang satu ini akan memperluas pengetahuan tentang musik. Hal ini terjadi karena setiap membuka halaman yang menyajikan informasi tentang seorang musikus/band, Last.fm akan menghadirkan hingga lima musikus/band lain dengan jenis yang sama. Fitur bertukar pesan dan chat pun tersedia di sini.  

YouTube

Mengedepankan video sebagai unggulannya, YouTube menjadi salah satu media sosial yang cukup penting dalam industri musik. Bahkan kebanyakan musikus menggunakan media ini sebagai ajang perkenalan karya atau klip video terbaru mereka. Meski mengedepankan format video, tidak sedikit juga yang berbagi lagu melalui media ini.   

SoundCloud

Di sini setiap pengguna bisa berbagi bebunyian yang direkam dan diunggah. Banyak musikus dan produser yang menggunakan media ini untuk berbagi. Ada yang menyediakannya secara gratis untuk diunduh atau langsung dihubungkan dengan portal musik, seperti Beatport dan iTunes.   

Reverbnation

Inilah media sosial yang berfungsi menjalin hubungan di antara pelaku industri musik. Mereka bisa melakukan promo karya hingga mencari panggung untuk dicoba.   

Kompoz

Media sosial ini menarik, karena penggunanya bisa melakukan kolaborasi, baik offline maupun online. Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi musikus.

Sumber: MALE Zone by Witanto Prasetyo, MALE 85

Related Stories

spot_img

Discover

Paskah Tanpa Drama di Regent Bali Canggu

Easter, But Make It Coastal Cool Lupakan Paskah yang terlalu sakral sampai terasa kaku, atau...

Paskah, Tapi Dibikin Lebih “Hidup” di Ubud

Ada dua cara merayakan Paskah: yang pertama, duduk manis, makan telur cokelat, selesai. Yang...

Whispers of the Sea

Paskah yang Lebih Intim di Belitung Ada dua tipe orang saat libur panjang: mereka yang...

Songkran Without the Chaos, Easter Without the Rules

Di Phuket, April biasanya identik dengan dua hal: percikan air di setiap sudut kota...

Paskah yang Tidak Biasa: Malam Eksperimental Chef Blake Thornley

Ubud selalu punya cara sendiri untuk merayakan sesuatu—lebih sunyi, lebih dalam, dan seringkali, lebih...

Beyond Brunch: Paskah yang Lebih Intim di Jimbaran

Di Bali, perayaan tak pernah sekadar perayaan. Ia selalu punya lapisan rasa—budaya, estetika, dan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here