Kantor Serasa dalam Genggaman

Produsen mobil, misalnya, bisa melakukan promonya via SMS. Tidak hanya tulisan, ada barcode-nya yang kalau di-scan terbaca iklan tersebut di layar komputer, lengkap gambar mobil dan spesifikasinya. Juga nomer telepon yang bisa dihubungi.

Kalau calon pembeli tertarik bisa menghubungi nomer tersebut, dan dengan teknologi mobile phone terkini memungkinkan dia bisa bertatap muka dengan sang penjual. Ingin tahu lokasi mobil berada, tinggal memanfaatkan fitur telepon seluler yang bisa menujukkan lokasi tersebut via program GPS. Gaya berkomunikasi di era TI yang luar biasa ini rasanya tidak hanya ada di film-film James Bond atau Mission Imposible saja. 

Memang, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah surat kabar nasional, orang Indonesia masih merasa perlu berkantor secara fisik, meski teknologi semakin maju, dan gadget-gadget baru makin dilengkapi dengan fitur-fitur yang memudahkan. Tapi bisa diduga, dengan kehadiran teknologi 3,5G dan perkembangan TI yang luar biasa, populasi mobile worker pun akan bertambah di Indonesia.

Tidak hanya itu saja, jalanan Jakarta yang makin macet, maka bergaya hidup mobile worker, akan sangat menolong untuk bekerja secara efisien dan efektif. Ditambah lagi dengan kehadiran kafe dan coffee shop yang makin menjamur di mal dan plaza.

Dulu, nongkrong yang nyaman hanya bisa dilakukan di hotel-hotel berbintang saja. Sekarang, tempat ngopi, mulai dari yang impor (Starbuks, Coffee Bean, Dome, Gloria Jeans, dan lain-lain) maupun yang lokal (Exelso, Tator, Bakoel Koffie, dan lain-lain) sudah tersebar ke sentero kota. Belum lagi kafe-kafe dan klub-klub, yang di Jakarta sudah mencapai 600-an gerai. 

Mereka tidak sekadar tempat makanan dan minuman, tapi juga tempat yang nyaman untuk bersantai, unwind, atau hang out. Atau sekadar menghabiskan waktu untuk menunggu kemacetan reda. Dan yang lebih menarik, tempat-tempat tersebut ternyata sangat cocok untuk dipakai untuk bekerja. Apalagi, di situ biasanya dilengkapi dengan fasilitas hot spot yang memungkinkan para mobile worker untuk bekerja secara online. 

Para pengembang dan pengelola mal atau plaza sangat sadar bahwa kebutuhan orang terhadap tempat-tempat tersebut tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tapi juga sekaligus sebagai meeting point masa kini yang harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memberikan kenyamanan untuk bersantai, sekaligus kemudahan untuk bekerja. 

Photo by Matthew Guay on Unsplash

Pengelola Mal Kelapa Gading Jakarta, untuk menyebut contoh, menyebut tempatnya sebagai salah satu life style centre di Jakarta. Itu sebabnya, di sana tidak hanya ada department store dan butik-butik dengan merek ternama, tapi juga sejumlah kafe dan coffee shop, yang kerap dimanfaatkan sebagai meeting point para trendseter Jakarta. Hadirnya venue-venue ini juga ikut menyumbang tumbuhnya mobile worker yang mempunyai mobilitas tinggi.

“Sebaliknya, keberadaan mobile worker juga mengubah konsep kafe. Kafe bukan lagi tempat nongkrong semata tapi juga tempat bekerja dan penyebaran bisnis,” ujar Nuke Siska Puspita, Pengamat dan konsultan Sumber Daya Manusia.

Majalah ME No. 69, 2006

Previous article
Next article

Related Stories

spot_img

Discover

The Rooster in Flame

Tamba by Junsei Memulai Babak Baru Lewat “The Rooster in Flame” Di Bali, restoran baru...

Yacht Luxury Meets Formula 1

Explora Journeys Bikin SailGP Makin Stylish Di dunia olahraga ekstrem, biasanya yang jadi sorotan adalah...

Markette dan Seni Menikmati Malam Tanpa Tergesa

Jakarta punya kebiasaan buruk: membuat semua orang terburu-buru. Kota ini bergerak cepat, berbicara cepat, bahkan...

Phubbing

SAAT PONSEL MENJADI ORANG KETIGA DALAM HIDUP KITA Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Dulu, orang...

Maha Beer Garden

Seni Menikmati Canggu Tanpa Tergesa Canggu selalu punya cara unik untuk membuat orang lupa waktu....

SubSavers

Subway Punya Cara Baru Menikmati “Budget Lunch” Tanpa Terasa Murahan Di tengah harga makan siang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here