Seni Menikmati Sunyi

Merayakan Nyepi dengan Refleksi di Jimbaran Puri, A Belmond Hotel, Bali

Bali selalu dikenal sebagai pulau yang hidup—dengan pantai yang ramai, ritual yang penuh warna, dan kalender budaya yang hampir tak pernah berhenti. Namun setahun sekali, pulau ini melakukan sesuatu yang sangat jarang terjadi di dunia modern: berhenti total.

Hari itu adalah Nyepi, Tahun Baru Saka bagi masyarakat Bali, ketika seluruh pulau memilih sunyi sebagai cara untuk memulai kembali.

Menjelang perayaan sakral tersebut, Jimbaran Puri, A Belmond Hotel, Bali menghadirkan pengalaman yang tidak sekadar menginap, tetapi juga perjalanan refleksi—sebuah kesempatan untuk merasakan makna Nyepi dari dalam.

Saat Bali Memilih Diam

Nyepi bukan sekadar hari libur. Ia dijalani melalui empat disiplin spiritual yang dikenal sebagai Catur Brata Penyepian: tidak menyalakan api atau cahaya (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak mencari hiburan (Amati Lelanguan).

Hasilnya luar biasa. Jalanan kosong. Bandara tutup. Lampu kota padam. Bahkan suara pun seakan ikut merendah. Di tengah jeda kolektif ini, hotel tepi pantai tersebut mengajak tamu memahami filosofi Mulat Sarira—tradisi refleksi diri dalam budaya Bali yang mengajak manusia meninjau kembali tindakan dan dampaknya terhadap alam serta kehidupan.

Ogoh-Ogoh yang Mengajak Berkaca

Salah satu simbol paling mencuri perhatian tahun ini adalah sebuah ogoh-ogoh bertajuk Ibu Pertiwi – Mother Earth. Patung raksasa yang dibuat sepenuhnya dari material ramah lingkungan ini menggambarkan bumi sebagai sumber kehidupan sekaligus penjaga keseimbangan alam.

Related Stories

spot_img

Discover

Mykaza

Restoran Baru di Canggu yang Memadukan Presisi Kuliner Jepang dengan Soul Bali Di Canggu, restoran...

Tamba by Junsei

Tempat di Mana Vinyl, Matcha, dan Koktail Berbicara dalam Bahasa yang Sama Di tengah geliat...

Amankora

Membuktikan Bahwa Kemewahan Terbesar Adalah Kemampuan untuk Melambat Di Bhutan, Aman tidak membangun hotel yang...

Bekerja Lebih Sedikit, Memberi Dampak Lebih Besar

Bukan Soal Sibuk, Tapi Berdampak: Mengapa Kualitas Kerja Kini Lebih Penting daripada Kuantitas Di era...

7 Years of Flames & Friendships

Sudestada: Tujuh Tahun Menghidupkan Tradisi Asado di Jantung Jakarta Ada sesuatu yang memikat dari aroma...

Jejak Rempah

Menghubungkan Dua Negeri: Taste of Asia Kembali Hadir di Aman Indonesia Selama berabad-abad, lautan bukan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here