Seni Menikmati Sunyi

Dirancang oleh Putu Suwarnata, seorang undagi atau perajin tradisional Bali, karya ini menampilkan dua wajah bumi: satu hijau dan subur, satu lagi kering dan rusak. Cermin yang ditempatkan di dalam struktur patung membuat setiap orang yang melihatnya secara harfiah ikut masuk dalam refleksi tersebut.

Seni instalasi ini dipamerkan di Nelayan Restaurant sebelum malam Nyepi tiba—memberi ruang bagi tamu dan pengunjung untuk merenung sejenak sebelum pulau benar-benar terdiam.

Ritual Sebelum Sunyi

Malam sebelum Nyepi, yang dikenal sebagai Pengerupukan, adalah kebalikan dari keheningan. Ritual tradisional dan energi komunal memenuhi udara.

Para tamu diajak mengikuti Megegobok, ritual leluhur dengan ritme bunyi dan gerakan yang dipercaya membersihkan energi negatif. Setelah itu, ogoh-ogoh diarak dalam prosesi simbolis yang menggambarkan pelepasan sifat-sifat buruk manusia sebelum memasuki tahun baru.

Esoknya, semuanya berubah. Pulau Bali berhenti.

Hari Ketika Waktu Seakan Melambat

Saat Nyepi tiba, aktivitas digantikan oleh pengalaman yang lebih hening dan personal. Di dalam resort, pagi dimulai dengan yoga lembut dan meditasi. Ada juga sesi meracik jamu tradisional, terinspirasi dari filosofi keseimbangan tubuh dan alam.

Namun momen paling magis justru datang saat malam. Tanpa polusi cahaya, langit di atas Teluk Jimbaran berubah menjadi kanvas bintang yang luar biasa terang—pemandangan yang semakin langka di dunia modern.

Sunyi, ternyata punya estetika sendiri.

Related Stories

spot_img

Discover

Behind the Bar

Hennessy MyWay 2026 Mencari Bartender Indonesia yang Siap Bicara di Panggung Dunia Ada masa ketika...

Mykaza

Restoran Baru di Canggu yang Memadukan Presisi Kuliner Jepang dengan Soul Bali Di Canggu, restoran...

Tamba by Junsei

Tempat di Mana Vinyl, Matcha, dan Koktail Berbicara dalam Bahasa yang Sama Di tengah geliat...

Amankora

Membuktikan Bahwa Kemewahan Terbesar Adalah Kemampuan untuk Melambat Di Bhutan, Aman tidak membangun hotel yang...

Bekerja Lebih Sedikit, Memberi Dampak Lebih Besar

Bukan Soal Sibuk, Tapi Berdampak: Mengapa Kualitas Kerja Kini Lebih Penting daripada Kuantitas Di era...

7 Years of Flames & Friendships

Sudestada: Tujuh Tahun Menghidupkan Tradisi Asado di Jantung Jakarta Ada sesuatu yang memikat dari aroma...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here