Vermouth, Sunset, Repeat

Dari Bay Leaf ke Cascara: Eksperimen Tanpa Sok Pintar

Beberapa highlight dari menu ini terasa seperti liburan kecil dalam gelas:

  • Bay Leaf Highball – ringan, sparkling, ada sentuhan olive dan preserved lemon. Rasanya seperti Mediterania ketemu tropis.
  • Peach Sour – lembut, sedikit nutty, dengan foam halus. Visualnya aja sudah kayak sunset Uluwatu.
  • Cherry Royale – playful, sedikit sparkling, dengan cherry di atasnya. Instagramable? Jelas. Tapi rasanya bukan gimmick.
  • Calamansi Paloma – twist Asia Tenggara dengan mezcal, jeruk calamansi, dan ginger foam.
  • Cascara Negroni – buat yang lebih serius, dengan sentuhan kulit kopi (cascara) yang bikin klasik jadi lebih edgy.

Ini bukan bar yang trying too hard buat jadi “mixology lab.” Justru sebaliknya—semuanya terasa effortless, tapi jelas dipikirin matang.

Bikin E-Course Berbasis AI: Script, Voice Over, dan Materi Dibantu AI, Siap Jual

Makanannya? Ngerti Peran

Alih-alih heavy dishes, Bartolo memilih conservas—seafood premium ala Spanyol dan Portugal yang diawetkan. Simple. Salty. Perfect pairing. Ini bukan dinner. Ini alasan buat nambah satu gelas lagi.

Bukan Reinventing, Tapi Evolving

Yang menarik, Bartolo tidak berubah jadi tempat baru. Atmosfernya tetap sama: hangat, sedikit remang, penuh suara gelas bertemu dan tawa yang tidak dibuat-buat. Pendiri Bartolo, Rafael Nardo, merumuskannya dengan jujur: ini bukan tentang konsep besar, tapi tentang kebiasaan kecil yang menyenangkan.

Datang habis pantai, minum satu gelas. Lalu nambah. Lalu mungkin stay sampai tengah malam. Tanpa agenda. Tanpa tekanan.

Jadi Clipper Penghasil Cuan dengan AI Gratis: Ini Tutorialnya

Bali, Tapi Lebih Eropa (Dengan Cara yang Tepat)

Di tengah Bali yang semakin cepat dan crowded, Bartolo menawarkan sesuatu yang agak langka: alasan untuk melambat. Dan di era di mana semua orang terburu-buru—bahkan untuk bersenang-senang—itu terasa seperti kemewahan baru.

Jadi ya, kalau biasanya malam di Bali dimulai dengan “ke mana lagi setelah ini?”, di Bartolo pertanyaannya berubah jadi: “Kenapa harus pindah?” (Burhan Abe)

E-Book Cashflow Machine: Ubah Ide Sederhana Jadi Mesin Uang Otomatis

Related Stories

spot_img

Discover

Dinner at 100: Akira Back Is Back in Jakarta

Ada banyak cara menikmati Jakarta. Namun, jika Anda sudah sampai di lantai 100, turun...

Melampau Birunya Laut, Menyusuri Pesona Manado

Di Likupang, laut, lanskap vulkanik, dan warisan Minahasa bertemu dalam sebuah pengalaman perjalanan baru Pagi...

Mooncake, Elevated

JW Marriott Hotel Jakarta Membawa Tradisi Mid-Autumn ke Level Berikutnya Tujuh koleksi mooncake, dari klasik...

Liburan ke Bali Makin Beruntung dengan Nakula Rewards

Pesan vila langsung, dapatkan lebih banyak keuntungan hingga 15 persen. Plus, ada sarapan, airport...

Riserva: Steak, Ritual, dan Seni Menikmati Malam di Ubud

Fine dining steakhouse terbaru di Ubud ini tidak sekadar menyajikan daging premium. Riserva merancang...

The City Bites

Saat Semangat New York Menemukan Panggungnya di Jakarta Comfort food, cocktail playful, dan cita rasa...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here