Daftarnya mencakup Sanchoku Wagyu Picanha MB 8/9, Stone Axe Wagyu Bavette MB 8/9, Phoenix Wagyu Grain Fed T Bone 6/7, Stone Axe Fullblood Wagyu Striploin MB 8/9, Sir Harry Citrus Fed Wagyu Ribeye MB 9+, hingga A5 Miyazaki Japanese Wagyu Striploin.
Masing-masing memiliki karakter berbeda—dari tekstur hingga intensitas rasa dan marbling. Dengan kata lain, ini bukan sekadar pertanyaan “mau steak apa?”, melainkan seberapa jauh Anda ingin mengeksplorasi karakter daging yang berbeda. Dan Riserva tahu bahwa steak yang serius membutuhkan perangkat yang serius pula.
Melalui Seven Knives, tamu dapat memilih pisau steak dari koleksi yang terinspirasi tradisi Pande, warisan para pengrajin logam Bali. Pisau tidak lagi sekadar alat makan, melainkan bagian dari ritual.
The AI Edge: Cara Tetap Relevan di Era Mesin Pintar




Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI
Kemudian hadir Seven Salts, koleksi garam artisanal dari Bali dan berbagai penjuru dunia. Salah satunya adalah Tejakula Salt dari Bali Utara. Detail-detail kecil seperti ini yang membuat pengalaman di Riserva terasa berbeda. Tidak berisik, tetapi terasa.
Wine Pairing, Without the Rush
Untuk menemani perjalanan tersebut, Riserva mempercayakan program wine kepada Sommelier I Putu Erawan Ari Widhiantika, yang menyandang gelar Bali Best Sommelier 2025.
Koleksinya membawa tamu menjelajah berbagai kawasan wine ternama dari Eropa, Amerika, Oseania hingga Afrika Selatan. Ada produsen ikonik, ada pula botol-botol pilihan yang dikurasi untuk mengikuti karakter setiap hidangan.
Putu juga memandu wine pairing di meja, sementara program Coravin memberi kesempatan untuk mengeksplorasi lebih banyak wine dalam format by the glass. Karena wine yang bagus seharusnya tidak membuat Anda berpikir, “Sayang kalau cuma pesan satu gelas.”
Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

