Home Blog Page 6

Simply Magnetic — Kisah Manis Pembuka METT Singapore

0

Ada tempat yang kita temukan. Ada pula tempat yang menemukan kita. Dan METT Singapore—yang baru resmi dibuka 28 Oktober 2025—adalah salah satunya. Berlokasi di tengah kehijauan Fort Canning Park, hotel ini menghadirkan babak baru bagi properti ikonik yang kini bertransformasi menjadi destinasi penuh karakter: rileks tapi berkelas, modern tapi hangat, dengan energi sosial yang terasa alami.

Untuk menandai pembukaannya, METT Singapore meluncurkan film pendek bertajuk “Simply Magnetic” — sebuah kisah manis yang tak biasa, dengan dua tokoh utama yang juga tak biasa: sebuah kursi berjemur dan payung kolam renang.

Panduan Kilat: Copywriting dan Desain Canva Otomatis dengan AI

Film dengan Jiwa, Bukan Sekadar Gimmick

Disutradarai dengan sentuhan humor dan kelembutan, film ini mengikuti petualangan sepasang sahabat tak terduga itu di jalanan Lion City. Mereka menjelajahi taman hijau Fort Canning, tersesat di antara pepohonan tropis, hingga akhirnya “tertarik” oleh daya magnetik METT Singapore — tempat yang seolah memanggil mereka pulang.

Kursi berjemur yang penasaran melintas santai di depan L’Amo Bistrò del Mare, restoran yang menjadi penghormatan METT untuk cita rasa pesisir Italia. Sementara sang payung yang ceria menari-nari di koridor hotel, menggoda para staf yang kebingungan tapi tersenyum. Akhirnya, keduanya bertemu di habitat alaminya — tepi kolam renang, dengan latar langit kota Singapura yang dinamis dan memesona.

“Kami ingin menangkap energi, kehangatan, dan daya tarik khas METT — cara kami menyambut Singapura dengan kepribadian dan jiwa yang autentik,” ujar Christophe Hobeika, Executive Director Hotels & Resorts, Sunset Hospitality Group.

“Film ini mencerminkan gaya hidup METT: santai, penuh koneksi, dan punya daya tarik alami yang tak bisa dijelaskan — hanya bisa dirasakan.”

Uniknya, film ini menampilkan “teknologi manual” — kursi dan payung bermesin buatan tangan yang dikendalikan secara manual tanpa CGI, menambah nuansa humanis dan realistik khas METT.

Veo 3: AI Video Google yang Gokil Abis, Bikin Film Modal Teks! 

Oliverra Luncurkan “Mixology Collective” Bersama Taketo Utsunomiya dari Notte Uluwatu

0

Ketika fine dining bertemu mixology di atas tebing Ungasan.

Di dunia kuliner, ada momen ketika dua disiplin seni saling menatap—dan memutuskan untuk berdansa. Di Oliverra, restoran Mediterania andalan Umana Bali, LXR Hotels & Resorts, momen itu bernama Mixology Collective.

Seri kolaborasi terbaru ini mengaburkan batas antara dapur dan bar, antara koki dan bartender. Untuk edisi perdananya, Oliverra menggandeng Taketo Utsunomiya, sosok di balik bar tersembunyi Notte Uluwatu—nama yang sudah dikenal di kalangan pencinta koktail serius. Bersama Executive Chef Ngurah Putra, Taketo menghadirkan pengalaman bersantap enam hidangan yang tak sekadar memanjakan lidah, tapi juga mengajak berpikir tentang rasa.

“Kami ingin menemukan ritme baru dalam filosofi bersantap Oliverra—di mana makanan dan minuman berjalan beriringan,” ujar Ngurah. “Gaya Taketo yang elegan dan berani menciptakan harmoni sekaligus kejutan.”

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Sebuah Percakapan dalam Rasa

Mixology Collective bukan sekadar pairing menu. Ia adalah dialog kreatif antara dua dunia—masakan Mediterania yang cerah dan koktail kontemporer yang penuh karakter. Setiap minuman dirancang untuk mencerminkan, menantang, atau melengkapi setiap hidangan.

Malam perdananya akan digelar Jumat, 7 November 2025 pukul 18.00, dimulai dengan Verde Gin Tonic sebagai pembuka, lalu mengalir dalam enam babak rasa.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Banyan Tree Tembus 100 Resort dan Bawa Rainforest Vibes ke Singapura

0

Singapura baru saja naik level buat semua travel junkie: Banyan Tree buka resor ke-100 mereka—Mandai Rainforest Resort—dan merayakannya dengan Rainforest Festival pertama dari 27 November–3 Desember 2025.

Bayangin, seminggu penuh penuh alam, musik, kuliner, dan wellness… plus semua tiketnya donasi ke President’s Challenge. Sekalian jalan-jalan, sekalian berdampak.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Petualangan Instagrammable

Mulai dari Discovery Trail, jalan santai menembus arsitektur ramah lingkungan resor, sampe interaktif instalasi yang bikin nostalgia masa kecil, semuanya dirancang buat bikin feed Instagrammu meledak. Puncaknya? The Wishing Tree—pohon harapan yang berbunga seiring kontribusi pengunjung. Selfie? Sudah pasti. Vibe? Tak tergantikan.

Kuliner yang Bikin Lidah Bergoyang

Teh spesial Gryphon, kopi Owa yang ramah satwa, ice cream bread sandwich klasik Singapura, sampai cokelat bark dari bahan daur ulang—semua siap bikin lidah dan perutmu happy. Sambil belanja craft eksklusif dari Banyan Gallery, kamu bisa ikut workshop DIY dan bawa pulang sedikit seni serta cerita dari berbagai penjuru dunia.

Weekend Market & Music Vibes

Di akhir pekan, ballroom resor berubah jadi mini festival sustainable lifestyle. Ada brand lokal yang tampil, workshop DIY bertema hutan hujan, dan panggung musik yang gak kalah heboh: MICappella, Jack & Rai, Joie Tan, plus Heart Songs yang bakal bikin kamu ikut getar… secara harfiah. Semua suasana ini bikin festival terasa hidup, energik, dan pastinya penuh momen “wow” buat feed sosial mediamu.

Wellness & Family Fun

Buat yang mau recharge, ada yoga, sound healing, workshop spa, dan 100 Sun Salutations—ritual kolektif untuk ngerayain milestone 100 resor Banyan Tree. Anak-anak? Jangan khawatir. Rangers’ Club bikin mereka main sambil belajar tentang satwa dan hutan hujan. Nature walk dan guided tour buat masuk lebih dalam ke hutan hujan juga tersedia.

Kuliner & Cocktails Eksklusif

Foodies bakal dimanjain dengan four-hands culinary journey Thai & Peranakan, rooftop high tea saat golden hour, plus Rainforest Mixology dari Vertigo Bar KL. Semua pengalaman ini bikin festival bukan cuma seru, tapi juga classy—sempurna buat yang mau #TravelGoals sambil tetap vibe alam.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Renaissance Villa San Michele: Pesona Abadi di Atas Florence

0

Villa San Michele, A Belmond Hotel, Kembali Membuka Pintu bagi Para Penggemar Keindahan dan Ketenteraman

Villa San Michele, A Belmond Hotel, salah satu ikon arsitektur Renaissance sekaligus tempat peristirahatan dengan pemandangan Florence paling memikat, akan dibuka kembali pada 28 April 2026 setelah renovasi selama 18 bulan.

Dengan warisan sejarah yang kaya dan lokasi perbukitan yang menawan, hotel ini kini menonjolkan keahlian kerajinan khas Tuscany, kurasi budaya yang matang, dan harmoni yang mendalam dengan alam. Bekas biara abad ke-15 ini kini menampilkan 39 suite dan kamar yang sepenuhnya didesain ulang, mengekspresikan kemewahan dan keanggunan.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Hotel ini juga memperkenalkan spa pertamanya, Villa San Michele Spa by Guerlain, serta program yang mendekatkan tamu dengan alam, untuk menghadirkan pengalaman peremajaan yang sesungguhnya. Menandai bab baru dalam perjalanan kesejahteraan, hotel ini akan buka sepanjang musim, dari musim semi hingga musim dingin, mengajak tamu menikmati slow luxury dan kembali merasakan nikmatnya waktu yang santai.

“Bagi kami, perhotelan erat kaitannya dengan pengalaman budaya. Tamu bisa menapaki perjalanan yang memadukan makanan, seni, sejarah, arsitektur, dan alam — perpaduan tubuh, pikiran, dan jiwa, yang menjadi gema modern dari prinsip-prinsip Renaissance yang membentuk sejarah kami.” — Sofia Peluso, General Manager

Dari Biara ke Mahakarya

Belmond menjaga warisan berharga ini melalui renovasi yang cermat, memulihkan struktur asli sekaligus mendesain ulang interior hotel. Sebagai bekas biara Fransiskan berusia 600 tahun, Villa San Michele tetap memukau dengan fasad ala Michelangelo, teras melengkung menghadap Florence, kapel asli, lukisan dinding, loggia, dan taman teras yang terawat.

Destinasi ini lama menjadi favorit aristokrat dan seniman internasional pada masa Grand Tour, dan kini memulai bab baru dengan menyatukan seni, imajinasi, dan ketenangan.

Suite dan Kamar yang Didesain Ulang

27 suite dan 12 kamar hotel didesain ulang oleh Luigi Fragola Architects, bekerja sama dengan tim desain Belmond. Setiap ruang dirancang untuk memperkuat hubungan dengan lanskap sekitar, kerajinan khas Tuscany, dan budaya Florence. Setiap detail, mulai dari karya desain hingga artefak langka, mengundang kekaguman.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Rayakan Musim Liburan dengan Glamour di Asia

0

Dari lilin yang berkelap-kelip hingga pasar bergaya Italia dan hutan tropis yang memesona, Asia menyuguhkan pengalaman liburan akhir tahun yang mewah, magis, dan tak terlupakan. Natal, Tahun Baru, Tet, atau Imlek — semua jadi lebih glamor di hotel dan resor terbaik.

Cahaya dan Romansa: Sofitel Hotels

“Rasakan kehangatan dan ketenangan Paris abad ke-19, tanpa harus meninggalkan Asia.”

Sofitel memperkenalkan The Candle Experience, ritual baru yang menghadirkan kamar dan suite dihiasi ratusan lilin LED, aroma khas Sofitel, dan musik lembut. Terinspirasi dari City of Light Paris tahun 1860-an, pengalaman ini sempurna untuk pasangan yang mencari liburan akhir tahun romantis dan intimate.

Destinasi: Sofitel Seoul Ambassador, Sofitel Singapore City Centre, Sofitel Legend Metropole Hanoi, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort.

Seri Digital: Algoritma Bukan Musuhmu

La Festa Phu Quoc, Curio Collection by Hilton

Liburan Keluarga yang Hangat: Centara Hotels & Resorts

“Setiap momen bersama keluarga terasa seperti adegan dari film liburan klasik.”

Dari gala dinner dengan pemandangan kota 360° di Bangkok, karnaval meriah di Phuket, hingga kemewahan tropis Samui, Centara menghadirkan liburan akhir tahun penuh fantasi untuk keluarga dan pasangan. Anak-anak akan terpesona, orang dewasa pun dimanjakan.

Highlight: Centara Grand Mirage Beach Resort Pattaya dengan tema “Dunia yang Hilang”.

Sofitel’s Signature Candle Ritual

Alam dan Eksklusivitas: InterContinental Danang

“Hutan tropis, monyet langka, dan kuliner mewah — pengalaman liburan yang tak ada duanya.”

Bill Bensley menciptakan mahakarya di Semenanjung Son Tra, Vietnam. Restoran dan bar menampilkan konsep kuliner bertema monyet: Prancis di La Maison 1888, Jepang di Tingara, Vietnam di Citron, dan Italia di Terra Mare.

Pilihan Eksklusif: Vila Empat Kamar dengan Kolam Renang Pribadi, pemandangan laut menakjubkan, tiga kolam renang, dua lantai.

Rahasia Main Threads: Modal Jempol, Panen Rupiah

Espolòn Barrio Fiesta 2025

0

Two Cities, One Spirit — Louder Than Ever!

Ada sesuatu yang menarik dari cara Espolòn merayakan hidup. Bukan sekadar pesta tequila, tapi sebuah statement — bahwa keberanian dan kebebasan bisa terasa di setiap tegukan, di setiap dentuman musik, di setiap sorak orang yang menolak hidup datar-datar saja.

Tahun ini, Espolòn Barrio Fiesta kembali — bukan hanya dengan niat bikin ramai, tapi untuk mengingatkan kita semua: hidup itu harus dirayakan dengan rasa, warna, dan sedikit kegilaan. Dan yang menarik, pesta ini tak hanya berhenti di satu kota. Ia membelah diri jadi dua: Bali dan Jakarta — dua energi berbeda, tapi satu semangat yang sama.

Bali: Pesta di Bawah Langit Terbuka

Di Bali, tepatnya di La Brisa, 1 November nanti, Espolòn membawa atmosfer yang terasa lebih intimate tapi liar. Bayangkan: udara asin laut, senja yang terbakar oranye, musik rockabilly dari The Hydrant yang bikin kaki ikut bergerak, dan tangan yang tak pernah benar-benar kosong — selalu ada Paloma atau Margarita di situ.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Bukan cuma pesta. Ada semacam ritual sosial di sana. Orang-orang asing saling bertukar senyum, seniman jalanan membuat mural hidup, DJ memainkan set yang seperti berdialog dengan ombak. Semua berlangsung alami, seperti satu simfoni tak tertulis.

Espolòn tak sedang menjual minuman — mereka menjual perasaan. Rasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar. Sebuah komunitas kecil yang hidup hanya untuk malam itu, lalu lenyap saat pagi datang.

Jakarta: Semangat Pemberontakan yang Elegan

Jakarta punya cara berbeda untuk berpesta. Lebih cepat, lebih padat, dan lebih urban. Pada 7 November di Stalk, Espolòn akan mengubah suasana klub jadi visual playground — penuh cahaya, proyeksi tengkorak yang bergerak seperti hidup, dan musik yang menggetarkan dada.

Saya suka cara Espolòn tak pernah berusaha jadi “brand keren”. Mereka tahu mereka sudah keren. Mereka membiarkan kita ikut dalam dunia mereka — bukan dengan pretensi, tapi dengan keberanian.

Di malam Jakarta nanti, saya bisa bayangkan DJ lokal memompa energi tanpa henti, bartender menari sambil menuang, dan para tamu yang datang bukan hanya untuk minum, tapi untuk merayakan eksistensi. Karena kadang, keberanian untuk hidup dengan gaya sendiri sudah cukup untuk disebut revolusi.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

ManageEngine Bawa AI Canggih ke ServiceDesk Plus, Bikin Tim TI Kerja Lebih Cepat Tanpa Drama

0

Tim TI, bersiap-siap: ServiceDesk Plus dari ManageEngine kini punya generative AI (GenAI) terbaru yang bikin pekerjaan sehari-hari lebih cepat, cerdas, dan… tanpa ribet. Dari virtual agent pintar sampai pembuatan workflow otomatis, semua fitur ini bisa dipakai tanpa biaya tambahan.

Yang paling nyentrik? Ask Zia, virtual assistant berbasis AI yang kini bisa “ngobrol” denganmu layaknya manusia. Bisa memahami teks, gambar, menelusuri info di knowledge base, bikin ringkasan, sampai mengeksekusi tiket—semua lewat percakapan yang natural. Gak perlu lagi bolak-balik menu rumit, tinggal tanya, beres.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Terus ada Ask Zia Workflow Assist, semacam “pakar workflow pribadi” yang bisa bikin alur kerja rumit jadi gampang hanya dari instruksi teks atau gambar. Mau bikin checklist, generate cuplikan JavaScript, atau dapat rekomendasi solusi otomatis dari tiket sebelumnya? Tinggal klik, semua beres.

Vice President ManageEngine, Umasankar Narayanasamy, bilang: “Integrasi AI ke ekosistem TI perusahaan itu kunci. Dengan fitur GenAI di ServiceDesk Plus, tim TI bisa lebih produktif, karyawan senang, dan keamanan data tetap terjaga.”

Bacaan Kekinian: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

Pencapaian lain yang patut diacungi jempol: ManageEngine masuk 2025 Gartner® Magic Quadrant™ untuk AI Applications in ITSM. Ini jadi bukti mereka serius membawa AI bukan cuma sekadar gimmick, tapi benar-benar alat produktivitas bagi organisasi.

Singkatnya: AI di ServiceDesk Plus bukan sekadar fitur tambahan. Ini asisten super pintar untuk tim TI, siap bikin pekerjaan lebih cepat, rapi, dan bebas stres.

Cek lebih lanjut: ServiceDesk Plus | ManageEngine

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Khazanah UNESCO: Delapan Keajaiban yang Menceritakan Kisah Saudi Arabia

0

Saudi Arabia. Nama yang selama ini identik dengan perjalanan spiritual, dengan Makkah dan Madinah sebagai dua poros sakral umat Islam di seluruh dunia. Namun di luar kisah suci itu, terbentang negeri yang menyimpan lapisan sejarah, arsitektur, dan keindahan alam yang nyaris tak tersentuh.

Inilah sisi lain Arabia—tempat di mana waktu seolah berhenti, dan gurun, batu, serta manusia berbicara dalam bahasa yang sama: keabadian.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Delapan situs Warisan Dunia UNESCO di Saudi bukan sekadar destinasi; mereka adalah fragmen sejarah yang hidup, potongan kisah manusia yang bertahan di tengah kerasnya alam, dan saksi dari kebangkitan sebuah peradaban.

1. Al-Hijr (Madâin Sâlih), AlUla

Bangun pagi di AlUla, dan cahaya pertama yang menyentuh dinding batu pasir membuat segalanya tampak seolah bernafas. Di sinilah, di Al-Hijr, lebih dari seratus makam Nabataean diukir dengan presisi surgawi. Dikenal juga sebagai Hegra, situs ini adalah “Petra” yang lebih tenang, lebih mistis.

Makam Lihyan bin Kuza, yang menjulang 22 meter, berdiri anggun di tengah gurun sepi—setengah selesai, setengah abadi. Saat matahari turun, batu berubah warna, dari emas ke merah bata, seperti narasi yang ditulis ulang setiap hari.

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Chef Muda Indonesia di Balik Kesuksesan Lulu Bistrot

0

Dua talenta lokal, Head Chef Austin Milana dan Sous Chef Airin Eddy, membawa semangat baru pada wajah kuliner Prancis di Bali. Kini, Lulu Bistrot resmi masuk daftar Tatler Best of Indonesia 2025.

Di dapur Lulu Bistrot, aroma beurre noisette bercampur lembut dengan kluwek dan air kelapa. Suasana hangat, tapi intens. Dari balik open kitchen itu, dua sosok muda memimpin orkestra rasa: Austin Milana dan Airin Eddy — dua nama yang kini ikut mendefinisikan era baru kuliner Indonesia.

Lulu Bistrot baru saja menorehkan prestasi penting: terpilih sebagai salah satu dari Tatler 20 Best of Indonesia 2025. Namun di balik penghargaan bergengsi ini, ada sesuatu yang lebih bermakna — dapur yang sepenuhnya digerakkan oleh chef muda Indonesia.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Prancis di Bali, Tapi Bukan Sekadar Prancis

Austin memulai perjalanannya di Surabaya, sebelum berlabuh di Skool Kitchen dan Bartolo — restoran saudara Lulu. Pengalamannya membentuk pendekatan khas terhadap dining: kasual, dekat, tanpa pretensi. “Saya suka suasana di mana tamu bisa benar-benar merasakan energi dapur,” ujarnya. “Itu yang bikin pengalaman bersantap jadi hidup.”

Lahir dari ayah Filipina dan ibu Indonesia, Austin tumbuh dengan dua karakter rasa. “Ayah suka yang asam dan gurih, sementara ibu masak dengan banyak rempah. Dari situ lidah saya terbentuk — selalu mencari keseimbangan antara dua dunia,” katanya.

Dari semangat itu lahir Jammin’ Chow, kolektif kuliner yang ia dirikan bersama dua rekannya, Ryan Theja (Costa) dan Vallian Gunawan (Kindling). “Kami sering kumpul, masak bareng, tukar ide,” kenangnya. “Itu semacam laboratorium kecil kami — tempat kami tetap lapar, dalam arti terbaik.”

Airin Eddy: Disiplin, Lembut, dan Penuh Rasa Ingin Tahu

Sementara Airin membawa sisi lain dapur Lulu: presisi dan ketenangan. Terinspirasi oleh sang nenek, seorang pembuat kue legendaris di keluarganya, Airin memperdalam keahliannya di Dewakan, Malaysia. “Di sana saya belajar bukan hanya memasak, tapi memahami filosofi di balik setiap bahan,” katanya.

Salah satu bahan yang selalu memikatnya adalah nangka. “Saya pernah lihat nangka diolah jadi teh — sederhana tapi elegan. Suatu hari, saya ingin membawa nangka ke meja makan Prancis. Karena buat saya, bahan lokal bisa seindah apapun kalau diolah dengan hati.”

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

7 Tempat Nginep di Saudi yang Bikin Liburan Lo Makin Panas

0

Saudi Arabia sekarang bukan cuma soal ziarah atau sejarah—negara ini lagi ngegas jadi playground mewah buat traveler yang mau pengalaman hot & luxe. Dari gurun epik sampai pantai Laut Merah yang bikin mata melotot, setiap hotel di sini bikin lo ngerasa kaya sultan. Ini tujuh yang wajib lo cek:

1. Dar Tantora, AlUla – Desert Vibes Level Maksimal

Bayangin lo bangun di rumah bata lumpur berusia ratusan tahun yang sekarang jadi hotel. Lampu temaram, vibe gurun, plus aktivitas bikin roti tradisional atau wellness ritual—semua bikin pengalaman lo beda dari yang lain.
➡️ dartantora.co

Panduan Kilat: Copywriting dan Desain Canva Otomatis dengan AI

AlUla? Think open-air museum + bintang di langit gurun yang bikin feed Instagram lo auto viral.

2. The Jeddah Edition – Rooftop Pool, Laut, dan Fashion

Edition Jeddah tuh definisi classy & sporty sekaligus. Rooftop pool-nya epic, diningnya bikin lo lupa diet, dan marina vibes-nya cocok buat sunset chilling.
➡️ editionhotels.com

Historic Al Balad buat lo yang suka cerita masa lalu, plus mall dan butik mewah buat lo yang demen fashion. Malamnya? King Fahd Fountain—air nyembur setinggi 312 meter. Cuma di Jeddah lo bakal lihat yang kayak gini.

Veo 3: AI Video Google yang Gokil Abis, Bikin Film Modal Teks!