Home Blog Page 85

Wine Pairing

0

Memadukan keju dengan wine memang sudah pakemnya. Termasuk memadukan wine dengan steak ataupun main course lain. Lantas, bisakah memadankan wine dengan makanan lokal?

WINE and cheese is a good marriage, while beer is the mistress. Begitulah pernyataan yang dilontarkan maestro keju Neil Willman dalam kunjungannya ke Jakarta tahun lalu. Dikatakan Neil, hal yang perlu diperhatikan saat memadankaan wine dengan keju, jangan memilih keju berkarakter strong dengan segelas wine yang full body. “Sebab, karakter keduanya berbeda, perlu perpaduan yang harmonis,” kata Neil.

Sebagai contoh keju cheddar, cocoknya dengan Chardonnay atau Semillon. Bisa juga dengan Cabernet Sauvignon. Di sisi lain, blue cheese akan terasa pas disantap dengan Riesling atau Gewurztraminer. Pada dasarnya, ide menyerasikan wine dengan keju ini semata-mata untuk keseimbangan rasa dan tekstur.

“Kuncinya adalah bereksperimen sendiri untuk mencari pilihan winedan keju yang sesuai dengan selera,” kata Neil. Bukan hanya aturan dalam memadukan keju dengan wine, rupanya untuk menikmati berbagai jenis keju pun ada rambu-rambunya. Semakin “kuat” rasa atau karakter keju, maka sebaiknya Anda memilih wine yang lebih manis.

Dengan begitu, karakter asli keju ataupun wine yang dipilih sama-sama bisa tetap terasa. Taruhlah di hadapan Anda ada camembert, cheddar, blue cheese, dan parmesan. Mana yang akan dinikmati dulu?

Menurut Neil, jika ada beberapa pilihan keju di depan Anda, mulailah dengan keju yang berkarakter lebih lembut dahulu, kemudian meningkat ke keju yang lebih strong. Jadi, sebaiknya Anda memilih camembert, parmesan, cheddar, dan terakhir blue cheese. Ya, keju dan wine memang sudah pakemnya.

Termasuk memadukan wine dengan steak ataupun main course lain. Pertanyaannya sekarang, bisakah memadankan wine dengan makanan lokal? Bisa. Beberapa penikmat wine melakukan padu-padan makanan ini atau dikenal dengan wine pairing, sebagai pengalaman tersendiri.

Burhan Abe misalnya, mencoba menyandingkan masakan khas Padang seperti gulai kambing dengan jenis yang light seperti riestling. “Rasanya yang segar matching dengan karakter gulai yang kaya bumbu,” kata penikmat wine itu.

Dia bahkan berani mengatakan, semua makanan pada dasarnya bisa dipadankan dengan segelas wine selama makanan tersebut tidak terlalu strong karakternya. Benang merahnya adalah daging merah disantap bersama red wine, sementara daging putih seperti ikan dan ayam dengan anggur putih. “Yang penting, antara makanan dan wine rasanya tidak saling bertentangan,” kata Abe lagi.

Sebaliknya, William Wongso malah berpendapat wine tidak diciptakan sebagai padanan masakan Asia, apalagi Indonesia. Bila masakan Indonesia dipadankan dengan wine mahal, rasanya amat mubazir, kecuali mengejar gengsi.

“Tapi, karena selama ini wine sudah menjadi bagian dari gaya hidup, ada keinginan dari penikmat wine kalau makan harus dengan wine,” kata pakar kuliner Indonesia itu.

Alhasil, terjadilah eksperimen memadankan wine dengan masakan tradisional. Dia mencontohkan, white wine yang tidak terlalu dry cocok untuk menemani bersantap gulai, kari, atau makanan lain yang tidak terlalu pedas. Sementara Champagne cocok untuk makanan yang digoreng karena gelembung gasnya seolah menyapu residu minyak. Adapun red wine yang juga tidak terlalu pekat, bisa dinikmati dengan aneka jenis sate.

Minuman yang Perlu Diapresiasi

0

DIKENAL di Indonesia pada sekitar 1980-an, keberadaan wine kini semakin populer di semua kalangan, mulai anak muda, eksekutif, sosialita, hingga komunitas wine di Jakarta.

Mendengar kata wine, yang tebersit di benak adalah sebuah minuman berkelas. Kenyataan ini memang tak bisa dipungkiri. Selain karena harganya yang tak dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, wine pun tidak bisa dinikmati sembarangan. Ada teknik menikmati segelas wine hingga cara memadupadankannya dengan makanan. Ini karena penikmat wine tidak sekadar mencicipi wine, lebih dari itu juga harus mengapresiasi wine dengan benar.

Misalkan melalui wine dinner atau wine tasting di mana para peserta bisa saling membandingkan rasa wine yang mereka cicipi. Teknik yang harus dikuasai mulai dari penggunaan gelas khusus, cara membuka botol, hingga menuangkan wine. Dan seperti disebutkan sebelumnya, untuk menikmati wine ada teknik tersendiri.

Ketika wine  sudah dituang ke dalam gelas, hal pertama yang harus dilakukan adalah memutar-mutar gelas tersebut agar alkohol yang terdapat dalam wine menguap. Nah, udara yang mendorong penguapan itulah yang akan membawa aroma wine ke hidung kita dan selanjutnya hidung membiarkan kita menikmati cita rasa wine.

Lalu, dekatkan hidung kita ke ujung gelas dan mulailah menghirup aromanya. Kita akan dapat mengidentifikasi lebih spesifik aroma wine tersebut dengan mengira-ngira dari jenis buah anggur apakah wine itu dibuat. Misalkan dari jenis cabernet sauvignon atau chardonnay dengan hanya menghirupnya beberapa kali. Apabila menemukan aroma lain yang kita rasakan, hal itu sangat baik untuk menjadikan poin referensi guna ditambahkan lagi sebagai informasi dari jenis wine tersebut.

Tapi, jangan khawatir apabila kita tidak bisa persis mengidentifikasinya karena wine bukanlah sesuatu hal yang dapat didikte. Orang lain mengatakan jenis chardonnay memiliki rasa lemon, sedangkan kita bisa saja mengatakan memiliki rasa buah apel.

Sekarang mulailah mencicipi wine. Reguk wine hingga memenuhi rongga mulut, kemudian lakukan seperti orang yang sedang berkumur-kumur, tahan sekejap, lalu telan, maka indera kita bakal menemukan tekstur, cita rasa, keseimbangan, dan kualitas pada wine tersebut.

Tapi kenyataannya, masih ada segelintir orang yang kurang memberi apresiasi pada minuman premium ini. Satu contoh ketika ada sebuah wine lounge yang mengadakan promosi wine free-flow selama dua jam dengan membayar jumlah tertentu. Pengunjung datang dan menikmati wine seperti layaknya meminum air putih.

Menikmatinya tanpa jeda demi waktu yang dibatasi hanya sampai dua jam. Istilahnya, tidak mau rugi karena telah membayar ratusan ribu, maka sebisa mungkin mereka menikmati wine sebanyak-banyaknya dalam waktu dua jam tersebut.

Alhasil, ketika pulang ada seorang pengunjung yang jatuh tersungkur setelah muntah dan harus dibopong oleh kawan-kawannya!

Dari namanya, red wine, sudah pasti dibuat dari anggur merah. Di kalangan peminum wine Indonesia, jenis-jenis red wine yang terkenal adalah Merlot, Cabernet Sauvignon, Shiraz, dan Pinot Noir.

Diskon Gokil, Menjanjikan Segudang Produk Harga ‘Gokil’

0

DISKON selalu menjadi hal yang menarik bagi semua orang. Setiap kali menggelar program diskon, omset sebuah toko selalu meningkat. Bahkan, demi mendapatkan diskon, orang rela untuk menunggu hingga larut malam. Ini bisa dilihat dari membludaknya pengunjung sebuah pusat perbelanjaan, setiap melakukan promo midnight sale.

Karena alasan itu, maka pada kuartal keempat tahun 2011, Falcon meluncurkan situs diskongokil.com, sebuah web yang memberikan informasi seputar diskon, serta bergerak di bidang e-commerce dengan menawarkan berbagai produk dengan harga diskon yang “gokil” alias sangat murah.

Situs-situs pemberi diskon belanja memang bukan yang pertama kali eksis. Setidaknya di Indonesia sudah ada sekitar 30-an situs sejenis. Namun Burhan Abe, Head of Diskon Gokil, tetap optimis bahwa  Diskon Gokil dapat menjadi salah satu pemain utama dalam bidang ini.

“Kelebihan Diskon Gokil adalah memberikan informasi seputar diskon yang cepat, tepat, lengkap dan akurat. Selain memberikan info, Diskon Gokil juga melakukan Twitter live report di event-event yang berkaitan dengan diskon. Ke depannya, kami tidak hanya menjual kupon diskon, tapi akan menjadi direktori informasi diskon yang ada di Indonesia,” ujarnya di sela konferensi pers yang dilangsungkan di Aperitivo, Jumat (16/12) lalu. (Agung Rachmadi)

POPULAR, December 21, 2011

‘Diskon Gokil’, Solusi bagi Penggila Belanja

0

DISKON selalu menjadi hal yang menarik bagi semua orang. Setiap kali menggelar program diskon, omset sebuah toko selalu meningkat. Bahkan, demi mendapatkan diskon, orang rela untuk menunggu hingga larut malam. Ini bisa dilihat dari membludaknya pengunjung sebuah pusat perbelanjaan, setiap melakukan promo ‘night sale’.

Adalah ‘Diskon gokil’ sebuah situs layanan belanja online yang berbentuk kupon diskon belanja mulai dari 50 hingga. 90 persen, khusus dipersembahkan bagi peggila belanja tanpa harus antri hingga larut malam.

Diskon Gokil, tak hanya menjual kupon namun juga memberikan informasi gratis seputar diskon atau program promosi dari berbagai merchant. Tak hanya itu, pemburu diskon juga mendapatkan informasi terkini dengan fitur Twitter Live Report dari berbagai kegiatan terkait diskon.

Sejak diresmikan 11 September 2011, situs ini sudah menjaring 6.500 anggota. Selain itu diskon gokil juga mencatat telah terjadi transaksi belanja kupon mulai dari 300 hingga 600 transaksi per minggunya, dengan pertumbuhan 30 persen hingga peluncuran Diskon Gokil pada 16 Desember 2011. “Kami melihat itu sebagai sebuah peluang yang sangat besar, saat ini belanja online sudah menjadi gaya hidup ujar HB Naveen, CEO Falcon Interactive, holding company dari Diskon Gokil di Jakarta.

Karena itu, sambung Naveen, pada kuartal keempat 2011, Falcon meluncurkan situs diskongokil.com, sebuah web yang memberikan informasi seputar diskon, serta bergerak di bidang e-commerce dengan menawarkan berbagai produk dengan harga diskon yang gokil (hingga 90%).

Naveen menjelaskan, pada bisnis new media, selain mengelola diskon gokil, Falcon juga mengelola dua portal lainnya yang bergerak di bidang entertainment dan olahraga.

Menurut Naveen, diskon gokil memang bukan yang pertama ada. Tren belanja atau diskon online ini sudah terlebih dahulu berkembang di luar negeri dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia ada sekitar 30an web sejenis, namun Diskon Gokil tetap optimis dapat menjadi salah satu pemain utama dalam bidang ini. “Diskon gokil hadir dengan diferensiasi dan keunggulan dari website sejenis,” ungkap Naveen.

Hadir dengan informasi yang cepat

Sementara itu kelebihan Diskon Gokil yakni memberikan informasi seputar diskon yang cepat, tepat, lengkap dan akurat. Setidaknya ada 50 informasi diskon terkini dari berbagai merIchant dan merk produk ternama setiap harinya yang ditampilkan oleh Diskon gokil. “Jadi, kami tidak hanya menjual kupon diskon, tapi ke depan Diskon Gokil akan menjadi direktori informasi diskon yang ada di Indonesia,” tukas Burhan Abe, Head of Content Diskon Gokil.

Gaya Belanja Online 2011

0

BOLEH dibilang, 2011 adalah tahunnya belanja online. Berbagai situs yang menyediakan tempat belanja melalui dunia maya, baik sebagai mal online atau departement store online, juga media sosial yang bergerak ke arah e-commerce, gencar menggaet pembeli dan mitra bisnisnya di tahun ini.

Department store online
Semakin banyak pilihan situs belanja online menjadi daya tarik bagi pebelanja. Apalagi dengan adanya penawaran khusus. Di toko online Lojai misalnya, tersedia sistem pembayaran dengan cicilan 12 kali, dengan adanya kerjasama dengan sejumlah bank dan penerbit kartu kredit. Gadget, elektronik, jam tangan, peralatan rumah tangga, dan fashion merupakan lima besar produk terfavorit yang dibelanjakan secara online melalui Lojai.

Mal online
Sementara sejumlah situs penyedia diskon dengan voucher online juga tak kalah giatnya. Sebut saja Deal Keren dan Diskon Gokil yang memiliki karakter serupa menyediakan kupon diskon untuk pemenuhan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat urban.

Bekerja sama dengan berbagai merchant, seperti restoran, hotel, pusat hiburan seperti karaoke, watersport, tiket konser, dan lain sebagainya, situs kupon atau voucher diskon ini semakin mahir menggaet pembeli. Penawaran diskon hingga 80-90 persen menjadi daya tarik utamanya.

Masing-masing memiliki karakter khas, meski secara umum penawaran yang diberikan nyaris serupa. Lagi-lagi, menjamurnya berbagai situs belanja ini adalah untuk memberikan pilihan kepada pembeli. Kepercayaan dan kualitas pelayanan menjadi kunci sukses menggaet sebanyak mungkin pelanggan setia.

Lain lagi social e-commerce yang menggabungkan situs belanja dengan blog atau situs jejaring sosial. Seperti situs Blibli.com dan Multiply Commerce. Masing-masing memiliki karakter khas yang unik. Sebagai situs jejaring sosial, keduanya masih mempertahankan fungsinya sebagai media sosial, namun mulai memperluas fitur dengan mengajak anggotanya untuk juga bertransaksi melalui situsnya.

Blibli mengajak anggotanya lebih cerdas berbelanja dengan bantuan rekomendasi belanja dari blogger. Untuk memberikan rekomendasi produk bagi pelanggan, Blibli.com menghadirkan “experts” untuk berbagai bidang, seperti fashion, kecantikan, ibu dan anak, gadget, dan lain sebagainya. Selain itu, mereka juga mengundang beberapa blogger yang bertindak sebagai penasihat pada para pelanggan, sekaligus saling bertukar informasi mengenai apapun.

“Soalnya tidak semua barang ituk layak dibeli, banyak yang harus dipikir-pikir dulu agar sesuai budget dan kebutuhan. Lagipula nggak semua barang yang mahal itu bagus. Misalnya, BlackBerry itu ada kekurangannya, ponsel Android juga ada kekurangannya. Jadi bisa dibahas satu-satu (kelebihan dan kekurangannya). Kami bisa memberi saran mana yang layak dibeli,” jelas Ario Pratomo, blogger gadget yang menyandang predikat “Asia’s Best Entrepreneur Under 25” saat memperkenalkan tampilan baru situs ini di The Canteen, Pacific Place, Jakarta, Kamis (15/12/2011) lalu.

Sementara Multiply Commerce mengandalkan kekuatan jaringan dunia maya sebagai pasarnya, selain juga mengajak anggotanya untuk turut berwirausaha secara online melalui situsnya. Fitur Mutiply Commerce, yang merupakan bagian dari media sosial Multiply.com, resmi dirilis 11 Mei 2011. Tak hanya berbelanja online, Multiply Commerce juga mengajak pengguna internet untuk menambah pendapatan melalui jualan online.

Multiply pun sukses menjaring penjual online. Sehingga akhirnya menelorkan pebisnis belanja online yang berhasil mandiri. Online shopping Belowcepek.com yang fokus pada produk fashion dalam negeri buktinya. Pada awalnya, Below Cepek “menumpang” di situs e-commerce Multiply.com.

Flu epidemic

0

UNCERTAIN or changing weather conditions are often a prelude to a flu epidemic. Symptoms include a runny nose, watery eyes and fever. For the past few years a number of countries such as England and Belgium have been attacked by a flu epidemic. While in Europe it is caused by cold weather, in tropical countries where there is no winter season, the often deadly disease is rampant. In fact it is not a new disease as years ago there was a serious flu epidemic in the United States causing a death toll of about 40 million people in 1918; the worst case ever documented.

This means that a fifth of the world’s population died due to flu, most in the 20 to 40 age bracket. This is weird because usually the epidemic kills children, old people and those with serious health problems. Another shocking fact is that many US soldiers involved in the war in Europe died not because of the war but due to influenza. While the United States was hit the hardest by flu in the same year the epidemic swept other parts of the world, such as North America, Europe, Asia, Africa, Brazil and Spain.

The flu virus named H1N1, which spread among humans was a mutation of H1N1 bird flu. It experienced an antigenic drift to become the most pathogenic strain for humans killing millions more than the victims of World War I which had almost ended at the time. Flu victims in Indonesia were almost one million at the time.

That’s why in a number of countries in early 1919 everyone had to wear a face mask to reduce the risks of flu contagion. Funerals had to be completed in 15 minutes to avoid a gathering of people through which the virus could spread. Train passengers had to show a health certificate indicating they were in good health before they could buy a ticket.

An epidemic is a general term to describe the spreading of a disease in a large area, affecting a lot of people and also for the disease itself.  An epidemic is also a new case of a disease attacking a certain human population for a certain period of time with a higher incidence than previously recorded.

The world has never experienced another flu epidemic on a scale similar to the one during 1918-1919. Now we know more about the flu virus and its prevention is based on their experience. In 1957 the United States and other parts of the world in Asia also experienced a flu epidemic. This Asian flu came from North China and was caused by the H2N2 virus strain, which was again believed to be a transmutation of bird flu and the existing human flu virus.

The death toll — almost one million — was not as many as the one during 1918-1919 due to the advanced production of vaccines. Next was the Hong Kong flu in 1960, caused by the H3N2 virus strain which was not as vicious as the other previous two, but spread in Hong Kong, India, North Australia, Europe, California, Africa and South America.

Dr. Richard Shope from the United States was the first to introduce the terminology “swine flu”. In 1932 he wiped the snot off pigs’ noses and succeeded in spreading the virus to other pigs.

He proved that the people who survived the Spanish 1918-1919 flu epidemic (after World War I) had antibodies against the pigs’ virus, but the children born after 1920 did not have such antibodies. So, he concluded that the Spanish epidemic was caused by the “swine flu virus”.

Diskon Gokil: Menjawab Era Baru Bisnis Online

0

Let’s Party! Have Fun Gokil! Sebuah Peluncuran Web Fenomenal yang Memahami Kebutuhan Shopaholic Anda.

KABAR gembira bagi pemburu diskon! Jumat 16 Desember 2011 dilaksanakan launching portal fenomenal yang akan melengkapi gaya hidup belanja Anda, Diskon Gokil, yang dilaksanakan di Aperitivo Resto & Lounge, Jakarta. Event ini dimeriahkan oleh penampilan Storia Band, serta menjadi ajang bertemunya merchant dan member Diskon Gokil.

Diskon selalu menjadi hal yang menarik bagi semua orang. Setiap kali menggelar program diskon, omset sebuah toko selalu meningkat. Bahkan, demi mendapatkan diskon, orang rela untuk menunggu hingga larut malam. Ini bisa dilihat dari membludaknya pengunjung sebuah pusat perbelanjaan, setiap melakukan promo night sale.

“Kami melihat itu sebagai sebuah peluang yang sangat besar, saat ini belanja online sudah menjadi gaya hidup,” ujar HB Naveen, CEO Falcon Interactive, holding company dari Diskon Gokil.

Karena itu, pada kuartal keempat 2011, Falcon meluncurkan situs diskongokil.com, sebuah web yang memberikan informasi seputar diskon, serta bergerak di bidang e-commerce dengan menawarkan berbagai produk dengan harga diskon yang “gokil” (hingga 90%).

Di bisnis new media, selain mengelola Diskon Gokil, Falcon juga mengelola dua portal lainnya, yaitu www.lipstik.tv (portal video infotainment) dan www.cekskor.com (portal olahraga).

Diskon Gokil yang resmi lahir  11 September 2011 (11-11-11) memang bukan yang pertama ada. Tren belanja atau diskon online ini sudah terlebih dahulu berkembang di luar negeri dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia ada sekitar 30-an web sejenis, namun Diskon Gokil tetap optimis dapat menjadi salah satu pemain utama dalam bidang ini. Diskon Gokil hadir dengan diferensiasi dan keunggulan dari website sejenis.

Kelebihan Diskon Gokil yakni memberikan informasi seputar diskon yang cepat, tepat, lengkap dan akurat. Setidaknya ada 50 informasi diskon terkini dari berbagai merchant dan merk produk ternama setiap harinya yang ditampilkan oleh Diskon Gokil. Selain info diskon Diskon Gokil juga melakukan Twitter Live Report di event-event yang berkaitan dengan diskon.  

Untuk saat ini, Diskon Gokil memfokuskan informasi diskon di wilayah Jabodetabek dan Bandung, yang akan diperluas ke kota-kota besar Indonesia lainnya. “Jadi, kami tidak hanya menjual kupon diskon, tapi ke depan Diskon Gokil akan menjadi direktori informasi diskon yang ada di Indonesia,” tukas Burhan Abe, Head of Content Diskon Gokil.

Tak bisa dimungkiri bahwa online adalah media masa depan. Pengguna internet dewasa ini semakin bertambah cukup signifikan. Data dari Google Ad Planner, ada 35 juta unique user (bisa lebih dari satu user) Indonesia di internet. Satu unique user bisa lebih dari satu user. Artinya, pengguna Internet Indonesia sedikitnya 35 juta orang!

Sementara itu, pengguna social media berbasis online, seperti Facebook dan Twitter di Indonesia semakin eksis. Data Check facebook.com tahun 2010 menunjukkan, Indonesia merupakan peringkat ke-7 di dunia yang paling banyak menambah pengguna Facebook dengan lebih dari 700.000 pengguna per minggu. Sedangkan Twitter sudah melampaui melebihi 8 juta akun. Gokil!

Beli Kupon “Gokil” Gratis Info Diskon

0

PENGGEMAR belanja kini punya lebih banyak pilihan untuk menikmati diskon dalam bentuk kupon melalui dunia maya. Meski begitu, kebutuhan gaya hidup belanja online tak hanya berhenti pada penawaran diskon saja. Pemburu diskon juga membutuhkan informasi diskon, untuk memberikan lebih banyak pilihan sebelum akhirnya memutuskan berbelanja.

Situs layanan gratis, Diskon Gokil, menjadi satu lagi pilihan berbelanja dalam bentuk kupon dengan diskon 50-90 persen. Tampil sebagai pembeda, Diskon Gokil, tak hanya menjual kupon namun juga memberikan informasi gratis seputar diskon atau program promosi dari berbagai merchant. Tak hanya itu, pemburu diskon juga mendapatkan informasi terkini dengan fitur Twitter Live Report dari berbagai kegiatan terkait diskon.

Sejak diresmikan 11 September 2011, situs diskongokil.com, menjaring 6500 anggota. Situs ini juga mencatat, terjadi transaksi belanja kupon 300-600 transaksi per minggunya, dengan pertumbuhan 30 persen hingga peluncuran Diskon Gokil pada 16 Desember 2011.

“Saat ini produk gadget masih menduduki posisi pertama, dengan kebanyakan profil pembelinya adalah laki-laki. Nantinya, Diskon Gokil ingin menjaring 60 persen pebelanja perempuan dan 40 persen laki-laki, karena gaya hidup belanja online cenderung menyasar perempuan,” jelas Burhan Abe, Head of Content Diskon Gokil, kepada Kompas Female seusai jumpa pers di Apertivo Resto & Lounge di Kuningan, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Menurut Abe, dari 11 kategori belanja, empat besar yang paling digemari pemburu diskon di situs ini di antaranya gadget, makanan dan minuman, fashion, travel.

Meski berjualan kupon melalui internet, transaksi yang dilakukan masih menggabungkan sistem online dan offline, kata Abe. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap belanja online, dan belum teredukasinya publik dengan baik menjadi faktor penyebabnya, lanjutnya.

“Saat ini pemesanan atau pembelian kupon dilakukan online. Untuk pembayaran, pembeli melakukannya melalui mobile banking, debit, dan transfer melalui ATM. Secara bertahap, nantinya pembayaran dilakukan melalui transaksi online dengan menggunakan kartu kredit misalnya,” jelas Abe.

E-commerce dengan transaksi online menjadi target 2012 bagi Diskon Gokil. Salah satunya dengan mengaplikasikan e-voucher. “Saat ini, pembeli masih mencetak voucher, sebelum menukarkannya ke merchant yang dipilihnya. Ke depan, voucher elektronik akan menggantikan voucher cetak ini, dan dapat diaplikasikan melalui semua jenis ponsel,” lanjutnya.

Rencananya, Diskon Gokil juga memperluas layanan tak hanya di Jabodetabek saja, namun juga di beberapa kota lainnya. Seperti Bali, Medan, Surabaya, Yogyakarta, Jawa Tengah. “Nantinya, masing-masing kota akan ada 20 kupon baru yang di-upload setiap minggunya,” tukasnya.

Pentingnya info diskon

Selain membeli kupon dengan diskon gokil, situs ini juga menyediakan informasi diskon. Nantinya, info diskon dan berbagai kegiatan promo ini menjadi direktori yang memudahkan onliner untuk menentukan pilihan berbelanja. Saat ini, kata Abe, Diskon Gokil meng-update 50 info diskon per harinya untuk kawasan Jabodetabek dan Bandung.

Spanish Wine Dinner @ Four Seasons Hotel Jakarta

0

LAMAT-LAMAT irama Latino itu terdengar di The Steak House di Four Seasons Hotel Jakarta. Pas benar dengan acara malam itu, Spanish Wine Dinner, Sabtu 26 November 2011.

Spanyol, lebih luas lagi Latin, tidak hanya musik dan gitar, juga wine, dan tapasnya yang khas tentu. Musik yang dinamis berpadu dengan aroma wine Spanyol, yang tidak kalah dengan Prancis. Yang jelas, anggur Spanyol memang populer di dunia, apalagi berberapa kota yang ada di Spanyol sejak 1877 sudah mampu memproduksi wine yang menyebar di berbagai negara. Faktanya, negara tersebut juga tercatat sebagai penghasil wine terbesar di dunia, bahkan dibandingkan dengan Prancis, misalnya.

Wine Spanyol adalah wine yang diproduksi di Spanyol tentu saja. Terletak di Semenanjung Iberia, Spanyol memiliki lebih dari 2.900.000 hektar lahan anggur dengan 600 lebih varietas, yang mampu menghasilkan wine terbaiknya.

Anggur – yang diminum manusia sejak 5.000-an tahun yang lalu, adalah minuman yang populer di banyak negara. Negara-negara yang penduduknya meminum wine paling banyak adalah Perancis, Italia, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Argentina, Britania Raya, Republik Rakyat Cina, Rusia, dan Rumania.

Malam itu berkumpul para wine lovers, setidaknya dari tiga klub pecinta wine di Jakarta: Evergreen, Gran Cru Club, dan Sayang Bordeaux. Makan malam yang elegan itu menampilkan produk wine dari Spanyol, antara lain Juve y Camps Reserva de la Familia, Juve & Camps Vina Escarlata Merlot, danCasa Vella d’ Espiells Cabernet Sauvignon Reserva 1999.

Tidak semua orang memang berkesempatan mengikuti wine dinner, bersama dengan para pecinta wine yang sesungguhnya. Beruntung saya, satu-satunya peserta yang bukan member, bisa mengikuti acara tersebut, tak lain berkat undangan T. Marlene Danusutedjo, Director of Public Relations Four Seasons Hotel Jakarta.

Tapi saya tidak terlalu asing dengan komunitas pecinta wine ini, sebab sebagai wartawan bisnis dan gaya hidup, juga wine writer, saya cukup sering bertemu beberapa dari mereka.

Malam itu The Steak House di Four Seasons Hotel Jakarta bekerjasama dengan PT Sarana Tirta Anggur, distributor wine yang cukup besar di Indonesia. Acara yang mengusung hidangan yang bertemakan Spanyol ini menghadirkan Chef Alex Arcas Relanzon yang berasal dari Barcelona, Spanyol.

Spanish Wine Dinner diadakan dalam rangka memadukan cita rasa anggur khas Spanyol  dengan makanan yang dibuat dengan sentuhan spanyol ala Chef Alex Arcas Relanzon yang telah mendapatkan gelar tiga bintang Michelin, didampingi oleh senior master sommelier dari Four Seasons  Hotel Jakarta, Suyanto.

Mengakui bahwa ide kreatifnya lebih mengarah ke ‘eklektik’, Chef Alex membuka makan malam dengan menghidangkan Trio of Gazpacho yang terdiri dari Classic tomato cured prime tenderloin, white Gazpacho prawn tartar, dan manggo gazpacho marinated tuna.

Kalau Prancis mempunyai Champagne, yang menghasilkan sparkling wine dengan nama wilayah tersebut. Spanyol juga memproduksi sparkling wine, yang malam itu diwakili oleh Sparkling Juve y Camps Reserva de la Familia, untuk menemani makanan pembuka.

Hidangan berikutnya adalah Squid ink rice, aioli, crispy calamariyang unik, dipadukan dengan anggur merah Juve & Camps Vina Escarlata Merlot. Menu utama adalah Lamb shank 18hrs, sweet potato puree, lamb jus yang dihidangkan dengan Casa Vella d’ Espiells Cabernet Sauvignon Reserva 1999. Hidangan unik kreasi Chef Alex disajikan dalam bentuk Spanish Tapas Style.

Memang, malam itu yang muncul hanya tiga course saja, tidak seperti tren belakangan ini, yang dalam sebuah makan malam bisa terdiri dari sembilan course. Tapi meski hanya tiga course, ukurannya ternyata luar biasa, terutama main course yang menghadirkan daging kambing ukuran jumbo. Hmmm…

Tapi yang luar biasa adalah padu padannya yang pas, antara makanan dan wine, yang tentu kreasi sang sommelier dan chef. Malam itu saya, dan tentunya para tamu yang hadir, mendapat kesan yang mendalam. (Burhan Abe)