Abad 21 dan Munculnya Gen C

Pilar-pilar Perubahan

Menurut Rhenald, di Indonesia sendiri fenomena cracker tak terlepas dari pilar-pilar yang menopang terjadinya perubahan yaitu, pertama saat ini pendapatan perkapita orang Indonesia rata-rata US$ 3000 artinya semakin kuat daya beli masyarakat.

Kedua, adalah populasi pengguna ponsel di Indonesia sudah lebih mencapai 180 juta orang atau mendekati populasi, bahkan setengahnya sudah terhubung dengan jejaring sosial melalui Facebook, Twitter dan lain-lain.

Ketiga, adalah menguatnya gejala freemium dalam bisnis, yaitu dari dahulu beberapa tarif yang dianggap mahal kini sudah relatif murah bahkan free misalnya dibidang telekomunikasi.

Keempat, munculnya generasi connected (Gen C), yang cepat berubah karena terhubung satu dengan lainnya dan perubahan informasi yang begitu cepat. Gen C bukanlah sebuah kohor yang dibatasi usia, tapi dibentuk oleh teknologi digital. C, menurut penelitinya – Dan Pankraz (Australia) – bisa berarati content, connected, digital creative, cocreation, customoize, curriosity, dan cyborg. C bisa juga berarti cyber, cracker, atau chameleon.

Keempat poin itulah yang berpengaruh pada perilaku konsumen dan perilaku bisnis, menghasilkan retakan yang menimbulkan volume pasar yang semakin membesar. Namun, pertambahan volume ini akan menguntungkan satu pelaku saja, yakni seorang cracker. 

Munculnya Gen C, misalnya, menimbulkan dampak yang sangat luas di Indonesia. Jutaan pasien yang menderita berbagai penyakit diam-diam mulai membentuk komunitas. Mereka memperbicangkan cara dokter-dokter menangani masalah yang mereka hadapi, saling bertukar pikiran, membuka wacana diskusi di situs kesehatan, “kuliah” melalui YouTube, berkomunikasi dalam sebuah milis, dan belakangan via media sosial.

Dengan demikian mereka datang ke dokter dalam kondisi yang lebih well-informed ketimbang pasien-pasien generasi C atau baby boomers, misalnya. Tapi sementara itu ribuan dokter di Indonesia tidak berubah. Itu sebabnya, Anda pasti bisa menebak, pasien-pasien kelas atas Indonesia berbondong-bondong beribah ke luar negeri – entah itu ke Singapura, Thailand, Malaysia, bahkan Australia. Jangan salahkan mereka kalau devisa Indonesia yang dengan susah payah kita kumpulkan dari berbagai sumber menguap begitu saja.

Ini baru soal kesehatan. Soal yang sama terjadi pula pada pendidikan, perbankan, asuransi, dan lain-lain. Jelas, Anda perlu bekerja keras untuk menghadapi crackingzone ini. Sebelum para crackers dari luar negeri menimbulkan crack di sini. Mereka berpesta di kebun kita. Kapan Anda mengajak kita semua berpesta di kebun tetangga?    

Photo by Mukuko Studio on Unsplash

Cracker adalah mereka yang mampu bisa melihat celah, patahan, letusan, retak, sekaligus memanfaatkannya menjadi peluang karena mampu menerobosnya. “Cracker adalah orang yang memperbarui industri bukan lagi memperbaharui perusahaan, leader kerjaanya memperbaharui perusahaan, cracker memperbaharui industri,” tukas dosen yang dikukuhkan sebagai guru besar pada 4 Juli 2009 ini

Pria yang mengawali kariernya sebagai reporter majalah ekonomi dan bisnis ini menegaskan, dengan karakteristiknya itu, maka tak mengherankan bila seorang cracker akan dicemburui atau bahkan dimusuhi oleh para kompetitornya yang senang mempertahankan kondisi (comfort zone). Seoarang cracker bekerja lebih berat dari rata-rata leader karena membongkar tradisi industri dan persaingan.

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here