Pria-pria Sinterklas

Perayaan Natal sudah dekat, para sinterklas sudah bersiap-siap untuk ikut meramaikannya. Tapi mereka bukan sinterklas pada umumnya, mereka adalah pria-pria yang pemurah, bahkan cenderung royal, serta memanjakan para wanita dengan hadiah-hadiah. Gejala apakah ini? Kesadaran filantropis, atau sekadar pengukuhan sikap egosentris – yang secara psikologis mengatasi rasa rendah diri? (Burhan Abe)

SINTERKLAS adalah tokoh dalam cerita rakyat di Eropa, lahir tahun 280 SM di Patara, Turki. Ayahnya adalah seorang Arab yang bernama Epifanius, sedangkan Ibunya bernama Nonna. Tokoh yang dikenal dengan berbagai nama –Santa Klaus, Santo Nikolas, Santo Nick, Kris Kringle, Santa, Santy, atau Bapak Natal–, ini dalam budaya masa kini adalah seorang dermawan yang memberikan hadiah kepada anak-anak, khususnya pada Hari Natal.

Tapi orang-orang yang kita bicarakan kali ini agak berbeda. Secara tidak langsung tidak ada hubungannya dengan perayaan Natal, meski mereka dikenal sebagai seorang yang dermawan – bahkan cenderung royal.

Simak saja cerita Dino, 40 tahun. Dia adalah pengusaha kaya, tampan, dan punya kemampuan untuk melakukan apa saja dengan uangnya. Apalagi ditunjang dengan tongkrongan yang up-to date dan lingkungan pergaulan yang cukup luas, membuat pria 40 tahun ini seperti magnet buat siapapun. Pria yang masih melajang ini selalu menghabiskan akhir tahun dengan wild-party bareng teman-teman dekatnya sesama pengusaha muda.

Dino mengaku sudah mempersiapkan rencana untuk melepas akhir tahunnya. “Saya sudah booking untuk pesta akhir tahun. Dengan beberapa teman, kita akan mengadakan pesta yang tidak biasa, swinger-party,” ungkap jebolan sekolah bisnis di Amerika Serikat

Di tengah sepak terjang perilakunya sebagai penyuka pesta dan hidup hura-hura, Dino ternyata melibatkan diri pada kegiatan sosial. Melalui perusahaannya, ia mendanai banyak aktivitas sosial. Pria yang memilih olahraga golf untuk kebugaran tubuh ini merupakan donatur tetap untuk beberapa panti asuhan anak di Jakarta. Ini mungkin semacam keseimbangan antara party goer yang suka hura-hura dan filantropi yang suka bagi-bagi hadiah.

Cerita soal sinterklas juga datang dari Kresna, bukan nama sebenarnya. Pengusaha yang bergerak dalam bidang pertambangan ini mempunyai jadwal khusus setiap akhir pekan, menraktir seseorang yang dianggap istimewa, wanita tentu saja, untuk makan malam. Tidak hanya pilihan restorannya yang mewah, tapi makanan yang dipesannya termasuk kategori mahal. Tapi bukan itu saja yang menarik, di setiap akhir acara selalu ada kejutan, ada hadiah istimewa untuk teman wanitanya tersebut. Itu bisa berupa pakaian atau aksesori, bahkan perhiasan yang cukup mahal harganya.

Tidak hanya satu dua, sudah banyak wanita yang ‘dimanjakan’ Kresna. Bahkan kadang-kadang mereka bisa disatukan dalam sebuah pesta, yang ketika pulang ‘goody bags’-nya bukan barang sembarangan, tiket ke Bali. “Jangan lihat barangnya, tapi saya ingin memberikan sesuatu yang istimewa, biar kesannya mendalam,” ujar Kresna.

Tapi yang jelas, bagi pria 52 tahun ini, uang tidak jadi masalah. Ia ingin berbagi dengan siapa saja, tapi terutama dengan expected person tentu saja, yang dengannya ia berharap bisa dihargai. Dari jawaban Kresna tahulah kita alasan sebenarnya mengapa pria beristri dan bapak dua anak ini, suka royal terhadap teman-teman wanitanya. “Wanita mana sih yang menolak dimanjakan dengan hadiah mewah, atau menikmati santap malam di restoran mahal,” katanya.

Kresna sangat tahu bagaimana memanjakan seorang wanita. Memberikan hadiah yang berkesan berupa kencan spesial adalah salah satunya. Lebih-lebih kalau ditambah hadiah-hadiah lain yang sesuai dengan kepribadian atau kesukaan pasangan. Bunga, lingerie, pakaian dalam yang seksi selalu yang menunjukkan hubungan yang lebih intim, atau berlian yang tida hanya eksklusif tapi juga merupakan sahabat terbaik untuk wanita.

Related Stories

spot_img

Discover

The Rooster in Flame

Tamba by Junsei Memulai Babak Baru Lewat “The Rooster in Flame” Di Bali, restoran baru...

Yacht Luxury Meets Formula 1

Explora Journeys Bikin SailGP Makin Stylish Di dunia olahraga ekstrem, biasanya yang jadi sorotan adalah...

Markette dan Seni Menikmati Malam Tanpa Tergesa

Jakarta punya kebiasaan buruk: membuat semua orang terburu-buru. Kota ini bergerak cepat, berbicara cepat, bahkan...

Phubbing

SAAT PONSEL MENJADI ORANG KETIGA DALAM HIDUP KITA Oleh Eileen Rachman dan Emilia Jakob Dulu, orang...

Maha Beer Garden

Seni Menikmati Canggu Tanpa Tergesa Canggu selalu punya cara unik untuk membuat orang lupa waktu....

SubSavers

Subway Punya Cara Baru Menikmati “Budget Lunch” Tanpa Terasa Murahan Di tengah harga makan siang...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here