Pria-pria Penjual Cinta

Rajin, giat bekerja, dan taat pada peraturan yang berlaku, adalah hal-hal yang lazim dilakukan demi mengejar karier. Namun masih banyak manuver lain yang bisa dilakukan agar jalan menuju kesuksesan semakin terbuka lebar. Tidak ada rumus yang pasti memang bagaimana menyiasati agar karier bisa melejit. Tapi banyak yang meyakini bahwa menjalin relasi dengan rekan kerja, serta membangun hubungan yang baik dengan atasan, merupakan kiat yang jitu untuk melempangkan karier.

Rekan sekerja adalah mitra yang bisa diajak bersama-sama mengerjakan tugas-tugas kantor dengan baik. Sementara atasan adalah orang yang mempunyai otoritas atas nasib para karyawan di kantor. Bila hubungan dengan bos tidak harmonis, karier pun pasti akan terhalang. Problemnya adalah, bagaimana kalau hubungan dengan atasan tersebut terlalu jauh, hingga melibatkan perasaan?

Memang, cinta itu bisa jatuh pada siapa saja dan di mana saja, tak terkecuali di kantor. Hanya saja, menurut Michelle Marrinan, seorang konsultan karier di New York, tidak mudah membina hubungan cinta dengan rekan sekantor, apalagi dengan bos. “Salah satu masalahnya adalah memelihara profesionalitas dan perasaan pada saat yang bersamaan,” ujarnya.

Itu pula yang diakui Boy, menjalin hubungan dengan sang atasan memang lumayan berat. Kerikil tajam kerap mewarnai perjalanan hubungan mereka. “Yang paling berat adalah menghadapi sikap iri dari rekan-rekan di kantor. Banyak yang berusaha menjatuhkan karier kami berdua. Bahkan, saya kadang dianggap mata-mata bos. Padahal, saya juga profesional, sama seperti mereka,” katanya.

Keluhan Boy cukup beralasan. Sebuah survei tentang dating at work di Amerika Serikat terhadap sekitar 5.000 karyawan dari berbagai perusahaan beberapa waktu yang lalu menunjukkan, 68% responden menganggap bahwa dalam sebuah perusahaan memang tak seharusnya tidak ada hubungan cinta. Sebanyak 66% responden memang sadar bahwa hubungan baik memang diperlukan untuk kemajuan perusahaan dan interaksi dengan para klien, tapi bukan hubungan cinta.

Yang menarik, meski tergolong ”cinta terlarang”, sebagian besar responden (52%) menganggap bahwa hubungan asmara sekantor, suka atau tidak suka, menguntungkan. Hanya saja, masih soal untung rugi, 37% mengatakan bahwa dating at work lebih banyak merusak mood kerja dan membuat produktivitas kerja menurun. Menyenangkan sih menyenangkan (27%), sebagai sesuatu yang semata-mata untuk gairah dan kesenangan, tapi bukan untuk hal serius, karena terlalu berisiko, mematikan promosi, dan bahkan bisa memicu skandal.

Soal semata-mata untuk gairah dan kesenangan, juga tidak dimungkiri Peter Edward. Memacari bos di kantor adalah salah satu agendanya ketika pertama kali bekerja, agar kariernya cepat menanjak. “Menariknya dari hubungan saya dan bos, tidak banyak melibatkan perasaan. Jadi, keluarga masing-masing tidak terganggu,” katanya.

Cinta Semu

Irwan M. Hidayana dari Universitas Indonesia, Jakarta, menganggap bahwa cinta Edward terhadap atasannya adalah cinta semu. Cinta yang semata-mata demi karier dan kesenangan. “Bila sang atasan sudah tidak memiliki posisi penting lagi, bisa jadi si pria akan meninggalkannya, dan mungkin akan menjalin asmara dengan perempuan lain yang punya kdudukan tinggi,” katanya.

Hubungan cinta seperti itu, menurut Irwan, lebih banyak menguntungkan pihak pria. Selain mendapatkan seks, sang pria juga mendapatkan keuntungan materi. Sementara sang wanita akan merasakan efek negatifnya jika tidak diperlukan lagi, seperti habis manis sepah dibuang. Bisa saja, setelah mendapatkan semua yang diinginkan – karier dan materi, sang pria meninggalkan sang wanita. Tidak hanya itu, bila tidak terpuaskan secara seks karena usia sang wanita lebih tua daripada sang pria, berkemungkinan besar sang pria akan mencari petualangan seks dengan orang lain yang bisa memenuhi kebutuhan libidonya.

Tentu saja, selalu ada perkecualian. Tidak semua pria yang menjalin cinta dengan atasannya adalah penjual cinta. Bisa saja cinta yang dirasakan adalah cinta sejati, karena bukankah cinta tidak mengenal status, usia, dan meteri? Tidak sedikit pria yang menjalin cinta dengan perempuan yang lebih kaya atau atasannya, bukan atas dasar materi semata, tapi atas dasar kasih sayang sejati. Hmm!

Male Emporium 73, 2007

Related Stories

spot_img

Discover

Lobo & Juno

Ketika Lobo dan Juno Bertemu untuk Menikmati Hidangan Lezat, Musik Meriah, serta Koktail dan...

Hidangan Mediterania Klasik ala Restoran Scusa di Ayana Segara Bali

Restoran baru di Ayana Segara Bali ini menghadirkan perjalanan kuliner ke kawasan Mediterania Bergabung dalam daftar restoran...

Journey Through Java with Aman

The cultural heartland of Indonesia, Java is studded with ancient treasures engulfed by pea-green...

30 Tahun Taman Air Waterbom Bali

Taman air paling berkelanjutan di Asia ini mengumumkan proyek perluasan berdesain arsitektur yang akan...

Rumari and Friends

Bergabunglah dengan four-hands dinner ‘East meets West’ yang dikuratori oleh Chef Gaetan Biesuz dari Rumari dan...

Jember Utara dan Che Guevara

Bagi Che Guevara, satu tokoh utama dalam Revolusi Kuba, mengisap cerutu bukanlah kemewahan, tapi...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here