Home Blog Page 13

Chef Muda Indonesia di Balik Kesuksesan Lulu Bistrot

0

Dua talenta lokal, Head Chef Austin Milana dan Sous Chef Airin Eddy, membawa semangat baru pada wajah kuliner Prancis di Bali. Kini, Lulu Bistrot resmi masuk daftar Tatler Best of Indonesia 2025.

Di dapur Lulu Bistrot, aroma beurre noisette bercampur lembut dengan kluwek dan air kelapa. Suasana hangat, tapi intens. Dari balik open kitchen itu, dua sosok muda memimpin orkestra rasa: Austin Milana dan Airin Eddy — dua nama yang kini ikut mendefinisikan era baru kuliner Indonesia.

Lulu Bistrot baru saja menorehkan prestasi penting: terpilih sebagai salah satu dari Tatler 20 Best of Indonesia 2025. Namun di balik penghargaan bergengsi ini, ada sesuatu yang lebih bermakna — dapur yang sepenuhnya digerakkan oleh chef muda Indonesia.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Prancis di Bali, Tapi Bukan Sekadar Prancis

Austin memulai perjalanannya di Surabaya, sebelum berlabuh di Skool Kitchen dan Bartolo — restoran saudara Lulu. Pengalamannya membentuk pendekatan khas terhadap dining: kasual, dekat, tanpa pretensi. “Saya suka suasana di mana tamu bisa benar-benar merasakan energi dapur,” ujarnya. “Itu yang bikin pengalaman bersantap jadi hidup.”

Lahir dari ayah Filipina dan ibu Indonesia, Austin tumbuh dengan dua karakter rasa. “Ayah suka yang asam dan gurih, sementara ibu masak dengan banyak rempah. Dari situ lidah saya terbentuk — selalu mencari keseimbangan antara dua dunia,” katanya.

Dari semangat itu lahir Jammin’ Chow, kolektif kuliner yang ia dirikan bersama dua rekannya, Ryan Theja (Costa) dan Vallian Gunawan (Kindling). “Kami sering kumpul, masak bareng, tukar ide,” kenangnya. “Itu semacam laboratorium kecil kami — tempat kami tetap lapar, dalam arti terbaik.”

Airin Eddy: Disiplin, Lembut, dan Penuh Rasa Ingin Tahu

Sementara Airin membawa sisi lain dapur Lulu: presisi dan ketenangan. Terinspirasi oleh sang nenek, seorang pembuat kue legendaris di keluarganya, Airin memperdalam keahliannya di Dewakan, Malaysia. “Di sana saya belajar bukan hanya memasak, tapi memahami filosofi di balik setiap bahan,” katanya.

Salah satu bahan yang selalu memikatnya adalah nangka. “Saya pernah lihat nangka diolah jadi teh — sederhana tapi elegan. Suatu hari, saya ingin membawa nangka ke meja makan Prancis. Karena buat saya, bahan lokal bisa seindah apapun kalau diolah dengan hati.”

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

7 Tempat Nginep di Saudi yang Bikin Liburan Lo Makin Panas

0

Saudi Arabia sekarang bukan cuma soal ziarah atau sejarah—negara ini lagi ngegas jadi playground mewah buat traveler yang mau pengalaman hot & luxe. Dari gurun epik sampai pantai Laut Merah yang bikin mata melotot, setiap hotel di sini bikin lo ngerasa kaya sultan. Ini tujuh yang wajib lo cek:

1. Dar Tantora, AlUla – Desert Vibes Level Maksimal

Bayangin lo bangun di rumah bata lumpur berusia ratusan tahun yang sekarang jadi hotel. Lampu temaram, vibe gurun, plus aktivitas bikin roti tradisional atau wellness ritual—semua bikin pengalaman lo beda dari yang lain.
➡️ dartantora.co

Panduan Kilat: Copywriting dan Desain Canva Otomatis dengan AI

AlUla? Think open-air museum + bintang di langit gurun yang bikin feed Instagram lo auto viral.

2. The Jeddah Edition – Rooftop Pool, Laut, dan Fashion

Edition Jeddah tuh definisi classy & sporty sekaligus. Rooftop pool-nya epic, diningnya bikin lo lupa diet, dan marina vibes-nya cocok buat sunset chilling.
➡️ editionhotels.com

Historic Al Balad buat lo yang suka cerita masa lalu, plus mall dan butik mewah buat lo yang demen fashion. Malamnya? King Fahd Fountain—air nyembur setinggi 312 meter. Cuma di Jeddah lo bakal lihat yang kayak gini.

Veo 3: AI Video Google yang Gokil Abis, Bikin Film Modal Teks! 

Markette’s Sizzling Plate: Ketika Makan Jadi Sebuah Pertunjukan

0

Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, di jantung Grand Indonesia yang sibuk dan berkilau, ada aroma khas yang menggoda dari kejauhan—keju yang mulai meleleh di atas piring panas. Suaranya mendesis lembut, seperti pembuka orkestra yang menandakan sesuatu sedang dimulai. Bukan sekadar hidangan. Ini adalah Markette’s New Sizzling Plate Experience—sebuah pertunjukan kuliner di atas meja.

Markette tidak sekadar menyajikan makanan, tetapi menghadirkan sensasi yang menggoda seluruh indera. Begitu piring panas diletakkan di meja, aroma menggoda langsung menyapa; suara sizzle yang khas membangkitkan rasa ingin tahu; dan tampilan keju yang meleleh pelan-pelan, mengundang siapa pun untuk merekamnya sebelum mencicipinya. Di sinilah seni kuliner bertemu dengan momen—paduan antara rasa, suara, dan suasana yang sulit dilupakan.

Veo 3: AI Video Google yang Gokil Abis, Bikin Film Modal Teks! 

Restoran bergaya kasual-elegan ini telah lama menjadi favorit di kawasan Sudirman. Kini, Markette memperkenalkan kembali hidangan khasnya yang dulu dikenal sebagai Skillet, dengan nama dan semangat baru: The Sizzling Plate.

Konsepnya sederhana namun menggugah—hidangan yang dihidangkan langsung di atas piring panas, kini dengan sentuhan teatrikal yang membuat setiap kunjungan terasa seperti menghadiri sebuah pertunjukan eksklusif.

Sorotan utamanya jatuh pada Sizzling Cheese Plate, bintang baru yang menggoda dengan lelehan keju lembut dan cheese pull yang membuat kamera (dan hati) bergetar. Sambil tetap mempertahankan menu klasik yang dicintai, Markette juga memperkenalkan kreasi baru yang lebih berani, memadukan rasa yang hangat dan tampilan yang menawan—sempurna untuk lidah, dan tentu saja, untuk Instagram feed Anda.

Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah Cajun Chicken Cheese—ayam panggang juicy dengan bumbu Cajun pedas-gurih, disajikan langsung di meja dan diselimuti mozzarella leleh yang lembut dan kaya. Setiap suapan adalah harmoni antara pedas, gurih, dan creamy—paduan rasa yang begitu seimbang hingga terasa seperti melodi yang mengalun di lidah.

Untuk mereka yang menyukai aroma khas truffle, Creamy Truffle Chicken adalah sebuah serenade dalam bentuk hidangan: ayam berlapis parmesan renyah, disiram saus krim truffle yang lembut dan harum, memberikan pengalaman bersantap yang elegan namun penuh kenyamanan.

Dan tentu saja, dua favorit lama kembali dengan penampilan baru yang lebih menggoda: Parmesan-Crusted Chicken, ayam brine berlapis panko-parmesan emas dengan saus krim jamur truffle dan mozzarella meleleh; serta Markette’s Roasted Chicken, ayam panggang khas Markette yang disajikan panas-panas dengan saus spesial dan keju mendesis di atas piring panas. Keduanya membawa rasa nostalgia—namun kini dengan sentuhan kemewahan yang lebih kaya.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Pantja Hospitality Group: Menyulam Kualitas, Keramahtamahan, dan Energi Baru di Jakarta

0

Di tengah gemerlap Senopati, ada sebuah destinasi yang menjadi perbincangan di antara pecinta kuliner dan koktail: Pantja. Restoran dan cocktail bar ini tidak hanya menyajikan makanan dan minuman, melainkan menghadirkan sebuah pengalaman—perpaduan antara keahlian kuliner, seni meracik koktail, musik, keramahtamahan, dan desain.

Dari tempat inilah lahir Pantja Hospitality Group, sebuah kolektif restoran dan bar yang dirintis oleh Kabir Suharan dan Rapha Menchaca. Berawal dari persahabatan dan kecintaan pada meja makan, keduanya merancang sebuah ekosistem hospitality yang kini mendefinisikan ulang cara orang Jakarta bersantap.

Seri Digital: Algoritma Bukan Musuhmu

Filosofi Lima Pilar

Nama Pantja, yang berarti lima dalam bahasa Sanskerta, merepresentasikan pilar inti: food, beverage, music, hospitality, dan design. “Ini bukan sekadar slogan, tapi prinsip yang kami jalankan setiap hari—mulai dari dapur hingga ruang makan,” ujar Kabir.

Website: Bukan Lagi Opsi, Tapi Kebutuhan

Pendekatan hands-on menjadi kunci. Rapha, sebagai Executive Chef, mengedepankan kepekaan rasa dan kualitas bahan, sementara Kabir menghidupkan bar dengan racikan koktail klasik berlapis cerita. Hasilnya adalah harmoni yang nyaris teatrikal—setiap detail terasa dipikirkan dengan teliti.

Cuan dari Rumah: 5 Bisnis Digital yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini

Autumn in the Mediterranean: An Invitation from Explora Journeys

0

Ada sesuatu yang magis ketika musim panas Mediterania mulai mereda. Pantai-pantai yang tadinya riuh perlahan kembali sunyi, udara asin laut terasa lebih sejuk, dan cahaya sore menimpa dinding batu kota-kota kuno dengan rona keemasan yang lembut. Inilah Mediterania di musim gugur—lebih intim, lebih otentik, seakan berbisik hanya untuk mereka yang datang di waktu yang tepat.

Explora Journeys, merek perjalanan laut ultra-elegan dari MSC Group, menangkap momen istimewa ini. Lewat dua kapalnya, EXPLORA I dan EXPLORA II, mereka menghadirkan serangkaian pelayaran dari September hingga November 2025, membawa para tamu menyusuri laut biru yang dikelilingi mitologi, seni, dan ritme kehidupan lokal yang kembali pada kesehariannya.

Saat Mediterania Bernafas Lagi

Datanglah ke Saint-Tropez setelah musim pesta berakhir; Anda akan menemukan jalanan berbatu yang sunyi, kafe-kafe kecil yang dipenuhi penduduk lokal, dan aroma kopi yang bercampur dengan angin laut. Di Trapani, wangi anggur baru meruap dari kebun anggur yang baru selesai panen. Sementara di Mytilene, desa bercat putih di Lesbos tampak seakan berhenti dalam waktu, jauh dari keramaian turis musim panas.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

“Ini adalah periode ketika setiap destinasi kembali bernafas,” kata Anna Nash, President Explora Journeys. “Cahaya terasa lebih hangat, kehidupan lokal kembali pada ritmenya, dan para tamu bisa merasakan Mediterania secara lebih dekat, lebih personal.”

Perjalanan yang Bukan Sekadar Transit

Di atas EXPLORA I, rute membawa Anda melintasi Mediterania Timur—Athena, Istanbul, Antalya—tempat legenda Yunani dan mitos Bizantium hidup berdampingan dengan bazar rempah yang masih berdenyut. Ada malam-malam ketika kapal berlabuh semalam, memberi waktu bagi tamu untuk makan malam di tepi pelabuhan, menyatu dengan irama lokal.

Sementara itu, EXPLORA II berlayar di Mediterania Barat, menyusuri Riviera Prancis, Sisilia, dan hingga ke Lisbon. Di sana, glamour bertemu dengan kesederhanaan: Monte Carlo yang berkilau di malam hari, Ajaccio yang sarat jejak Napoleon, atau tebing vulkanik Lanzarote yang berdiri gagah, seakan menjadi penutup teatrikal bagi musim yang sedang berubah.

Lebih dari Sebuah Pelayaran

Explora Journeys tidak sekadar mengantar tamu dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Filosofi mereka adalah Ocean State of Mind—cara melihat laut bukan hanya sebagai latar, melainkan sebagai ruang untuk memperlambat waktu, menemukan kembali diri, dan membuka koneksi dengan dunia.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Costa Jakarta: Menyelami Cita Rasa Catalan di Jantung Senopati

0

Bayangkan langkah pertama Anda memasuki sebuah restoran di Jalan Gunawarman. Aromanya hangat, kayu panggang menebar wangi yang mengundang, suara piring beradu lembut terdengar dari dapur terbuka. Di sanalah Costa Jakarta menyambut—bukan sekadar restoran baru, tapi sebuah pengalaman kuliner yang berani, penuh warna, dan berjiwa Catalan.

Dipersembahkan oleh BIKO Group, penggagas Silk Bistro, Fūjin Izakaya, dan Acta Brasserie, Costa adalah perwujudan filosofi mar i muntanya—laut dan pegunungan—yang diterjemahkan oleh Chef Ryan Theja ke dalam setiap piring. Dari ikan segar yang baru saja ditangkap di Bali hingga sayuran terpilih dari pasar lokal, setiap hidangan memadukan kejujuran bahan dengan teknik modern, menciptakan rasa yang kuat namun elegan.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Suasana: Hangat, Kosmopolitan, Mengundang

Costa bukan hanya tempat makan. Ia adalah ruang di mana ritme Catalonia bertemu denyut Jakarta. Interiornya hangat, detailnya presisi, dan setiap sudut dirancang untuk mengundang percakapan, tawa, dan kesan abadi. Baik untuk makan siang bisnis, makan malam romantis, atau sekadar berkumpul bersama teman, Costa menghadirkan suasana yang intim sekaligus kosmopolitan.

Chef Ryan Theja: Dari Lombok ke Panggung Dunia

Lahir di Lombok, Ryan Theja tumbuh di dapur keluarga dan tepi laut. Perjalanan kulinernya dimulai di Le Cordon Bleu Sydney, lalu mengasah keterampilan di dapur ikonis seperti Bridge Room dan Bennelong Restaurant. Kembali ke Indonesia, ia mengangkat reputasi restoran Bali seperti Bartolo, Uluwatu dan Lulu Bistrot, meraih penghargaan Tatler Best in Asia dan Travel + Leisure Best Restaurants in Indonesia. Kini, semua pengalaman itu dituangkan dalam menu Costa yang memukau.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Fairmont Jakarta Rayakan Negroni Week dengan Kreasi Eksklusif di The Crown dan Bar on G

0

Fairmont Jakarta mengundang para penikmat koktail untuk merasakan sensasi Negroni Week, perayaan global yang digagas oleh Imbibe Magazine dan Campari, di mana bar-bar dan restoran di seluruh dunia bersatu mendukung tujuan amal. Dari 22 hingga 28 September 2025, The Crown by Kirk Westaway dan Bar on G membuka pintu bagi tamu untuk menikmati reinterpretasi kreatif dari salah satu koktail paling ikonik di dunia.

Di The Crown, Negroni tidak hanya diminum, tetapi dirayakan sebagai seni. Empat kreasi eksklusif hadir: Negroni klasik yang tak lekang oleh waktu, Negroni Sbagliato berkilau dengan sentuhan Sparkling Wine, P & C Negroni yang mengusung cita rasa lokal dari Coconut Gin dan Pandan Vermouth, serta White Negroni yang menyegarkan dengan Oregano Gin dan Campari Candy. Setiap gelas menghadirkan harmoni rasa yang memukau, seakan menceritakan kisah tersendiri.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Sementara itu, Bar on G mengubah pengalaman koktail menjadi petualangan personal. Para bartender ahli meracik tiga varian inovatif—Jasmine White Negroni, Gelato Negroni, dan Cocktail Flight—bersanding dengan Negroni klasik favorit. Dengan atmosfer hangat dan elegan, Bar on G memperpanjang menu spesial hingga akhir September, memberi tamu waktu lebih lama untuk menyelami kreativitas setiap varian.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Negroni Week di Fairmont Jakarta bukan sekadar perayaan rasa, tapi juga wujud dukungan terhadap inisiatif amal global. Di balik setiap gelas, ada semangat kebersamaan dan kontribusi nyata bagi yang membutuhkan.

Bergabunglah dengan Fairmont Jakarta, dan biarkan setiap tegukan membawa Anda pada pengalaman rasa, kreativitas, dan kemewahan yang tak terlupakan. (*)

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Four Points by Sheraton Lands in Bekasi: Comfort, Style, and a Dash of Local Flavor

0

Bekasi is no longer just Jakarta’s industrial cousin. With superblocks rising, transport lines weaving tighter connections, and malls redefining leisure, this fast-growing city in West Java is flexing its metropolitan muscle. Now, it’s got a new address worth checking into: Four Points by Sheraton Bekasi.

The brand’s first property in Bekasi—and the 14th in Indonesia—adds to Marriott International’s ever-expanding portfolio, bringing the group’s footprint in the country to 83 hotels. It’s a statement move, anchoring Four Points firmly in a city that has long been more boardroom than boutique.

Bali Pocket Guide: Hotels, Culture, Eats and Secret Spots

Business Trip Meets Urban Playground

Location is the ace card here. Perched within Pakuwon Mall Bekasi, the hotel plugs guests directly into more than 200 dining, shopping, and entertainment outlets. The nearby Bekasi Barat LRT station means you’re a quick hop into Jakarta or out to the rest of West Java. And for road warriors, three major toll roads keep business districts and industrial zones within easy reach.

“Bekasi is a city in motion,” says Ramesh Jackson, Regional VP for Marriott International. “It’s where business and lifestyle collide. Four Points Bekasi is here to capture that energy and deliver the kind of stay experience that feels both dependable and distinctly local.”

Rooms with a View

With 242 rooms and suites, the hotel leans into modern design: floor-to-ceiling windows, clean lines, and a stylish neutral palette warmed by natural light. Executive and Premier Suites turn up the space and comfort, while all rooms are kitted out with the essentials—50-inch smart TVs, high-speed Wi-Fi, and dedicated workstations.

Flavor, Elevated

Food and drink here wear a local badge proudly. Djaman Doeloe Restaurant runs all day with authentic Betawi and Sundanese specialties—think Pepes Ayam Jamur Rawa Tembaga or Pepes Ikan Nila Leuweung—dishes as storied as they are satisfying. As night falls, head to the Botanique Lounge & Bar on the rooftop. With city lights stretching to the horizon and live music filling the air, the brand’s signature Best Brews™ program keeps the taps flowing with locally crafted beers.

Jakarta Unfiltered: The Smart Guide to Southeast Asia’s Loudest Capital

Recharge and Reset

Families will love the rooftop pool with its separate kids’ area, while fitness buffs get their fix at the 24-hour gym, complete with floor-to-ceiling city views. The Wellness Center ups the ante with nine treatment rooms offering everything from body massages to traditional face “totok.”

Big on Gatherings

On levels 10 and 11, event spaces set a new tone for Bekasi. A 372-square-meter ballroom with a massive LED screen and natural light hosts up to 1,200 guests—ideal for weddings, conferences, or any occasion that demands both polish and personality.

Jakarta After Dark: City of Sins and Dreams

Dropping In on Flores: Why Every Coffee Lover Needs to Know “Ta’aktana Style”

0

Kopi itu bukan sekadar rasa. Kadang dia adalah lanskap, iklim, sejarah, manusia—semua yang bertemu di satu cangkir. Waktu gue mulai menggali tentang Flores, tentang Ta’aktana, gue sadar: narasi kopi Flores bukan sekadar “kopi enak”, tapi kopi hidup. Berdasarkan dari lapangan riset, suara petani, tren lifestyle, dan fakta yang sering luput dipikir, artikel ini disajikan.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Flores: The Land, The Climate, The Soil

  • Flores berada di ketinggian 1.200-1.800 meter di atas permukaan laut (masl) untuk wilayah Arabica yang terbaik. Ketinggian ini memungkinkan suhu yang lebih dingin di malam hari, fluktuasi hari-malam yang besar, yang seringkali membawa aroma kompleks pada biji kopi. (FNB Coffee)
  • Tanah vulkaniknya—yang kaya mineral—dan curah hujan yang cukup, plus iklim tropis yang bersahabat, menyediakan kondisi ideal. (FNB Coffee)
  • Proses tradisional seperti giling basah (wet-hulling, lokalnya disebut “giling basah” atau “giling basah/basuh”) yang digunakan di Flores memberikan karakter khas: body yang berat, warna biji hijau- agak kebiruan sebelum dipanggang, dan rasa yang lebih bold. (Jakarta Globe)

Profil Rasa Flores dan Kenapa Ia Istimewa

Dari riset dan cupping review:

  • Karakter rasa umum: dark chocolate, bunga/ floral hints, kayu/woody, nutty, caramel, sometimes bahkan rempah atau herbal halus. (Nescafe Australia)
  • Keasaman (acidity): cenderung medium to low, tidak seperti kopi dari ketinggian ekstrem yang punya citrus-zing tinggi. Untuk orang yang gak suka asam kuat, ini cocok. (nusavara-coffee-indonesia.com)
  • Body: kuat (“full body” atau “medium-full”) — terasa tebal di mulut, melapisi lidah. (Nescafe Australia)

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

100 Hari Perjalanan Magis: Banyan Group Rayakan Properti ke-100

0

Ada momen dalam hidup saat sebuah perjalanan terasa lebih dari sekadar perjalanan. Saat langkahmu menapaki jalan setapak hutan hujan di Mandai Rainforest Resort by Banyan Tree, kamu tidak hanya berjalan di antara pepohonan—kamu menyelami sejarah, budaya, dan hati manusia yang membentuk tempat ini. Inilah inti dari 100 Journeys, perayaan global Banyan Group selama seratus hari menjelang pembukaan properti ke-100 mereka.

“Ketika saya pertama kali memasuki resor ini, udara segar hutan hujan terasa seperti pelukan alam,” ujar Clara, seorang tamu dari Eropa. “Setiap detail, dari suara burung hingga aroma tanah basah, membuat saya sadar bahwa perjalanan ini bukan tentang kemewahan semata, tapi tentang koneksi.”

Modal Gajet Jadi Cuan: 10 Cara Praktis Hasilkan Uang dari Internet

Dari Phuket ke Mandai: Sebuah Legasi Keramahtamahan

Perjalanan Banyan Group dimulai di Phuket lebih dari tiga dekade lalu. Resor pertamanya menandai lahirnya visi tentang hospitality yang berfokus pada makna dan pengalaman. Kini, 100 properti di 12 merek dan 20 destinasi melanjutkan janji itu: menghadirkan perjalanan yang merangkul manusia, tempat, dan cerita di balik setiap sudut.

“Kami ingin tamu tidak hanya datang, tapi juga ikut merasakan dan menjaga setiap destinasi,” kata Ren Yung Ho, Wakil Direktur Utama Banyan Group.

100 Discoveries: Menemukan Dunia dengan Mata Baru

Bayangkan pagi di Banyan Tree Ringha, di mana tanganmu membentuk tembikar hitam Tibet sambil berbincang dengan pengrajin lokal. Sore harinya, kamu bisa memasak hidangan khas Phuket di Cassia, atau bermeditasi di kuil Kyoto dekat Banyan Tree Higashiyama. Di AlUla, batu-batu purba menceritakan jutaan tahun sejarah, sementara di Vietnam, sawah bertingkat emas di Garrya Mu Cang Chai seakan menari bersama matahari.

Di Maladewa, tamu menyelam ke bangkai kapal dan menemukan kehidupan laut yang menakjubkan; di Mandai, lokakarya alam dan fotografi mengajarkan kita menatap dunia dengan cara baru. Setiap pengalaman dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu, memperdalam pemahaman budaya, dan membiarkan tamu menemukan versi baru diri mereka.

Nulis Cepat Anti Ribet: Rahasia Menyusun Buku dengan ChatGPT

“Saya tidak hanya belajar tentang budaya lokal, tapi juga tentang kesabaran, kesadaran, dan rasa hormat terhadap alam,” kata Reza, seorang tamu dari Indonesia, setelah mengikuti eco-walk di Angsana Corfu.