Home Blog Page 18

Februari di Byrd House Bali: Cara Dewasa Merayakan Kebersamaan

0

Februari tidak selalu tentang perayaan besar. Kadang, ia hanya soal memilih tempat yang tepat, duduk lebih lama, dan berbagi waktu tanpa perlu banyak alasan. Di Byrd House Bali, bulan ini dimaknai dengan cara seperti itu—santai, terukur, dan terasa relevan.

Berlokasi di tepi Pantai Segara, Sanur, Byrd House Bali adalah destinasi yang paham satu hal penting: kebersamaan tidak perlu dipaksakan. Dengan konsep semi-terbuka yang menyatu dengan laut, tempat ini memberi ruang bagi orang untuk bertemu, berbincang, dan menikmati momen dengan ritme mereka sendiri.

Mesin Uang AliExpress: Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping

Sepanjang Februari 2026, Byrd House Bali menghadirkan tiga agenda terkurasi—masing-masing dengan pendekatan yang berbeda, namun satu benang merah: menikmati waktu dengan baik.

Imlek di Tepi Laut, Tanpa Formalitas Berlebihan

Perayaan Tahun Baru Imlek digelar pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 19.00–21.30 WITA. Bukan dalam format jamuan kaku, melainkan makan malam keluarga yang dirancang untuk berbagi. Tradisi tetap dihormati, namun atmosfernya dibuat ringan—sesuai karakter Byrd House.

The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Menu disajikan untuk dinikmati bersama: tiram segar, mi goreng udang windu, pangsit money bag kukus, char siu, ayam panggang, ikan kakap utuh kukus, hingga pork belly renyah dengan saus hoisin.

Prosperity toss salad hadir sebagai simbol harapan baik, sementara musik live dan pertunjukan barongsai memberi aksen perayaan tanpa mengambil alih suasana. Harga jamuan ini Rp 680.000++ per orang, dengan minimal dua tamu.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Jakarta Hotel Scene: Saat Pasar Melambat, Gaya Justru Diuji

0

Jakarta tidak sedang kehabisan hotel. Ia hanya sedang memilih siapa yang layak bertahan.

Sepanjang 2025, industri perhotelan ibu kota bergerak pelan—nyaris kalem. Hanya dua hotel baru yang resmi beroperasi: d’primahotel PIK Jakarta dan ARTOTEL Hub Simpang Temu. Total tambahan kamar? Tak sampai 200. Sebuah angka yang, untuk ukuran Jakarta, nyaris simbolis.

Menurut laporan terbaru Cushman & Wakefield, total suplai hotel kelas menengah hingga luxury kini berada di kisaran 44 ribu kamar. Artinya jelas: pasar tidak sedang kebanjiran. Masalahnya bukan di supply. Masalahnya ada di siapa yang datang, dan untuk apa.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Efisiensi Negara, Efek Domino ke Hotel

Tahun 2025 menjadi pengingat pahit bahwa hotel Jakarta terlalu lama bergantung pada satu jenis tamu: negara.

Ketika pemerintah mengetatkan anggaran—membatasi perjalanan dinas, rapat, dan event resmi—okupansi langsung turun ke 63,5%, terkoreksi 4,7% dibanding tahun sebelumnya. Yang paling terpukul? Hotel bintang empat, dengan penurunan terdalam hingga -6,1%.

Masuk akal. Segmen ini adalah “kantor kedua” bagi rapat kementerian, BUMN, dan seminar formal. Begitu keran ditutup, kursi ballroom pun kosong.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Namun menariknya, hotel luxury nyaris tak terguncang. Penurunannya hanya -0,5%. Karena uang pribadi—baik dari korporasi swasta, high-level business travelers, maupun social events—ternyata lebih kebal terhadap kata “efisiensi”.

Harga Tetap Tegak, Meski Angin Tidak Bersahabat

Di tengah tekanan okupansi, satu hal patut dicatat: harga kamar tidak runtuh. Average Daily Rate (ADR) justru masih tumbuh tipis, sekitar 1,5–3%. Angkanya kini berada di kisaran:

  • Rp500 ribuan untuk hotel bintang tiga
  • Rp800 ribuan untuk bintang empat
  • Rp1,8 jutaan untuk bintang lima
  • Hampir Rp2,4 juta untuk hotel luxury

Bacaan Kekinian: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

Luma Perkenalkan Seri Teras BBQ di Bar Luma

0
Kolaborasi santai yang merayakan teknik panggang, rasa, dan kebersamaan

Di Luma, memasak tak pernah sekadar soal makanan. Ia tentang rasa, momen, dan orang-orang di sekitarnya. Lewat Seri Teras BBQ, Bar Luma menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih santai dan bersahaja—berlangsung di teras depan, dengan menu panggangan yang memang dirancang untuk dinikmati bersama.

Diselenggarakan secara berkala di teras Bar Luma, BBQ Terrace Series merupakan program kolaboratif yang mengundang para koki, restoran, dan tim kuliner untuk memasak berdampingan dengan dapur Luma. Formatnya cair, tanpa banyak aturan—fokus pada teknik panggang, bahan segar, dan suasana yang mengalir alami.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Sejak diperkenalkan, seri ini quietly menarik deretan kolaborator kuat. Pada Agustus 2025, Bar Luma membuka rangkaian dengan pesta barbekyu bersama Ray Adriansyah dari Locavore NXT, disusul kolaborasi dengan Renatta Moeloek di bulan yang sama. Program ini kemudian berlanjut sepanjang tahun dengan Riung Rasa pada November dan Sangsaka pada Desember—masing-masing membawa pendekatan, karakter rasa, dan energi yang berbeda ke teras.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Sejalan dengan etos Luma, tak ada format baku dalam setiap edisi. Menu disusun berdasarkan apa yang dipanggang malam itu, hasil bumi musiman, serta dinamika alami acara. Para tamu diajak datang tanpa terburu-buru, berbagi hidangan, menyesap minuman, dan tinggal lebih lama—mewakili suasana santai yang menjadi karakter Bar Luma.

Slow Burn: Cerutu dalam Ritme Hidup Modern

Sudestada Hadirkan Menú Especial de Almuerzo

0

Mendefinisikan Ulang Business Lunch dengan Sentuhan Argentina

Business lunch tak lagi soal makan cepat lalu kembali ke meja kerja. Di Sudestada, makan siang berubah jadi pernyataan gaya hidup.

Dikenal dengan karakter berani dan autentisitas Argentine parrilla, Sudestada Jakarta memperluas narasi kulinernya lewat Menú Especial de Almuerzo—menu makan siang spesial yang dirancang bagi profesional urban yang menuntut kualitas tinggi tanpa kompromi waktu. Tersedia eksklusif di jam makan siang, menu ini merangkum esensi steakhouse Argentina premium dalam format yang ringkas, efisien, dan tetap berkelas.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Steakhouse Experience, Disesuaikan dengan Ritme Kota

Tersedia setiap hari pukul 11.00–15.00 WIB, Menú Especial de Almuerzo menjadikan Sudestada destinasi fleksibel dari siang hingga malam. Cocok untuk pertemuan bisnis, menjamu klien, atau sekadar escape singkat dari kalender yang padat. Ditunjang dengan ruang makan privat, Sudestada juga menghadirkan kenyamanan dan privasi—dua hal yang jarang bersatu di jam makan siang Jakarta.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

“Menú Especial de Almuerzo diciptakan mengikuti ritme kota,” ujar Victor Taborda, Executive Chef sekaligus pemilik Sudestada. “Menu ini untuk profesional urban yang ingin makan siang terasa istimewa, tanpa mengganggu agenda. Kami membawa jiwa Argentine parrilla dalam format yang efisien, memuaskan, dan tetap elegan. Steak berkualitas tak harus menunggu malam.”

Entrecôte sebagai Bintang Utama

Sorotan utama menu ini adalah Entrecôte à la Parrilla—rib eye steak 220 gram yang dipanggang dengan teknik klasik Argentina. Fokus pada karakter alami daging sapi premium, hidangan ini mencerminkan komitmen Sudestada pada konsistensi, keahlian, dan rasa yang jujur.

Dengan harga IDR 230.000++, menu ini membuka akses steakhouse premium di jam makan siang—tanpa penurunan kualitas, tanpa drama.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Explora III dan Seni Melambat di Tengah Laut

0

Ada jenis kemewahan yang tidak perlu membuktikan apa pun. Ia tidak sibuk memamerkan angka, tidak tergoda untuk berteriak paling besar, paling mahal, atau paling mutakhir. Explora III hadir dari mazhab itu—kemewahan yang tahu kapan harus melangkah, dan kapan cukup berhenti sejenak menatap laut.

Diluncurkan pada Juli 2026, lebih cepat dari jadwal, kapal ketiga dari Explora Journeys ini bukan sekadar tambahan armada. Ia adalah pernyataan sikap. Bahwa perjalanan laut, di era serba cepat dan serba bising, masih bisa dijalani dengan tempo yang masuk akal. Bahwa kemewahan hari ini bukan soal seberapa banyak yang bisa Anda lakukan, melainkan seberapa sadar Anda menikmatinya.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Explora III memulai perjalanannya dengan Mediterranean Prelude Journey pada 24–29 Juli, sebelum diberi nama secara resmi di Barcelona, 1 Agustus 2026. Dari sana, ia berlayar menuju Lisbon, lalu naik ke utara—ke perairan dingin Islandia dan Greenland. Rute yang tidak dibuat untuk pamer, tapi untuk mereka yang tahu kenapa keheningan justru jadi daya tarik.

Masuk ke dalam kapal, kesan pertama bukan “wow”, melainkan “lega”. Ruang terasa lapang. Tidak agresif. Tidak penuh gimmick. Teknologi LNG memungkinkan Explora III diperpanjang 19,2 meter, tanpa menambah jumlah tamu secara signifikan. Artinya sederhana: lebih banyak ruang untuk bernapas. Sebuah kemewahan yang makin langka, baik di darat maupun di laut.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Lobi utama dirancang seperti ruang tamu orang yang hidupnya sudah selesai dengan pembuktian. Marmer gelap, kurva lembut, cahaya hangat. Tangga mengalir, bukan memerintah. Chandelier Venini menggantung seperti percikan air yang dibekukan waktu. Di sini, orang tidak lewat—mereka tinggal sebentar. Minum. Mendengar piano. Mengamati. Tidak ada yang terburu-buru.

Di Deck 11, Conservatory Pool & Bar menjadi tempat pelarian favorit. Atap kaca bisa dibuka atau ditutup, tergantung cuaca dan suasana hati. Siang hari tenang, malam hari berubah menjadi silent cinema di bawah bintang. Tiga kolam luar ruang lain, whirlpool berpemanas, dan cabana privat memastikan satu hal: Anda tidak pernah kehabisan tempat untuk menyendiri, bahkan di kapal penuh tamu.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Umana Bali Sambut Tahun Kuda Api

0

Pesta Lunar New Year, Wellness, dan Seni—Tanpa Basa-Basi

Kalau Tahun Baru Imlek identik dengan makan besar, kebisingan, dan jadwal padat, Umana Bali memilih jalur lain. Lebih rapi. Lebih tajam. Lebih berkelas. Menyambut Tahun Kuda Api 2026, resor di atas tebing Ungasan ini mengemas perayaan Lunar New Year selama dua hari, 16–17 Februari 2026, dengan satu benang merah: celebrate hard, recover better.

Kuda Api dikenal sebagai simbol energi, ambisi, dan keberanian ambil langkah. Umana Bali menerjemahkannya bukan lewat pesta berisik, tapi lewat kombinasi yang tepat antara meja makan penuh, tubuh yang dipulihkan, dan seni yang punya pesan. Ringkas, maskulin, dan to the point.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

“Chinese New Year adalah soal kebersamaan dan reset,” kata Nicolas Kassab, General Manager Umana Bali, LXR Hotels & Resorts. “Kami bikin perayaan yang hidup saat dibutuhkan, dan tenang saat tubuh minta jeda.”

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Makan Besar yang Dilakukan dengan Benar

Pusat perayaan ada di Commune, tempat konsep family-style dining dan ritual Yu Sheng dijalankan tanpa gimmick berlebihan—tapi tetap niat.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Ketika Champs-Élysées Bertemu Wangfujing

0

Guerlain Membuka Flagship Spa Pertamanya di Tiongkok Daratan

Di persimpangan sejarah, seni, dan kemewahan kontemporer, Guerlain menorehkan babak baru. Rumah kecantikan legendaris asal Paris ini resmi membuka flagship Spa pertamanya di Mainland China di The PuXuan Hotel and Spa, Beijing—sebuah alamat prestisius di No.1 Wangfujing Street, hanya selangkah dari Forbidden City.

Lebih dari sekadar ekspansi geografis, kehadiran ini adalah dialog lintas budaya: warisan 68 Avenue des Champs-Élysées, Paris, berjumpa dengan denyut estetika Timur di jantung Beijing.

Cuan dari ChatGPT: Mesin Duit Baru Jaman Now

Healing Through Art, Art That Heals

Sejak mendirikan beauty institute pertama di dunia pada 1939 di Champs-Élysées, Guerlain telah memposisikan kecantikan dan wellness sebagai bentuk seni. Spirit inilah yang kini dihadirkan kembali di Beijing—bukan sebagai replika, melainkan sebagai interpretasi yang peka terhadap konteks lokal.

The PuXuan Hotel and Spa sendiri bukan hotel mewah konvensional. Berlokasi dalam kompleks Guardian Art Center, Asia’s first one-stop art exchange hub, hotel ini menyatu dengan ekosistem seni: pameran, lelang, edukasi, perpustakaan seni, fasilitas penyimpanan karya, hingga hospitality. Arsitektur, material, dan ritual keseharian di The PuXuan dirancang sebagai pengalaman estetis yang tenang namun berlapis—cerminan budaya Tiongkok kontemporer yang subtil dan reflektif.

Wajib Baca: Membangun Mesin Uang di Era AI

Di dalam lanskap inilah Guerlain Spa at The PuXuan Hotel and Spa hadir: bukan hanya penghormatan terhadap rumah ikonis Guerlain di Paris, melainkan sebuah percakapan estetika antara Prancis dan Tiongkok.

Bacaan Kekinian: AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

Basa-basi yang Terlupakan

0
Oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob

Ada paradoks kecil yang diam-diam membesar dalam hidup modern. Kita hidup di era interaksi tanpa jeda—rapat daring berlapis, grup WhatsApp tak pernah tidur, notifikasi real time yang berisik—namun justru keheningan sosial terasa makin luas. Kita nyaris tak pernah benar-benar sendirian, tetapi juga semakin jarang benar-benar berjumpa.

Di restoran atau kedai kopi, pemandangannya nyaris seragam: kepala menunduk, jari menari di layar, dunia di sekitar seolah kabur. Bahkan dalam pertemuan daring—ruang yang seharusnya menghubungkan—yang sering terjadi justru hening canggung. Kamera mati. Mikrofon terkunci. Kehadiran direduksi menjadi nama di layar. Suara baru muncul ketika ada kepentingan untuk bicara.

Bisnis Kecil, Branding Besar: Rahasia UMKM Sukses di Era Digital, Tanpa Modal Besar

Kita hidup dalam budaya langsung ke inti. Efisien. Cepat. Padat. Tapi diam-diam, ada sesuatu yang tertinggal di belakang.

Banyak orang merasa tetap “terhubung” lewat like, emoji, dan respons singkat di media sosial. Namun tanpa disadari, kita kehilangan keterampilan yang dulu begitu alami: kemampuan berinteraksi tanpa agenda. Keterampilan kecil yang dulu dianggap sepele—dan karenanya, kini terlupakan.

Mesin Uang AliExpress: Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping

Percakapan singkat di lift. Obrolan ringan di pantry. Komentar spontan saat antre kopi. Momen-momen di mana dua manusia sekadar saling mengakui keberadaan, tanpa target, tanpa KPI. Hari ini, semua itu terasa asing. Bahkan, kadang terasa mengganggu.

Bukan Basa-Basi “Busuk”

Di dunia profesional, basa-basi sering dicap sebagai pemborosan waktu. Small talk dianggap pengalih fokus dari hal-hal “penting”. Padahal, justru di sanalah fondasi kepercayaan dibangun.

Percakapan ringan sebelum rapat membuat diskusi berat terasa lebih manusiawi. Interaksi kecil di luar agenda membuat kritik lebih mudah diterima. Dalam negosiasi, menit-menit awal yang tampak remeh sering kali menentukan apakah lawan bicara akan membuka diri—atau menutup rapat pintu batinnya.

Basa-basi bukan hiasan. Ia prasyarat.

The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal

Perpaduan Warisan Budaya dan Desain Kontemporer

0

KoenoKoeni Hotel Semarang Resmi Topping-Off

KoenoKoeni Hotel Semarang resmi mencapai tahap topping-off pada 27 Januari 2026, menandai tonggak penting dalam pengembangan KoenoKoeni sebagai merek hospitality berbasis warisan budaya di Jawa Tengah. Pencapaian ini sekaligus menjadi transisi menuju fase akhir pembangunan menjelang pembukaan hotel pada kuartal ketiga 2026.

Berawal dari sebuah kafe galeri di Semarang yang menampilkan koleksi benda-benda antik bernilai historis, KoenoKoeni berkembang menjadi merek hospitality yang berakar pada memori kolektif dan penghargaan terhadap warisan budaya lokal. Setiap koleksi yang dihadirkan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menyimpan narasi tentang keterampilan, proses, dan perjalanan lintas generasi.

Cuan dari Rumah: 5 Bisnis Digital yang Bisa Kamu Mulai Hari Ini

Filosofi tersebut diterjemahkan ke dalam KoenoKoeni Hotel Semarang sebagai sebuah small luxury hotel dengan pendekatan desain berbasis pengalaman. Menggabungkan keramahan khas Indonesia dengan estetika modern kontemporer, hotel ini dirancang sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman menginap yang personal, berkelas, dan bermakna di tengah lanskap urban Semarang.

Seri Digital: Algoritma Bukan Musuhmu

Hotel dengan 111 kamar ini dikonsep sebagai “portal lintas waktu”. Area publik menghadirkan kekayaan sejarah dan artefak budaya, sementara area privat menawarkan ketenangan serta kenyamanan modern. Kamar terbagi dalam dua kategori, Deluxe Room seluas 35 meter persegi dan Executive Room seluas 70 meter persegi, dengan pilihan pemandangan kota Semarang, Gunung Ungaran, hingga garis pantai.

Fasilitas hotel meliputi restoran all-day dining Roepa Rasa, kafe lobi Sapa Rasa, serta rooftop restaurant & bar Soeara Langit yang menyajikan panorama kota. Fasilitas pendukung lainnya mencakup ruang pertemuan dan acara, kolam renang indoor, spa, pusat kebugaran, area bermain anak, layanan valet parking 24 jam, serta stasiun pengisian kendaraan listrik.

Berlokasi di jantung Pulau Jawa, Semarang memiliki posisi strategis sekaligus kekayaan sejarah yang menjadikannya gerbang menuju berbagai destinasi budaya utama seperti Yogyakarta, Borobudur, dan Surakarta. Kota ini juga menjadi rumah bagi KoenoKoeni, sejalan dengan semangat merek dalam merayakan warisan budaya Tionghoa–Jawa yang telah membentuk identitas kawasan.

Rahasia Main Threads: Modal Jempol, Panen Rupiah

Tahun Kuda Api, Tanpa Basa-Basi

0

Lunar New Year di Regent Bali Canggu

Imlek tak selalu soal kemeriahan berisik dan dekorasi berlebihan. Di Regent Bali Canggu, Tahun Kuda Api dirayakan dengan cara yang lebih dewasa: tenang, presisi, dan penuh kontrol. Ini bukan pesta untuk pamer tradisi—ini perayaan untuk mereka yang paham bahwa kemewahan sejati ada pada niat, bukan volume.

Lewat tajuk Lunar New Year Reimagined, Regent Bali Canggu menyusun rangkaian pengalaman yang memadukan santapan serius, ritual budaya, momen keluarga, dan wellness yang masuk akal.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Semua berlangsung di tepi pantai Canggu, di mana angin laut dan ruang terbuka menjadi bagian dari narasi. Tahun Kuda Api dikenal sebagai simbol energi, keberanian, dan dorongan maju. Di sini, energinya tidak meledak—ia terkendali.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Yee Sang, Tapi Santai

Yee Sang Dinner – Beach House
16 Februari 2026 | 19.00

Yee Sang di Beach House bukan acara penuh protokol. Ini tentang rasa, simbol, dan kebersamaan—tanpa drama. Menghadap langsung ke laut, ritual lempar Yee Sang terasa lebih jujur: bahan segar, makna jelas, dan suasana pesisir yang tak dibuat-buat. Cocok untuk mereka yang percaya keberuntungan tak perlu dirayakan dengan teriakan.
(IDR 888.000++ untuk dua orang)

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto