Home Blog Page 19

Spice by Blake Resmi Dibuka di Ubud

0

Cita Rasa Indonesia dengan Sentuhan Modern yang Chic — Destinasi Kuliner Baru yang Kamu Nggak Boleh Lewatkan di Bali

Calling all foodies (and cocktail junkies)! Ada kabar panas dari jantung Ubud yang siap bikin kamu booking tiket ke Bali secepatnya. Spice by Blake, restoran terbaru dari Chef Blake Thornley — si genius di balik Mozaic — akhirnya resmi buka pintu. Dan percayalah, ini bukan sekadar tempat makan, tapi petualangan rasa Indonesia dalam versi yang totally unexpected.

Rasa Nusantara, Tapi Naik Kelas (Banget)

Spice by Blake adalah interpretasi kuliner Indonesia yang berani, playful, sekaligus sophisticated. Hidangan di sini tetap berakar pada warisan Nusantara, tapi ditata ulang dengan kepribadian yang beda, plating yang cantik, dan rasa yang dijamin bikin kamu ingin posting dulu sebelum makan.

Must Read Book: Bali: The Little Black Book

Chef Blake bilang, “Kami ingin menyajikan kuliner Indonesia dengan cara pandang yang baru — mengeksplor rasa-rasa familiar tapi lewat pendekatan yang nggak biasa, dalam suasana santai tanpa kesan kaku.”

Mission accomplished, Chef.

Menu yang Siap Menggoda Selera (dan Feed Instagram Kamu)

Beberapa highlight yang WAJIB kamu coba:

✨ Beef cheek rendang style — pipi sapi empuk slow-cooked dengan rempah rendang, meleleh di mulut.
✨ Kingfish dengan pomelo & saus rujak — fresh, tangy, dengan sentuhan rasa street food Ubud yang elevated.
✨ BBQ baby back pork ribs dengan urab kelapa & kacang panjang — smoky, juicy, tropical.
✨ Black cod belimbing tomat bumbu pepes — dimasak dalam daun pisang, burst of flavors yang otentik sekaligus modern.

Dan yes, semua bahan di Spice by Blake local & seasonal, totally sustainable. Good for your palate, good for the planet.

Bos Santai, AI Kerja Rodi: Cuan Digital Tanpa Drama

0

Sebagai orang yang biasa membaca laporan laba rugi sambil ngopi overpriced di coffee shop, saya skeptis tiap ada buku yang bilang “AI bisa bantu kamu kaya.” Kebanyakan terlalu dramatis, menumpuk kata “disruptif” di setiap paragraf, lalu menutupnya dengan CTA kursus jutaan.

Tapi buku “AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos” karya Burhan Abe ini beda. Pertama, bahasanya santai—bahkan kadang kayak stand-up open mic: nyeletuk, ngatain kita yang doyan rebahan, lalu mengolok rasa malas belajar tools baru. Ini lebih terasa kayak punya teman sinis tapi sayang, yang akan ngomel kalau kita nggak ngapa-ngapain.

Burhan mengurai sederhana bagaimana memaksa AI kerja rodi untuk kita:

  • ChatGPT dijadiin tukang ketik caption & draft ebook,
  • Canva AI disuruh jadi desainer bayaran rendah (karena literally murah banget),
  • Midjourney & DALL·E dipekerjakan bikin ilustrasi produk yang ujungnya akan kita jual lagi.

Hasilnya? Dalam buku ini, proses bikin konten, naikin followers, sampe ngeluarin produk digital pertama terasa kayak game simulasi ringan, bukan proyek startup yang butuh investor puluhan miliar.

Yang paling saya suka, Abe menekankan satu hal penting: AI boleh pintar, tapi nggak bisa ngide. Ide tetap lahir dari rasa gelisah, penasaran, atau kadang insomnia tengah malam — sesuatu yang belum ada algoritma bisa replika.

Ada satu quote yang kena banget di saya: “AI itu asisten. Ide tetap harus datang dari kepala (dan sedikit kegelisahan) kamu sendiri.”

Donlod di SINI ya.

Di dunia bisnis, kita sering terpukau tools baru lalu ngikut tren buta-buta. Buku ini justru menampar pelan: AI hanya alat, bukan dewa penentu omzet. Sukses digital tetap butuh rasa, naluri, dan berani ambil keputusan saat data belum lengkap.

Bottom line?
Kalau kamu pebisnis, freelancer, atau karyawan kantoran yang secretly mau punya side hustle biar someday bilang “bye boss!”, buku ini layak dibaca. Murah, praktis, dan nggak menggurui — cocok buat kamu yang senang mikir tajam tapi tetap mau ketawa. (Ayen G. Manus)

📥 Linknya di sini, sebelum AI ngambil semua kerjaan kita beneran: 👉 AI Jadi Asisten, Kamu Jadi Bos

Raise Your Glass: Wine, Duck, & Decadence di PRU Phuket

0

Lupakan dinner standar. Kalau mau memanjakan lidah (dan sedikit memuaskan ego), tandai tanggal ini: 15 Juli 2025.

Di malam itu, PRU—satu-satunya restoran Michelin-star di Phuket—akan berkolaborasi dengan Château Palmer, salah satu nama paling hot dari Bordeaux. Ditambah sokongan The Wine Merchant, acara ini ibarat main course-nya para bon vivant sejati.

Berlokasi di samping megahnya Trisara Resort, PRU digawangi Chef Jimmy Ophorst. Dia bukan chef biasa. Filosofi community-to-fork-nya bikin semua hidangan terasa personal, intimate, dan yang paling penting: asli. Mereka nanam sendiri di kebun Pru Jampa, lalu memadukannya dengan hasil bumi dan tangan dingin pengrajin lokal. Jadi apa pun yang Anda makan malam ini, bukan cuma lezat—tapi punya cerita (yang bisa Anda pamerkan).

Warm-Up: Champagne, Flirt & Kanape

Malam dimulai classy. Champagne dingin & kanape, ditemani suasana lounge yang cocok buat flirting ringan sebelum jamuan serius dimulai. Ini saatnya pull out your best charm — because who knows?

Baca juga: Segelas Cerita, Secuil Gaya Hidup

Six Plates, Six Bottles, Zero Regret

Setelah itu, petualangan rasa benar-benar dimulai. Siap-siap lidah (dan hati) terpukau oleh enam pairing yang dirancang bikin mabuk, dalam arti harfiah maupun metaforis.

  • King of the Fruits x Alter Ego de Palmer 2019
    Segar, tropis, juicy—kayak summer fling yang baru mulai. Wine ini lembut tapi punya punch dark berries & violet.
  • Mackerel & Lada Makhwaen x Château Palmer 2017
    Mackerel yang spicy, ketemu red plum & floral notes. Sedikit edgy, pas buat Anda yang suka tantangan.
  • Akar Teratai & Terasi x Château Palmer 2009
    Umami nendang, wine-nya kaya black fruit & dark chocolate. Seductive? Damn right.
  • Cumi & Keju Biru x Château Palmer 2007
    Ini pairing nakal. Cumi lembut plus keju biru funky, dilengkapi cedar, tobacco & mawar kering. Untuk lidah yang doyan petualangan.
  • Bebek Tua & Asam Jawa x Château Palmer 2005
    Bebek tua yang juicy & dalam, pas banget sama cassis, truffle & graphite. A classic with dirty undertones.
  • Mariam Plum & Nanas Phuket
    Sweet ending — ringan, playful, bikin siap lanjut (ke mana saja).

Modal HP, Bisa Cuan dari YouTube — Berani Mulai?

0

Cuma Modal HP, Bisa Cuan dari YouTube?

Buku (atau panduan visual) ini mengupas tuntas gimana caranya bikin channel YouTube dari nol — tanpa kamera mahal, tanpa ribet syuting, cuma pakai HP dan aplikasi gratis kayak CapCut.

Isinya nggak cuma teori. Kamu bakal dapet:
✅ Daftar niche channel paling cepat grow & cepat monetisasi
✅ Tutorial step by step bikin video pakai CapCut, plus tips editing biar terlihat profesional
✅ Template script & ide teks untuk video fakta unik yang tinggal kamu copy-paste
✅ Sampai strategi upload supaya channel kamu cepat tembus 1.000 subscriber & 4.000 jam tayang.

Ditulis dengan bahasa ringan & langsung to the point, panduan ini cocok banget buat kamu yang selama ini cuma nonton YouTube dan mikir, “kayaknya seru juga ya kalau punya channel sendiri… tapi mulai dari mana ya?”

Jangan keburu bilang “susah”, sebelum baca panduan ini. Siapa tahu beberapa bulan dari sekarang, kamu yang malah udah terima transferan pertama dari YouTube.

Baca & download di sini: 👉 Cuma Modal HP, Bisa Cuan dari YouTube!

Malam Magis Penuh Pesona di Ubud: Primbon Night dari Di Sini Di Sana by Rachman & Sons

0

Bali selalu punya cara untuk menghipnotis kita. Kali ini, pesonanya hadir dalam balutan budaya dan spiritualitas Jawa yang begitu syahdu. Di Sini Di Sana by Rachman & Sons, restoran sekaligus boutique terbaru di Ubud, mempersembahkan Primbon Night — sebuah malam istimewa yang memadukan kearifan leluhur, kelezatan kuliner Nusantara, dan momen refleksi diri yang intim.

Digelar pada Rabu, 9 Juli 2025, mulai pukul 17.00 WITA, Primbon Night mengundang para tamu untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia. Di bawah langit Ubud yang romantis, kita diajak merenung, kembali menyelami diri lewat perspektif kosmologi Jawa yang kaya makna.

Yang membuat malam ini terasa begitu spesial adalah kehadiran Meiga Prihanto, Duta Budaya Di Sini Di Sana, yang akan membawa kita menjelajah Primbon — kitab tradisional Jawa yang memadukan astrologi, numerologi, hingga leluhur. Dalam sesi privat selama 20 menit, Meiga tak hanya membacakan “nasib”, tetapi membantu kita menemukan harmoni hidup dan memahami jejak yang diwariskan keluarga.

Must Read Book: Bali: The Little Black Book

Tentu saja, semua perenungan ini ditemani sajian kuliner Indonesia yang memanjakan lidah. Malam dimulai dengan koktail jamu yang segar, lalu aneka canapés seperti Lumpia Besengek, Kroket Tempe, hingga Perkedel Kentang. Menu utama?

Siap-siap jatuh cinta dengan Ayam Besengek, Rendang Daging, Ikan Bakar, Gudeg, Opor Sayur, dan masih banyak lagi. Di area live cooking, para chef akan meracik Sate Ayam serta Gado-Gado tepat di depan Anda. Manisnya malam ditutup dengan Klepon, Putu Mayang, Cendol, dan signature CROT 57 Granita yang menyegarkan.

📚 Buku Kilat Buat Kamu yang Mau Posting Tanpa Drama

0

Karena feed yang rapi itu nggak harus ribet. Cuma butuh buku ini dan sedikit kopi.

Kadang ide udah numpuk di kepala, tapi begitu buka Canva atau mau ngetik caption, eh malah buntu total. Buku Panduan Kilat: Copywriting & Desain Otomatis dengan AI + Canva ini hadir kayak sahabat baik yang nggak cuma nyemangatin, tapi juga ngasih solusi praktis supaya kamu nggak overthinking lagi.

Di sini, kamu bakal diajarin step by step bikin copywriting yang catchy dan desain visual yang clean — semua dalam waktu kilat. Nggak perlu takut ribet, karena buku ini dikemas dengan bahasa ringan, seolah lagi ngobrol santai sambil ngopi cantik di kafe. Dari cara memancing ide, bikin swipe file biar selalu punya stok konten, sampai checklist mingguan supaya feed kamu terus aktif, semuanya lengkap.

Yang paling menarik, buku ini juga ngajarin gimana caranya akrab sama AI, terutama ChatGPT. Jadi kamu bisa minta dia buatin draft caption, headline, atau bahkan konsep visual dalam hitungan detik. Dengan begitu, kamu bisa fokus di hal-hal yang lebih seru, kayak mikirin konsep campaign atau cari spot foto OOTD baru buat Instagram kamu.

So, kalau kamu lagi merintis bisnis online, ngebangun personal brand, atau sekadar pengen timeline Instagram kamu keliatan lebih chic, buku ini bakal jadi starter pack yang sayang banget dilewatkan. Karena hidup udah cukup drama, masa mau posting aja harus drama juga?

👉 Intip bukunya di sini: Panduan Kilat: Copywriting & Desain Otomatis dengan AI + Canva

Villa Beatrice: Manifestasi Villeggiatura Modern di Liguria Bersama Belmond

0

Ada tempat-tempat yang tidak hanya sekadar destinasi. Mereka adalah panggung hidup, di mana waktu berjalan lambat, cahaya sore menari di sela jendela besar, dan gelas anggur terangkat bukan sekadar ritual, melainkan perayaan akan hari yang panjang dan malas. Villa Beatrice, permata baru Belmond di Liguria, adalah salah satunya.

Bertengger anggun di atas teluk Tigullio, menatap Paraggi, Cinque Terre hingga Portofino, villa ini lahir kembali setelah satu abad lebih menua dengan indah. Dibangun pada 1913 oleh Attilio Odero—seorang industrialis Liguria—untuk menjadi rumah musim panas bagi keluarga dan sahabat, villa ini merupakan karya arsitektur flamboyan Gino Coppedè. Sebuah pertemuan nakal antara Art Nouveau, Gothic Revival, dan Neo-Renaissance, dengan torretta menjulang yang menawarkan panorama 360 derajat seolah seluruh Riviera Italia terhampar hanya untuk Anda.

Must Have Book: Bali: The Little Black Book

Kini, setelah pemugaran penuh hormat oleh Martin Brudnizki Design Studio, Villa Beatrice menjadi undangan paling eksklusif Belmond: sebuah kesempatan merasakan villeggiatura—seni menghabiskan musim panas dengan santai—dalam wujud paling elegan.

Di Antara Fresko dan Keramik Albisola

Melangkah masuk, Anda seperti dijemput oleh nostalgia aristokratik Italia, tapi tanpa kesan kaku. Interiornya memadukan wasiat masa lalu dengan napas kontemporer. Fresko-fresko asli villa ini direstorasi dengan teliti, sementara lantai terracotta dan Graniglia alla Genovese tetap memamerkan akar lokalnya. Lampu meja dari keramik Albisola Superiore, meja samping tempat tidur berinlay Vienna straw yang mengingatkan pada kursi Chiavari, hingga tekstil hasil tenun pabrik tradisional di Italia Utara, semuanya berbisik lembut tentang tempat ini: tempat di mana warisan dijaga, bukan sekadar dipamerkan.

Brudnizki menyebut inspirasinya datang dari “warisan kawasan ini, pendekatan santai terhadap kemewahan, dan cerita rumah itu sendiri.” Palet warnanya diambil langsung dari palet kuno desa-desa nelayan Liguria: hijau, terracotta, kuning pasir, hingga merah lobster. Hasilnya, setiap sudut villa seolah merayu Anda untuk membuka botol prosecco kedua.

Sayang kalau dilewatkan! Rahasia Sukses UMKM Jaman Now!

Waktu Berjalan Lain di Sini

Ada tempat yang membuat Anda lupa menatap jam tangan. Villa Beatrice adalah tempat itu. Anda bisa memulai hari dengan yoga di teras utama menghadap laut, berlanjut dengan mencicip gelato dari maestro lokal, dan menutupnya dengan makan malam di bawah pergola yang dibalut anggur merambat, hanya diterangi lampu lentera dan langit malam Liguria yang jujur, pekat, dan sarat bintang.

Your Cheat Sheet to Bali Bliss

0

Resensi Buku “Bali: The Little Black Book”

Pernah nggak sih merasa overwhelmed pas mau liburan ke Bali? Hotel bejibun, beach club segudang, warung makan viral di mana-mana. Rasanya semua orang punya rekomendasi best sunset bar ever versi masing-masing — ujung-ujungnya malah bingung sendiri.

Nah, di sinilah Bali: The Little Black Book masuk sebagai penyelamat hidupmu. Bayangkan buku ini seperti sahabat paling hits yang sudah keliling Bali dari ujung ke ujung, tahu spot mana yang hype, mana yang hidden gem, tapi juga nggak pelit ngasih rahasia.

Buku saku super stylish ini nggak cuma ngasih kamu 100+ pilihan hotel, dari resort mewah di Nusa Dua sampai villa jungle di Ubud. Tapi juga:
🍽 Daftar tempat makan seru, dari babi guling legendaris sampai café yang avocado toast-nya bikin susah move on.
🧘‍♀️ Spa & yoga shala yang diam-diam sering jadi tempat healing para expat (dan seleb IG).
🙏 Tips do’s & don’ts biar kamu nggak salah langkah di Bali, kayak jangan sentuh kepala orang Bali atau asal masuk pura pakai celana pendek.
🌺 Bahasa Bali dasar yang bisa bikin penduduk lokal langsung senyum simpul pas dengar kamu bilang “Suksma!”

Unduh di SINI ya.

Lebih asyiknya lagi, buku ini ditulis dengan nada santai, kaya akan fun facts, plus panduan little black book style yang penuh bisikan, “psst… ke sini aja deh kalau mau tempat yang nggak rame turis.”

Bacanya bikin kamu membayangkan lagi duduk di pinggir infinity pool, kelapa muda di tangan, sambil scrolling itinerary hasil racikan sendiri yang udah anti FOMO. Bukan cuma soal “ke mana harus pergi”, tapi juga cara menikmati Bali lebih pelan, lebih sadar, dan lebih tulus.

Jadi kalau kamu mau ke Bali bukan sekadar buat numpang foto, tapi benar-benar mau fall in love with the island, buku ini wajib banget jadi pegangan.

👉 Download & BACA sekarang di sini: Bali: The Little Black Book

Karena Bali terlalu indah untuk dilewatkan tanpa panduan yang tepat. 🌴 Guaranteed to make your friends say, ‘How did you even find this place?’ (Ayen G. Manus)

Jakarta After Dark: City of Sins & Dreams

0

Jakarta di malam hari itu semacam kekasih gelap. Menggoda, sedikit berbahaya, tapi bikin kamu terus datang lagi — walau tahu akhirnya hanya akan berakhir di pagi yang pahit.

Lewat buku ini, Burhan Abe — jurnalis gaya hidup yang pernah memimpin majalah Popular dan MALE, juga kontributor The Jakarta Post — merangkai potongan-potongan malam Jakarta yang berkilau dalam dosa dan mimpi. Dari lorong-lorong Senopati yang berbisik sampai meja plastik kaki lima di ujung jalan yang penuh bekas tisu lipstik, semua dihidupkan dengan narasi nakal tapi puitis.

Setiap bab mengajak kita nyemplung lebih dalam: ke tawa yang terlalu keras dalam klub yang terlalu gelap, ke genggaman tangan orang asing yang rasanya terlalu akrab, ke sate tengah malam yang entah kenapa lebih nikmat setelah dua gelas tequila.

Unduh di SINI ya.

Buku ini bukan cuma tentang nightlife Jakarta. Ini tentang perasaan kita semua yang kadang sengaja hilang saat malam tiba — biar bisa jatuh cinta sebentar, mengaku salah pada diri sendiri, lalu pura-pura lupa besok paginya.

Kalau kamu pernah ngerasa jatuh cinta sama orang yang nggak kamu kenal namanya, atau pulang pagi sambil berjanji (bohong) nggak bakal ulang lagi, buku ini bakal bikin kamu senyum malu-malu — lalu kangen sama lampu jalan dan musik keras itu. (Laurens G. Manus)

🔗 Berani jatuh cinta sama malam Jakarta?
Download dan baca di sini:
Jakarta After Dark

Terus Mau Sampai Kapan Cuma Jadi Penonton? Ini Dua Buku Buat UMKM yang Nggak Mau Mati Pelan-Pelan

0

Iya, maaf kalau judulnya pedes. Tapi coba tanya diri sendiri:“Usahamu sekarang benar-benar berkembang, atau cuma nambah capek tiap bulan karena uangnya muter di situ-situ aja?” Kalau jawabannya yang kedua, serius deh, dua buku ini bakal jadi tamparan manis sebelum usaha kamu keburu disalip sama toko sebelah yang lebih agresif dan lebih pinter main digital.

Rahasia Sukses UMKM Jaman Now!

👉 Download di sini

Buku ini kayak kaca besar. Nunjukin ke kamu, “Hei, feed IG kamu udah cakep, tapi caption-mu hambar. Produkmu bagus, tapi brand-mu nggak punya cerita. Gimana mau bikin orang jatuh cinta?”

Lewat contoh nyata — kayak Hello Zenina yang ngirim 3.000 order/bulan, atau Shopatblow yang udah 60.000 pasang sepatu/bulan — kamu diajak ngelihat gimana branding dan digital marketing itu bukan pilihan, tapi harga mati kalau mau usaha panjang umur.

UMKM Naik Kelas: Cara Sederhana Go Digital & Cuan Maksimal

👉 Download di sini

Nah kalau buku pertama ngajarin kamu biar kelihatan keren dan dipercaya, buku kedua ini ngulik hal-hal yang sering kamu remehin tapi justru vital. Kayak gimana cara bikin foto produk yang layak dikasih hati sama calon pembeli, gimana bikin katalog WA yang closing-nya nggak cuma basa-basi, sampe ngerapiin toko Shopee biar kelihatan meyakinkan. Jangan kaget ya, seringnya usaha gagal berkembang bukan karena modal kurang, tapi karena tampilannya nggak bikin orang yakin buat transfer.