Home Blog Page 80

Holiday Inn Express Clarke Quay: Smart Hotel in Singapore

0
Hal paling krusial dalam traveling adalah transportasi dan akomodasi. Transportasi dalam hal ini tiket pesawat, sementara akomodasi mengacu pada fasilitas penginapan. Kedua komponen tersebut termasuk yang terbesar dalam struktur biaya traveling, karena itu dalam pemilihan hotel, misalnya, harus tepat — nyaman, sesuai dengan tujuan bepergiannya. Sewaktu bepergian ke Singapura awal Desember 2014 lalu, saya menjajal Holiday Inn Express Singapore Clarke Quay — atas undangan mereka.
*
Ternyata pilihan yang tidak salah. Nama Holiday Inn adalah jaminan kualitas, karena jaringan hotel ini mempunyai sejarah yang panjang, serta terkenal dengan kualitas pelayanannya yang prima, layaknya hotel-hotel berbintang lainnya.
*
Memang, kalau melihat label ‘Express ‘-nya, terkesan sebagai budget hotel. Memang tidak sepenuhnya salah, karena ini memang second line-nya Holiday Inn. Tapi bukan berarti tingkat kenyamannnya berkurang. Fasilitasnya pun bahkan lengkap, ada kolam renang outdoor 40 meter di rooftop, fitness center yang buka 24 jam, serta dua jacuzzi untuk bersantai. Di lantai paling atas tersebut bisa melihat pemandangan kota, Clarke Quay dan Robertson Quay.
Standard Queen Bed
Great Room
Outdoor Swimming Pool

Di Singapura, dan juga kota-kota besar dunia, rooftop sering difungsikan secara maksimal. Di antara gedung-gedung perkantoran dan kondominium yang tinggi, rooftop dengan pemandangan lepas adalah sebuah kemewahan. Yes, it offers bright and airy landscaped social spaces.

Outdoor Jacuzzi

Holiday Inn Express Singapore Clarke Quay tergolong baru, dan pas banget untuk para pebisnis juga leisure traveler, karena menawarkan kenyamanan tinggal, serta yang penting adalah dekat dengan Central Business District. Hanya beberapa menit saja untuk berjalan kaki ke Clarke Quay, area tepi sungai yang sekarang berkembang pesat, banyak pilihan tempat makan, juga nightspots yang paling trendi di Singapura.

Breakfast

Selain Clarke Quay, hotel ini juga mempuyai akses yang mudah ke berbagai destinasi populer negeri itu. Sebutlah Chinatown, Sentosa Island, Universal Studios, Gardens by the Bay, Suntec International Convention Centre, dan tentu saja kawasan belanja paling populer di Singapura, yakni Orchard Road, yang semuanya bisa dicapai dengan naik kereta cepat di MRT Subway. Bahkan untuk ke China Town cukup lima menitberjalan kaki. Juga, untuk ke Changi Airport hanya butuh waktu 30 menit dengan taksi.

Holiday Inn Express Singapore Clarke Quay memiliki 442 kamar dengan desain baru, modern minimalis. Ada beberapa kamar yang memiliki pintu penghubung dengan kamar lainnya. Kamar dirancang sangat efisien, dengan kamar mandi shower masa kini yang cukup mewah. Semuanya kualitasnya bagus, termasuk bedroom yang mempunyai kualitas kelas satu yang membuat tamu bisa tidur nyenyak.
*
Kendati demikian, hotel ini juga dibuat nyaman untuk bekerja, apalagi dengan fasilitas Wi-Fi berkecapatan tinggi yang disediakan secara gratis. Para tamu juga bisa menikmati fasilitas seperti business center, vending machine, tempat parkir mobil, serta dry cleaning.
*
Satu lagi yang tidak bisa dilupakan adalah sarapan paginya. Tidak kalah dengan upscale hotel, ketersediaan makanannya cukup banyak dan sangat variatif, baik menu internasional maupun lokal Asia.
Grab & Go Breakfast Bar

Fasilitas mewah dan lokasi yang strategis menjadikan Holiday Inn Express Singapore Clarke Quay tempat yang cocok selama di Singapura. (Burhan Abe)

Holiday Inn Express Singapore Clarke Quay
2 Magazine Road, Singapore 059573
T: +65 6589 8000, F: +65 6589 8001

Holiday Cheer @ The Fullerton Bay Hotel Singapore

0
The Fullerton Bay Hotel Singapore received two major awards at the Singapore Experience Awards 2014: Best Hotel Experience Award and Food & Beverage Customer Service Award.
Take a break from all the revelry and enjoy an enchanting waterfront experience in sleek elegance and luxurious comfort at The Fullerton Bay Hotel. Celebrate the festive season with lavish offerings by the Marina Bay and take in the charming vistas of the Singapore skyline at every turn.
Holiday Cheer privileges are daily breakfast at Clifford restaurant, dining credit of S$48nett per stay, complimentary Heritage Tours on Fridays and Saturdays from 5pm to 6pm and on Mondays, Thursdays and Sundays from 10am to 11am, and complimentary Internet connectivity.
This package is valid from 1 November 2014 to 11 January 2015 with a minimum stay of two consecutive nights, for single or double occupancy. Room rates are subject to service charge and prevailing government taxes, and subject to change without prior notice. Rooms are subject to availability and advance reservations are required. Blackout dates apply. This package is not applicable on 31 December 2014. Not valid in conjunction with other promotions & discounts. Dining credits can be used at all outlets at both The Fullerton Hotel Singapore and The Fullerton Bay Hotel Singapore.
Robinson Suite
What about accommodation? Utilising materials and designs such as polished rosewood and latticed screens, as well as leather and chrome, the elegant and refined atmosphere in the bedrooms feature a palette of natural colours. This classical look is combined with the latest in-room technology to ensure that the hotel’s modern travellers are never out of touch.
The Fullerton Bay Hotel Singapore is committed to providing a smoke-free environment in the interest of the health and well-being of our guests and employees. Smoking is not permitted in our guest rooms, suites or public spaces. For guests who wish to smoke, we simply ask that you proceed to our designated smoking areas.
Main Lobby
A Forbes Five-Star Hotel
The Fullerton Bay Hotel Singapore is a stunning jewel-like addition to the dazzling Marina Bay waterfront. Alongside spectacular views of the bay and Singapore skyline, the Hotel provides legendary service and embodies contemporary luxury and refined elegance.
The stylish new-built is rated a Five-Star Hotel by Forbes Travel Guide in 2014. It was also recently named one of the 100 World’s Best Hotels by Travel + Leisure USA and the Best New Business Hotel in Asia-Pacific by Business Traveller Asia-Pacific magazine.
Fullerton Heritage
The Fullerton Heritage is an exquisite master planned dining and hospitality complex consisting of The Fullerton Hotel Singapore, The Fullerton Bay Hotel Singapore, The Fullerton Waterboat House, One Fullerton, The Fullerton Pavilion, Clifford Pier and Customs House. This waterfront development’s architecture combines the historical with the contemporary, adding vibrancy to the area’s rich cultural heritage. It also features one of the longest waterfronts in Singapore, offering unrivalled views of the Marina Bay.
The Clifford Pier
One Fullerton features an exciting tenant mix with some of Singapore’s best restaurants, bars and entertainment concepts, including chic cafes to fine-dining alfresco destinations serving Chinese, Italian and other International cuisines. Globetrot and sample the various selections of Forlino, Jing, Pelican, OverEasy, Sansui Sumiyaki and Bar, Palm Beach Seafood, Butter Factory, Frost Bite, Bayside Crab Deli & Bar and Lady M Confections from New York.
Rooftop Jacuzzi
For intimate fine dining and wining, The Fullerton Waterboat House has Boathouse while the Clifford Pier; a 1933 historic landmark that was once Singapore’s first port of call for immigrants, anchors The Fullerton Bay Hotel’s latest flagship restaurant. Customs House, a stunning celebration of Singapore’s past, has been transformed into a dining and entertainment complex featuring Kinki, Procacci, Sabai Fine Thai on the Bay, Oyster Bar and Asian brasserie & bar Longtail. For captivating views of the bay, The Fullerton Pavilion is a must-visit destination, where guests can indulge in contemporary Spanish cuisine at Catalunya Singapore, with a team who were trained at the world-famous elBulli.
The Landing Point
Prominently positioned in the heart of Singapore’s prestigious Central Business District and Arts and Cultural precinct, the luxury hotel is minutes from the city’s iconic cultural landmarks and close to the main shopping belts of Suntec City and Orchard Road. Well linked to various transportation hubs, the Raffles Place Mass Rapid Transit (subway) station is a few minutes’ walk away, a bus stop is just at our doorstep and the Singapore Changi International Airport is less than half hour’s drive away.
The Fullerton Bay Hotel
80 Collyer Quay
Singapore 049326
Tel: +65 6333 8388
Fax: +65 6386 8388

Female DJ

0

Profesi disk jockey (DJ) bukan monopoli pria, kaum Hawa pun sudah banyak yang ambil bagian. Bahkan kehadiran para DJ wanita belakangan ini sering menyita perhatian partygoers. Mereka cantik, seksi, dan pintar memainkan turntable.  

Saat ini female DJ (FDJ) menjadi fenomena yang meramaikan klub dan berbagai acara lainnya. Bukan hanya memanjakan indra pendengaran pengunjung, tapi sosoknya tidak kalah mempesona. FDJ memperlihatkan eksistensi yang semakin ajek, dengan ruang lingkup acara yang kian beragam. Bahkan tidak sedikit FDJ yang mendulang prestasi. Simak saja nama seperti DJ Alice Norin, DJ Milinka, DJ Devina, dan DJ Yasmin. Para FDJ ini membuka mata dunia hiburan akan perlunya sentuhan wanita.  

Tak pelak memang paras cantik dan tubuh seksi menjadi daya tarik nomor satu FDJ. Karena itu, kadang muncul perasaan skeptis melihat nama FDJ yang dipasang pada flyer acara. Para FDJ itu, khususnya yang dikenal, mengakui butuh perjuangan dua kali lipat ketimbang DJ pria. Mereka kemudian membuktikan diri dengan beragam prestasi dan perolehan penghargaan di berbagai pentas lokal, regional, serta internasional. Pandangan skeptis bisa terpatahkan saat melihat performa mereka sebagai DJ.  

Beauty Vs Spinning

Dikagumi, tapi juga dicaci. Inilah hal yang menyakitkan bagi FDJ yang berfokus pada industri hiburan malam. Biasanya FDJ itu adalah wanita yang sudah melewati serangkaian pendidikan, pengalaman, dan adu kemampuan di lapangan. Namun, sayangnya, kehadiran FDJ yang sebenarnya disandingkan dengan FDJ dadakan, yang mencoba mengikuti tren dan arus, yang dapat merusak eksistensi FDJ.   Kekuatan female DJ sebagai profesi sangatlah menjanjikan. Sofia Sovia, misalnya, model MALE yang juga dikenal sebagai DJ, sudah menjadi DJ profesional selama empat tahun. Ia tak menampik, banyak orang, termasuk lingkungan terdekatnya, yang memandang FDJ bukanlah profesi yang harus dianggap serius.  

Belum lagi adanya pandangan FDJ yang sedikit melenceng dari tujuannya. Kata “menghibur” tidak sepenuhnya dikaitkan dengan kemampuannya, tapi lebih pada penampilan yang diunggulkan. Sofia melihat maraknya FDJ tidak sepenuhnya menggembirakan. Sebab, ia melihat beberapa FDJ justru lebih menonjolkan keindahan fisik melalui paras, bentuk tubuh, dan balutan pakaian sensualnya. Hal ini semata-mata untuk menutupi kekurangan pengetahuan dan kemampuannya sebagai DJ.  

“Kalau jago, terus dia tampil seksi, tidak jadi masalah,” ucap Sofia. Penampilan seorang FDJ memang penting. Tapi, jika hal itu dijadikan kekuatan ketimbang kemampuan profesinya, justru berbahaya. Inilah yang kemudian menjadikan FDJ dipandang sekadar jualan fisik.  

FDJ profesional selalu mempersiapkan fisik, alat, dan segala hal yang berhubungan dengan permainannya. Adapun FDJ dadakan hanya tahu beres, karena semuanya sudah dipersiapkan oleh orang lain. Hal tersebut tentu tidak disarankan karena justru akan menjadi bumerang bagi FDJ itu sendiri. Pemahaman akan alat yang digunakan, kemampuan, dan dunia musik tetap menjadi prioritas. DJ tak cuma berfungsi memutar lagu dan meramunya menjadi musik yang membuat tamu terhibur. Lebih dari itu, seorang DJ harus memahami alat dan musik yang dimainkan, termasuk mengembangkan pengetahuannya untuk menambah kemampuannya.  

Pada akhirnya, FDJ yang berkualitas dapat mengembangkan diri dan kemampuannya semakin tinggi. Jika hanya mengandalkan fisik, tinggal soal waktu, sebelum akhirnya tenggelam oleh kehadiran FDJ yang lebih seksi. Yang berbahaya adalah adanya kemampuan yang tinggi dan ditunjang fisik yang prima, karena inilah kombinasi yang mematikan.  

Sumber: MALE Zone by Dedy Sofan, MALE 110

Fun Friendship Gathering

0

Tiada yang lebih indah selain bertemu dengan teman-teman “seperjuangan”. Itulah yang terjadi di Love Fashion Hotel by Fashiontv, Kuta, Bali, Kamis, 20 November 2014.  

Acara yang bertajuk “Fun Friendship Gathering” dihadiri oleh para general manager hotel dan pemilik biro perjalanan, serta perusahaan yang berhubungan dengan industri hospitality. Acara pertama adalah makan malam, yang disertai dengan wine dan cocktail yang berlangsung di Jacuzzi Bar, dan berikutnya adalah party with model and dancer di F Love Bar.  

“Acara ini kami selenggarakan secara berkala. Selain party, kami bisa saling update info-info terbaru,” ujar Riyo Wisaksono dari Riyo Hospitality, salah seorang penggagasnya.

Burhan Abe

0

Burhan Abe, lebih dari dua dekade berkecimpung di bidang tulis menulis, khususnya media. Lulusan Fisipol UGM, jurusan Hubungan International ini mengasah ilmu jurnalistiknya di Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan Yogya (LP3Y) pimpinan Ashadi Siregar, kemudian mendapat beasiswa dari Asia Foundation untuk praktik dan magang di Majalah TEMPO.  

Sejak saat itu Abe, demikian ia dipanggil, tidak bisa melepaskan diri dari dunia kewartawanan. Ia sempat bekerja di beberapa media, menulis berbagai hal, mulai dari politik, ekonomi, bisnis, hingga gaya hidup, sebutlah majalah berita Editor (yang terkenal bredel pada masa Orde Baru), majalah bisnis SWA, memimpin majalah kuliner Appetite Journey, juga majalah hiburan pria POPULAR.  

Sempat membangun portal bisnis, Diskon Gokil dan Hari Gini, sambil menjadi kontributor The Jakarta Post, sebelum akhirnya memimpin majalah gaya hidup dan hiburan MALE. Majalah dengan segmen pria ini adalah di bawah grup Trans Corp – detik.com (Trans Media) dan dirancang sebagai majalah digital interaktif, mingguan, untuk tiga platform (iPad, tablet/ponsel berbasis Android, serta dalam format PDF), bahkan awal Januari 2015 hadir di iPhone.   

MALE yang  pertama kali published 2 November 2012, adalah trendsetter untuk media digital di Indonesia, dengan jumlah download sekitar 350.000 setiap minggunya.

Otterhound, Thai Food with a Twist

0
 

Otterhound merupakan salah satu international brand dari Jittlada Group, The Leading Thailand Restaurant Chain in Indonesia yang diluncurkan pada Desember 2013 lalu, berlokasi di Lotte Shopping Avenue Jakarta Selatan dan Cilandak Town Square Jakarta Selatan.

Otterhound mengusung konsep kafe yang cozy, dinamis dan elegan sangat tepat untuk masyarakat urban berjiwa muda yang memiliki selera tinggi. Keunikan Otterhound dimulai dari desain interiornya yang sangat menarik dengan lukisan tangan yang menggambarkan hobi traveling dan kuliner dari pemilik Jittlada Group ke seluruh dunia, serta keramahan staf membuat tamu semakin betah menghabiskan waktu di café berkapasitas sampai dengan 100 orang ini.
Grilled Angus Sirloin
Grilled Vegetable Salad
Salmo Carpaccio in Spicy
Panna Cotta
Phuket Paradise
Ditambah dengan varian menu makanan Thailand dan International, Thai Food with a Twist membuat suasana makan siang dan makan malam bersama teman, keluarga dan kolega menjadi hangat, karena dengan balutan bumbu rempah yang kuat, sayuran serta kesegaran buah dalam racikan mocktail. Tak kalah juga dengan kelembutan dessert menu yang bervariasi sangat memanjakan lidah.
Otterhound buka setiap hari mulai dari pukul 10:00 – 22:00 di Otterhound Lotte Shopping Avenue dan pukul 11:00 – 00:00 di Otterhound Cilandak Town Square dengan beragam penawaran menarik setiap bulannya serta regular event ‘Fridate Acoustic’ setiap Jumat malam mulai pukul 18:00 – 22:00 di Otterhound Lotte Shopping Avenue.
Tentang Jittlada Group
Jittlada Group adalah jaringan Thailand Restoran di Indonesia sejak tahun 1998 yang menyediakan berbagai ragam makanan asli Thailand dengan Executive Chef langsung dari Thailand didukung dengan pemasaran dan operasional kepada lebih dari 1000 kursi di seluruh Indonesia. Sebagai salah satu pionir Thailand Restoran yang berkembang pesat di Indonesia selalu berkomitmen kepada para pecinta kuliner untuk memberikan cita rasa tinggi makanan Thailand.
Bar
Jittlada Group mempunyai 4 merek, seperti Chandara yang merupakan konsep restoran mewah dan elegan dengan cita rasa makanan asli Thailand yang berada di Plaza Senayan Jakarta Pusat dan Plaza Indonesia Jakarta Pusat. Jittlada merupakan restoran yang artistik mengusung konsep klasik dengan makanan khas asli Thailand berlokasi di Lotte Shopping Avenue Jakarta Selatan, Senayan City Jakarta Pusat, Grand Indonesia Jakarta Pusat, Pondok Indah Mall 2 Jakarta Selatan dan Cambridge City Square Medan. White Elephant membawa konsep bistro dengan interior mewah yang menawarkan makanan khas Thailand berada di Kota Kasablanka Jakarta Selatan, Kemang Village Jakarta Selatan, Cilandak Town Square Jakarta Selatan, Mall Center Point Medan. Otterhound dengan mengusung konsep cafe yang cozy, dinamis dan elegan menyuguhkan makanan kas Thailand dan International berlokasi di Lotte Shopping Avenue Jakarta Selatan dan Cilandak Town Square Jakarta Selatan.
Jittlada Group memulai suatu misi untuk menjadi yang terdepan dalam pelayanan pelanggan dan pengalaman pecinta kuliner dalam menikmati kelezatan makanan Thailand dan International. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.jittlada.com

Leisure (2)

0

Dataran tinggi atau pegunungan menjadi salah satu tujuan traveling yang mengesankan. Feel the breeze, feel the snow!  

Gaya traveling masing-masing orang berbeda-beda, sesuai dengan passion-nya. Ada yang suka menghabiskan waktu di kota-kota besar – sambil belanja, ada punya yang suka berpetualang menyusuri alam, pantai atau pegunungan. Apa pun seleranya dan kemana pun tujuannya, pada dasarnya traveling itu memiliki tujuan yang tidak berbeda juga satu sama lain; melepaskan diri dari rutinitas, serta untuk menyegarkan diri alias refreshing.  

Kali ini fokuskan ke pegunungan. Udara sejuk, kabut, serta bentang alam yang spektakuler menyatu dan menjadi misteri yang menarik diungkap. Inilah beberapa wilayah dataran tinggi yang menarik dikunjungi.  

Jungfrau

Jungfrau adalah puncak gunung, yang termasuk Pegunungan Bernese, Swiss. Saat ini Jungfrau merupakan tempat wisata yang banyak diminati. Kegiatan hiking dan ski es jelas menjadi daya tariknya. Selain itu, ada First Flyer yang patut dicoba. Dengan wahana ini, Anda akan menikmati ketinggian 50 meter, yang ditempuh dengan kecepatan 84 kilometer per jam, dengan jarak 800 meter. Inilah pengalaman yang sensasional.  

Untuk kuliner, Jungfrau menawarkan sejumlah restoran dengan pemandangan indah, dan tentunya masakan yang lezat. Restoran Winteregg, misalnya, cocok dijadikan tempat sarapan. Di sini pemandangan dari puncak Eiger, Monch, dan Jungfrau bisa dinikmati dengan secangkir kopi serta menu sarapan Eropa.  

Sementara itu, jika Anda mencari restoran dengan menu bufet, First Restaurant bisa menjadi pilihan. Jika ingin menikmati makanan berkelas, Piz Gloria bisa dijadikan alternatif. Selain itu, restoran yang terletak di puncak ini menyuguhkan pemandangan yang mempesona.  

Di Jungfrau juga digelar festival musik tahunan, SnowpenAir. Acara ini diselenggarakan sejak 2010. Bahkan band rock legendaris Deep Purple didaulat tampil di SnowpenAir tahun ini. Tahun lalu sejumlah musikus ternama, mulai Roxette, One Republic, hingga Hannery Amman, ditunjuk menjadi headliner acara tersebut. Festival di tengah pegunungan salju tentunya menjadi sensasi yang tak terlupakan.  

Cusco

Cusco adalah kota cantik yang terletak di sebelah selatan Peru. Di kota ini banyak bangunan kolonial yang masih terpelihara dengan baik. Kota yang merupakan pusat kebudayaan masyarakat pribumi Quechua di wilayah Andes itu dikunjungi sekitar 2 juta orang setiap tahun.  

Cusco termasuk kota eksotis, karena di sekelilingnya terdapat banyak reruntuhan. Yang menarik, salah satunya, reruntuhan Sacsayhuaman. Situs tersebut merupakan peninggalan kala puluhan anggota pasukan Pizarro mengadakan peperangan melawan suku Inca pada 1536. Kota ini pun menarik karena berada di ketinggian 3.400 meter di atas permukaan laut.  

Leisure

0

A vacation is what you take when you can no longer take what you’re been taking. – Earl Wilson

Kala senggang apa yang Anda lakukan? Traveling? Pilihan yang sangat masuk akal. Hampir semua orang punya keinginan melanglang buana. Tentu tidak salah dong kalau saya masih menganggap traveling sebagai hobi, bahkan cita-cita abadi. Adiktif mungkin, tapi yang jelas saya menganggap jalan-jalan adalah the ultimate fun activity. Mengunjungi berbagai negara masih menjadi obsesi yang terpendam.  

Siapa yang tidak ingin berkunjung ke perkebunan anggur di Tuscany, berjemur di pantai-pantai Mediterania, kalau kita sudah terbiasa kepanasan di pantai tropis – tidak ada salahnya memimpikan pemandangan gunung Alpen bersalju di Prancis Selatan. Ikut pesta di Rio de Janeiro. Atau, kalau Anda tergolong orang yang romantis, pilihannya mungkin berbulan madu ke Venesia. Wow!  

Cita-cita seorang traveler sejati adalah keliling dunia suatu hari nanti. Selama mimpi masih gratis, kenapa nggak? Mimpi, keinginan, obsesi, harapan, dan sejenisnya, kata orang, adalah semacam mantra (dan juga doa) yang jika diulang-ulang tidak mustahil akan menjadi kenyataan.  

MALE kali ini memberikan ide untuk Anda, aktivitas di luar kesibukan sehari-hari, yang terangkum dalam sisipan, yang kami sebut Leisure. Sisipan ini akan hadir dalam tiga nomer berturut-turut (edisi 108, 109, 110).  

Pada edisi perdana kami mengetengahkan destinasi serta segala hal yang berhubungan dengan pantai dan air. Tidak ayal lagi, pantai selalu menjadi tempat favorit liburan setiap orang. Debur ombak, angin semilir, dan sinar matahari selalu dikejar orang. Meski memang tidak setiap negara memilikinya, tak berarti orang tidak dapat mengejar pantai kala musim panas menjelang.   

Ada lima pantai favorit pilihan MALE yang menjadi tujuan sebagian besar pelancong pemburu matahari, yakni Ibiza, Palawan, Ayia Napa, Phuket, dan Bora Bora. Setiap pantai memiliki kelebihan yang membuat pelancong betah berlama-lama menikmati pesona panoramanya.  

Ibiza

Meskipun sudah sering dijadikan tujuan ketika musim panas, Ibiza selalu memberi kesan berbeda dalam tiap kunjungan. Buktinya, banyak selebritas Hollywood, pemain sepak bola profesional, dan keturunan ningrat yang menjadikan pulau ini destinasi wisata mereka.  

Pantai Ses Figueretes dan Playa d’en Bossa merupakan pantai pasir putih yang menarik dikunjungi dan menggoda pengunjung untuk berjemur. Belum lagi Ibiza Town dan San Antonio, dua kota yang menawarkan pesta tergila dengan pengalaman yang mungkin belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Jadi, jika ingin menghabiskan waktu untuk menikmati pemandangan pantai yang indah dan pesta yang meriah, Ibiza menjadi jawaban yang sangat tepat untuk tujuan wisata berikutnya.  

Es Krim Tolak Angin

0

Khawatir terkena flu karena minum es krim di kondisi cuaca yang tidak menentu seperti saat ini?  

Kini kekhawatiran itu tidak perlu terjadi, karena Hotel Tentrem Yogyakarta menghadirkan inovasi terbarunya yakni Es Krim Tolak Angin. Dari namanya saja sudah terdengar unik karena Es Krim dan Tolak Angin ini merupakan dua hal yang saling bertentangan. Yang satu dikenal sebagai pemicu penyakit flu sedangkan yang satunya adalah penyembuh dari flu.

Namun ternyata kombinasi dari keduanya menghasilkan rasa yang benar-benar unik, sensasi dingin es krim ketika pertama kali mengenai lidah dilanjutkan rasa hangat di kerongkongan dan dada serta perut dari tolak angin bisa anda rasakan begitu menikmati Es Krim Tolak Angin ini.  

Tidak hanya Es Krim Tolak Angin saja yang menjadi inovasi dari hotel yang terletak di Jalan AM. Sangaji No. 72 A ini. Berbagai varian rasa mulai dari kunyit asam, kopi jahe, green tea, kacang merah, teh olong, hingga teh bandul (black tea)  juga menjadi deretan unggulan menu es krim yang tersedia pada menu sarapan yang bisa dinikmati oleh tamu yang menginap dan juga tersedia dalam menu ala carte yang bisa dinikmati kapan saja di Kayumanis Coffee Shop Hotel Tentrem Yogyakarta.  

Menurut Nur Hafifah, Pastry Chef Hotel Tentrem Yogyakarta, aneka es krim sehat ini merupakan kreasi terbaru dari F&B Department yang harus dicoba karena rasanya benar-benar unik dan tidak akan bisa ditemukan di hotel atau restoran manapun.

Ditambahkan oleh Supardan, F&B Manager, setiap bulannya mereka terus menantang tim F&B untuk menghadirkan inovasi-inovasi yang baru dalam menu yang disajikan di semua outlet, mulai dari Kayumanis Coffee Shop, Eboni Bar & Lounge, Warung Kopi Sido Muncul dan bahkan Pool Bar. Hal ini bertujuan agar para tamu tidak bosan untuk menikmati produk-produk mereka. Hotel Tentrem dengan 274 kamar yang berlokasi di tengah kota Yogyakarta dengan sentuhan modern dan paduan tradisional Jawa. 

Untuk info lebih lanjut silakan menghubungi Hotel Tentrem Yogyakarta di telepon +62 274 641 5555  +62 274 641 5588, e-mail di [email protected], website di hoteltentrem.com

Online Conectivity

0

Seorang teman, redaktur pelaksana sebuah majalah parenting mengeluh bahwa oplah majalah yang digawanginya turun terus. Teman yang lain, publisher sebuah majalah city guide, merencanakan akan beralih ke online. “Nasib majalah cetak sudah di ujung tanduk. Kendati gratis, ditaruh di tempat-tempat tertentu, orang ogah menyentuhnya. Cara orang untuk mendapatkan informasi sudah berubah,” katanya.  

Industri media memang tidak pernah mati, apalagi informasi (dan hiburan) masih menjadi kebutuhan manusia. Hanya saja, platform-nya yang perlahan tapi pasti berubah, kebanyakan pembaca terutama generasi yang lebih muda mulai meninggalkan media cetak dan beralih ke online atau digital.  

Ya, sudah bukan rahasia lagi konektivitas online telah mengubah seluruh aspek kehidupan kita, termasuk cara mengonsumsi media. Penggunaan perangkat mobile, yaitu smartphone, tablet, dan phablet, bahkan menjadi keharusan dalam keseharian kita.  

Perusahaan riset Gartner memprediksi bahwa pemasaran tablet akan melampaui PC pada 2015. Dengan kata lain, jumlah tablet akan meningkat dari 256 juta pada tahun 2014 menjadi 321 juta pada tahun 2015. Sedangkan khusus iPad, demikian CEO Apple Tim Cook, sedikitnya 250 juta unit yang sudah terjual di seluruh dunia.  

Sementara itu, menurut Ericsson Mobility Report, saat ini terdapat 7 miliar pengguna mobiledi seluruh dunia. Dengan laju pertumbuhan seperti itu, 7% setiap tahunnya, maka tahun 2015 nanti jumlah pengguna mobile diprediksi akan melampaui jumlah penduduk dunia yang saat ini mencapai kurang lebih 7,2 miliar.  

Statistik, yang ditunjukkan oleh Super Monitoring, juga patut disimak, bahwa 91% orang di bumi memiliki ponsel, 56% di antaranya adalah smartphone. Yang menarik, 44% pengguna ponsel membawa ponselnya ke peraduan ketika tidur supaya tidak kehilangan informasi.  

Juga diketahui bahwa 50% pengguna ponsel, menggunakan ponsel sebagai sumber internet utama mereka, 80% dari waktu di ponsel dihabiskan di dalam aplikasi, serta 72% pemilik tablet membeli secara online dari tablet mereka setiap minggu. Ketiga fakta terakhir di atas berkaitan dengan tren penerbitan media digital, yang menjawab kebutuhan tersebut.   

Sumber yang sama juga ditemukan beberapa statistik yang sangat menarik dalam kaitannya dengan penerbitan mobile. Yakni, 80% pengguna smartphonedan 81% pengguna tablet menggunakan perangkat mereka di depan televisi,  28,85% semua email dibuka di ponsel dan 10.16% di tablet, web ponsel tumbuh 8 kali lebih cepat ketimbang di tahun 1990-an dan awal 2000-an, 25% pencarian dilakukan melalui ponsel dibanding online via komputer, dan 72% pemilik tablet melakukan pembelian (mobile commerce) dari perangkat mereka secara mingguan.  

Data tersebut jelas, ke arah mana pasar bergerak dan bagaimana seharusnya penerbit bertindak. Perangkat mobile, tablet, ponsel pintar atau pun phablet, menjadi perangkat yang penting untuk melakukan semua aktivitas, tak terkecuali dalam mengonsumsi media.  

Tren kemajuan teknologi digital, menuntut kita untuk harus selalu berinovasi, kreatif, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan yang bisa berubah setiap saat. (Burhan Abe)  

Editor’s Note – MALE 107