Miya Social: Energi Melbourne yang Mendarat Mulus di Seminyak

Seminyak kembali kedatangan ruang bersantai baru yang tidak sekadar mengikuti tren, tetapi menawarkan sesuatu yang terasa tepat sejak langkah pertama. Miya Social — konsep terbaru dari The Eat Company, kelompok yang melahirkan Bo & Bun serta Wild Habit — menghadirkan suasana kasual ala Melbourne yang dipadu cahaya tropis Bali. Ruangannya lapang, terang, dipenuhi tanaman, dan memiliki kehangatan yang membuat orang merasa akrab seketika.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Rancangan indoor–outdoor yang terbuka memberi napas lega bagi siapa pun yang masuk. Kursi nyaman, pencahayaan alami, hingga taman hijau yang merangkul sebuah playground anak: semuanya dirancang untuk membuat pengunjung betah berlama-lama. Dan tentu saja, satu kemewahan yang jarang hadir di Seminyak dan Legian: area parkir yang layak. Tak heran Miya Social segera menjadi titik temu baru bagi keluarga muda, pemburu brunch, serta para peminum kopi setia.

Di balik dapur, hadir sosok yang membentuk identitas rasa Miya: Chef-Owner Yenni. Dua puluh lima tahun malang melintang di dunia kuliner Melbourne membuat teknik dan nalurinya matang.

PR 4.0: Mengelola Persepsi di Era Digital

Ia tumbuh dari dapur rumah, kemudian naik kelas ke restoran-restoran fine dining yang menuntut ketepatan dan disiplin. Kecenderungannya pada masakan Mediterania terlihat jelas: mengutamakan kesederhanaan, hormat pada bahan, dan rasa yang jernih. Kecintaannya pada teknik grill dan open fire memberi dimensi yang lebih personal — memasak dengan kesabaran, insting, dan penghargaan pada panas.

Menu Miya Social mengambil ruh Modern Australian dengan sulaman Mediterania dan Asia. Hidangannya jujur, mengutamakan rasa tanpa pretensi berlebihan. Ada Corn Fritters yang renyah, Eggs Benedict dengan pastrami, Japanese Katsu Don Sandwich yang nyaman di mulut, Smashed Avocado Toast, Sourdough Pancakes, Calamari Fritti, hingga Black Angus Burger yang lugas. Untuk keluarga, ada pula pizza wood-fired bergaya Australia, smoothies, dan milkshake — menyatukan pilihan yang mudah didekati namun tetap berkualitas.

Kerapian kerja di dapur terasa dari hal-hal kecil. Sourdough dan pastry dipanggang setiap hari. Bacon dan ham dibuat dan diawetkan sendiri. Detail-detail semacam ini menjadi fondasi rasa yang konsisten, meski tidak selalu tampak di permukaan.

Satu aspek yang tak kalah serius adalah kopi. Miya menggandeng Timothy Sweet, salah satu pionir latte art global sekaligus sosok penting dalam gerakan specialty coffee.

Mesin Uang AliExpress: Cara Mencetak Dolar Lewat Dropshipping

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here