The New Taste of Sanur

Sementara Barramundi Sambal Bongkot Honje menjadi panggung bagi salah satu kekayaan rasa Nusantara yang belum banyak dikenal wisatawan asing. Sambal berbahan bunga kecombrang ini menghadirkan aroma floral yang khas sekaligus memperlihatkan betapa kompleksnya kuliner Indonesia.

Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi

Bagi mereka yang merindukan cita rasa rumah, Semesta juga menyajikan Rawon, Soto Betawi, Chicken Rendang Fried Rice, hingga Nasi Goreng Teri. Tidak ada gimmick berlebihan. Yang diutamakan justru kualitas rasa.

Tempat Nongkrong yang Berubah Mengikuti Waktu

Yang membuat Semesta menarik bukan hanya makanannya. Bangunan tiga lantainya dirancang mengikuti ritme kehidupan sehari-hari.

Lantai pertama menjadi rumah bagi budaya ngopi yang kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup urban. Kopi spesialti, sarapan, dan brunch menjadi alasan banyak orang datang sejak pagi. Sebagian membuka laptop, sebagian membaca buku, sebagian lagi hanya menikmati pagi yang berjalan pelan.

Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine

Menu seperti Semesta Breakfast, Shakshuka, Acai Bowl, hingga Sweet Pancakes melengkapi pengalaman tersebut. Naik ke lantai dua, atmosfer berubah.

Di sinilah makan siang bisnis berlangsung lebih santai, keluarga berkumpul tanpa terburu waktu, sementara makan malam terasa lebih hangat dibanding formal. Mulai Juli 2026, Semesta juga menghadirkan menu khusus anak-anak, menjadikannya destinasi yang ramah bagi seluruh anggota keluarga.

Lalu ada rooftop. Mungkin inilah ruang yang paling menggambarkan karakter Semesta.

Siang hari, ia menjadi tempat bekerja dengan udara terbuka atau sekadar meeting santai. Namun ketika matahari mulai turun, suasananya berubah secara alami. Gelas-gelas cocktail mulai memenuhi meja, percakapan semakin hidup, dan Sanur menunjukkan sisi terbaiknya dari ketinggian.

Bukan Tentang Menjadi Viral

Semesta tidak sedang mencoba menemukan kembali kuliner Indonesia. Justru sebaliknya. Ia mengingatkan bahwa masakan Indonesia sudah memiliki semua yang dibutuhkan: karakter, kedalaman rasa, dan cerita. Yang diperlukan hanyalah ruang yang memperlakukannya dengan lebih serius.

Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

Related Stories

spot_img

Discover

Alunê

Membuka Babak Baru Beach Club Ikonis di W Bali – Seminyak Mengambil alih lokasi legendaris...

Elephant Grounds

Membawa Ritme Kafe Hong Kong ke Jakarta Specialty coffee, sajian sepanjang hari, dan ruang ramah...

HONO

Ruang Mendengarkan yang Menghidupkan Ritme Berawa Di TUI BLUE Berawa, piringan hitam, sajian sepanjang hari,...

Musim Gugur, Cara Aman

Dari upacara minum teh di Kyoto hingga berenang bersama hiu paus di Sumbawa, Aman...

Seni Vietnam Menemukan Panggungnya

Ketika Sapa Berbalut Emas Musim panen mengubah terasering Sapa menjadi lanskap keemasan. Di Hotel de...

Ayana Bali Buka Babak Baru Perhelatan Berskala Besar

Grand Ballroom tanpa pilar, panorama laut Jimbaran, serta hampir seribu kamar dalam satu kawasan...

Popular Categories

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here