Home Blog Page 34

This Season’s 6 Most Anticipated Cocktails from Hilton

0

Trending in Asia Pacific

Whether on a relaxed lounge at home or in a dimmed bar, one of the best ways to unwind after a long day is with a cocktail in hand and feeling that sense of “aaah”. When it comes to pouring a drink, Hilton’s 2022 global trends report found tequila continues to dominate the spirit industry in the U.S. and many other parts of the world, while in Southeast Asia, gin is the drink of choice. Meanwhile, the sober curiosity movement is picking up speed around the world, with low-to-no ABV cocktails and Cocktail Zero menus rising in popularity.

“A perfectly crafted cocktail can add an extra spark to a hotel or dining experience. As our guests’ preferences have evolved, we’ve continued to cater to their needs by refining our food and beverage offerings globally,” said Alexandra Jaritz, senior vice president of brand management at Hilton, Asia Pacific. 

“This underscores Hilton’s commitment to delivering best-in-class food and beverage programming. Whether you’re enjoying a drink at one of our bars or in the comfort of your home, we hope this helps you set the scene for a memorable evening.”

Straight up, frozen, on the rocks or virgin, Hilton’s hotel bartenders and mixologists are eager to create concoctions that will have you sipping pretty. Below is just a sampling of some of the most anticipated cocktails available to you at Hilton Asia Pacific properties this season:

Monday Negroni from Hilton Goa Resort

Coco mixologist Rasikta Kamble of Hilton Goa Resort is seeing even the most avid cocktail connoisseurs taking a more leveled approach towards drinks appreciation – especially as zero-proof spirits offer the same levels of craft production without any compromise on taste. This summer, Kamble feels this modern Monday Negroni will be a popular request.

Ingredients:

  • 2 oz (60 ml) Sakura Fresh Negroni
  • 2 dashes Sakura Fresh Better than Bitters
  • Garnish: star anise

Directions:

  1. Fill a mixing glass with ice and add Sakura Fresh Negroni and Better than Bitters. Stir for 10 seconds.
  2. Light the star anise with a cigar lighter and capture the smoke into the mixing glass for a few seconds.
  3. Fill an old fashioned glass with fresh ice and strain the stirred cocktail over.
  4. Garnish with the torched star anise and serve.

Illusion from Waldorf Astoria Bangkok

In Thailand, mixologists at The Loft at Waldorf Astoria Bangkok suggest the Illusion for savoury summer sipping. Named for its duality, the Illusion is light in appearance but packs a real punch in flavour and strength, serving as the ideal refresher for the upcoming hotter months.

Ingredients:

  • 45 ml Hendrick’s Gin
  • 5 ml peach liqueur
  • 10 ml Silpin Thai lemongrass syrup
  • 20 ml clarified lime juice
  • 90 ml house-made vanilla, ginger and Pandan soda
  • Garnish: lemon twist, edible flower

Directions:

  1. Fill a mixing glass with ice and combine all of the above ingredients.
  2. Stir and strain into an oak Chardonnay glass.
  3. Finish with a block of ice, edible flower and lemon twist.

Fairmont Jakarta Hadirkan Lobster-Centric Buffet Pertama di Jakarta

0

Bagi para pecinta makanan, terutama yang sangat menyukai lobster dan aneka hidangan laut, Fairmont Jakarta telah menghadirkan program menarik yaitu Lobster Night di Spectrum Restaurant. Sesuai namanya, para tamu dapat menikmati menu prasmanan lobster- sentris yang lezat setiap hari Jumat dari pukul 18.00 hingga 22.00.

Spectrum Restaurant dikenal dengan konsep International buffet yang menggabungkan aneka hidangan lezat yang disiapkan dengan berbagai cara masak yang istimewa dan dapat dinikmati segala usia.

Dalam program istimewa ini, tim Spectrum tidak hanya menyajikan hidangan laut dari perairan lokal, namun juga perairan internasional, termasuk di dalamnya berbagai pilihan makanan utama dan penutup yang berkualitas tinggi. Sajian utama dalam program ini tentunya lobster segar utuh yang dapat dimasak sesuai pesanan, dengan pilihan Lobster Thermidor, Jimbaran, dan XO.

Lobster Night 

Tidak hanya itu, beragam hidangan lobster yang menggiurkan lainnya juga tersedia di area prasmanan, termasuk lobster Nigiri, dim sum, lobster Paella, laksa Singapura dengan lobster, lobster roll, salad lobster, lobster yang digoreng dengan wajan panas beserta saus XO, serta lebih dari 30 hidangan laut lainnya seperti Salted Baked FishSingaporean Chili Crab, hingga aneka sajian dingin termasuk tiram, kerang, udang, dan aneka sashimi.

Sedangkan di grill station, tim Spectrum menggunakan cara penyajian yang terinspirasi dari pasar tradisional, agar didapatkan pengalaman yang lebih interaktif. Di mana para tamu dapat memilih sendiri hidangan laut yang diinginkan, beserta dengan hidangan pendamping dan saus pilihan.

Dengan suasana yang hangat, hidangan yang lezat dan pelayanan yang ramah, Lobster & Seafood Night dapat menjadi pilihan yang ideal untuk memulai akhir pekan yang menyenangkan bersama teman dan keluarga. Para tamu dapat menikmati lobster-centric buffet pertama di Jakarta dengan harga Rp 688.000++ dan sudah termasuk minuman. Selain itu, terdapat pula cocktail corner yang tersedia dari Rp 100.000 Nett per-gelas.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan langsung menghubungi tim reservasi restoran Fairmont Jakarta melalui chat WhatsApp di nomor telepon 0815-915-9247 atau melalui email ke [email protected].

Gordon Ramsay Hadir di Sunway Resort, KL

Pertama di Luar Inggris

Pengalaman bersantap yang paling dinanti di Asia, Gordon Ramsay Bar & Grill di Sunway City Kuala Lumpur telah dibuka di Sunway Resort pada 18 Juni 2022 – menjadi restoran perdana chef Inggris ikonik di Malaysia dan Gordon Ramsay Bar & Grill pertama di luar Inggris. Peluncuran penting ini juga merupakan puncak dari transformasi Sunway Resort yang hanya sekali dilakukan dalam satu generasi.

Restorannya memadukan warisan Inggris Gordon Ramsay dengan keanggunan dan kemegahan Sunway Resort. Serangkaian ruang mewah dan intim termasuk trio ruang makan pribadi – 8 Mayfair, 10 Soho dan 12 Chelsea, ruang makan besar dengan bilik tempat duduk semi-pribadi dan bar koktail berkilauan dengan jendela setinggi langit-langit, tempat duduk hingga total 150 tamu sekaligus.

Gordon Ramsay Bar & Grill

Desain interiornya menampilkan perabotan yang kokoh dengan skema warna merah dan hijau hutan yang kaya yang ditekankan oleh lantai kayu keras walnut yang dipoles, lapisan kuningan, langit-langit daun emas 24 karat yang ditempatkan dengan tangan dan banyak lagi. Potret monokrom ikon gaya Inggris oleh fotografer terkenal Terry O’Neill dan Arthur Steel menampilkan vokalis The Rolling Stones Sir Mick Jagger, Sir Sean Connery 007 asli, supermodel Jean Shrimpton dan Twiggy, berjajar di dinding ruang makan utama.

Gordon Ramsay Lounge

Gordon Ramsay Bar & Grill akan menjadi tujuan bersantap paling dicari di kota ini dan hanya berjarak penerbangan singkat dari kota-kota besar Asia lainnya. Menampilkan menu istimewa yang terinspirasi oleh salah satu restoran paling ikonik di London, Savoy Grill, hanya menampilkan bahan-bahan terbaik yang disajikan dengan bakat kuliner dari tim terlatih Gordon Ramsay yang sangat terampil. 

Pengunjung dapat menantikan untuk menikmati potongan utama daging yang dikeringkan di rumah dan hidangan Chef Ramsay yang paling diinginkan, seperti ‘Classic Beef Wellington’, disajikan di tepi meja, ‘Spiced Beef Tartare with Egg Yolk Confit’, yang wajib dicoba ‘Arnold Bennett Twice-baked Cheese Souffle dengan Saus Mornay’, ‘Dover Sole dengan saus caper Grenobloise’ dan banyak lagi.

Reportase Pertama

0

KETIKA asyik browsing, eh kesasar ke artikel ini, yang dimuat TEMPO tahun 1988. Inilah reportase saya yang pertama kali ketika menjadi wartawan di majalah berita mingguan papan atas ini. Ada baiknya saya dokumentasikan nih: 

Kembalinya Pakis Naga ke Bogor 

Tanaman pakis naga dan sejenisnya dicuri dari Kebun Raya Bogor pada malam hari. Harganya mencapai jutaan rupiah. Para pencuri ditangkap. Pakis naga jadi barang bukti. Belum kembali ke kebun raya.

Sepintas bentuknya memang seperti naga. Tapi nama Pakis Naga yang dicuri dari Kebun Raya Bogor itu jarang dikenal para kolektor tanaman. Tanaman langka yang berasal dari Meksiko ini sebenarnya Dioon edule lindl. Dan setelah Dioon lenyap, seminggu berikutnya hilang pula tanaman sejenis lainnya: Zamia muricata willd (berasal dari daerah tropis Amerika), Zamia loddigesii (asal Meksiko).

Itu kejadian yang kedua kalinya, setelah raibnya umbi teratai raksasa (Victona regia), September 1983. Sebenarnya, banyak yang sudah dicuri dari Kebun Raya Bogor walau bukan tanaman langka. “Tapi pencurinya belum diketahui,” ucap Kapolwil Bogor, Kolonel Drs. Soekardi, orang yang membongkar kasus terakhir yang dianggap paling bernilai itu.

Dioon dan tanaman sejenisnya itu disikat pada malam hari oleh empat pemuda. Mereka sudah ditangkap. Keempat bonggol tanaman curian itu berpindah tuan dua kali. Setelah ditadah si kolektor yang dipanggil Jiong (harganya Rp 400.000) di Bogor itu lalu dijual lagi seharga jutaan rupiah pada seorang warga elite di Jakarta Selatan.

“Hasilnya kami gunakan untuk foya-foya bersama teman-teman,” tutur Kusuyatna, seorang di antara maling yang sudah ditangkap tadi. Ia anak pensiunan pekerja Kebun Raya, dan tahu pohon itu mahal harganya. Tapi semua tanaman itu, sejak 18 Oktober lalu, sudah kembali lagi ke Kebun Raya. Hanya karena statusnya masih sebagai barang bukti, hingga kini belum ditanam di tempatnya semula. Yang dilakukan sekarang merawatnya di tempat lain, sembari diawasi ketat.

Namun, ada risau, apalagi bila tanaman tersebut tak bisa utuh seperti semula. “Kalau seorang peneliti ingin membandingkan Pakis Haji (Sycas rumpii) dan pakis lainnya dengan familinya yang sama, misalnya, ‘kan tak bisa,” ujar Undang Dasuki, staf Jurusan Biologi ITB, kepada Sigit Haryoto dari TEMPO. Ia yakin, di Indonesia tanaman itu hanya ada di Kebun Raya Bogor.

Usia tanam pohon langka tersebut antara 2 dan 3 tahun, dengan ketinggian pohon 0,40 dan 0,60 meter. Batangnya itu tak tegak begitu saja, melainkan meliuk-liuk — ya, seperti naga — dan bersandar di tanah. Misalnya si Dioon, berdasarkan catatan 21 September lalu, sebelum dicuri, diameternya 20 cm. Kata Undang, ketika masih muda daun pohon ini berbulu, kaku, dan panjangnya sampai 5 meter. Bijinya boleh dimakan, karena mengandung karbohidrat. Keempat tanaman dari famili Zamiaceae ordo Gimnospermae itu dibawa oleh Belanda ke Indonesia sekitar tahun 1892.

Karakternya, secara alamiah, tanaman tersebut tak gampang berkembang biak. Hingga kini di Kebun Raya Bogor cuma punya 8 tanaman besar. Dan itu memang masih diteliti terus. Menurut J.H. Baskoro, Kepala Bagian Jasa Informasi Ilmiah BPKBI (Balai Pengembangan Kebun Raya Bogor Indonesia), tanaman itu berbiak dengan biji atau tunas yang biasa tumbuh di batang bawah. Tapi perawatannya juga sulit: selain memerlukan ketekunan tersendiri, juga kesuburan tanahnya tak boleh terlalu basa.

Di samping tanaman yang sempat lenyap itu, di Kebun Raya Bogor masih ada tanaman sefamili, seperti Bonenia (asal Australia), Encephalartos (asal Afrika), Lepidozamia (asal Australia), dan Macrozamia (asal Australia). Walaupun tak sempat dicuri, nilainya setaraf Dioon dan Zamia.

“Untuk menjaga kekayaan Kebun Raya, tenaga penjaga dan pengawasnya akan ditambah,” kata Dr. Sampurno Kadarsan kepada Burhan Abe dari TEMPO. Siapa tahu, bila ada pengunjung yang dicurigai, terutama di malam hari, sambung Pembina Harian Unit Pelayanan Teknis BPKBI itu “Pencurian seperti Pakis Naga dan kawan-kawanya pada 21 September silam itu bisa dicegah. (Suhardjo Hs. dan Riza Sofyat)

Banyan Tree Escape in Bali

0

Now Open, Buahan, a Banyan Tree Escape Unveils a “No Walls, No Doors” Concept

Buahan, a Banyan Tree Escape, opens today (12 June 2022) and welcomes guests in an off-the- beaten-track, untouched part of northern Ubud. The opening of the resort symbolises Banyan Tree’s brand vision and commitment to create immersive experiences combining deep nature and sustainable design.

Pioneering a “no walls, no doors” concept throughout the property and in each of its 16 balés (villas), the adults only Buahan, a Banyan Tree Escape experience, is an invitation into a different way of being.

Located in Buahan Kaja Village, Ubud Regency, 30 minutes from Ubud facing the Ayung River in the west side with magical elevation, Buahan, a Banyan Tree Escape maximizes exposure to nature through design and services, creating a place where guests, 18 years old and above, can connect to disconnect. Reinventing the basics of food, sleep and in-resort interaction, the brand aims to bring guests on a rewilding renewal through immersion in nature. Distinct indoor-outdoor living offers a sanctuary for urban detox, self- introspection, and emotional awareness in privacy.

Buahan, a Banyan Tree Escape elevates purpose-led experiential travel connecting guests to nature and their surrounds

The heart of the resort are the Open Kitchen and Living Room, both open dining and lounge spaces created to evoke a sense of community. Here, guests are invited to learn about the resort’s unique zero-waste farm to table concept, local sourcing philosophy and heritage techniques, and the celebration of authentic local cuisine and cultures.

The Botanist Bar is centred around the use of local-grown natural ingredients and botanicals infused into its beverages. The menu concept, 70% of which is plant-based, is sourced locally within a one-hour drive from the property.

Offering treatment for mind, body and soul, Toja Spa celebrates the wellbeing traditions from Buahan village and its surrounding areas, with a unique “open” garden experience – certified by the award-winning Banyan Tree Spa Academy. It offers spiritual and active wellness involving local Balinese healers and a specialist, enhancing spa experience through a local tradition and wellbeing philosophy.

The brand also celebrates unconventional craft forms, from its sonic branding approach with Singapore- based creative studio Parable to using re-purposed Ulin ‘iron’ wood from boat jetties, hand-carved wooden headboards, hand-smithed copper bathtubs and natural dye soft furnishings.

Spirits from Bali

0

Minuman beralkohol cukup populer di Indonesia. Pasalnya beberapa daerah di Indonesia bahkan memiliki minuman alkohol sendiri yang dibuat secara tradisional. Sebutlah Bali, tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya Nusantara, Pulau Dewata juga mempunyai beragam minuman tradisional yang berbahan dasar alkohol. 

Sebutlah arak bali. Dari namanya saja, orang tentu sudah tahu arak ini berasal dari Bali. Minuman ini adalah hasil fermentasi sari kelapa dan buah-buahan, mengandung kadar alkohol sekitar 30-50 persen. Minuman keras lokal ini biasanya disajikan saat ritual atau upacara adat, tapi di era kekinian, tentu arak bali bisa dinikmati sebagai minuman keseharian – bahkan tersedia di beberapa bar modern.

Anggi, The Junger

Nah, di antara produk arak yang sudah dikemas secara modern, tersebutlah Jung. Menurut Anak Agung Gede Putra, sang empunya, Jung adalah minuman arak tradisional khas Bali. Produk murni tanpa additional apapun. Aroma dan citarasanya murni dari hasil destilasi sadapan bunga ental berupa nira. Jejak rasa manis dan keharumannya yang khas adalah aroma wangi palmyra (lontar/siwalan). 

Must Read Book: Bali: The Little Black Book

Dalam literasi minuman tradisional Bali, arak hanya dibedakan menjadi dua jenis. Yaitu arak basa dan arak putih. Arak basa adalah arak yang ditambahkan dengan unsur lain dengan metode rendaman atau infuse atau sejak awal didestilasi dengan “bumbu” yang ditambahkan, yang umumnya berasal dari berbagai jenis buah atau rempah-rempah. Warnanya araknya pun berubah mengikuti pengaruh bumbu tersebut. 

Jung adalah jenis arak putih atau arak polos. “Bukan tanpa alasan saya hanya memilih memproduksi arak murni. Arak murni dengan penyimpanan yang baik tidak memiliki kedaluwarsa. Berbeda halnya ketika kemurniannya “diganggu” dengan tambahan “bumbu”. Ia akan memunculkan reaksi fermentasi dengan masa waktu berbeda-beda, tergantung jenis bahan tambahan yang dipakai. Sifat everlasting arak berubah menjadi memilki masa kedaluwarsa,” jelas Agung.

Kemunculan berbagai produk arak dan aneka variasinya tentu saja memperkaya saujana boga dan kuliner kita. Beberapa orang berpendapat bahwa minuman yang tidak berasal dari destilasi nira (kelapa, enau dan lontar) tidak layak menyandang nama arak. Tentu saja butuh kurasi dan penjelasan yang baik untuk mengukuhkan pendapat itu.  

Agung meyakini bahwa pada akhirnya produk yang baik akan bercerita sendiri tentang dirinya. Untuk memproduk arak versi Jung, ia mengawali dengan berkonsentrasi pada dua tahap edukasi. Pertama, edukasi pada proses produksi di level pengrajin. Enhancement penggunaan alat-alat tradisional untuk memelihara kualitas rasa, menjaga standar kesehatan, mendokumentasi pengukuran bahan-bahan, serta menghindarkan kontaminasi produk sepanjang proses produksi. “Yang tidak kalah penting adalah memberdayakan masyarakat pengrajin serta konservasi lingkungan,” ujar lulusan Hubungan Internasional UGM Yogyakarta itu.

Berikutnya adalah edukasi kepada konsumen tentang tata titi laku mengonsumsi produk sehingga mendapat manfaat terbaik untuk kesehatan. “Ini sepenggal proses belajar yang saya pahami,” katanya.  

Ada Rasa, Ada Kata Bernama Jung

Jung adalah nama kapal China yang bersandar di perairan kerajaan kerajaan Nusantara. Pada saat awak kapal membongkar sauh di pesisir Bali utara. Para penjelajah dari daratan China itu menurunkan perbekalan termasuk di dalamnya menurunkan guci guci tembikar. Karena diturunkan dari kapal jung maka oleh masyarakat pesisir guci guci tembikar itu di sebut guci jung. Lama-lama kata gucinya hilang benda tersebut kemudian hanya disebut jung. 

Di beberapa daerah di Bali tempayan tembikar juga di sebut jun (tanpa “g” di belakangnya). Mungkin merujuk pada cerita yang sama guci jung menjadi jung.

Fun Fine Dining at Lounge in The Sky Indonesia

Bagaimana rasanya menikmati makan malam di ketinggian 50 meter? 

Anda harus mencoba Lounge in The Sky Jakarta, restoran melayang pertama dan saat ini baru satu-satunya di Indonesia. Setelah dibuka untuk umum 5 April silam, tempat ini menjadi sensasi baru pengalaman menikmati makan malam yang berbeda.

Lounge in The Sky Indonesia, nama resminya, seakan menjawab antusiasme dan respon positif dari masyarakat dengan kesiapannya untuk menghiasi langit Ibukota. Saat ini daftar antrean masyarakat yang ingin mencoba makan malam di restoran melayang tersebut, yang disebut fun fine dining tersebut, lumayan panjang.

Lounge in The Sky Indonesia yang merupakan bentuk kerjasama antara Mangkuluhur City dengan DITS Asia telah mengokohkan rangka persiapannya dengan berbekal dukungan dari pihak kementrian dan sertifikasi keselamatan dengan track record tanpa cela selama 16 tahun yang telah diakui di lebih dari 60 negara termasuk area Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia. 

Indonesia menjadi negara ke-3 di dunia, dan ke-2 di Asia untuk menghadirkan Lounge in The Sky Indonesia yang berkapasitas 32 orang setelah Belgia dan Malaysia. Pengalaman berkuliner di ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah ini juga melibatkan Boca Rica Tapas Bar & Lounge sebagai penyedia hidangan yang nantinya akan dinikmati oleh para tamu. 

Selain memperhatikan aspek produk dalam usahanya menjadi daya tarik baru dan mengobati kerinduan masyarakat akan hiburan di Ibukota, Lounge in The Sky Indonesia juga memperhatikan aspek keselamatan bagi para tamu dan staf yang bertugas. 

Baca juga: Tips Aman Melayang di Udara

Pada Grand Launching yang telah diadakan pada 28 Maret 2022 lalu, Arvin Randahwa selaku Founder dan CEO dari DITS Asia menyampaikan bahwa Lounge in The Sky Indonesia menggunakan standar keselamatan yang sangat tinggi dan telah memenuhi persyaratan dari German Norm DIN 4112 seperti yang telah dikonfirmasi oleh TÜV SÜD; sebuah organisasi internasional yang berasal dari Jerman, yang memvalidasi keselamatan dari segala macam produk demi melindungi baik manusia maupun lingkungan dari bahaya.

Sebuah telescopic boom crane seberat 220 ton asal Eropa digunakan untuk The Sky Indonesia di Jakarta. 

Liburan Hemat Backpacker Gaya Koper

0

Hallo gaes dan gals, kamu yang sedang jenuh dengan hiruk-pikuk Jakarta dengan segala kesibukannya, mungkin ini sudah waktunya untuk liburan. Gak ada waktu? Ambil cuti di hari kerja mungkin gak ada salahnya ya guys. Gak punya cukup banyak uang? Gak masalah juga, karena sekarang ini banyak sekali fasilitas yang mendukung kamu untuk mendapatkan harga termurah untuk liburan.  

Mau tahu gimana caranya bisa berlibur dengan hemat meski menggunakan koper? Tenang guys, berikut ini akan dijelaskan mengenai tips liburan murah dan hemat dengan gaya koper. Penasaran? Check this out!

1. Mencari Tujuan Liburan

Sebelum kamu pergi liburan, kamu harus tahu dulu nih guys mau pergi ke mana. Yang pasti, tujuan kamu harus tempat yang tenang dan nyaman. Karena liburan ini memang menjadi momen khusus untuk menyegarkan pikiran, bukan sebaliknya ha-ha-ha…  

Nah, kalau kamu masih bingung mau ke mana, kamu bisa googling mengenai tempat-tempat yang cenderung tidak terlalu ramai dan memang sengaja dibuat untuk orang-orang yang menyukai suasana tenang. Nusa Dua, Bali, misalnya, terkenal dengan kawasan eksklusif nan tenang.    

Tapi, bukan cuma Nusa Dua saja, kamu juga bisa mencari tempat lain, seperti Lombok yang sekarang lagi hits, atau tempat lainnya yang belum banyak dikunjungi orang, dan mencari vila yang asri.

Nah, hal seperti ini biasanya dapat kamu ketahui melalui survei online, di-review para blogger dan instagramer. Cekidot, akun beberapa influencer ini: Halim Chandra, Leonard Anthony, Koper Traveler, atau Cerita Eka.

Hmm, review mereka biasanya recommended banget, karena mereka gak cuma menceritakan tentang yang baik-baik saja selama perjalanan, tapi juga minusnya. Kamu juga bisa nih guys menjadikan review para blogger ini untuk referensi liburan kamu kali ini.  

Photo by Element5 Digital on Unsplash

2. Manfaatkan Smartphone Kamu

Yup, kamu harus bisa memaksimalkan fungsi media sosial yang ada di smartphone kamu. Seperti menjadi pengikut atau fans maskapai tertentu maupun online travel agent tertentu di media sosial. Dengan begitu, kamu pun bisa selalu mendapatkan informasi mengenai promo tertentu maupun potongan harga.  

Kamu juga bisa mendapatkan informasi mengenai tiket promo Air Asia, Lion Air, Citilink ataupun maskapai lain yang cenderung low-cost dan menjadi favorit banyak orang, guys. Tapi biasanya, bagi kamu yang menginginkan liburan hemat, kamu juga bisa terbang murah dengan pesawat Air Asia.  

Banyan Tree Opens Its First Banyan Tree Escape in Bali

0

Unveiling a “No Walls, No Doors” Concept

Buahan, a Banyan Tree Escape, is set to open in an off-the-beaten-track, untouched part of northern Ubud on 14th June 2022. This brand extension symbolises the Banyan Tree brand’s vision and commitment to creating immersive experiences combining deep nature and sustainable design. Pioneering a “no walls, no doors” concept throughout the property and in each of its 16 balés (villas), Buahan, a Banyan Tree Escape, is an invitation into a different way of being.

At the resort’s heart are the Open Kitchen and Living Room, both open dining and lounge spaces created to evoke a sense of community. Here, guests are invited to learn how the resort reinvents the basics of food and drink through its unique zero-waste farm to table concept, local sourcing philosophy and heritage techniques.

The menu concept, 70% of which is plant-based, is sourced locally within a one-hour drive from the property. This concept was developed through a collaboration with Agency X, a local consultant group that houses the acclaimed restaurant Locavore, Nusantara Restaurant, and The Night Rooster Cocktail Bar, creatively enhancing a sense of place.

The Botanist Bar is centred around the use of local-grown natural ingredients and botanicals infused into its beverages, while Toja Spa celebrates the wellbeing traditions from Buahan village and its surrounding areas, with a unique “open” garden experience – certified by the award-winning Banyan Tree Spa Academy.

The brand also celebrates unconventional craft forms, from its sonic branding approach with Singapore- based creative studio Parable to using re-purposed Ulin ‘iron’ wood from boat jetties, hand-carved wooden headboards, hand-smithed copper bathtubs and natural dye soft furnishings.

Connecting to Nature

Situated in a quiet enclave surrounded by rice paddies and jungle, the site’s unique topography is next to the Ayung River and waterfall, including a sweeping view of the seven majestic peaks. The resort’s bales are designed to blend spacious indoor-outdoor living areas with 180-degree panoramic views and sounds of nature through a bold taste of ‘The Naked Experience’ where only a thin veil separates guests from nature.

Scattered on and off the property, secret Hideaway Spots draw on the element of being at one with nature, providing guests with a garden sanctuary for meditation, reading, or simply taking a moment to pause and unwind.

Aman Indonesia Reawakening

0

A vibrant island nation, the Indonesian archipelago’s spiritual atmosphere, dramatic landscapes and renowned community ethos serve as the inspiration for Aman’s five destinations across the island country, each of which tells its own unique story. From the captivating coastline of Amankila to the Eden-like retreat of Aman Villas at Nusa Dua, with the country’s borders now open for international travel, tropical discovery awaits, with guests invited to uncover it with Aman.

Amankila, Bali

Claiming a breathtaking stretch of coastline on the Lombok Strait, Amankila rests beneath sacred Mount Agung. Connected by treetop walkways, stilted suites offer spectacular ocean views, while a three-tier pool cascades down the hillside, and private Beach Club and black-sand shores offer tranquil spaces to make the most of the great outdoors.

New for this year, guests can embark on a peaceful Sunrise Cruise on board one of the resort’s traditional Jukung-styled outrigger boats. Depart before dawn and watch from the water as the island is painted in colour by the sun’s first rays. A delicious Aman breakfast is served at anchor, before an opportunity to snorkel and relax in a nearby secluded bay.

Amankila – Morning Cruise

Guests of the resort can also enjoy a Permaculture Tour and Cooking Class this season and become fully acquainted with the island’s landscape. The tour begins with the picking of fresh ingredients in the resort’s permaculture garden, before a culinary workshop offering step-by-step guidance by an expert chef in the creation of multiple Balinese and Indonesian dishes.

Amankila – Romantic Candle

Ranging from Lawar, a popular combination of vegetables, coconut and minced meat elevated with rich herbs and spices to Ayam Taliwang, a spicy grilled chicken dish from Lombok, dishes can be tailored to suit individual preferences. Afterwards, sit back and enjoy each dish with a crisp glass of wine.

Amankila will also celebrate its 30th anniversary later this year. The milestone will be marked with a series of events and activities designed for the occasion. Details of the programme will be revealed in due course.

Amandari, Bali

Presided over by a sacred stone tiger, Amandari was designed after a traditional Balinese village and rests on the lip of the Ayung River Gorge. Free-standing suites are reached via winding pathways, while the curving swimming pool mimics the rice paddies below. Close to the artistic centre of Ubud, the resort’s setting invites both reflection and the exploration of Bali’s cultural heart.