Kuliner sudah sudah makin populer, dan merupakan salah satu industri yang berkembang pesat. Indonesia, melalui KBRI Madrid, kembali ikut ambil bagian dalam mengenalkan kuliner tradisionalNusantara di Madrid, Spanyol, 24 Januari 2016.
Kegiatan promosi warisan budaya kuliner tradisional Indonesia ini, salah satunya dalam format adalah jamuan santap siang (brunch) di Restoran El Jardin, Hotel Intercontinental. Juga kegiatan masak bareng dengan pada calon chef di Gredos San Diego Gastronomy School, Madrid, Spanyol.
Menu yang ditampilkan Indonesia adalah masakan Padang yang telah tersohor di seluruh dunia dengan dukungan Marco Padang, pionir restoran yang mengangkat masakan Padang ke level yang lebih tinggi di Jakarta.
“Spanyol merupakan negara yang sangat menghormati budaya kuliner,” ujar Yuli Mumpuni Widarso, Dubes RI untuk Spanyol.
Itiak Lado Ijo
Hal ini, katanya, terlihat pada komitmen berbagai pihak di negara tersebut, mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Otonom, hingga kelangan ahli kuliner dan restaurateur yang terus mengembangkan dan mempromosikan budaya kuliner mereka, yang antara lain ada penyelenggaraan event bergengsi “Madrid Fusion” di Palacio de Congresso Madrid 25 – 27 Januari, yang pada tahun 2016 memasuki tahun ke 14. Pihak panitia sedang berupaya agar Indonesia akan menjadi tuan rumah Madrid Fusion 2018 di Bali.
Seafood Panggang Pacak
Untuk itu, misi kuliner Indonesia ke Madrid kali ini sangat relevan.Selain itu pada saat yang berdekatan di Madrid juga diselenggarakan beberapa kegiatan internasional terkait dengan prmoso parisiwata dan kuliner, yakni: UN WTO (World Tourism Organization) Awardee Day, di Markas UN WTO Madird, 20 Januari. Terdapat 3 finalis dari Indonesia untuk kategori kebijakan pemerintah, partipasi LSM, dan perusahaan serta partisipasi komunitas.
Juga ada FITUR, Pameran Pariwisata Internasoional di IFEMA Madrid yang berlangsung pada 20 – 24 Januari. Terdapat pavilion Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata RI. (Burhan Abe)
Jamuan Santap Malam – Promosi Kuliner Indonesia 2016
Promosi Kuliner Indonesia
Kuliner bukan sekadar makanan, tapi bisa juga menjadi duta sebuah negara. KBRI Madrid sangat menyadari hal itu, dan secara berkala telah mempromosikan warisan budaya kuliner Indonesia ke Spanyol. Tahun ini giliran masakan Padang yang mendapat kesempatan untuk diperkenalkan ke kalangan industri pariwisata Spanyol dan kalangan ahli kuliner internasional, 19 Januari 2016.
Budaya di Balik Kuliner
Acara dalam format sebuah jamuan santap malam itu berlangsung di Hotel Intercontinenal, Madrid. Tak kurang dari 130 tamu yang hadir malam itu, menyaksikan ketrampilan tim juru masak restoran Marco Padang yang mempunyai keunggulan dalam menyajikan masakan Padang, Sumatera Barat, dengan selera kuliner internasinal.
Banyuwangi Ikut Memeriahkan
Tidak sekadar makan malam, tapi ruang tempat acara berlangsung mempunyai atmosfer Sumatera Barat, lengkap dengan pertunjukan kesenian asal daerah tersebut.
“Hal ini sejalan dengan kebijakan Kementrian Pariswasata RI tentang promosi keanekaragaman dan kekayaan waisan budaya kuliner tradisional Indonesia sebagai salah satu daya tarik pariwisata Indonesia,” ujar Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso.
Diplomasi Kuliner
Sebetulnya, sejak 2011 KBRI Madrid telah memperkenalkan warisan budaya kuliner Indonesia di Spanyol, antara lain melalui kegiatan “Santap Siang Indonesia” (Almuerzo Indonesia) di KBRI Madrid dan “Seminggu Sajian Masakan Eksotik Indonesia” (Semana de Cocina Exotica Indonesia) di Restoran El Jardin, Hotel Intercontinental Madrid, setiap bulan Januari. Memperingati lima tahun kegiatan tersebut, Januari 2015 KBRI Madrid menyelenggarakan “Pekan Warisan Budaya Kuliner Tradisional Indonesia” (Semana Tradicional Culinaria Patrimonio Indonesia) di Restoran El Jardin, Hotel Intercontinental Madrid yang dibuka dengan Gala Dinner di Albenis Hall di hotel yang sama, menyajikan menu tradisional Bali hasil racikan Chef Henry Bloem dan Chef Vindex Tengker.
KBRI Madrid pada September 2013 juga telah menyusun “Buku Masakan Indonesia” dalam bahasa Spanyol (La Exotica Cocina Indonesia). Selain itu pada Januari 2015 untuk pertama kalinya Indonesia berpartsipasi dalam “Madrid Fusion” diwakili oleh Akademi Gastronomi Indonesia (AGI), di bawah pimpinan Vita Datau Mesakh.
Soto Padang
Ayam Panggang Lado Ijo
Gule Kambing
Rendang Hitam Kayu Bakar + Seafood Panggang Pacak
Babur Ketan Item
Tahun 2016 masakan Padang dengan tim juru masak (chef) restoran Marco Padang Peranakan, yang terdiri dari Marco Lim, Timotius Agus Rachmat, dan Wanda Mahardi, menyiapkan menu andalan, yang terdiri dari beberapa course, dimulai dari makanan pembuka Soto Padang, disambung dengan Ayam Panggang Ladio Ijo, Randang Hitam Kayu Bakar, Seafood Panggang Pacak, Gule Kambing, serta penutup Bubur Ketan Item.
Kelemahan makanan tradisional biasanya terletak pada presentasinya. Dan itu tidak terjadi dengan makanan dalam santap malam kali ini. Makanan Padang disajikan dalam presentasi yang menarik ala fining dining, bahkan bisa dipadukan dengan winedari Spanyol.
Chef Marco Lim, Timotius Agus Rachmat, dan Wanda Mahardi
Rendang adalah menu wajib dalam gala dinner ini, bahkan boleh jadi menjadi primadona. Ya, rendang tidak hanya dikenal sebagai masakan Padang, yang sangat populer di Indonesia, tapi santapan berupa daging sapi yang diolah dengan santan hingga kering itu juga masuk di urutan ke-11 dari 50 daftar makanan terenak di dunia yang pernah dipublikasikan CNN, sehingga membuat para tamu penasaran. “Rendang yang mempunyai 27 bumbu, merupakan makanan yang mempunyai filosofi tinggi, populer, dan diharapkan bisa jadi locomotive food untuk makanan Indonesia yang lain,” jelas Vita Datau Mesakh dari AGI. (Burhan Abe)
Masakan Padang Masuk Gredos San Diego Gastronomy School, Buitrago, Madrid
Dapur di Gredos San Diego
Indonesia memiliki warisan budaya kuliner yang beraneka ragam, mencerminkan keanekaragaman tradisi dan kekayaan alam setiap wilayah di Indonesia. Karenanya, sangat tepat digunakan sebagai salah satu instrumen untuk mempromosikan tingginya budaya Indonesia dalam kegiatan promosi Indonesia di luar negeri. Salah satunya masakan Padang, yang diperkenalkan ke Gredos San Diego Gastronomy School, Buitrago, Madrid, Spanyol, Jumat 22 Januari 2016.
Icil-icip Masakan Padang
Sebuah acara makan siang digelar hari itu, yang dihadiri antara lain oleh Presidente Gredos San Diego School, Carlos de la Higuera dan Director del Colegio Gredos San Diego School, Javier de Miguel Redondo. Sementara delegasi Indonesia antara lainDuta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso, Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri Ditjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya dan jajarannya.
Red Wine vs Jahe Sereh
Jamuan santap siang itu disiapkan oleh dua pihak, yakni chefdari Indonesia, yang terdiri dari Marko Lim, Timotius Agus Rachmat, dan Wanda Mahardi, serta para siswa dari Gredos San Diego Gastronomy School. Para calon chef sekolah tersebut menyiapkan appetizer dan dessert, sementara dari tim Indonesia, yang di-support Marko Padang Jakarta, menyiapkan beberapa course. “Fusion food, perpaduan antara makanan Barat dan makanan Timur,” ujar Vita Datau Mesakh, salah seorang penggagas acara ini yang juga Presiden Akademi Gastronomi Indonesia (AGI).
Starter: Sup Tomat
Appetizer (1)
Appetizer (2)
Appetizer (3)
Tapi bukan sekadar tentang makanan, karena gastronomi juga menyangkut kebudayaan. Menyiapkan makanan juga buka sekadar memasak dan menyajikannya untuk para tamu, tapi sekaligus menjadi ajang pengenalan antar dua bangsa. Para siswa bisa belajar tentang makanan Indonesia, Padang khususnya, termasuk pengetahuan bahan dan teknik memasak, dari pakarnya. Sementara itu, para tamu tidak sekadar mencicipi makanan rendang asal Padang, misalnya, tapi juga mengerti apa filosofi yang terkandung di dalamnya.
Ada dua makanan pembuka dan satu makanan penutup yang disiapkan para siswa. Sementara chef Indonesia menyiapkan sup ikan kuning, ayam panggang gule, dan nasi rendang. Anggur merah asal Spanyol menemani makan siang itu, sementara Indonesia mengeluarkan minuman hangat, yang berbahan jahe merah, sirih, dan lime.
Ikan Kuah Kuning
Ayam a la Padang
Rendang
Para tamu sangat terkesan dengan makanan yang disajikan siang, tak kurang dari Presidente Gredos San Diego School, Carlos de la Higuera ikut memuji makanan Padang, terutama rendang dan minuman jahe merah. You are what you eat. Kami adalah bangsa yang sangat menghormati budaya kuliner, dan sangat terbuka untuk mengenal kuliner dari negara lain,” katanya.
Jamuan Makan Siang
Gredos San Diego Gastronomy School, Buitrago, adalah salah satu dari delapan sekolah di bawah naungan Gredos San Diego di Madrid, dengan jumlah siswa saat in mencapai 14.000. Untuk sekolah yang berbadan hukum koperasi, Gredos San Diego tergolong terbesar di Spanyol. Saat ini sudah ada memorandum of understanding antara mereka dengan AGI, yang kelak bisa ditingkatkan dalam bentuk kerjasama yang kongkret antara keduanya.
Jamuan makan siang tersebut adalah salah satu dari kegiatan dari beberapa kegiatan yang berkaitan dengan kuliner. Menurut Yuli Mumpuni Widarso, KBRI Madrid selama lima tahun belakangan ini rajin mengenalkan warisan budaya kuliner Indonesia di Spanyol. “Makanan bisa menjadi pintu masuk bangsa lain mengenal lebih jauh tentang Indonesia,” jelasnya.
Buitrago vs Padang
Para Calon Chef
Meski tahun ini Indonesia tidak terlibat dalam Madrid Fusion yang berlangsung di Palacio de Congresso Madrid, 25 – 27 Januari 2016, manajemen acara itu menganggap penting Indonesia, dan telah menyampaikan proposal kepada Menteri Pariwisata RI untuk menyelenggarakan Madrid Fusion 2028 diBali. (Burhan Abe)
“Makan Sate Padang yuuk… Asli dan cuma sehari, loh!”
Bunyi di selebaran itu sangat menggoda. Tidak hanya bagi orang Indonesia yang berada di Madrid, Spanyol, tapi juga orang asing – melalui selebaran berbahasa Inggris tentu –, yang ingin merasakan makanan Indonesia.
Sunday Brunch
Alhasil, acara brunch yang diselenggararakan di El Jardin, Hotel InterContinental, Madrid, Spanyol, pada Minggu 24 Januari, pukul 13.30 – 16.30 membludak. Seat yang dijual dengan harga 67 Euro per orang itu fully booked.
Sate Padang
Inilah salah satu dari kegiatan promosi warisan budaya kuliner tradisional Indonesia yang diselenggarakan KBRI di Madrid. Menu yang ditampilkan Indonesia masih masakan Padang, yang selain rendangnya yang populer, sate bisa menjadi andalan berikutnya. Maklum, banyak orang yang mengenal sate, dan sate dengan bumbu ala Padang persembahan Marco Padang, tentu menarik perhatian.
Memang tidak hanya sate, tapi juga ada nasi, gado-gado, sup ikan kuah kuning, ayam lado ijo, udang balado, dan tentu saja rendang. Sementara dessert-nya ketan item.
Antrean Tamu
Chef Timotius dan Para Tamu
“Kami ingin lebih banyak orang mengenal makanan Indonesia, dan kali ini Padang,” ujar Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuni Widarso. Selain untuk umum, KBRI juga mengundang tamu-tamu penting, termasuk duta besar-duta besar negara lain.
Ibu Dubes RI di Madrid dan Para Tamu
Makan siang ala prasmanan itu memang tidak melulu menampilkan makanan Indonesia, tapi ada juga makanan western, Jepang, seafood, dan lain-lain. Tapi makanan Indonesia termasuk favorit. ”Mereka kebanyakan ingin mencoba hal-hal baru, dan masakan Padang cukup bisa diterima. Soal kepedasan, memang kami kurangi levelnya, juga ada beberapa makanan yang bumbunya kami pisah,” kata Marco Lim, salah seorang chef di perjamuan ini.
Diplomasi Rendang dan Sate Padang
Menurut Yuli Mumpuni, misi kuliner Indonesia ke Madrid kali ini sangat relevan. Apalagi dalam waktu berdekatan ada event kuliner besar berskala internasional, yakni Madrid Fusiondi Palacio de Congresso Madrid 25 – 27 Januari 2016.
Dudes Belanda dan Istri, diapit Dubes RI dan Chef Timotius
Diplomasi kuliner bukan sekadar promosi makanan tradisional, tapi juga menunjukkan betapa beragam dan kayanya budaya Indonesia. Itu sebabnya, KBRI Madrid secara berkesinambungan melakukan langkah dan strategi promosi kuliner dan gastronomi di berbagai kesempatan. ”Ini akan memberikan pengaruh positif atas citra Indonesia dan memupuk kedekatan budaya Indonesia terhadap setiap elemen masyarakat setempat serta berpengaruh kongkrit pada hubungan kerjasama bilateral RI-Spanyol dari saat kini hingga di masa mendatang,” jelas Yuli Mumpuni. (Burhan Abe)
Double Tree by Hilton Jakarta – Diponegoro announced the opening of Sea Grain Restaurant & Bar, the newest dining destination, 3 February 2016. Featuring Mediterranean Cuisine with a local twist, this industrial and rustic, modern, casual restaurant and bar brings fresh ingredients to a tempting offering on its dinner menu.
Sangria
Located on the 3rd floor, the restaurant and bar’s design is best described as relaxed with a rich mix of colours and fabrics which reflect the lavish ambiance of the area. Boasting impressive interior design, features 640 square meters of indoor and outdoor spaces, includes three private dining rooms.
Mezze Platter
The outlet offers a vibrant new atmosphere with menus that emphasize the freshness of each ingredient, Sea Grain features a local twist at most of the stunning dishes on the menu. Ahmad Nurseha, Chef de Cuisine Sea Grain has combined his great knowledge of fusion cooking – expertly and tastefully blending the flavor and spices of the Mediterranean with local. “Through local ingredients twisting, we can offer the selection of the best Mediterranean favorites that fit in both local and international taste in order to provide our guests a unique variety of flavor and a unforgettable culinary journey”, explains Chef Ahmad.
Steam Sea Bass
Available for decent dinners and after-hours drinks, Sea Grain provides the perfect setting for every crowd. Enjoy dining on a sumptuous meal, savour a glass of wine from the extensive menu, or simply unwind on a comfy sofa and feel the breeze of evening light from the semi outdoor spaces.
Lusaka Crepes Tiramisu
“Walid Ouezini, our Food and Beverage Manager here at the DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro, created a great signature cocktail, our home made Sangria. By adding a bounty of fresh local fruits to the Mediterranean character drink, he created a unique signature drink based on his secret recipe”, said Markus Kaliss, General Manager.
Restaurant
Sea Grain Restaurant & Bar officially opens on February 3, and is available for individual, group and party bookings. For more information, call +62 0 21 2985 7093
Reggae merupakan salah satu jenis musik yang memiliki perbedaan yang cukup mendasar dengan musik lainnya. Musik yang satu ini telah ada sejak puluhan tahun yang silam, yang pada awalnya lahir dan berkembang di Jamaika. Namun kini dapat anda lihat sendiri, bahwa jenis musik yang satu ini cukup terjual dan terkenal di pasar dunia bahkan di negeri kita yang tercinta.
Bahkan hinga memunculkan klub khusus pecinta musik dari Jamaika ini, yakni dengan sebutan rasta. Yang kemudian dapat anda lihat, ciri khas dari pemain musik ataupun penggemarnya, memiliki penampilan dengan warna baju merah kuning hijau, dengan gaya rambut panjang dan gimbal. Hal tersebut memang karena pada awalanya lahir dari kalangan orang yang miskin dan dari jalanan. Namun, tidak sedikit pula yang memiliki anggapan yang negatif akan musik reggae, karena mungkin mereka yang memiliki anggapan seperti itu melihatnya hanya dari penampilan atau pun dari isi lagu yang mereka dendangkan. Yang memandang para rastaman atau rastafari menggunakan barang haram seperti ganja, alkohol dan lain sebagainya.
Padahal sesungguhnya tidak seperti itu, di mana mereka hanya membawakan sebuah lagu yang mewakilkan perasaannya akan harapan mendapatkan kedamaian, kemudian sebuah kebebasan, cinta dan hal-hal lain yang bersifat kehidupan sosial. Dengan penampilannya yang terkesan kumuh, ataupun kotor hanyalah sebuah bentuk pembawaannya saja.
Inilah beberapa tokoh yang juga ikut mencintai dan mengembangkan musik Jamaika tersebut di Indonesia, di antaranya sebagai berikut:
1. Tony Q Rastafara
Ia merupakan anak Indonesia yang lahir di kota Semarang pada tahun sekitar 1961. Di mana ia menjadi salah satu pelopor yang memperkenalkan serta mengembangkan jenis musik dengan gaya Jamaika ditambah dengan gayanya sendiri yang sehingga memiliki banyak penggemar.
2. Souljah
Yang kedua merupakan sebuah band dengan musik Jamaikanya, yang lahir dan kemudian terbentuk dari kumpulan beberapa teman sekampus di Universitas Indonesia sekedar iseng dan hanya mengisi waktu yang kosong. Yang pada akhirnya sekitar tahun 2005 mereka mampu mengeluarkan album. nah bagi anda yang menggemarinya, maka anda dapat mendengarkan semua aliran musik reggae terlengkap di aplikasi JOOX dari handphone Anda.
Located in West Mall, Grand Indonesia, This is the Tim Ho Wan’s 2nd Outlet in Indonesia.
A No Pork Menu for Every Dish and a Variant of Other New Menus.
A Michelin star Dim Sum restaurant, Tim Ho Wan, opened its second outlet in West Mall Grand Indonesia and for the first time ever introduced its newest creation; Barbeque Chicken Bun. This most affordable Hong Kong Dim Sum Restaurant in the world is also introducing their newest menu which is the No Pork Menu, as a delighting improvement to its famous existing dishes.
Tim Ho Wan Indonesia’s Operational Director, Michael Goh expressed, “Tim Ho Wan proudly present the 2nd restaurant in Grand Indonesia and also by introducing the menu which has been awaited by our loyal customers which is Barbeque Chicken Bun. This main course is created and introduced firstly in Indonesia. This menu is not yet available in any other Tim Ho Wan Restaurant in the world. Michael further explained that the other specialty which distinguished this restaurant from other Tim Ho Wan restaurant is that they have a no pork menu which is exclusively made for our loyal customers. So they can try various menus. We also introduce our distinct new rice & noodle dishes including Yang Chow Fried Rice, Beef Brisket and Tendon Noodle and Wonton Noodle Soup. Not only prepared and made from fresh ingredients and with quality, but also offers a special taste. Come visit our restaurant and enjoy this new dish!” He said.
Tim Ho Wan Indonesia’s Marketing Head, Sambadha also explained, ‘The newest Tim Ho Wan Restaurant in Grand Indonesia has an area of approximately 315 m2 and a capacity of up to 105 seats offering 24 No-Pork dishes with some new creations like such as Chicken Wing with Prawn Sauce, Vegetable Filled Fried Wanton, Chicken Wanton with Garlic Spinach, Chicken Mushroom Rice, etc. He also added besides the new material, the shape is also newly created like round hakaw, vegetable dim sum, etc. Tim Ho Wan has also made it their mission to create various menus to satisfy their customers.
The first Tim Ho Wan outlet in Hong Kong is a small restaurant where the chef and cooks work using simple utensils. Despite the simplicity, the restaurant is able to serve the best dishes making the place vehemently popular and forcing people to wait in a long line just to be seated. Despite its lack of sumptuous facilities and ornaments, the restaurant earns a Michelin star, thanks to its dishes which can easily compete with some of the world’s most luxuriant dishes served in five-star hotels. And with the restaurant’s price list affordable to most, Tim Ho Wan has been dubbed “the world’s most affordable Michelin-starred restaurant”.
Tim Ho Wan Grand Indonesia, West Mall, Lower Ground. No. 24-25. Jalan MH Thamrin no. 1 Menteng, Jakarta Pusat. Telepon (021) 23580290. Opens 10:00 – 22:00.
The Ritz-Carlton Spa and Pevonia Botanica Defining the Nature of Yin & Yang
The Ritz-Carlton Spa at The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan hotel presents a new level of spa ritual for a balanced inner energy from the inside with our unique body treatment, the Yin and Yang® Spa Ritual. The Yin and Yang® Spa Ritual is inspired by Chinese philosophy where two opposite energies give rise to each other as they interrelate to one another. We believe that human body should reach perfect balance of yin and yang, where combination of yin; nourishing, cooling, building, relaxing and relate to the structure or substance, of the organs and yang; energizing, warming, stimulating and relate to the functional activity of your body.
The Yin and Yang spa treatment is specially crafted treatment by The Ritz-Carlton Spa and Pevonia Botanica, an elite spa care line chosen by prestigious spas worldwide. The collaboration of the legendary luxury spa service and high- quality product, allow our spa guests to get wonderfully soothing, rehydrated, deep relaxation and rejuvenation, as well as anti-stress and detoxification.
The Yin and Yang® complete spa treatment that exclusively designed for ladies and gentlemen, guest can choose between the Yin Ritual or Yang Ritual. Couples are recommended to have the Yin Ritual for ladies and Yang Ritual for the gentlemen. To complete this ultimate indulgence treatment, plunge into private Jacuzzi in the tropical Spa Villa and cherish the end of the lavish pampering with a glass of wine.
Yin Ritual is very relaxing and calming, suits to them who pursue for serenity. Begins with footbath and de-stress body massage followed with a skin smoothing Aromatherapy Salt Glow Exfoliating. Relax and inhale the soothing and calming aromatherapy of Ylang-ylang, Tangerine and Lavender as marine and Mineral Salts polish away dry skin cells and purify the skin. A cool gel of Water Lily with green tea is applied as the body wrap.
The property of the massage mask reduce irritation and inflammation deep in the skin tissue, leaving it calm and soother while deeply repairing and banishing free radicals. The treatment conclude with a facial cleanse, a cooling Pevonia Botanica Ginkgo Eye Mask, a customized Water Lily soothing gel mask and a decongesting massage to the calves and feet with a bracing Pevonia Botanica Tension Relief Gel.
Yang Ritual is more to the guests who quest for an energizing and warm feeling after the treatment, guest who quest for energy re-charge. Smooth energy flow is essential for good health, so when the body needs to be energized, Yang Ritual will help boost the energy and blood circulation while clearing any blockages. Begins with footbath and followed by deep relaxing massage using warm Pevonia Botanica Anti-Stress Massage Oil to awaken the tissue and stimulate health. An invigorating Salt Glow Exfoliation the applied to smooth and soften the skin and remove impurities while increasing the circulation for better detoxification.
Your body then will be coated with a micronized natural Black Magma, a warm mud rich in natural vitamins, minerals and enzymes to stimulate your body’s circulation ideal for those prone to chronic pain or fatigue, rheumatism, and post sport injuries.
The Yin and Yang® Spa Rituals experience is available for 210 minutes journey, starting from Rp. 3,500,000++ per person. For more information, please call +6221 2551 8975
Hilton Worldwide telah menyelenggarakan acara tahunan F&B Masters 2015/2016 dalam tingkat negara, 21-22 Desember 2015 di DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro.
Sebanyak 25 finalis yang berasal dari Conrad Bali, Hilton Bandung, Hilton Singapore, Conrad Centennial Singapore dan DoubleTree by Hilton Jakarta – Diponegoro mewakili properti hotel masing-masing untuk berkompetisi dan melanjutkan ke tingkat selanjutnya yaitu, regional.
F&B Masters 2015/2016 diselenggarakan untuk mengembangkan dan mencari bakat-bakat baru di dunia kuliner kawasan Asia Pasifik. Seluruh pekerja di jaringan Hilton Worldwide memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka dan bersaing melawan pekerja lainnya dalam beberapa kategori di antara seluruh properti hotel Hilton dalam kawasan Asia Pasifik.
Kompetisi ini memiliki 5 kategori, yakni bar, barista, kuliner, pastry, dan sommelier, dari berbagai hotel dan negara yang telah berkompetisi di dalamnya. Seluruh 36 properti Hilton Worldwide sekitar Asia Tenggara dan India ikut serta dalam kompetisi ini.
Culinary Cup – The Contestants
Dalam kompetisi ini, peserta diberikan pelatihan secara pofesional dan situasi bisnis yang sesungguhnya dalam persiapan untuk menghadapi kompetisi di tingkat selanjutnya.
Ke-25 finalis dari Conrad Bali, Hilton Bandung, Hilton Singapore, Conrad Centennial Singapore, dan DoubleTree by Hilton Jakarta-Diponegoro berlomba untuk memenangkan peringkat pertama dan melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Seluruh finalis telah sampai pada tingkat negara setelah sebelumnya memenangkan kompetisi di tingkat hotel. Mereka telah dikualifikasikan berdasarkan kemampuan dan pengetahuan.
Berikut hasilnya….
Final Scoring
Asep Ramdhani
Double Tree Jakarta
The Judges
CULINARY CUP
Ahmad Nurseha – DoubleTree By Hilton Jakarta (2nd)
Anda mungkin suddah terbiasa masuk ke kedai-kedai kopi di mal di tengah kota, tapi belum lengkap kalau belum berkunjung ke Bali Pulina Agro Tourism. Inilah objek agrowisata alternatif yang terletak di Ubud, Bali.
Berdiri sejak 19 Januari 2011, Bali Pulina terletak di Banjar Pujung Kelod, Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Gianyar. Di sini tidak sekadar minum kopi, tapi area sekitarnya yang luar biasa, ada pondok-pondok kecil di tengah persawahan dan alam pedesaan. Tidak hanya itu, kita bisa melihat dari dekat proses pembuatan kopi luwak yang diolah dengan cara yang tradisional.
Bali Pulina buka sejak 07.00 hingga 19.00 WITA. Dengan membayar Rp100.000 (untuk wisatawan lokal), pengunjung bisa mendapatkan delapan sloki minuman, yang terdiri dari kopi dan teh (lemon tea, ginger tea, ginger coffee, ginseng coffee, chocolate coffee, pure cocoa, vanilla coffee, dan Bali coffee), serta sepiring pisang goreng. Kalau kurang, tinggal pesan lagi – tentu ada tambahan uang, sesuai harga yang dipesan.
Kopi memang unggulannya, tapi sebetunya atmosfer sekeliling yang memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Bayangkan, pemandangan sawah yang masih asri dan berundak-undak. Juga ada dek kayu yang berbentuk daun kopi, tempat yang pas untuk berfoto ria dan ber-selfie. (Burhan Abe)