Home Blog Page 71

Arisan Brondong

0

Acara arisan memang sudah jamak di Indonesia. Tapi yang ini adalah arisan ibu-ibu sosialita yang memperebutkan pria muda. Ini pun ternyata tidak asing di kalangan atas Jakarta, serta kota-kota besar di Indonesia. Fenomena ini sudah banyak ditulis di beberapa media, bahkan ada yang memfilemkannya dengan judul Arisan Brondong. Film ini dirilis pada 18 Februari 2010, disutradarai oleh Helfi Kardit dan dibintangi antara lain oleh Bella Saphira, Heather Storm, dan Randi Fadillah.

Yup, hedonis bukan hanya monopoli pria, tapi sejumlah sosialita ternyata rutin mengadakan pesta dengan ‘hidangan utama’ pria berstamina plus. Kegiatan yang mereka lakukan sejauh ini sangat aman, karena para suami juga sudah saling kenal. Bahkan sampai menginap pun para suami tidak menaruh curiga terhadap kegiatan mereka.

Memang tidak hanya di Jakarta yang cenderung lebih “bebas”, Tribunnews.com pernah menelusuri kegiatan ini di Palembang. Sekelompok wanita usia 40an tahun aktif menggelar arisan berhadiah brondong. Sekali lelang, nilainya bisa mencapai Rp 20 juta. Arisan digelar tertutup di rumah mewah atau di VIP room karaoke. Transaksi ini terorganisasi dengan rapi, terdapat peran makelar yang menyediakan berbagai tipe pria sesuai selera tante-tante girang itu.

Beberapa germo yang berkeliaran di kota metropolis ini berprofesi sebagai sopir taksi dan karyawan swasta. Mereka mengenalkan brondong ‘koleksinya’ ke pemesan dengan imbalan feesekitar 20 persen dari nilai transaksi.

Tanpa makelar, tante-tante ini kesulitan mendapatkan brondong sesuai keinginannya. Akses mendapatkan brondong itu memang tidaklah mudah. Butuh relasi sesama penyuka brondong. Karena itulah dibuat sistem arisan brondong agar para tante-tante kesepian ini bisa mendapat kepuasan.

Uang bukan masalah bagi para wanita-wanita sosialita tersebut. Berapa pun yang diminta akan diberikan, asalkan si lelaki mampu memenuhi hasrat mereka yang bergejolak. Untuk menyalurkan keinginan itu, mereka tak mau jalan sendiri-sendiri. Mereka percaya, dengan berkelompok, keamanan jauh lebih terjamin.

Jejaring Sosial

Selain lewat makelar, jejaring sosial kerap dipakai. Berikut penulurusan Majalah MALE. Sebutlah Amanda, sosialita berusia paruh baya, biasanya mencari pria muda alias brondong melalui jaringan Twitter. Di jejaring sosial itu ia memasang foto wanita lain yang lebih muda, cantik, dan seksi. Bukan hanya itu, ia juga kerap memancing dengan kata-kata yang mengundang gairah kelelakian. Kata-kata nakal yang menggoda diyakininya mampu menarik ikan menuju umpan kailnya. Ketika ikan sudah memakan umpan, direct message dikirim untuk menyeret si pria lebih jauh ke dalam pelukannya.

Ketika gayung bersambut, Amanda menyampaikan niat dirinya dan teman-temannya. Ia juga mengakui foto profil yang dipasang untuk menarik pria mendekat kepadanya. Amanda melakukan pendekatan selama dua minggu kepada, sebutlah Jon, sebelum pria tersebut menyatakan setuju bergabung dalam party-nya. Ia berjanji akan membayar jerih payah itu Rp 10 juta, asalkan Jon mau mengimbangi gairah dirinya dan teman-temannya semalam suntuk.

Nah, pada saat ditentukan itulah party bersama brondong terjadi!

Boleh jadi, Amanda dan kawan-kawan ingin mendapat kepuasan seks yang tidak diperoleh dari suami mereka. Tentunya tak bisa disembunyikan suami mereka, yang berusia jauh lebih tua, tak mampu mengimbangi gairah para istri yang masih meletup-letup.

Platform versus Konten

0

MAKIN banyak media yang mengunakan platform digital. Di Indonesia perkembangannya memang tidak secepat di negara maju, tapi perubahan dari cetak ke digital mulai terasa belakangan ini – yang dipelopori oleh para penerbit besar.

Memang, pernah ada satu dua publisher yang mengkhususkan diri menerbitkan majalah dalam platform digital, bahkan dengan bujet iklan yang lumayan besar, tapi agaknya belum meraih kesuksesan. Boleh jadi bagi masyarakat Indonesia yang hidup di negara berkembang dengan ketersediaan jaringan internet yang terbatas, menjadi kendala utama untuk mengonsumsi media digital.

Mengubah platform adalah salah satu solusi, hadirnya PC tablet menjadi harapan baru bagi para penerbit koran dan majalah di seluruh dunia. Tapi yang dilupakan adalah, platform ternyata bukan yang nomer satu, justru konten masih menjadi daya tarik utama bagi pembaca.  

Boleh saja, publisher menerbitkan media digital desain interaktif yang canggih, beberapa bahkan disertai dengan gambar-gambar bergerak pula. Tapi semua itu tidak artinya kalau kontennya sendiri tidak menarik. Majalah Newsweek sempat berubah total dari cetak ke digital, tapi berubah pikiran kembali ke cetak lagi, setelah di ranah di digital belum mendapat sambutan yang siginifikan.  Pertama, karena pembaca loyal Newsweek kebanyakan masih ”generrasi analog”. Kedua, isu yang dijual majalah berita mingguan tersebutlah yang menggerakkan orang membaca, bukan daya tarik platform.

Memang, konsumsi media digital telah meningkat tajam beberapa tahun berlakangan ini. Menurut Pew Research pernah membuat riset tentang perilaku masyarakat AS terhadap media digital dua tahun yang lalu, mendapatkan hasil bahwa nyaris 40 persen responden mendapatkan berita dari media online atau digital.  

Meski demikian, media digital bukan satu-satunya sumber berita, tentu. TV, radio, dan media cetak masih menjadi pilihan untuk mendapatkan informasi. Yang mendorong orang untuk mendapatkan berita, bukanlah medianya – dalam bentuk digital atau konservatif, tapi nilai berita itu sendiri.  

Berikut adalah beberpa alasan mengapa konten adalah lebih penting ketimbang platform di era penerbitan digital.  

Isi Lebih Penting Ketimbang Bungkus

Sebuah survei yang dilakukan paa tahun 2011 oleh ACMA, perusahaan telekomunikasi dan lembaga regulasi media Australia mendapatkan bahwa bagi orang Austrlia yang nota bene melek digital, isi lebih penting ketimbang bungkus. Atau, konten lebih penting daripada platform.  

Memang, yang tidak bisa dimungkiri, pembaca lebih nyaman dengan media online atau digital yang lebih praktis dan fleksibel, tapi ekspektasi pembaca lebih kepada konten, mereka tidak peduli apakah memperolehnya melalui media digital, cetak atau TV – entah itu berita, cuaca, event, baik yang bersifat lokal, global, atau di antaranya. Selain itu, akurasi juga dianggap penting, sehingga berita dari online saja tidak cukup, kadang-kadang dikroscek dengan media tradisional.  

Media Sukses Berfokus kepada Konten

Afar Media adalah penerbit majalah-majalah travel dan gaya hidup untuk kelas atas. Pendiri dan chief product officer-nya Joseph Diaz berbicara kepada Media Next tentang keseimbangan antara pertumbuhan media digital dengan pemanfaatan berbagai platform. Kunci utama kesuksesan Afar Media ternyata terletak pada kontennya.  

One year in: 10 ways The Washington Post has changed under Jeff Bezos

0

A year ago, Jeff Bezos stunned the media world with the news that he was buying The Washington Post for $250 million. With his jumble of businesses, the founder of Amazon seemed an unlikely buyer for a newspaper that was losing money. But given moves he has made to try to reinvent the media business (Amazon, the Kindle – and Kindle Singles e-books and Amazon Studios, units that give creators new outlets for their work), expectations that the billionaire entrepreneur would transform the Post into a hotbed of experimentation were high.

Now flush with resources, the paper has begun hiring again and introduced a number of initiatives. Here’s what happened, and what hasn’t: National growthIn March, in a de facto effort to take the brand national, The Washington Post lowered its paywall to give free Post access to subscribers of more than 100 local papers, including the Dallas Morning News and Minneapolis Star Tribune. Post president Steve Hills told the Financial Times that digital subscription services such as Amazon Prime and Spotify could one day come packaged with Post content, although that hasn’t materialized yet.  

Overseas expansion The Post also has spread its wings aboard, adding a sales team in London, to leverage its international audience. The jury’s still out on whether it can expand beyond its association with coverage of D.C. politics, though.  

Circulation Digital is growing in importance. As of March 31, Monday-Friday print circulation averaged 399,757, down from 431,521 in September 2013. But online audience is up 43 percent to 32.3 million monthly uniques in June, per comScore desktop and mobile combined.  

Editorial expansion The Post has grown the editorial operation. Despite the loss of high-profile talent like Ezra Klein, who took others with him to Vox Media including Dylan Matthews and Melissa Bell, the newsroom is growing. As of May, the Post had hired 50 new people in various newsroom functions, launching blogs like Storyline, Morning Mix and Post Everything and expanding the Sunday magazine. This hasn’t made up for the 200 jobs that were eliminated in buyouts in recent years, but it’s a welcome start.  

Technology The Post has long embedded technologists in the newsroom, and that’s expanded under Bezos. Today, 25 engineers that work with the newsroom enable them to develop new “Snowfall”-like story formats and mine data for enterprise stories.  

Comments The Post partnered with The New York Times and Mozilla to create an online community commenting system, which is in “advanced stages of design,” said Shailesh Prakash, vp of digital product development and CIO.  

ExperimentationA reflection of Bezos’ experimentation ethos, the Post opened a software-development lab in New York in March, WPNYC, to improve the website and develop new ad products.   Advertising Native advertising has been a core of the Post’s ad revenue strategy since it launched its Brand Connect program in March 2013. It has since allowed advertisers to borrow features of article templates to make them look more like editorial.

Jimmy’s: Revolution in Nightlife Entertainment

0

Kehidupan malam di Surabaya bertambah marak degan hadirnya Jimmy’s, sebuah klub baru yang menggabungkan hiburan dan teknologi tinggi, dengan desain interior eksentrik dan eklektik.  

Ini adalah karya ke sekian Lucky Hasmoro, yang sebelumnya melahirkan beberapa konsep klub dan F&B venue, sebutlah Blowfish, Redboxx, dan Comedy Kopi. Kali ini, melalui Hasmoro Group, holding yang didirikan pada 2006, ia kembali membuktikan kepiawaiannya dengan mendirikan Jimmy’s yang unik dan untuk segmen premium.    

Menempati sudut ruang bawah tanah di JW Marriott Surabaya, Jimmy’s memiliki dua pintu masuk, dan setiap akses menjanjikan pengalaman optik yang berbeda. Di sinilah beberapa ruang terbagi, mulai dari ruang sisha ala Timur Tengah, wine lounge, area VIP Cielo, dan ruang hiburan utama, tentu.  Setiap hari, mulai jam 3 sore hingga jam 3 pagi, sebuah pengalaman yang luar biasa tersedia di sini.  

Tidak seperti klub lain sebelum di Surabaya, Jimmy tidak akan menampilkan warna-warni cerah & pencahayaan biasa. Sebaliknya, laser vertikal dan pergelangan kaki tinggi akan bersinar sepanjang lorong. Di balik DJ, proyeksi video mapping akan menghibur, lengkap dengan layar plasma lebar yang menampilkan grafis multimedia. Untuk melengkapi semua ini, peralatan DJ terbaru dengan perangkat speaker linear high-end, menjanjikan musik yang meramaikan suasana.  

Dengan produk terbaik, segmen premium, serta pelayanan kelas atas, Jimmy’s diperkirakan akan menciptakan buzz, a big buzz. Hiburan berkelas yang menyedot perhatian dunia, mulai dari Jakarta, Singapura, Hong Kong, bahkan Tokyo. “Revolutionary is not a sin, it is a concept, and that concept you’ll find at Jimmy’s,” ujar Lucky Hasmoro. (Burhan Abe)

MALE 96 http://male.detik.com

Rooftop Rum Bar, Karumba @ Mercure Jakarta Simatupang

0

Menawarkan pemadangan kota Jakarta yang menakjubkan, bar dan resto baru ini menetapkan standar baru untuk sebuah tempat hiburan yang stylish.

Mercure Jakarta Simatupang 20 Agustus 2014 resmi membuka Rooftop Rum Bar, Karumba. Terletak di lantai 19 hotel, Karumba merupakan Rooftop Rum Bar pertama di Jakarta, yang menawarkan pemandangan kota yang indah dari gedung tertinggi sambil menikmati kebersamaan dengan kerabat atau rekan kerja.  

Menawarkan interior design yang mengesankan untuk menonjolkan pemadangan kota Jakarta yang spektakular, Karumba memiliki 332 m2 ruang indoor dan outdoor, yang mencakup kolam renang. Para tamu juga dapat menikmati beberapa minuman diudara terbuka sambil menikmati pemandangan kaki langit.  

Karumba menampilkan interior design yang terinspirasi dari gaya West Indies yang dinamis dan berwarna-warni. Sementara untuk hiburan musik, Karumba mempersembahkan jajaran band musik handal dan DJ yang akan membawakan musik dari segala aliran, sebut saja Reggae, R&B Soul, Latin Jazz & Calypso hingga Afro-funk. 

Bersantai di Karumba – Rooftop Rum Bar

Karumba menampilkan desain Karibia yang menciptakan suasana yang menakjubkan dengan privasi lengkap. Dikelilingi oleh lampu-lampu kota, dan seluruh kota Jakarta pada kaki mereka, para tamu dapat bersantai dengan minuman yang disediakan oleh bartender kami sambil menikmati semangat riang dan mengundang dari malam musim panas yang hangat. Sofa chic dan ramping yang terletak di bar memberikan sentuhan elegan dibagian luar ruangan. Meskipun terletak di selatan Jakarta, Karumba menawarkan sebuah sanctuary untuk bersantai setelah bekerja atau untuk liburan akhir pekan  

Manjakan Diri dengan Rum Cocktails Legendaris dan Hidangan Favorit

Pemandangan indah di kedua sisi selatan Jakarta berfungsi sebagai latar belakang untuk tamu, selain menghirup koktail rum yang eksotis sepanjang malam. Selami aroma hidangan Planter Punch atau West Indies Style Pasta sambil mencicipi aneka koktail racikan bartender Karumba.

Sebuah pilihan sampanye yang luas tersedia untuk tamu yang lebih memilih minuman bubblier. Karumba juga menampung tamu mencari sebuah oasis di siang hari ditemani teh sore yang menyenangkan. Dari siang hingga malam hari, Karumba diciptakan untuk menjadi salah satu dari Jakarta paling glamor bar untuk menyaksikan matahari terbenam dan tujuan setelah gelap.  

Nikmati Musik Sensasional

Karumba adalah tempat yang ideal untuk menikmati koktail rum besar, makanan dan musik dalam suasana santai Karibia.   

Berikut adalah jadwal musik kami:  

  1. Rabu Live music, Richard Christian & Friends dengan Top 40 Hits di 8:00-01:00.
  2. Kamis Live music, Barry Likumahuwa & Rasakan Gang Baik dengan Modern RnB & Jiwa di 8:00-01:00.
  3. Jumat Live music, Rio Moreno Combo feat. Latin Jazz Jumat pada 9:00-02:00.
  4. Sabtu Live music, Taufan Goenarso & Funk Serangan tentang Funky Hump Sabtu pukul 21:00-02:00.
  5. Resdent DJ tampil setiap hari membawa gaya yang unik dan musik yang trendi.

Melintasi ruang lingkup semua suara dan musik, para tamu pasti akan menikmati suasana optimis dan menggembirakan DJ menciptakan dengan ketukan mendesis nya.  

“Sebagai tujuan populer, Jakarta sudah terkenal dengan berbagai pilihan tempat untuk bersantap. Kami berusaha untuk membedakan persembahan makanan dan minuman di Mercure Jakarta Simatupang dengan menyediakan ‘sentuhan modern’ pada makanan dan minuman yang disajikan. Pengalaman bersantap yang luar biasa di hotel ini dilengkapi dengan tampilan yang sama mengesankan dengan suasana dan layanan. Kami mengantisipasi bahwa bagi banyak internasional, wisatawan domestik dan business traveler yang mengunjungi Jakarta, kunjungan ke rooftop rum bar di Mercure Jakarta Simatupang dengan keunikan konsep interior design dan seleksi rum yang lengkap, akan menjadi bagian dari daftar tempat yang harus mereka kunjungi di Jakarta,” kata Arini N. Yulianti, Public Relation Manager, Mercure Jakarta Simatupang.  

Great Food, Great Music, Great Rum!  

About Mercure Jakarta Simatupang

The location is strategically in the center of South Jakarta’s business district and close to International Golf Course Pondok Indah. This four stars hotel is offer easy to access to trendy shopping in South Jakarta area. Mercure Jakarta Simatupang hotel has a unique design concept with a touch of urban art interior that created by graffiti local’s artist. Flexible four meeting rooms and can to accommodate the meetings, workshops or seminar, completed with technology and dedicated professionals team. The other business facilities are business centre and internet corner.  

The guests can pamper themselves in the hotel’s restaurant, Graffiti in the ground loor and KARUMBA Rooftop Rum Bar with open air. Graffiti is open for lunch and dinner; invite guests to enjoy international classic and Indonesian a la carte while enjoying a trendy atmosphere. The highest floor of this hotel, guests will find a trendy KARUMBA Rooftop Rum Bar, where guests can indulge in stylish and tasteful settings while chilling out with friends. Outdoor and indoor terrace with view of the dynamic city, can be enjoyed while sipping rum cocktails made by skilled mixologists from KARUMBA.   For relaxations after a long day from business meeting, hotel offers swimming pool facility and fitness centre are located in the rooftop of hotel.

Tequila

0

Tequila Sunrise tentu bukan nama yang asing lagi. Minuman campuran berbahan dasar tequila, ditambah Grenadine, jus jeruk, dan es serut ini memang sangat populer di antara penggemar cocktail. Tapi tahukah Anda, tequila tanpa campuran apa-apa pun, tidak kalah terkenalnya sebagai minuman gaul.

Menikmati the Mexican spirits ini tidak melulu harus  dengan garam, irisan lemon, dan meminumnya dengan teknik shooter – yang konon justru akan merusak cita rasa tequila sendiri. Menikmati tequila murni atau sebagai campuran cocktail adalah salah satu cara yang tidak kalah serunya.

Spirits yang terbuat dari tanaman agave biru itu memiliki beberapa merek yang beredar di Indonesia. Contohnya, yang standard original, seperti Jose Cuervo, Pepe Lopez, dan Sierra; kelas premium, seperti Patron, Don Julio, dan El Jimador; serta yang berkualitas super premium, yaitu Herradura.

Spirits asal Meksiko ini ternyata memiliki akar yang sangat tua. Tequila menjadi minuman Amerika Utara pertama yang didistilasi, pun merupakan minuman beralkohol pertama yang diproduksi secara komersial. Seperti dikutip dari Tequilasource.com, sejarah tequila sudah dimulai sejak zaman pra-Hispanik, ketika penduduk pribumi memfermentasi getah tanaman maguey lokal menjadi minuman yang disebut pulque.

Mezcal wine, yang merupakan “nenek moyang” tequila, pertama kali diproduksi hanya beberapa dekade setelah datangnya orang-orang Spanyol untuk membangun koloni di daerah yang disebut sebagai Dunia Baru, pada 1521. Sebutannya bervariasi, mulai Mezcal brandy, agave wine, Mezcal tequila, hingga akhirnya tequila.  

Sebetulnya nama tequila berasal dari nama kota kecil di sebuah lembah yang terletak di Negara Bagian Jalisco, Meksiko. Konon, tequila merupakan istilah kuno Nahuatl—penduduk asli daerah tersebut—yang memiliki arti tempat tanaman panen. Tanah di daerah itu dianggap cukup baik bagi pertumbuhan agave biru, dan lebih dari 300 juta tanaman tersebut dipanen setiap tahun. Tequila resmi menjadi sebuah desa pada 1656.  

Walaupun terbuat dari tanaman agave biru, masih banyak yang mengira tequila adalah minuman beralkohol asal Meksiko yang terbuat dari kaktus. Padahal tidak demikian. Tequila berasal dari penyulingan getah tanaman agave biru, salah satu dari 136 varietas tanaman agave di Meksiko, dan hanya agave birulah satu-satunya yang diizinkan digunakan dalam produksi tequila.  

Layaknya wine, tequila juga harus berada di wilayah tertentu, seperti Jalisco. Hanya tequila yang diproduksi di situlah yang bisa disebut tequila. Di luar itu tidak boleh.  

Seperti wiski, tequila memiliki aging dalam barel kayu ek. Ada yang 45 hari, 9 bulan, dan 2 tahun. Tequila Herradura Silver, contohnya, atau yang dikenal dengan sebutan Blanco, setelah jadi, sebelum dimasukkan ke botol, disimpan terlebih dulu di dalam barel ek selama 45 hari. Sementara itu, proses aging Herradura Reposado selama 9 bulan, dan Herradura Anejo disimpan selama 2 tahun.  

Cheers!

Sumber: MALE Zone by R. Anandita, MALE 96

4 Reasons Why Content is More Important than Platform

0

As the number of digital platforms has increased, digital news consumption has risen sharply.

In fact, the Pew Research 2012 News Media Consumption Survey found that digital news was the only news category that grew in 2012. In 2012, approximately 39% of survey respondents said they got news online or on a mobile device the previous day, an increase from 34% in 2010. Additionally, the percentage of people who got news from one or more digital platforms “on an average day” has risen to 50%, which is only slightly less than the audience for all forms of television news, and which is higher than consumption of newspapers (29%) and radio (33%).

However, while making content ready for multiple platforms is important, the content itself has to do most of the “heavy lifting” required to make a digital publication succeed. Here are 4 reasons why content is more important than platform in the digital publishing age.

1. Content Consumers Care More About Content than Platform

A 2011 survey by ACMA, Australia’s telecom and media regulator, found that for Australians, content is more important than media delivery platform. Consumers have similar expectations whether content is accessed through traditional media like print and television, or through digital media. Participants in this study were enthusiastic about the flexibility the online world brings to news and current events, whether the news is hyper-local, worldwide, or in between. However, many people believe that accuracy can suffer due to a need for immediacy. So while having a variety of platforms to choose from can be nice, content consumers are aware that the platforms are only tools to serve up content, and it’s the content that counts.  

2. Media Companies That Focus on Content Succeed

Afar Media is an independent publisher of the upscale travel and lifestyle magazine Afar. Co-founder and chief product officer Joseph Diaz spoke with Media Next about balancing digital growth and utilizing different platforms. A central focus on content is integral to Afar Media’s success. “We start with what we do well—creating really good content, and then think about how to package that content in ways that make it easy for our audience—and like-minded audiences—to access it,” says Diaz. Focusing on platform, he says, is short-sighted: “Anyone can buy traffic …

Our strategy is to ensure that each platform can achieve its goals independently of the others, but also works interdependently with the other platforms to increase efficiency.” Results for Afar has included lucrative partnerships with companies like hotel chain Westin.  

3. Great Look and Feel Are No Longer Considered “Extras”

The barrier to entry for digital platforms is low. Creating a website and also having it optimized for mobile is no longer the challenge it was just a few years ago. People have used enough apps and visited enough mobile sites to expect a good visual experience regardless of the quality of content. While this does set the bar high for digital media companies (because people generally won’t bother pinching and zooming even great content), it also shows that the way publishers set themselves apart from the competition is with terrific content. High quality content targeted to an audience, from a publisher that has established good credibility with content consumers is capital-intensive, but it’s what readers expect from their content consumption.  

4. Content Represents Stability in a Roiling Sea of Platform Evolution

Platforms will continue to evolve, and while this may be distressing for publishers who wonder when they’ll be able catch their breath while chasing every new platform, it is good news for those who concentrate on content quality. Most readers still understand that publishers can’t address every new platform immediately. Pamela Maffei McCarthy, deputy digital editor for The New Yorker, told Pew Research, “We want to be where our readers want to be as new platforms reach critical mass, but you can’t do them all at once.” And it only makes sense that publishers should add platforms when they have the high quality content to make the effort worthwhile for readers (and ultimately publisher revenues).  

Putting your great content on new platforms should be a process that’s integrated with your revenue development strategy. In other words, you should make sure your subscription options, advertising, and job boards can accompany your content to the platforms on which you make it available. RealMatch offers recruitment advertising solutions to digital publishers and media companies that don’t hold publishers back as they pursue new platforms for their content.

Club Med Bali: The Best Premium Holiday Resort

0

Bali merupakan surga tropis dan telah menarik minat jutaan wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Club Med Bali Resort yang terletak di Nusa Dua, Bali, merupakan perpaduan sempurna dari modernitas dan budaya Bali.   

Resor ini sedang dalam proses renovasi ekstensif dan akan segera siap meluncurkan sejumlah fasilitas serta layanan baru tahun 2014 yang didasarkan pada konsep harmoni yang akan membantu memperkaya reputasinya sebagai The Best Premium All-Inclusive Holiday Resort bagi pengunjung dari segala usia.   

Salah satu fasilitas yang telah direnovasi adalah area relaksasi khusus terbaru, the Zen Pools yang telah dibuka Maret 2014, mengikuti jejak the Zen Pools di Club Med Phuket dan Cherating Beach. Dengan arsitektur menakjubkan dan suasana yang menenangkan, menjadikan fasilitas ini sebagai tempat bersantai yang sempurna bagi para tamu untuk menikmati pengalaman Zen yang sesungguhnya.   

Kemegahan mempesona dari Club Med Bali terlihat dari ketenangan dan keheningan Zen Pool. Fasilitas ini dibangun dengan gaya arsitektur seperti teater terbuka dengan anakan tangga sebagai pintu gerbang dan pemandangan laut yang spektakuler. Ketika Anda berjalan menuruni anak tangga, Anda akan disambut oleh taman bunga indah yang mengarah ke area kolam renang utama yang dipayungi kanopi-kanopi yang tertanam pada pancang batu.   

Furnitur kolam renang dirancang khusus oleh Studio MHNA dan terdiri dari beberapa tipe, di antaranya yaitu: tempat tidur di atas air, tempat tidur ganda di halaman, kursi santai kayu tradisional atau tempat tidur lipat di bawah payung tradisional. Di malam hari, suasana malam yang indah menambah kemegahan lingkungan yang mempesona ini. Kolam ini memiliki bar sendiri sehingga para tamu dapat memilih tempat yang nyaman sesuai dengan pilihan mereka dan menikmati relaksasi dengan menikmati minuman untuk melengkapi pengalaman menelusuri Zen.  

Renovasi Club Med Bali merupakan gagasan dari arsitek Prancis terkenal, Marc Hertrich, yang telah memperbaharui resor dengan konsep harmoni. Ia mempelopori renovasi Club Med Bali pada 2008 dan telah kembali lagi untuk mewujudkan konsep harmonisasi secara nyata. Sebelumnya Marc telah menciptakan desain yang luar biasa untuk resor Club Med di Guilin, Cancun Yucatan, Agadir, Ixtapa, Albion, dan Phuket, bersama dengan hotel mewah Swiss Le Richemond, dan banyak butik high-end serta restoran di seluruh Eropa.  

Club Med Bali telah meraih TripAdvisor® Travellers Award, yang menampilkan daftar 10 All-Inclusive Hotel in Asia tahun 2013, setelah secara konsisten menerima ulasan wisatawan yang beredar di situs tersebut. Pada 2014, resor ini tercantum di antara 6 hotel terbaik untuk keluarga di Indonesia berdasarkan review terfavorit, dan opini oleh wisatawan dari seluruh dunia, yang terutama mengungkapkan penghargaan mereka atas layanan G.O., yang ramah, alternatif pilihan kegiatan yang beragam, dan Klub Anak untuk segala usia.  

Club Med Bali juga menawarkan nilai yang lebih bagi Anda. Tawaran paket all-inclusive membebaskan Anda dari kerumitan perencanaan perjalanan, ideal untuk semua orang, baik Anda bepergian dengan keluarga, pasangan maupun bersama teman-teman. Paket premium termasuk transfer dan akomodasi, berbagai olahraga, tiga menu makanan setiap hari, minuman dan makanan ringan sepuasnya, hiburan malam dan kegiatan klub untuk anak-anak di segala usia.   

Fitur yang paling unik yang bisa Anda dapatkan apabila berlibur di Club Med adalah keberadaan tim G.O. yang penuh bakat dan multikultur. Dipimpin oleh Chef de Village Jean Benoit Nisin dari Belgia, lebih dari 90 G.O. yang mewakili 18 kebangsaan memberikan pelayanan yang menyenangkan, ramah dan first-class kepada tamu.

Club Med Bali Resort

Kawasan Pariwisata Nusa Dua BTDC Nusa Dua, Bali 80363 Phone: (0361) 771521

Sky Lounge @ Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah, Bekasi

0

Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah – Bekasi menggelar soft opening fasilitas terbarunya yaitu Sky Lounge, 8 Agustus 2014. Acara pembukaan ditandai dengan seremoni bersulang yang dipimpin L. Sudarsana, General Manager, bersama dengan tamu-tamu undangan yang hadir.

Acara tersebut mengambil tema Sky Jazz dan dimeriahkan oleh penampilan salah satu musisi Jazz terbaik di Indonesia, Idang Rasjidi. Para undangan yang hadir terdiri dari para tamu korporat, tamu reguler serta rekanan bisnis hotel.

Sky Lounge terletak di lantai sebelas hotel, merupakan lounge yang nyaman dan eksklusif dengan konsep wine, dine, and cigar. Lounge ini sangat sesuai digunakan para pebisnis dan eksekutif untuk berkumpul atau mengadakan business meeting. Desainnya unik, dengan nuansa modern didukung oleh dinding kaca di sekeliling lounge. Sambil bersantai, pengunjung dapat menikmati pemandangan lepas area Kota Harapan Indah dan sekitarnya yang memukau di malam hari.  

“Kami memberikan tempat alternatif baru untuk hang out bagi para pelaku bisnis maupun eksekutif yang berada di area Bekasi dan Jakarta,” kata Sudarsana. “Kami bangga memperkenalkan Sky Lounge sebagai loungepertama dan satu-satunya yang berlokasi di puncak gedung untuk area Bekasi. Kami menyediakan bermacam menu internasional untuk bersantap malam serta beragam pilihan wine dan cigar kualitas terbaik,” tambahnya.  

Spesial selama masa pembukaan, Sky Lounge Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah – Bekasi menggelar promosi istimewa Happy Hours pukul 17.00 – 19.00 WIB yaitu beli dua gratis satu gelas tambahan beberapa minuman.    

Sky Lounge memiliki kapasitas tempat duduk untuk tujuh puluh orang dengan waktu buka operasional pukul 17.00 – 01.00 WIB setiap harinya    

Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah, Bekasi adalah hotel berbintang 4 yang berlokasi di Jl. Harapan Indah Bulevar No. 10-12 Medan Satria, Kota Harapan Indah – Bekasi. Hotel yang dibuka 25 April 2014 ini, memiliki 152 kamar, dengan fasilitas Ballroom yang dapat menampung hingga 2.000 orang, Meeting Rooms, Restoran, Lobby Lounge, Sky Lounge, Pusat Layanan Kebugaran, Kolam Renang, Ruang Karaoke, Lapangan Tenis, Lapangan Badminton, Tempat Bermain Anak, Kolam Rendam Air Panas & Air Dingin, serta layanan gratis Wi-Fi di setiap kamar dan seluruh area publik.  

Hotel Santika Premiere Kota Harapan Indah – Bekasi merupakan Hotel Santika Premiere ke-8 dalam kelompok Hotel Santika Premiere dan hotel ke-67 dalam grup Santika Indonesia Hotels & Resorts. Hingga saat ini sudah terdapat Hotel Santika Premiere Bintaro, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, dan Medan. Hotel Santika Premiere memiliki pelayanan berkelas yang berpadu dengan sentuhan khas Indonesia.  

Hotel-hotel yang dikelola Santika Indonesia Hotels & Resorts berada strategis di pusat kota dan wisata yang memberikan kemudahan dalam kegiatan berbisnis maupun perjalanan wisata. Melalui tagline “Hospitality from the Heart”, Santika Indonesia Hotels & Resort mengelola brand The Royal Collection, Hotel Santika Premiere, Hotel Santika, dan Amaris Hotel.

Sababay: A Passionate Taste from New Latitude

0

Indonesia sudah bisa menghasilkan wine sendiri, Sababay yang diproduksi di Bali.

History is moving beyond the old and the new world. Right from the equator, Sababay invites you to the next chapter of the global journey in grape growing and wine making from a new latitude. Fresh and lively, our wine is easily a crowd favorite. passionately created for your enjoyment and appreciation of our beautiful nature.

Selama ribuan tahun wine telah dikonsumsi, bahkan menjadi komoditas besar negara-negara di benua Eropa, terutama Prancis. Menyusul kemudian wine Australia, Afrika Selatan, dan negara-negara lainnya. Nah, kini kita boleh berbangga hati karena Indonesia juga punya produk wine sendiri. Inilah produk asli Indonesia!

Sababay Winery mengolah hasil perkebunan anggur di Pulau Dewata. Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali kelak tak hanya dikenal dengan budaya dan keindahan alamnya, tapi juga wine-nya. Ya, karena sejak dua tahun lalu, tepatnya di kawasan Gianyar telah berdiri industri wine, yang mengolah buah anggur dari perkebunan petani Buleleng. Sebagai daerah beriklim tropis, daerah ini juga memungkinkan anggur tumbuh sepanjang tahun.  

“Di Bali banyak buah-buahan. Bali seperti miniatur Indonesia, tapi kekurangan lahan pertanian. Di Buleleng ini ada 1.000 hektare tanah pertanian, yang salah satu hasilnya tanaman anggur. Lalu kenapa tidak saya bikin wine?” ujar Mulyati Gozali, founder Sababay Winery, saat membuka acara Wine Sensations di Decanter Wine House, Jakarta, 24 Juni 2014.  

Di perkebunan anggur itulah, dalam waktu 24 jam, buah anggur dipetik, lalu dibawa ke pabrik pengolahan, yang langsung disortir. Selanjutnya, anggur tersebut diproses melalui sembilan langkah, dengan masa fermentasi tujuh minggu, hingga akhirnya didapatlah hasil minuman berkelas, wine Sababay.  

Sababay, yang diambil dari nama Teluk Saba, yang perkebunannya menghadap ke Teluk Saba, menggandeng Vincent Desplat, winemaker asal Prancis, yang sudah sekian lama menetap di Bali. “Winemaker kami adalah orang Prancis, kenapa? Karena, kalau kita mau buat winery, harus seperti dari mana wine itu berasal,” Mulyati menambahkan.

Seperti yang terlihat di Decanter Wine House malam itu, para tamu berkelas disuguhi aneka wine Sababay dalam sebuah wine tasting yang diselenggarakan oleh majalah MALE bekerja sama dengan Sababay Winery. Tampak para sosialita menikmati berbagai wine produksi Sababay, seperti Moscato d’Bali, Ludisia, Pink Blossom, White Velvet, dan Black Velvet.  

Untuk menambah kenikmatan menyesap wine Sababay, cobalah lakukan food pairing dengan beberapa menu lokal Indonesia. Coba padankan Black Velvet, misalnya, dengan ayam pepes ala bumbu Bali atau rendang. Pink Blossom dapat dipadukan dengan sate lilit yang disajikan dengan saus sambal Lampung, atau dapat juga dengan gado-gado. Adapun White Velvet cocok dengan gurami bakar atau tahu goreng cocol sambal mangga. (R. Anandita/MALE 94

Sababay Winery

  • Prof Dr Ida Bagus Mantra Jalan Bypass Nomor 333x, Gianyar Keramas, Bali 80581
  • [email protected]
  • Phone: 62-361-949099
  • Fax: 62-361-950921
  • Twitter: @SababayWinery