Sementara Arroz Peruano con Wagyu menjadi contoh bagaimana comfort food dapat naik kelas. Nasi gurih khas Peru diperkaya lemak wagyu, potongan wagyu renyah, cabai kuning, dan sayuran segar, menghasilkan permainan tekstur yang terus berubah di setiap suapan.
Pengalaman bersantap kemudian berlanjut ke bar. Program koktail Chupacabras mengambil inspirasi dari budaya minum Amerika Selatan yang ekspresif. Mulai dari racikan tropis yang ringan hingga koktail klasik dengan karakter yang lebih tegas, semuanya dirancang sebagai pasangan alami bagi hidangan yang keluar dari bara api.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto
Di sinilah Chupacabras terasa berbeda. Restoran ini tidak sekadar menawarkan menu Amerika Selatan. Ia mencoba menerjemahkan gaya hidupnya—hangat, terbuka, penuh percakapan, dan selalu mengajak orang duduk lebih lama di meja makan.
“Masakan Amerika Selatan adalah tentang emosi—tentang api, kebersamaan, kemurahan hati, dan menghargai bahan,” kata Mauro Santarelli. “Di Chupacabras, kami ingin para tamu merasakan hal tersebut, bukan hanya melalui makanan, tetapi juga dari suasana, pelayanan, dan momen berbagi di meja makan.”
Kopi 4.0:Â Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi





Di tengah pertumbuhan Ubud sebagai salah satu destinasi gastronomi paling menarik di Asia Tenggara, Chupacabras memilih untuk tidak mengikuti tren. Ia justru membangun identitasnya sendiri—menggabungkan teknik memasak tradisional, bahan premium, dan lanskap tropis Bali menjadi sebuah pengalaman yang terasa autentik.
Karena pada akhirnya, steak terbaik bukan hanya soal potongan daging yang mahal. Ia adalah tentang api yang dijaga dengan sabar, orang-orang yang duduk mengelilinginya, dan malam yang terasa terlalu singkat untuk segera berakhir.
The Luxury of Space:Â Perjalanan Mewah Menjelajah Indonesia

