Home Blog Page 107

Plastic card that brings happiness, changes lifestyle

0

Like or not, the credit card has become an indispensable part of urban life. Plastic money can indeed be a supportive tool in today’s life of comfort. It bring happiness to those who like shopping as they can pay the bills over several months. “I just charged it and went home with a new laptop,” Ira Lestari, an entrepreneur, told The Jakarta Post.

“Particularly for those who like traveling, having a credit card can be so helpful. It is very convenient since you don’t have to carry much cash to a place where you are a stranger,” she added. “And when you need more cash, a credit card’s cash advance service enables holders to withdraw money at any major ATM worldwide.”

Furthermore, many restaurants offer significant discounts to credit cardholders. And the credit card automated billing program enables you to avoid standing in long lines to pay utility bills. In addition, purchasing merchandise, booking airline tickets or hotel rooms online is just a matter of tapping away at a computer keyboard at your convenience.

Indeed, this 8.5 by 5.5 cm card can be a great financial help if a person can make use of it wisely. Not only does it facilitate making purchases when cash is not on hand, but also allows people to delay payment for 30 days or more with no interest depending on the terms and conditions set by the credit card issuer. “As long as you don’t bite off more than you can chew, a credit card is really helpful,” Ira continued.

It means that a credit card should be seen as a basic need rather than a luxury. Otherwise, “If we are unable to pay for the expensive goods or services we buy, it is not unthinkable that the interest will end up costing more than the actual product purchased,” Ferry Hartono (not his real name), a government official who chooses not to have a credit card, asserted.

A credit card is nothing but a clever deception, Ferry continued. “Despite all the advantages, no credit card gives you free money. The interest rate is simply a sly way to take your money.”

Whether you agree with Ira’s or Ferry’s sentiments, the fact that the increasing number of credit cards being offered to the public by many financial institutions is an interesting phenomenon. Tight competition between credit card companies gives cardholders more attractive incentives such as reward points, cash back, education and health services.

American Express (AMEX) Card Services of Bank Danamon Indonesia introduced September last year its latest membership rewards program, in which AMEX cardholders can redeem their reward points with hundreds of reward items such as a round trip to Singapore with 38 airlines, fashion merchandise and other exclusive items. The reward program offers up to five times bonus points to its members at participating merchants.

“That way our privileged members can earn points faster and enjoy their rewards sooner,” Darwin Tan, senior vice president for AMEX Card Business Head, explained to The Jakarta Post.

The company collaborates with a number of premium multi-industry business partners such as Harley-Davidson and Nokia, “AMEX card members now can redeem their reward points for either a Harley-Davidson motorcycle or a Nokia E-90 Communicator,” he added.

In addition to reward points, credit cardholders now can enjoy the cash back program. HSBC Visa and MasterCard, for instance, offer up to Rp 800,000 in a cash back reward upon approval of an application. This promotion is valid until Oct. 31 this year. GE Money, in cooperation with Kartu Belanja Carrefour, Smart Shopping Cash and Manulife Gold Card, also offers an array of benefits to cardholders, such as education and health services. GE Money credit cards offer convenient tuition fee payment arrangements from kindergarten to university level. “And GE money credit card facilitates easy access to health services at participating hospitals,” GE Money CEO, Harry Sasongko, told Kompas.

However, all the attractive incentives are no more than a marketing approach by credit card companies. Many cardholders admit that such incentives were one of the reasons they applied for a credit card. Interestingly, quite a number of cardholders have become trapped by unrestrained use of their credit card. Obviously they find it easier to spend that to manage their finances.  

Unless a person earns a steady income, they should put on hold any plan to get a credit card. Moreover, timely financial management is crucial for those with plastic money. Eko B. Supriyanto, director at the InfoBank Research and Bureau, advised that a credit cardholder should not charge more than 30 percent of his or her monthly income to their card in any given month. “Otherwise, a problem will gradually emerge, especially when they have to pay off other debts like car or mortgage payments,” Eko was quoted by Kompas as saying.

A credit card, thus, should not be treated as an instrument to incur debt. Rather, it should be used as a convenient tool to make a transaction. (Aulia Rachmat)

The Jakarta Post, September 28, 2007

Pria-pria Penjual Cinta

0

Mereka adalah pria-pria pintar dan profesional dalam urusan pekerjaan. Tapi mengapa harus memacari wanita kaya atau bahkan bosnya sendiri di kantor. Demi karier atau untuk memicu gairah dan kesenangan semata? Yang jelas, inilah hubungan asmara yang paling berisiko, bahkan memicu skandal. (Burhan Abe)

Sebuah penelitian di Italia menyimpulkan bahwa bercinta dengan bos ternyata lebih mengasyikkan. Para bos (pria) ternyata bukan hanya piawai di tempat kerja, tapi juga lebih hot di ranjang. Setidaknya, begitulah pengakuan 2/3 wanita yang pernah punya pengalaman dengan bos mereka.

Studi terhadap sejumlah responden tersebut menyimpulkan bahwa wanita yang bercinta dengan bos mendapatkan pengalaman yang paling memuaskan. Hal ini agaknya berkaitan dengan daya tarik bos itu sendiri, yang lekat dengan citra kekuasaan, uang, dan seks. ”Sebetulnya bukan karena bos itu hebat bercinta, tapi karena dia adalah orang yang berpengaruh. Apalagi bila mereka juga dijanjikan sesuatu, yang menjadi stimulus bagi gairah dan kesiapan bercinta,” demikian kesimpulan studi yang dilakukan oleh Institute for Interdisciplinary Psychology tahun 2002.

Bagaimana jika sang bos seorang wanita? Apakah para pria yang bercinta dengan sang atasan akan mendapatkan pengalaman serupa? Memang belum ada penelitian khusus terhadap masalah ini. Boleh jadi, ada sejumlah pria yang mendapatkan pengalaman yang mengasyikkan bila bercinta dengan wanita ”powerful” yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya. Namun beberapa nara sumber pria yang menjalin hubungan dengan sang bos yang diwawancarai ME, tidak mengindikasikan sedikit pun seputar ”ranjang”. Yang muncul justru tentang hubungan sosialnya: relasi antara ”atasan dan bawahan”, ”karier dan cinta”, dan seterusnya.

Bahkan Irwan M. Hidayana, Pengamat Sosial dari Universitas Indonesia (UI) Jakarta memastikan bahwa pria-pria yang menjalin asmara dengan wanita kaya yang usianya lebih tua atau dengan atasannya, motivasinya justru lebih banyak berkaitan dengan pekerjaan. “Cara ini oleh sebagian eksekutif dianggap cukup efektif untuk menaikkan karier,” katanya.

Dengan menjalin asmara dengan wanita kaya atau bosnya sendiri, demikian Irwan, akan menaikkan status mereka. Jabatan di kantor cepat terangkat, dan materi pun berkecukupan. Itu pula yang dialami oleh, sebutlah Peter Edward dan Boy Firmansyah. Dengan menjalin asmara dengan atasan, kedua pria eksekutif itu tidak hanya bisa beroleh materi, tapi membuat jalan kariernya mulus tanpa hambatan.

”Saya memang punya target ketika melihat peluang bisa mendekati bos saya. Tujuan saya jelas, agar promo saya lebih mulus saja. Saya perlu karier yang bagus serta kehidupan sosial keluarga yang baik,” aku Eward yang mempunyai keluarga itu terus terang.

Di perusahaan alat-alat berat tempat ia bekerja bapak dua anak itu memang cepat melejit kariernya. Semula ia hanyalah seorang staf di divisi engineering, tapi setelah menjalin asmara dengan sang bos, ia langsung bisa menduduki posisi manajer di divisi marketing communication.

Boy Firmansyah mempunyai pengalaman kurang lebih sama. Setelah berhubungan “khusus” dengan sang bos, karier yang baru dipupuknya selama setahun lebih itu langsung melesat bak roket. Berawal dari staf pemasaran biasa, kini ia menyandang asisten manajer bidang pemasaran. Maklum, sang kekasih yang juga atasannya itu menjabat sebagai regional manager di perusahaan yang sama, yang tentunya mempunyai pengaruh yang besar terhadap kariernya.

Boy memang sempat membantah kalau hubungannya dengan sang atasan memuluskan kariernya. Apalagi, kunci kesuksesan di bidang pemasaran adalah networking, bukan koneksi atasan. Tapi yang tidak dimungkiri, sang pacar yang atasannya itu selalu membantu Boy membuka jalan dan meluaskan pergaulan bisnisnya. Tidak hanya itu, segala kebutuhannya pun, mulai dari kredit kepemilikan rumah hingga mobil mewahnya, selalu mendapatkan “subsidi” dari kekasihnya. Nah, kan?

Dating at Work

Karier memang sangat penting dalam dunia kerja. Penghasilan yang lebih tinggi dan semakin menguatnya eksistensi diri menjadi salah satu alasan mengapa hal yang satu ini selalu dikejar banyak orang.

Mobil-Mobil Mewah di Catwalk Jakarta

0

Mobil-mobil mewah makin banyak berseliweran di jalanan Jakarta. Mulai dari bentuk fisiknya yang menarik, teknologi yang makin dapat di andalkan, hingga kenayaman maksimal bagi pengendaranya. Siapa saja pemiliknya? (Burhan Abe)

Mobil-mobil mewah, apa pun mereknya, dengan mudah bisa kita jumpai di Jakarta. Sebutlah BMW, Audi, Volvo, Bentley, Mercedes Benz, Jaguar, Porsche, bahkan Rolls-Royce. Paling tidak, bintang-bintang kendaraan kelas dunia itu hadir di Gaikindo Auto Expo XIII yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), 8-17 Juli lalu.

Lihat saja, Porsche melalui agen tunggal pemegang merek (ATPM)-nya di sini, PT Eurokars, menyuguhkan koleksi sedan mewah 911 Carrera S yang harganya, mencapai Rp2,3 miliar per unit. Mobil berbodi ramping, bahkan terkesan imut, ini memiliki 6 silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 355 bhp dengan torsi maksimum 400 nm.

Sementara Porsche Boxter, yakni tipe sedan coupe dua pintu, yang harganya dibanderol Rp1,075 miliar off the road, mesinnya menggunakan tipe 6 silinder 2.687 CC dengan tenaga maksimum 340 bhp. Mobil ini bisa memacu adrenalin pengemudinya, karena bisa dipacu hingga kecepatan maksimum 250 km per jam.

Mercedes Benz tidak mau ketinggalan. Mobil dengan kemewahan klasik itu menampilkan empat koleksi sedan dan SUV, di antaranya sedan C Sport 4 pintu, SUV Mercedes A150, SUV Mercedes ML 350 dan juga sedan imut. Mercedes ML 350, yang harganya Rp 1,5 miliar, merupakan mobil paling anyar yang diluncurkan 8 Juli lalu dan meraih the best car untuk kategori sedan di pameran otomotif paling bergengsi di Indoneia itu.

Seperti tipe sebelumnya, tipe terbaru Mercedes tetap konsisten menghadirkan kemewahan dalam berkendaraan. Disain interiornya mengusung nuansa futuristik sehingga menumbuhkan kesan sangat elegan. Sementara Mercedes-Benz C Sport yang menjadi pemenang top gear best choice 2004 eksekutif sedan ditawarkan dengan harga Rp 505 juta, sedangkan CLS 350 harganya Rp 1,628 miliar.

Jaguar, melalui PT Grand Auto Dinamika, menampilkan mobil-mobil keluaran terbaru. Harganya bervariasi, mulai dari Rp545 juta untuk X-Type Estate 2.0 V6 hingga Rp 2,125 miliar untuk New XJ8 4.2 V8 LWB SE Super dan New XKR 4.2 V8 Supercharged. Kendaraan prestisius ini mengusung tema elegan, futuristik, namun juga memperhatikan aspek keselamatan dan aspek hiburan.

Keunggulan yang patut dibanggakan dari seri-seri baru ini adalah paduan modernisme dan klasik ala Jaguar. Bodi hampir semuanya terbuat dari alumunium yang ultra kuat namun ringan seperti yang digunakan pesawat terbang. Selain itu, Jaguar tipe XJ juga mengadopsi teknologi body-in-white atau BIW hingga 40% lebih ringan dari kerangka bodi baja, tapi lebih kokoh 60% dari baja.

Yang mendapat perhatian terbanyak apalagi kalau bukan Bentley dengan dua andalannya, yakni Continental GT dan Flying Spur. Kedua jenis mobil ini dipakai David Beckham, pemain sepakbola tenar dari Inggris, dan baru masuk ke Indonesia sejak 2003.

Bentley yang harganya mencapai 520.000 dolar AS atau sekitar Rp5,2 miliar, konon dibuat secara hand made, tidak dibuat secara massal, sehingga kesannya elegan dan eksklusif. Sementara Continental GT yang harganya Rp4,8 miliar memang sangat istimewa. Mobil mewah dua pintu ini sanggup melesat dengan kecepatan lebih dari 190 km/jam. Akselerasinya pun terbilang handal. Untuk mencapai angka spedometer 100 km per jam, Continental GT hanya butuh waktu 4,8 detik. Wow!

Sensualitas yang Mendebarkan

0

Tato berasal dari bahasa Tahiti “Tatu” yang artinya tanda, ternyata memiliki sejarah panjang. Dalam khasanah tradisional tato bisa jadi sebuah status sosial, tapi dalam dunia modern – meski sempat mendaoat stigma negatif, tato adalah fashion. Hmm, itukah sebabnya para eksekutif pun ikut-ikutan merajah tubuhnya dengan tato”

Tidak berlebihan memang kalau tato disebut sebagai “penanda”. Sejak 12.000 tahun sebelum Masehi, bahkan hingga sekarang anggapan tersebut masih berlaku. Vanda Jones, 49, wanita asal Inggris adalah salah satu kasusnya. Ibu nyentrik ini kerap lupa akan hari jadi kelima anaknya, sampai akhirnya menemukan ide menarik dengan cara menato tanggal ulang tahun anak-anaknya di bagian lengannya.

Vanda kini tahu persis kapan waktunya membeli hadiah dan kartu ucapan bagi anak-anaknya, Alwen,l8, Grace, 16, Rhian,l4, Lowri, 13, atau si bungsu Vernon yang berusia 12 tahun. “Ketika saya membawa anak-anak ke klinik kesehatan, seringkali saya tak ingat tanggal lahir mereka, jadi saya memutuskan untuk menato tangan saya dengan inisial anak-anak beserta tanggal lahir mereka. Kini semuanya jadi lebih mudah. Saya tinggal melihat lengan saya dan tak akan lupa lagi hari ultah anak-anak,” ujar wanita yang yang tinggat di Penygroes, dekat Caernarfon itu, seperti yang dilansir The Daily Post, Oktober lalu.

Tidak hanya inisial nama anak-anaknya serta tanggal lahir mereka di tangannya, Vanda ternyata jugs menato dadanya dengan gambar naga Welsh serta kalimat “Wedi’i wneud yn Nghymru” (atau Made in Wales).

Vanda memang tidak sendiri, di Tanah Air ada Melanie Subono yang gemar memakai tubuhnya sebagai medium untuk menyimpan kenangan layaknya album foto. Tato-tato yang menempel di tubuhnya mempunyai riwayat sendiri-sendiri. Bagi putri promoter Adrie Subono ini, tato adalah penanda perjalanan hidupnya. “Mulai dari kelahiran, perkawinan, perceraian, semua ada Lambangnya berupa tato,” ujarnya.

Sebuah representasi perjalanan dirinya hingga saat ini, dituangkan dalam wujud sebuah tato kupu-kupu di pergelangan kirinya. Memang, sebagian besar tatonya bergambar kupu-kupu, ada yang juga yang bergambar kunci F, sebagai wujud passion-nya dalam dunia musik.

Kupu-kupu, menurut Melanie, adalah lambang perjuangan hidup. Kupu-kupu adalah keindahan yang bermetamorfosis dari ulat, menjadi kepompong, hingga menjelma menjadi kupu-kupu.

Pilihan gambar sedikit banyak menunjukan jati diri pemilik tato, seperi juga busana yang memiliki kredo “you are what you wear”. Juga jangan heran katau ada orang-orang tertentu yang menuliskan nama kekasihnya dalam bentuk tato di tubuh. Hanya saja, sebetum memutuskan menato tubuh, kesiapan psikis adalah yang paling penting, apalagi kalau kita memilih tato permanen – yang kalau telanjur menempel akan susah dihapus, kalau di kemudian hari ternyata tidak suka.

Memang, dengan berkembangnya seni tato, kini telah ditemukan jenis tinta baru yang lebih aman dipakai dan jauh lebih mudah dihilangkan bila kelak ternyata Anda merasa salah gambar. Sejauh ini belum ada standar keamanan untuk pewarna yang dipakai dalam seni melukis tubuh, bahkan Badan Urusan Makanan dan Obat-Obatan AS (FDA) pun.

Photo by benjamin lehman on Unsplash

Tato biasanya menggunakan bahan-bahan seperti karbon hitam, garam-garam logam, dan bahan lain yang juga dipakai dalam percetakan dan pengecatan mobil. “Padahal logam-logam berat dan bahan beracun yang ada dalam pewarna tersebut bisa masuk ke sistem kelenjar getah bening,” ungkap Martin Schmieg, penemu tinta aman untuk tato.

Presiden perusahaan Freedom-2 di Philadelphia ini kini sedang memperkenalkan serangkaian produk pewarna yang telah disetujui FDA untuk digunakan dalam dunia kosmetik, makanan, obat, dan peranti kedokteran – yang tentunya aman untuk tato.

Perkawinan di Simpang Jalan

0

Setiap orang pasti menginginkan kehidupan rumah tangga yang ideal dan harmonis. Tapi mempertahankan tali perkawinan bukanlah perkara mudah. Apalagi, dalam kehidupan perkotaan yang banyak godaannya. Kebosanan, konflik internal, hingga kehadiran orang ketiga, tidak ayal membuat perkawinan seperti berada di ujung tanduk. (Burhan Abe)

Selingkuh? Kosa kata ini sangat populer dalam 5-6 tahun terakhir ini. Tidak seperti dulu, yang sekadar mengucapkannya merasa tabu, tapi kata tersebut kini hadir dengan entengnya dalam percakapan sehari-hari, dalam seminar, dalam fiksi, bahkan dalam lirik lagu-lagu pop.

Begitulah, selingkuh adalah godaan yang biasa dalam kehidupan rumah tangga. Hanya saja, selingkuh bukan badai besar tapi godaan kecil saja dalam kehidupan. Bahkan mungkin Anda pernah mendengar istilah “Selingkuh itu Indah”, yang seolah-olah menegaskan bahwa hubungan di luar pernikahan yang sah itu adalah sebuah keniscayaan, yang tidak perlu ditanggapi secara serius.

Asal tahu saja, satu dari lima orang di Indonesia (20 persen) mengaku pernah mengirim SMS selingkuh, yakni mengirimkan SMS berkonotasi seks atau rayuan kepada orang lain yang bukan pasangannya. Demikian hasil riset yang melibatkan 8.518 orang pengguna seluler dari berbagai negara. Riset tersebut dilakukan lembaga riset asal Inggris Ipsos MORI, bekerjasama dengan perusahaan spesialis pesan singkat LogicaCMG Telecoms.

Hasil riset yang dilakukan November 2006 itu juga menyebutkan bahwa orang Indonesia memiliki rasa curiga yang tinggi terhadap pasangannya. Terbukti ada seperempat (25 persen) responden mengaku mengetahui pasangan mereka pernah mengecek ponselnya untuk mencari pesan-pesan mencurigakan.

“Kamu Sadar Aku Punya Alasan Untuk Selingkuh ‘kan Sayang?” Aha, inilah judul buku kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh Tamara Geraldine. Dengan gamblangnya, pembawa acara, host, dan pemain sinetron ini bertutur tentang kehidupan kiwari, perkawinan masa kini yang diwarnai dengan hubungan perselingkuhan. Cerita ini konon berdasarkan hasil pengelihatan dan penjiwaan Tamara dalam menjalani hidup. Bukan semata-mata rekaan, melainkan realita dan kepahitan dalam hidup.


Maafkan aku menduakan cintamu
Berat rasa hatiku tinggalkan dirinya
Dan demi waktu yang bergulir di sampingmu
Maafkanlah diriku sepenuh hatimu
Seandainya bila ku bisa memilih…

Itulah sepenggal lirik Demi Waktu yang dinyanyikan oleh grup Ungu, yang saat ini mungkin menduduki tangga teratas di percaturan musik pop Indonesia. Namun Sonia, sebutlah demikian, merasa aneh juga ketika suaminya ikut menyenandungkan lagu tersebut. Syairnya yang mellow kalau tidak bisa dikatakan cengeng, sangat bertolak belakang dengan kepribadian sang suami, yang paling tidak selama ini kelihatan macho.

“Tadinya saya tidak terlalu perhatian, lagu itu tentang apa. Tapi karena suami saya suka banget, saya jadi penasaran. Wah, ternyata tentang selingkuh,” ujar Sonia.

Magic VS Cinta Buta

0

Guna-guna, pelet, santet dan sejenis bukan monopoli masa lampau, tapi juga fenomena masyarakat modern. Fenomena ini hampir sama dengan fenomena sosial lainnya, berkembang sesuai dengan zaman. Era kini komunitas dukun mengganti nama menjadi paranormal padahal esensinya sama. Mengapa istri muda suka memanfaatkannya?

Kisah Cut Memey yang memenuhi tayangan infotainment dikisahkan kembali di sinetron Selebriti Juga Manusia. Memang, dalam tayangan yang diproduksi Indika Entertainment dan disiarkan 4 Juni lalu itu, nama-nama yang terlibat dalam kejadian aslinya diubah. Cut Memey berganti nama menjadi Maya, sementara Jackson Perangin-angin menjadi Jony yang diperankan Toro Margen. Elza Syarief yang menjadi pengacara Cut Memey pun sempat hadir menjadi dirinya sendiri. Tapi, seperti pengakuan Memey, kisah tersebut adalah nyata adanya.

Dalam cerita tersebut, Jackson digambaxkan sebagai pria yang tergila-gila kepada wanita lain di luar istri sahnya, yang tak lain adalah Memey. la juga sering mentransfer uang ke rekening Memey. Sejak itu artis 25 tahun berdarah Aceh itu kepincut dengan kebaikan Jackson, hingga akhirnya mereka menikah. Dalam pernikahan tersebut, digambarkan Jackson sebagai pria yang suka menyiksa wanita. Cemburu atau kesal sedikit, Jackson menampar Memey hingga cedera. Sifat ringan tangan itulah yang membuat Memey memutuskan minta cerai.

Lain Memey, lain versi Jackson. Pengusaha asal Medan itu mengaku rela merogoh kocek sampai miliaran rupiah, karena pengaruh guna-guna Memey. Waduh!

Suci Hati, istri Jackson, pertama kali mengungkapkan kepada salah satu infotainment, bahwa gara-gara menafkahi Memey selama empat tahun terakhir ini, perusahaan suaminya bangkrut. Setiap bulan Jackson harus merogoh Rp 35 juta dari koceknya. Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu juga memberikan sejumlah barang yang jika ditaksir jumlahnya mencapai Rp 1,5 miliar. Karena guna-guna? “Memang begitu adanya,” tutur Minola Sebayang, kuasa hukum Jackson.

Bagaimana detilnya guna-guna tersebut, Minola – juga Jackson – memang tidak bercerita secara rinci. Pengacara yang juga menangani kasus bintang sinetron ‘Cinta SMU’ Faisal itu hanya menambahkan, sejumlah saksi seperti kerabat dekat Jackson membenarkan pernyataan soal guna-guna. “Diguna-gunanya sejak awal kenal,” kata Minola lagi.

Bukan Fenomena Baru

Bagaimana akhir dari kasus ini agaknya tidak terlalu menarik. Setelah munculnya sinetron Selebriti juga Manusia, mungkin ada lanjutannya, tapi versi Jackson. Tapi yang menarik adalah bagaimana guna-guna masuk ke wilayah hukum. Dan lebih jauh adalah kenyataan bahwa guna-guna sudah menjadi bagian dari kehidupan bawah tetapi juga di kelas atas. Keberadaan paranormal tidak lepas dari budaya Indonesia yang masih percaya pada mistik,” komentar Henny E. Wirawan, M.Hum, Psi, Pudek I Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Jackson memang tidak sendiri, Agung – sebut saja demikian, mengaku terpikat wanita idaman lain (WIL) karena merasa dipelet. “Karena sekadar tertarik mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Tapi wanita ini seperti `mengisap’ materi yang saya miliki,” ujar Direktur Operasional perusahaan kargo ternama ini.

Photo by Julius Drost on Unsplash

Pria 35 tahun ini sampai kini belum mengerti mengapa ia bersedia menikahi Inge, mojang cantik berambut lurus sebahu, berkulit putih, dan bertubuh seksi, sebagai istri simpanannya. Bak kerbau yang dicocok hidungnya, Agung yang sudah beristri ini mengaku tak mampu menolak wanita berusia 25 tahun itu mengajak menikah siri, yang bukan didasari rasa cinta. Yang kerap bikin keki, Inge kerap membuatnya lupa daratan, bahkan segala permintaannya ia turuti, mulai dari tinggal di apartemen, mobil Mercedes A-100, dan juga seluruh biava hidupnya yang tergolong tinggi.

Agung mengaku sangat rasional, tapi menghadapi Inge is seolah tak bekutik. “Semua ini apalagi kalau bukan karena guna-guna,” katanya menyimpulkan, setelah terlebih dahulu ia meminta bantuan paranormal.

Kebebasan atau Kebablasan

0

Banyak eksekutif muda yang menjalani hidupnya secara bebas. Mereka sangat lekat dengan kehidupan yang glamour dan akrab dengan dunia malam. Bukan sekedar dugem dan alkohol, keseharian mereka pun lekat dengan para perempuan, mulai dari one night stand hingga menjalin hubungan yang lebih serius yang bukan sekadar TTM. Modernisasi atau salah mengartikan kebebasan?

Inilah salah satu ritme dari kehidupan malam Jakarta. Di sebuah klub di bilangan Jakarta Pusat menawarkan suasana cozy untuk melepas penat para eksekutif. Venue yang baru dibuka tahun ini bisa menjadi alternatif yang cool. Begitu masuk ke sana hawa pesta segera menyambut Anda. Hentakan musik dari’ DJ sepertinya sesuai uai dengan suasana malam para kaum yuppies Ibu Kota.

Setelah seharian bekerja, clubbing dan bersenang-senang adalah pilihan yang masuk akal untuk melepaskan penat. Dengan menenggak beberapa gelas alkohol badan terasa lebih rileks. Lampu-lampu disko pun secara dinamis bergantian menyapu tubuh-tubuh mereka. Sebagai bagian dari gaya hidup, para eksekutif mode melarutkan diri di klub dengan musik ingar bingar yang beritme cepat.

Di situlah Hengky, sebutlah demikian, menghabiskan malam-malamnya. Tidak hanya di akhir pekan, bahkan di hari biasa pun, ketika tuntutan mencari hiburan tinggi, tak segan-segan ia menyatroni klub-klub Jakarta. Maklum, pria 33 tahun yang terkenal sebagai pekerja keras ini ingin mengimbangi ketegangannya dengan suasana rileks.

Hengky tercatat sebagai direktur di beberapa perusahaan milik sang ayah. Garis keturunan sulung dari empat bersaudara ini memang cukup beruntung. Pasalnya, pria satu-satunya di keluarganya itu dipercaya sang ayah mengurus beberapa perusahaannya. “Tapi tetap saja ayah yang monitor, saya dan tim yang jalankan roda perusahaan,” katanya.

Hengky mengaku menjalani hidupnya secara bebas. Kehidupannya yang glamour dan akrab dengan dunia malam seakan melekat di nadinya. Bukan sekadar dugem dan alkohol, keseharian bapak seorang anak ini pun lekat dengan perempuan. Mulai dari sekadar berkencan semalam hingga menjalin hubungan yang lebih serius dengan perempuan lain di luar pernikahan.

“Pernikahan saya cukup baik, saya punya isteri yang nyaris sempurna dan telah dianugerahi keturunan. Tapi saya juga butuh variasi dalam hidup saya. Toh saya tetap bertanggung jawab penuh terhadap keluarga saya,” tandasnya.

Mendengarkan lagu, menikmati makanan dan minuman memang berfungsi untuk melepaskan stres. Di satu sisi, sebagai eksekutif yang mobilitasnya tinggi, tempat- tempat hiburan malam itu sangat cocok untuk bersantai, bergaul, dan bersosialisasi. Boleh jadi, bertemu relasi untuk prospek bisnis atau menambah teman. Tapi, lebih dari itu, sosialisasi, globalisasi atau entah apa namanya tersebut, di suatu kalangan, telah menjurus pada hubungan yang mengabaikan tatanan nilai dan etika yang bukan hanya salah menurut norma lama, tapi juga mengejutkan untuk ukuran awam.

Dugem bagi sejumlah para eksekutif muda memang biasa. Merebaknya kafe, pub, dan klub di Jakarta dan kota-kota besar lain, juga seperti menjelaskan bahwa masyarakat kita memang sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam arus globalisasi dunia. Tapi yang istimewa (atau justru masih tergolong biasa?) adalah sebagian di antara mereka sengaja mengumbar perilaku purba sebagai bagian dari pergaulan modern. Proyek atau peluang bisnis pun dibarter dengan kenikmatan `surga dunia’.

Clubbing memang sudah menjadi gaya hidup yang sedang in. Seorang yang ingin disebut `gaul’ dianggap ketinggalan zaman jika tidak pernah berkunjung ke tempat-tempat perdugeman. Bahwa kemudian mereka mencari hiburan dimiringkan artinya sebagai mencari teman kencan, melampiaskan nafsu syahwati, tampaknya soal lain. Kita juga tidak menutup mata bahwa ada diskotek tertentu yang menyediakan tempat kamar-kamar khusus di ruangan yang lain untuk menampung ketika nafsu sahwati tak terbendung. Bahkan sejumlah karaoke mewah di Jakarta, mempunyai fasilitas kamar mandi sekaligus kamar tidur mewah.

Sex, Lies, and Sacrifice

0

Wanita-wanita Simpanan

Menjadi simpanan rupanya telah menjadi solusi bagi para wanita untuk mendapatkan hidup layak dan mapan. Kesenangan dan kecukupan materi, mungkin menjadi motivasi utama. Sementara bagi para pria (yang tentunya sudah beristri), inilah petualangan seru, petualangan seks, cinta, dan nafsu, yang harus dibalut dengan dusta dan pengorbanan….

Debrina sudah mengalami pelbagai pahit-getir kehidupan. Berangkat dari keluarga yang miskin, dia terjerumus ke dunia penjaja seks untuk membantu keluarganya. Setelah berhasil mengumpulkan tabungan yang cukup, dia ingin hidup terhormat. Dia ingin punya suami, punya keluarga, punya status. Tapi dia malah terlibat dengan seorang laki-laki yang sudah beristri, yang tidak bisa memenuhi keinginannya, yang hanya bisa menjadikannya wanita simpanan. Lalu suatu hari dia mati……

Jalan cerita yang dramatis itu ada dalam novel Misteri Matinya Wanita Simpanan, karya S.Mara Gd. Bgeituah, wanita simpanan masih menjadi topik yang menarik dalam cerita fiksi, baik sebagai tema utama atau pun bumbu yang justru menjadi seru.

Tapi jangan salah, wanita simpanan bukan hadir dalam cerita rekaan semata, tapi memang ada dalam kehidupan nyata sehari-hari. Dengar saja cerita Nila, 27 tahun, cewek manis asal Surabaya. Semula ia adalah seorang model untuk tabloid pria. Pada sebuah pesta ia berkenalan dengan seorang pria separuh baya yang menurut Nila “simpatik, kebapakan, dan agaknya bisa dijadikan sandaran hidup” .

Jalan cerita pun bisa ditebak. Nila dijadikan wanita simpanan pria yang sudah beristri tersebut. Ia dibelikan rumah mewah, segaa kebutuhannya pun dicukupi. Hidupnya yang semula sederhana berubah drastis menjadi kaya. “Ini sudah menjadi pilihan hidup saya, apa salahnya? Saya menjalaninya tidak setengah-setengah, dan tahu segala konsekwensinya,” tutur Nila.

Konsekwensi? Apa boleh buat, namanya juga “istri simpanan” yang dari penyebutannya saja mengandung ketidakterangan. Ada sesuatu yang ditutup-tutupi, baik dari masyarakat, tapi terutama dari istri pertama dan keluarga yang sudah dibina pertama kalinya. Simak saja kasus ini yang terungkap dalam konsultasi psikologi di surat kabar Minggu yang diasuh Leila Ch Budiman.

“…. mengapa Bu, selama ini yang dibela cuma para istri saja. Padahal kami, yang berstatus the other woman juga menderita. Bu, saya merasa seperti sampah, habis manis sepah dibuang. Tidak pernah diperkenalkan kepada siapa-siapa, dan selalu dipersalahkan orang. Padahal saya dulu disebutnya sebagai “penyelamat” -nya, sebab Bapak datang sambil mengeluhkan istrinya. Saya dilimpahi janji dan puji, akhirnya dibuang saja seperti sampah. Bu, adilkah ini? Mengapa kami tidak ada yang membela ? (“Simpanan” di HI, Jkt)

Memilih menjadi wanita simpanan memang tidak gampang. Selain efeknya berlimpah materi dan keseanngan, harus tahan banting. Tidak hanya disembunyikan, tapi kadang-kadang dilecehkan. Masyarakat cenderung membela membela para istri, sebab mereka beranggapan kehadiran wanita simpanan bisa menghancurkan kebahagiaan sang istri dan merusak keluarganya. Memilih menjadi wanita simpanan adalah memilih sebuah paket hidup yang penuh risiko. Punya kenikmatan dan kemesraan, namun sekaligus dilumuri pahit dan getir.

Petualangan Cinta

Yang jelas, wanita simpanan adalah fenomena. Banyak wanita yang bersedia menjalaninya, banyak pula pria ada yang pria (yang sudah berikeluarga) yang siap mewujudkannya. Setidaknya, itulah pengalaman Julian YS, pengusaha properti yang berusia 49 tahun, ketika bertemu dengan seorang model cantik, sekitar 18 bulan yang lalu. Singkat kata mereka saling tertarik dan berpacaran. Hanya saja, untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih serius tidak bisa, karena Julian sudah menikah dan berkeluarga. Yang paling mungkin mungkin bagi Julian adalah menjadikan gadis berusia 21 tahun itu sebagai simpanan.

Bagi Julian, uang bukan masalah. Apapun kebutuhan dan keinginan sang wanita simpanan itu selalu dipenuhinya. Sudah tentu, sebagai kompensasinya, wanita simpanan berdarah Minang – Jawa itu harus bersedia melayani gairah seksualnya. “Saya pikir ini adil. Kebutuhan dia di segi materi saya penuhi, bahkan mungkin sangat berlebihan. Tentu ini ada kompensasinya, dia menemani saya kapan saya perlukan. Di luar itu, terus terang, dia tidak saya beri kesempatan untuk meminta lebih, semisal dikawani secara resmi, atau sampai hamil. Bagaimanapun, saya menutup rapat hubungan gelap ini. Saya tidak mau keluarga yang sudah saya bina 25 tahun hancur berantakan,” tutur pemilik tinggi-berat 172 cm/68 tahun itu.

Julia hanya salah satu. Sebab, nyatanya banyak pengusaha mapan bahan pejabat yang mempunyai wanita simpanan. Para wanita pun, bahkan sejumlah artis ditengarai, banyak yang diam-diam menjalin cinta dengan sejumlah bos dan petinggi negara, dan bersedia menjadi istri simpanan. Dalam istilah psikolog Christine Meaty, ada demand and supply, kebutuhan dan penawawan.

Cinta Sejenis Merasuki Rumah Tangga

0

Mempunyai rumah tangga yang harmonis, tapi mempunyai selingkuhan – sesama jenis lagi. Aha, ternyata ini bukan isapan jempol belaka. Fenomena ini ada di antara kita, pelakunya beragam, mulai dari eksekutif hingga pemain sinetron. Aha…..

Badan tegap dan wajahnya gantengnya sering mewarnai layar televisi Indonesia. Maklum, Ramon (38 tahun), sebutlah demikian, adalah bintang sinetron, yang sering memainkan peran-peran protagonis. Ia memerankan bapak-bapak yang baik, bahkan tokoh dai dalam sinetron sejenis “Hidayah”. Di luar layar kaca, mantan peragawan itu juga dikenal sebagai public figure yang juga baik-baik. Kalau pun muncul di infotainmen, yang disorot adalah soal kehidupan keluarganya, tentang istrinya, serta dua anak balitanya yang lucu. Pokoknya jauh dari gosip serta rumor miring.  

Tapi jangan salah, di luar yang baik-baik itu, Ramon yang menjadi idola masyarakat itu ternyata menyimpan rahasia yang cuma dia dan beberapa teman dekat saja yang tahu. Di luar isterinya, ternyata ada cinta yang lain, orang menyebut “selingkuhan”. Kata sebagian orang hubungan extra marital seperti ini adalah sesuatu yang jamak dalam kehidupan modern. Yang tidak jamak, selingkuhan Ramon adalah seorang lelaki muda, 19 tahun, yang juga artis sinetron pendatang baru. Ya, ia telibat cinta dengan sesama jenis. “It’s my secret identity,” katanya.  

Dua tahun ia ketemu dengan “brondong” tersebut di lokasi syuting dalam sebuah produksi sinetron. Dari pertemuan-pertemuan yang intens itulah Ramon menjadi merasa dekat, dan virus-virus asmara pun merasuk. Semula Ramon merasa aneh dengan perasaannya, tapi lama-kelamaan ia membiarkan perasaan tersebut, dan terjadilah affair yang mengasyikkan! Kehidupan seksual dengan sang isteri relatif tidak terganggu, tapi kini Ramon mempunyai alternatif yang lain, “Ibaratnya, selain ada makanan rumah, saya juga berpetualang dengan menu yang lain,” ungkapnya.  

Aha, cinta sesama jenis alias homoseksual, memang bukan fenomena baru. Biseksual, menyukai lain jenis sekaligus sesama jenis, juga cerita lama. Ramon tentu tidak sendirian. Dengar juga keluhan seorang pasien, sebutlah Alvin, dalam konsultasi seks di media yang diasuh Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan Seksologi.  

“Saya seorang suami berumur 33 tahun, menikah empat tahun lalu, dan telah dikaruniai seorang anak. Walaupun sudah menikah, saya punya kebiasaan yang menyimpang, yaitu senang berselingkuh dengan sesama jenis. Sebelum menikah, sejak berumur 23 tahun, saya sering melakukan hubungan seks dengan seorang pria. Tanpa sepengetahuan istri, saya sering melakukan perbuatan yang menyimpang itu sampai sekarang.  

Bagaimana caranya menghilangkan keinginan untuk melakukan perbuatan yang menyimpang dengan dia? “Saya tahu apa yang saya lakukan itu dosa, apalagi saya sudah berkeluarga. Selama ini hubungan dengan istri saya lakukan seperti biasa, seminggu 1-2 kali. Saya bisa merasa puas, istri juga puas. Lalu, mengapa kalau tidak melakukan dengan pria itu, saya seperti kurang bahagia? Setelah melakukan dengan dia, saya seperti mendapat semangat baru… “  

Jeruk kok Makan Jeruk?

Menurut Wimpie Pangkahila, perilaku seksual di atas tergolong perilaku biseksual, yaitu tertarik dan terangsang kepada sesama jenis, selain kepada lawan jenis.  

Ada dua kemungkinan mengapa Ramon dan Alvin berperilaku biseksual. Pertama, pada dasarnya mereka memang seorang biseksual. Kedua, mereka sebenarnya seorang heteroseksual, tetapi karena mempunyai pengalaman homoseksual sejak masa pranikah sperti Alvin, atau pengalaman erotik yang mengasyikkan dengan sesama jenis seperti Ramon, maka mereka pun terseret ke perilaku biseksual.  

Psikolog Sawitri Supardi-Sadarjoen mempunyai penjelasan lebih lengkap, bahwa orientasi dalam perilaku psikoseksual manusia pada dasarnya bisa dikelompokkan dalam 3 kategori: heteroseksual, homoseksual, dan biseksual.  

Berobat Serasa Berlibur

0

Negara jiran Malaysia menjelma menjadi medical destination di Asia. Rumah sakit-rumah sakit di sana mempunyai servis seperti hotel. Sebagian besar pasiennya ternyata orang Indonesia. (Burhan Abe)

Ingin berlibur, dan pulangnya tidak hanya fresh tapi juga tampil keren? Bukan perkara sulit. Saat ini sudah banyak rumah sakit yang menawarkan pengobatan sekaligus paket liburan. Malaysia salah satunya. Rumah sakit-rumah sakit cukup berkelas, terbesar di beberapa wilayah, di antaranya di Penang. Di wilayah kepulauan ini sudah berdiri beberapa rumah sakit berkelas internasional, sebutlah Island Hospital, Adventist Hospital, Mount Miriam Hospital, Lam Wah Ee Hospital, Gleneagles Medical Centre, atau Loh Guan Lye Specialists Centre.  

Mereka menawarkan berbagai paket pengobatan, mulai dari sekadar general check up, operasi penyakit serius seperti jantung, kanker, dan penyakit dalam lainnya, hingga penanganan penyakit orang modern; degeneratif. Klinik untuk ingin mengubah penampilan pun tersedia. Jika Anda berperut buncit, misalnya, datang saja ke Penang, maka program liposuction atawa sedot lemak, akan membuat Anda tampil lebih ramping.  

Demikian juga jika Anda mempunyai problem mata, seperti myopa atau hyperopia, di Island Hospital, misalnya, melalui i-Laser Centre, memberikan pelayanan lasik yang kini sedang ngetren. Operasi mata dengan teknologi laser itu mengubah mata yang tadinya plus, misalnya, dan memerlukan kacamata atau lensa kontak, tidak memerlukan perangkat itu lagi.

Sebagai bagian dari gaya hidup, menurut Nora Hamid, Head of PR/Marketing Department Island Hospital, lasik yang mampu memberi penampilan baru cukup digemari – dan jangan salah pasien terbesarnya justru datang dari Indonesia.  

Selain mata, permintaan untuk bedah kosmetik, misalnya, ternyata terus meningkat, kendati belum sebesar permintaan untuk urusan pengobatan. Itu sebabnya, demikian Nora, Island Hospital kini sedang mengembangkan pelayanan yang berkaitan dengan urusan penampilan, serta life style, seperti bedah plastik, klinik perawatan dan rekonstruksi gigi, dan sebagainya.

“Kelak, orang bisa berlibur di Penang, menjalani perawatan wajah dan tubuh, dan pulang-pulang sudah cantik,” ujar mantan konsultan PR sebuah hotel itu sambil menyebut acara TV The Swan.

Reality show yang terkenal di AS itu memberikan kesempatan kepada wanita biasa untuk tampil cantik menjadi “ratu” dalam waktu tiga bulan, melalui program diet ketat, latihan fisik, terapi psikologis, dan yang kontroversial, operasi plastik yang ditangani oleh para ahlinya – mulai dari pengurangan lemak di beberapa bagian tubuh, pemancungan hidung, sampai perapihan gigi.  

Mewujudkan pelayanan kecantikan (ketampanan) secara terpadu bukan perkara sudah, apalagi peralatan maupun dokter ahlinya cukup tersedia. Mempunyai 40 dokter spesialis di bidangnya, peralatan-peralatan medisnya pun tergolong mutakhir. CT Scan-nya, misalnya, mampu mendeteksi selapis demi selapis tubuh mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, sehingga hampir tidak ada penyakit yang terlewat. Di kamar operasi, ada tiga ruang, yang masing-masing mempunyai tekanan udara berbeda.