A Chef Who Never Stayed in One Lane
Ada alasan mengapa masakan Akira Back sulit ditempatkan dalam satu kotak. Kariernya sendiri tidak pernah berjalan lurus. Dari snowboarder profesional di Aspen, ia berpindah ke dapur, lalu membangun sebuah restoran empire yang kini menjangkau berbagai belahan dunia.
Seoul. Bangkok. Toronto. Dubai. Hong Kong. Istanbul. Paris. London. Florence. Singapura. San Francisco. Sebanyak 28 restoran dan lounge kini berada dalam portofolionya, dengan 10 lokasi baru yang direncanakan hadir dalam dua tahun mendatang, termasuk Taipei, Roma, dan Manila.
Wine Not? Gaya Hidup di Balik Segelas Wine
Jakarta kini kembali masuk ke dalam peta tersebut. Namun kali ini, ia datang dengan sesuatu yang tidak dimiliki restoran Akira Back sebelumnya di kota ini: height. Secara harfiah.
Celebrate Life. Then Order Another Course.
Akira Back Jakarta mengusung konsep “Celebrate Life”, tetapi definisi perayaannya cukup luas. Anniversary. Birthday. Engagement. Family gathering. Career milestone. Atau tidak ada apa-apa.
Karena mungkin Anda hanya ingin mengenakan sesuatu yang bagus, mengajak seseorang yang menarik, memesan makanan yang tidak biasa, dan melihat matahari menghilang di balik skyline Jakarta.
Tidak semua malam membutuhkan alasan. Beberapa malam cukup membutuhkan meja yang tepat. Dan mungkin seseorang yang tepat untuk duduk di seberangnya.
Kopi 4.0: Ketika Bisnis, Budaya, dan Gaya Hidup Berkolaborasi
Dengan kapasitas terbatas, private dining room untuk delapan orang, menu Jepang kontemporer dengan pengaruh global, serta panorama Jakarta dari lantai 100, Akira Back Jakarta tampaknya memahami satu hal penting tentang luxury hospitality: Luxury is not about having more. It is about having the right things, in the right place, at the right moment.

Dan malam di lantai 100 terasa seperti tempat yang cukup tepat untuk memulainya.
Akira Back Jakarta resmi dibuka pada 21 Agustus 2026 dan melayani makan malam pukul 17.00–23.00. Jadi, jika seseorang mengajak Anda makan malam di lantai 100, jangan terlalu banyak bertanya. Naik saja.
Shaken, Not Stirred: The Martini Manifesto

