Home Blog Page 74

AccorHotels Perkokoh Kepemimpinan Digital

0
  • AccorHotels.com akan tersedia untuk pelaku bisnis perhotelan independen
  • Menambah pilihan akomodasi hotel tiga kali lipat lebih banyak lewat accorhotels.com
  • Menciptakan aktivitas layanan digital BtoB
  • Meluncurkan versi terbaru dari aplikasi mobile AccorHotels

AccorHotels memperkokoh layanan digitalnya dengan mentransformasi AccorHotels.com, kanal distribusi terkemuka Accor, ke pasar terbuka dengan cara merangkul hotel-hotel independen. Layanan ini secara bertahap akan tersedia bagi para pelaku bisnis perhotelan sebagai target utama mulai akhir Juni 2015 lalu, dan para tamu telah dapat mengakses sejak Juli 2015. Targetnya suatu hari nanti AccorHotels.com dapat menawarkan lebih dari 10.000 hotel di 300 kota di seluruh dunia, atau bertambah tiga kali lipat dari jumlah hotel yang sekarang tersedia di AccorHotels.com.  

Inisiatif ini merupakan bagian dari program transformasi AccorHotels yang dimulai pada tahun 2013.   Hotel-hotel independen yang didistribusikan di laman AccorHotels.com bersama dengan hotel-hotel Accor akan dipilih berdasarkan kriteria hotel serta menimbang ulasan serta penilaian para tamu. AccorHotels.com sudah menjadi kanal pemesanan hotel online terkemuka di beberapa kawasan, termasuk diantaranya Perancis, Brazil, Australia dan Jerman.

Oleh karena itu, kanal distribusi tersebut akan memperkaya pilihan para pelaku bisnis perhotelan sebagai alternatif kanal distribusi hotel-hotel mereka. Tawaran baru ini menjamin aturan kerja sama yang transparan, akses terhadap data pelanggan mereka dan sistem komisi yang kompetitif.  

Inisiatif ini akan melengkapi layanan yang dikembangkan oleh FastBooking, sebuah perusahaan yang diambil alih oleh Accor April lalu, di sektor penyediaan aktivitas layanan digital BtoB. AccorHotels sekarang menawarkan cakupan solusi digital dan teknis yang lebih luas untuk semua mitra, termasuk lebih banyak dukungan untuk menjamin visibilitas yang lebih baik serta peningkatan jumlah pemesanan kamar melalui laman mereka.  

Dua tahun setelah pertama kali diperkenalkan saat ini, inisiatif tersebut akan menjadi perwujudan investasi tambahan sekitar 10% dari biaya pengembangan digital yang diluncurkan pada bulan Oktober 2014 lalu. Dan efek percepatannya akan dirasakan pada tahun ketiga.  

Sébastien Bazin, AccorHotels Chairman and CEO, menyatakan “Transformasi kanal distribusi kami ke pasar terbuka adalah inisiatif penting bagi AccorHotels dan hasil dari pendekatan profesi dan model bisnis kami yang baru. AccorHotels menempatkan kemampuan digitalnya yang kokoh untuk melayani pelaku bisnis perhotelan independen sekaligus menambah pilihan hotel dan tujuan kepada para pelanggan. Kami menjadi pihak ketiga yang dapat dipercaya, selektif, dan transparan dan kami sekali lagi melakukan terobosan besar di AccorHotels sejak 2013. Inisiatif dan peluncuran aplikasi baru AccorHotels ini dirancang untuk memperkaya konten ekosistem digital dan memperkuat posisi kami sebagai pelopor industri perhotelan.”  

Vivek Badrinath, Deputy Chief Executive Officer Marketing, Digital, Distribution, and Information System menambahkan, “Sejalan dengan proses pengambil-alihan FastBooking yang memungkinkan kita untuk menggunakan berbagai layanan mutakhir bagi para pelaku bisnis perhotelan dan sekarang membuka pasar yang lebih besar lagi, AccorHotels berinisiatif untuk memastikan bahwa kombinasi dari pengalaman digital dan pengetahuan mengelola hotel semakin efektif.”  

AccorHotels juga telah meluncurkan versi terbaru dari aplikasi mobile AccorHotels. Semua aplikasi merek-merek hotel Accor, kini digabung ke dalam aplikasi tunggal yang menampilkan semua hotel-hotel Accor. Pada musim panas ini, aplikasi tersebut juga akan mencakup semua penawaran yang sebelumnya ditawarkan secara terpisah-pisah lewat kanal reservasi.

Toejoeh Belasan @ Hotel Santika Premiere Bintaro, Jakarta

0

Banyak cara memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke 70. Hotel Santika Premiere Bintaro Jakarta menawarkan serangkaian paket promo yang menarik.

Toejoeh Belasan

Makan siang sepuasnya di buffet Restoran Kembang Sepatoe 15 – 17 Agustus 2015. Terdapat sajian makanan tradisional khas Surabaya, Bandung dan Jakarta dengan tema berbeda setiap harinya seharga Rp 170.845 nett/orang.

Chef Suggestion pada bulan Agustus kali ini adalah “Rendang Satay”. Varian unik daging rendang yang disajikan dalam bentuk tusuk sate seharga Rp 90.000 nett dan juga “Strawberry Delight“, minuman dengan campuran jus stroberi, susu dan sirup grenadine seharga Rp 36.000 nett dapat dinikmati di resto ataupun layanan kamar.

Happy Sunday

Dengan paket promo menginap khusus untuk hari Minggu seharga Rp 700.000 nett/malam, Anda mendapatkan sarapan gratis untuk 2 orang, gratis akses WIFI, gratis bantal leher, gratis akses di Pusat Kebugaran dan Kolam Renang, potongan harga sebesar 50% untuk layanan laundry dan 15% untuk makanan & minuman.

Yang tak kalah menariknya untuk turut menyemarakkan Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke – 70, Hotel Santika Premiere Bintaro mengadakan Kontes Foto di Instagram @santikahotels dengan hadiah ekslusif yang menarik.

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi 021-2986-8989 atau santika.com/bintaro-premiere

Splendid Mid-Autumn Festival

0

Welcoming the highly anticipated Mid-Autumn festival, Mandarin Oriental, Jakarta proudly presents classic mooncake treats to further excite the merriment.  

This year, honouring the brand’s Asian roots, Mandarin Oriental, Jakarta is taking the authentic direction in bringing the traditional mooncake to be savoured on the night of the moon. Dating back 3500 years, the Mid-Autumn festival is one of the four most important Chinese celebrations. Mooncakes have since been regarded as an essential delicacy to have during moon watching.  

With Lotus paste being considered as the original and most luxurious filling, two different lotus pastes have been selected to fill the well-loved baked crust. The baked mooncakes come in four different flavours; White Lotus with Salted Egg Yolk, Pandan, Red Bean and Red Lotus with Macadamia. Mooncake lovers will surely enjoy feasting on every harmonious bite of aromatic skin and soft indulgent filling.  

Exquisitely handcrafted using only the finest ingredients and traditional wooden molds, these mooncakes can be presented as a gift to family, friends or business associates. Representing the message of prosperity and peace, the colour scheme of gold and blue has been identified to convey sophistication. Nest inside a classy box of midnight blue and golden bronze, each hamper contains four mooncakes which flavours can be selected as preferred.  

Send personalized warm wishes with Mandarin Oriental, Jakarta’s mooncakes as each box can be stamped with company logos or even family initials. This service is complimentary for orders of a minimum 100 boxes.  

Mooncakes are priced at IDR 488,000+ per box of four mooncakes. For further information or to place an order, please contact +62 (21) 2993 8888 or email [email protected].

Dugem

0

Kian banyak saja pesta yang digelar kaum urban di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia. Tidak hanya di klub-klub, tapi juga di area terbuka – yang terkini adalah Dreamfield salah satu festival musik terbesar di Asia, yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, Bali, 15 Agustus 2015.  

Boleh dibilang, pergerakan scene dance music di Indonesia bisa berkembang pesat. Selain Dreamfield, ada juga Djakarta Warehouse Project dan Ultra Music Festival Indonesia.  

Keriaan boleh sama, tapi sebetulnya ada semacam pergeseran kultur dalam scene musik dansa tersebut. Dulu orang lebih mengenal keriaan seperti rave party ketimbang festival besar dengan bintang tamu sejumlah DJ tenar internasional. Awalnya rave party merupakan pengembangan dari konsep warehouse, yakni ketika orang jenuh mulai menggunakan gudang-gudang untuk tempat berpesta.  

Selanjutnya perkembangan terjadi sedemikian rupa hingga keriaan itu dibawa ke ruang terbuka dengan penyelenggaraan yang lebih besar. Puncaknya, muncullah berbagai festival musik elektronik. Bila dilihat lebih jauh, festival tersebut merupakan gabungan rave party yang dipadatkan dalam satu kesempatan. Tentunya jumlah panggung dan pengisi acaranya lebih berlimpah.  

Istilah rave sebetulnya berasal dari genre musik pada 1980-1990-an. Pergerakan generasi rave berawal dari London pada 1950-1960-an. “Dulu lebih tepatnya bermula pada zaman psychedelic. Yang terjadi di London, dipicu oleh The Stone Roses, yang membuat film Spike Island,” ujar Rully Annash dari majalah Juice Indonesia.  

Adapun pelaksanaannya di Indonesia merupakan hasil berbagi pengalaman DJ ketika itu, yang sebagian besar memang tumbuh di luar negeri. Dan, hanya kalangan tertentu yang memiliki informasi tentang hal ini. Bisa dibilang keriaan semacam ini dulu diselenggarakan dengan cara bergerilya. Maka tidak mengherankan jika tempat yang dipilih cukup unik, seperti stasiun, terowongan, dan lain-lain.  

Di Indonesia rave party mulai bergema pada 2002-2003, kata Alibudi dari The Beat Magazine.Kondisi itu dipicu oleh penyelenggaraan pesta di Suluban, Bali, pada 2001. Konsep tersebut kemudian dibawa ke Jakarta sehingga bermunculan agenda keriaan di luar ruangan. Sepanjang 2002, rave party dengan muatan lokal, dengan DJ Indonesia, yang terhitung masih baru pun menjadi tren.  

Maka DJ Anton Wirjono dan Sinto dari Javabass pun membuat Jakarta Cream Festival, yang mulai memilih pengisi acara dari luar negeri. Namun mereka tetap menampilkan muatan lokal dengan membuat acara bertajuk Jakarta Movement.  

Acara itu seolah menjadi pemicu bagi penggiat keriaan lain membawa orang berbakat dan brand acara dari luar negeri, seperti Godskitchen dan Gatecrasher.  

Pergerakan scene dance music kala itu memang tidak segencar sekarang. Informasinya pun masih dari mulut ke mulut, dan bentuk komunikasi model lama, tidak seperti sekarang di era digital. Juga, ada komunitas yang sifatnya kurang-lebih sama dengan pergerakan kaum hippie. Pada era tersebut, party hanya digelar di klub, itu pun tergolong sulit mengumpulkan massa. Kecenderungan bosan dengan suasana klub membuat pemuja keriaan sangat menunggu-nunggu diadakannya pesta di luar ruangan.  

Tren Solo Travel dan Industri Perhotelan

0

Solo travel (berwisata sendiri) menjadi tren baru di kalangan wisatawan. Menurut survei Visa Global Travel Intentions Study tahun 2015, sebanyak 24% merupakan wisatawan yang berwisata sendiri pada musim liburan terakhir, angka ini meningkat dari 15% pada tahun 2013.  

Survei TripAdvisor terbaru mengungkapkan bahwa solo travel sedang mengalami peningkatan. Sebanyak 48% perempuan di Asia Tenggara (Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand) mengakui bahwa mereka pernah berwisata sendiri sebelumnya, angka ini meningkat 12% dibanding tahun 2014 yaitu sebesar 36%. Hampir setengah dari perempuan di Asia Tenggara yang disurvei berencana melakukan dua sampai empat solo travel tahun ini. Sebagian besar perempuan ini beralasan bepergian sendiri karena hal ini memberikan mereka kebebasan untuk dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan.  

Kesendirian ini bukan berarti kesepian; dengan meningkatnya tren solo travel, banyak hotel yang mulai memperhatikan hal ini. Beberapa hotel mulai memberi dukungan kepada para solo traveler agar menyediakan waktu untuk diri mereka sendiri dengan menciptakan suasana kondusif supaya dapat berkontemplasi dan melakukan self-discovery – melakukan detox dari ketergantungan terhadap gadget seperti ponsel, Wi-Fi, dan TV.  

Di sisi lain, beberapa hotel memperkenalkan teknologi tercanggih guna mendefinisikan kembali tujuan dari pelayanan menginap di hotel. Tujuannya adalah untuk memperkaya pengalaman para tamu, di mana mereka dapat merasakan kehangatan melalui pengalaman yang sangat terhubung melalui kecanggihan teknologi media dan telekomunikasi.

Kecanggihan di masa depan ini dapat mereka nikmati: Sudah merupakan hal yang lumrah untuk hotel yang menawarkan digital check-in melalui ponsel sebelum tamu tiba di hotel.  Dengan menghemat waktu, tamu hotel dapat menikmati pelayanan lain yang lebih personal, tidak perlu menunggu atau mengantri untuk proses check-in secara fisik. Sehingga para tamu memiliki waktu yang lebih banyak untuk menjelajahi tempat-tempat wisata di dekat hotel.  

Berbicara tentang Kehangatan…

Selain melakukan kontemplasi dengan tenang dan menikmati berbagai sentuhan teknologi, kadang kala ada hal sederhana yang dibutuhkan yaitu suasana malam yang hangat. “F&B (makanan & minuman) juga dapat menciptakan suatu kejutan dan kesenangan bagi para tamu,” ucap Alex Hugot, Vice President Global Brand Management Meliá Hotels International, “Kami ingin restoran-restoran kami dengan keberadaannya di lokasi-lokasi tertentu ini menjadi yang terbaik di kelasnya.”  

Mengambil inspirasi dari warisan dan passion Spanyol terhadap makanan, bersantap di setiap properti Meliá Hotels International di seluruh dunia merupakan suatu pengalaman tersendiri: Sebagai contoh, para tamu restoran Rong Palace di hotel Gran Meliá Xi’an dapat menikmati masakan khas Sichuan, Kanton, dan Shanxi terbaik; saudara kembar Javier dan Sergio Torres membuat kagum para tamu dengan Michelin Star mereka di restoran Dos Cielos di hotel Meliá Barcelona Sky; dan celebrity chef, Sanjeev Kapoor yang dapat menggoda selera para tamu di hotel Meliá Dubai. Para solo traveler sekarang tidak perlu pergi keluar hotel jauh-jauh untuk mencicipi dan menikmati cita rasa lokal.  

Para Single Bisa Mendapatkan  Semua

Meskipun status single sudah menjadi stereotip bagi solo traveler, namun banyak dari solo traveler masa kini yang sudah mempunyai pasangan atau sudah menikah. Industri ini telah memberikan perhatian pada hal tersebut: Banyak destinasi-destinasi wisata dan hotel-hotel yang menawarkan program perjalanan baik untuk grup ataupun solo traveler; dari kegiatan kebugaran, wisata, atau belajar memasak, siapa pun dapat memilih sesuai dengan keinginan mereka, atau dapat bersantai di pantai, menikmati perawatan SPA, serta membaca buku di teras pribadi.  

It’s Tea Time @ Cafe Piazza

0

The newly remodelled Café Piazza at the Bali Dynasty Resort is a perfect place to spend the afternoon enjoying your favourite tea (or coffee) and delicious savoury delicacies. As a special introductory offer; guests can choose from the Classic Afternoon Tea or Balinese Afternoon Tea from only IDR 70K per person between 3pm – 6pm daily.  

The Classic Afternoon Tea offers you a choice of Café Piazza’s tea selection, freshly baked scones served with jam and cream, croissant sandwiches with ham & cheese, chicken curry puff and a selection of petit fours. Balinese Afternoon Tea highlights the local delights, offering you assorted rissoles, banana fritters, deep-fried coconut prawns and selection of Balinese sweets accompanied by your choice of Café Piazza’s tea selection.  

Guests can also treat their little ones with Little Rascal’s Afternoon Tea, providing kids with a healthy smoothie, cupcakes and chicken fingers for only IDR 55K per kid.  

Guests can choose from the comfortable wicker sofa area, on the extended wooden terrace with views over the Balinese pond and stone-carved waterspouts or alternatively in one of the Balinese gazebos, overlooking the newly landscaped duck pond and surrounding gardens.  

Café Piazza is a Mediterranean style café located in the lower lobby of the Bali Dynasty Resort, recently refurbished in a bright and breezy colonial style to offer a more enjoyable experience. The new design features a blue-tiled water centrepiece, blue ceramic tabletops, white chairs and potted parlour palms creating an air of tropical elegance among the rotund pillars and archways. The new, fan-cooled lounge area with its deeply-cushioned cane sofas and chairs provides a comfortable space for guests to relax in a classic environment.  

All the Fun Under the Sun

0

South Kuta Beach Business Association (SKBBA) is proud to launch its new website southkutabali.com – complete with eRes on-line booking system, which enables visitors to South Kuta Beach, Bali, to book their stay at any of SKBBA’s member-hotels using the live booking system to take advantage of any last-minute deals.  

The new website is designed to deliver a user-friendly customer experience to facilitate comprehensive travel planning from research to booking. The entire site now focuses on an immersive and visual encounter by showing eye-catching imagery and intuitive design – including a simplified main menu with links to the most useful pages – with the expectation that visitors to the site will feel inspired to delve deeper and consider choosing the South Kuta Beach area for their holiday destination and accommodation.   

The new-look site has been redesigned for ease of use. Sleek, stylish, and full of improved graphics and technical features, it includes easy and comprehensive page navigation for the purpose of browsing information. Users can see the most updated news and find what they need on the very first page of the website, in addition to a 360° virtual tour and new images portraying the South Kuta Beach, Bali destinationand the magnificent sunsets that visitors can expect to witness, its wide choice of accommodation and its many recreational facilities.

Visitors to the site can learn all about local attractions, shopping, restaurants, nightlife, wedding and events, the Balinese culture, and activities at the SKBBA member-resorts. Also highlighted are the most up-to-date special offers and promotions for accommodation, restaurants, spa services and Waterbom Park. There is also a video gallery and a blog in addition to well-written text to encourage user interaction and give users access to a wider range of information about Bali, SKBBA’s members and its programmes.  

Furthermore, with a tablet-and-mobile-friendly rich content for convenient browsing, users can access hotel information from any web-enabled mobile device, and this can be used to make a reservation, get hotel information or look at special offers. The new website also enables access to SKBBA’s social media sites, which further promote the South Kuta Beach, Bali destination.  

‘All the Fun Under the Sun’ Promotion

Guests who stay for six nights or more in any of the SKBBA member-hotels will qualify for the ‘All the Fun Under the Sun’ promotion which includes the ‘South Kuta Beach Passport’ – a voucher-booklet with a value in excess of $500 offering discounts and incentives on a variety of lifestyle, dining and entertainment options in the South Kuta Beach area, as well as a free, branded shopping bag in keeping with the Association’s environmental initiatives.   

Since 2008, this programme has been a highlight in many of the International wholesaler brochures and has contributed to the ever increasing popularity of the South Kuta Beach area. The ‘South Kuta Passport’also includes free use of bicycles. Running with the slogan, ‘Be Clean, Green and Lean,’ the bikes are available free-of-charge at any of the SKBBA member-hotels for guests to use at any time, offering an environmentally-friendly way to explore the area, while also keeping fit.  

Startup

0

Semua yang besar, bermula dari yang kecil. Kalimat tersebut bukan berasal dari Mak Erot, tapi faktanya hampir semua bisnis yang kini raksasa, dulunya berawal dari  startup business.   Istilah startup kini populer seiring dengan maraknya bisnis yang dijalankan secara online– meski arti startup sesunggguhnya berarti tindakan atau proses memulai sebuah organisasi baru atau bisnis, tidak selalu online. “Yang mengatakan menyamakan startup dengan bisnis di bidang teknologi atau Internet adalah mislead. Seharusnya orang yang berjualan mi ayam, grosir kain di Tanah Abang, jualan seminar, atau servis AC, apa pun jenis bisnisnya, asalkan baru dimulai, bisa disebut startup,” kata Rein Mahatma, co-founder Startupbisnis.com.  

Memang, istilah startup mendunia ketika banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan. Juga, ada satu kesamaan dari orang-orang yang terlibat dalam industri startup saat ini, yang identik dengan teknologi dan Internet.  

Dalam sejumlah studi, Indonesia disebut-sebut memiliki potensi pertumbuhan startup yang besar, terutama karena penetrasi Internet yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya pengguna telepon seluler pintar. Jumlah pengguna media sosial dan layanan antar di Indonesia juga besar. Potensi ini tentunya menjanjikan pertumbuhan startup yang pesat.  

Kemajuan teknologi digital membawa manusia melintasi batas jarak, ruang, dan waktu, termasuk dalam berbisnis. Sangat jarang pebisnis yang tidak memanfaatkan teknologi digital, yang tertuang dalam dunia maya. Internet bahkan menjadi dunia baru yang memiliki bidang kehidupan sendiri, salah satunya bisnis.  

Lebih dari satu dekade, bisnis yang mengalami perkembangan paling pesat terdapat di dunia maya. Contohnya, e-commerce Bukalapak dan Tokopedia, yang berkembang bukan lagi sebagai startup, melainkan bisnis yang kuat. Adapun startup yang sangat fenomenal saat ini adalah Go-Jek.  

Bila dibandingkan, mengawali bisnis di dunia nyata membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi kuat. Belum lagi keterbatasan jarak, ruang, dan waktu membuat bisnis konvensional tersendat-sendat. Hal inilah yang kemudian membuat orang berlomba-lomba membangun startupbisnisnya demi percepatan meraih kesuksesan. Perbedaan terbesar di antara keduanya adalah pola pikir. Orang yang memulai startup bisnis biasanya tidak mengacu pada pola pikir bisnis konservatif.  

Sumbangan kesuksesan lainnya pada startup bisnis adalah luasnya media sosial yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya dengan frekuensi sebebas-bebasnya. Sebut saja dua media sosial paling populer, seperti Facebook dan Twitter, yang membantu meluaskan popularitas startup bisnis.   Memang, startup bisnis tak selamanya langsung meroket, meskipun banyak yang sukses besar. Tapi, startup bisnis bukan bisnis konservatif yang membutuhkan waktu satu-dua tahun sampai pada titik mapan. Sementara itu, startup bisnis tidak memiliki pola pikir yang sama.  

Gerakan Startup di Asia Tenggara

Silicon Valley adalah pusat inovasi di Amerika Serikat. Ide-ide baru yang lahir dari sini dengan cepat berkembang menjadi standar dunia. Wilayah ini adalah rumah bagi banyak perusahaan IT raksasa dunia, seperti Google, Apple, Yahoo!, Hewlett-Packard, dan Intel. Bahkan Facebook, Twitter, dan Zynga juga telah pindah ke Silicon Valley. Dapat dikatakan, Silicon Valley adalah tempat dengan konsentrasi startup tertinggi dengan infrastruktur yang paling maju.  

Beberapa tahun belakangan, gerakan startup di negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Indonesia, mulai menggeliat kencang. Namun Anis Uzzaman, CEO & General Partner Fenox Venture Capital, melihat adanya perbedaan antara ekosistem startup di wilayah Asia Tenggara dan Silicon Valley.   Anis Uzzaman adalah sosok yang tak asing lagi di dunia startup. Awalnya ia bekerja di perusahaan trading publik, seperti IBM dan Cadence, yang menjalankan peran rekayasa, penjualan, serta pemasaran. Pada 2011, ia bersama rekanannya mendirikan Fenox Venture Capital, perusahaan modal ventura di Silicon Valley.  

Flavors of The Archipelago @ Mandarin Oriental, Jakarta

0

A Culinary Interpretation by Chef Petty Elliott and Chef Thierry Le Quéau

As an ode to Indonesia’s 70th independence anniversary, Mandarin Oriental, Jakarta partners with one of the country’s most celebrated chef, Petty Elliott, in showcasing authentic flavours presented with a modern take.   A sense of place and innovative dining are values Mandarin Oriental pledges to create. Honouring the special Independence Day, an approach to feature the best undiscovered local favourites from different regions has been opted for Cinnamon, the hotel’s restaurant known for its delectable Indonesian cuisines.  

With Indonesia being a vast country with many islands, Chef Thierry Le Quéau and Chef Petty Elliott select iconic local dishes, perhaps not always known by those living outside the region, and giving it a different spin; From Aceh – to Medan – to Padang, down to Java, crossing the sea to Bali, up to Maluku and on to Kalimantan.  

Highlights include; Gohu Ikan – a dish of tuna sashimi with chilli and basil salsa from Maluku, Rujak Buah – Cinnamon’s own Javanese fruit salad, Sie Itek – duck curry from Aceh, Sate Udang Rica-Rica – Manado’s prawn satay with its famed sambal rica-rica, Arsik – the special Tapanuli style braised barramundi with ginger flower, Mie Ayam – Jakarta’s favourite bowl of noodles and chicken soup, and Konro – Cinnamon’s signature dish of slow braised beef hailed from Makassar.  

Making things more exciting, Chef Thierry and Chef Petty have collaborated in creating a signature dessert that combines an iconic French sweets with Indonesian flavour; Mille-feuille Kolak Pisang. The mille-feuille will be layered with palm sugar spread, coconut jam and mousse, banana pureed with cinnamon, and chopped cashew. A deconstruction of Indonesia’s well-loved dessert, it is a play of authentic ingredients and flavours weaved into layers of pastry goodness. Mille-feuille Kolak Pisang is priced at IDR50,000+ and will be available at The Mandarin Cake Shop for one month.  

A household name in promoting Indonesian delicacies abroad; Chef Petty Elliott shares her excitement. “I am very thrilled to be invited by Mandarin Oriental, Jakarta and to collaborate with Chef Thierry,” she said, “We look forward to feature different dishes from the many regions in Indonesia not many have explored.” Sharing his enthusiasm, Chef Thierry Le Quéau added, “I am very delighted to be working with Chef Petty, having known her for years and to share her passion for Indonesian cuisines.”  

Flavors of the Archipelago – A Culinary Interpretation promotion is priced at IDR 328,000++ and will be available in Cinnamon restaurant from 15 August to 23 August 2015. For further info, please contact +62 (21) 2993 8823 or email mojkt- [email protected].    

About Petty Elliott

Food Writer, consultant and restaurant critic, Petty has been involved in promoting the flavours of Indonesia over the last 10 years since returning from living in the UK, where she participated in the BBC’s Masterchef competition. Championing modern Indonesian cuisine with international audiences, as well as reawakening interest at home, has been her passion. Petty writes regularly for The Jakarta Globe and Now! Jakarta magazine and previously also consulted as head contributor for Miele Guide, Asia’s Best restaurant Guide for 5 years.

Late@ Seniman

0

Seniman is famous for their incredible range of coffee and design experiences. Quietly they have been establishing themselves as a go-to destination for food and their regular breakfast, lunch and afternoon clientele have long been raving about the quality of the food.  

Now Seniman is grabbing the ‘restaurant-bull-by-its-horns’ and looking to make an impact in the dynamic Ubud evening restaurant scene. After careful selection and preparation, Late@ Seniman provides a range of ‘brassiere-style’ food with its new evening menu. Nothing too pretentious, but classic items crafted with passion, quality and the Seniman stylistic touch.    

Late@ Seniman also cleverly use coffee in a number of their signature desserts, from espresso Crème Brulee to a Mocha-nut waffle. You can even order their humorous and inventive ‘Death by Espresso’ a sure-fire Instagram favourite.  

Even the unconventional format of the evening menu is something that has become a much photographed design object. Easy to use and a little bit weird, the menu is a collection of ‘flash- cards’ featuring images and descriptions on colourful backdrops. According to some of the customers it’s “Worth stealing!” (but please don’t take them home..!)  

There is an extensive range of premium beers, wine and of course coffee, chocolate and teas. All of this to be enjoyed in Seniman’s famous Coffee Studio with its unique atmosphere and music playlists taking you into the night.   Seniman’s on-going food development programme will continue to rotate new items and introduce seasonal produce over the next few months. This is just the beginning.  

Some of the many new highlights from the Late@ Seniman new evening menu;  

Beef Burger Sliders

Served as a taster of 3 styles; McSeniman (Swiss cheese, bacon, mustard mayo), King-Hong- Kong (Black pepper, capsicum, soy sauce), Mediterranean (Tomato and jalapeno salsa) Served with a side portion of triple cooked house-chips with tomato relish and wasabi mayonnaise  

Fish and Chips

Fresh snapper fillets with a San Miguel beer batter. Served with a side portion of house chips, minted green pea puree, home made tartar sauce and a wedge of lemon.  

Posh House Chips

Triple-cooked chips with extra Parmesean and truffle seasoning  

Tuna Tartar

Sashimi grade tuna salad with avocado, cucumber, wasabi cream, spicy crisp bread and soy ginger vinaigrette.  

Mushroom Terrine

Assorted mushroom and herb terrine served with a sambal cream sauce.  

Crème Brulee Espresso

Vanilla laced crème brulee served with Seniman espresso and coffee liquer sauce. Seniman  

Espresso Granita

Frozen crystals of Seniman espresso served with cappuccino ice-cream and fresh whipped cream  

Moka-nut Waffle

Single-origin chocolate from Sumatra with mixed nuts in a warm rum-infused waffle. Served with cappuccino ice-cream, honey and warm chocolate sauce.  

Death By Espresso

Imagine your head is a disc of frozen espresso, stand headfirst on the precipice of a sea of milk. When ready to make the ultimate sacrifice, dive into the milk and have someone hold your feet and stir until desired strength. (Available as day or night variants)    

 Seniman Coffee Studio #5 Jl. Sriwedari, Ubud, Bali, Indonesia 80581 Telephone +62 (0) 361 972 085 Email [email protected]